 |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ {١} |
1. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, tunaikanlah secara sempurna perjanjian dengan Allah yang dikuatkan, berupa iman kepada syariat-syariat din dan tunduk kepadanya. Dan tunaikanlah janji-janji di antara kalian, berupa amanah, jual beli dan semisalnya, yang tidak menyelisihi Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya, Muhammad Allah telah menghalalkan bagi kalian binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, kecuali yang Dia jelaskan kepada kalian berupa pengharaman bangkai, darah dan lainnya, serta pengharaman berburu ketika kalian sedang ihram (haji). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sebagaimana yang Dia kehendaki, sesuai dengan hikmah dan keadilan-Nya. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ {٢} |
2. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, janganlah kalian melanggar batasan-batasan Allah dan rambu-rambu-Nya. Janganlah kalian menghalalkan perang pada bulan-bulan haram, yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijah, Muharam dan Rajab. Itu terjadi di awal permulaan Islam. Janganlah kalian menghalalkan kehormatan al-hadyu (binatang kurban) dan binatang yang sudah diikat untuk itu. Mereka biasa meletakkan kalung yang terbuat dari bulu pada leher binatang yang menjadi tanda bahwa itu adalah binatang untuk kurban, sedangkan pemiliknya hendak menunaikan ibadah haji. Janganlah kalian membenarkan tindakan memerangi orang-orang yang hendak menuju Baitul Haram, yang mereka itu hendak mencari karunia Allah demi kemaslahatan penghidupan mereka serta mencari keridhaan Rabb mereka. Jika kalian sudah bertahallul dari ihram, kalian boleh berburu. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum karena mereka menghalangi kalian menuju Masjidil Haram, seperti yang terjadi pada tahun (peristiwa) Hudaibiah, menjadikan kalian tidak berbuat adil terhadap mereka. Saling membantulah kalian, wahai orang-orang yang beriman, untuk berbuat kebaikan dan ketakwaan kepada Allah. Janganlah kalian saling membantu dalam hal yang di dalamnya terdapat dosa, kemaksiatan dan pelanggaran terhadap batasan-batasan Allah. Waspadalah, jangan sampai kalian menyalahi perintah Allah, karena Dia Mahakeras siksa-Nya. |
| حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ {٣} |
3. Allah telah mengharamkan bangkai atas kalian. Yang dimaksud bangkai adalah binatang yang mati tanpa disembelih. Demikian juga, Allah mengharamkan atas kalian darah mengalir yang ditumpahkan, daging babi, binatang yang disebutkan nama selain Allah ketika menyembelihnya, binatang yang tercekik hingga mati, binatang yang dipukul dengan tongkat atau dilempar dengan batu hingga mati, binatang yang terjatuh dari tempat yang tinggi atau terperosok ke dalam sumur hingga akhirnya mati, dan binatang yang ditanduk oleh binatang lain hingga akhirnya mati. Allah juga mengharamkan atas kalian binatang yang dimakan (diterkam) oleh binatang buas semisal singa, harimau, serigala, dan lainnya. Allah mengecualikan pengharaman binatang yang tertanduk dan semisalnya, jika kalian dapat menyembelihnya sebelum mati. Yang demikian ini tetap halal bagi kalian. Demikian juga, Allah mengharamkan atas kalian binatang yang disembelih untuk selain Allah, yaitu yang disembelih untuk persembahan kepada berhala yang terbuat dari batu dan semisalnya. Allah juga mengharamkan atas kalian untuk mengundi nasib dengan menggunakan anak panah. Mereka biasa mengundi nasib dengan menggunakan anak panah jika mereka menghendaki sesuatu sebelum mereka melakukannya. Yang disebutkan di atas itu merupakan hal-hal yang diharamkan. Jika engkau sampai melanggarnya, berarti engkau keluar dari perintah Allah dan dari ketaatan kepada-Nya menuju maksiat kepada-Nya. Sekarang ini, hasrat orang-orang kafir agar kalian murtad dari din kalian menuju kemusyrikan telah berakhir, setelah Aku bantu (menangkan) kalian atas mereka. Oleh karena itu, janganlah kalian takut kepada mereka, namun takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan Dinul Islam untuk kalian dengan terwujudnya kemenangan dan penyempurnaan syariat. Dan Aku sempurnakan nikmat-Ku untuk kalian dengan mengeluarkan kalian dari kegelapan jahiliah menuju cahaya iman. Aku ridhai Islam sebagai din bagi kalian. Oleh karena itu, berpeganglah kepadanya dan janganlah kalian bercerai-berai. Barang siapa dalam keadaan terpaksa untuk memakan bangkai karena kelaparan, sedangkan sebenarnya ia tidak dengan sengaja bermaksud melakukan perbuatan dosa maka ia boleh memakannya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang kepadanya. |
| يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ ۖ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ {٤} |
4. Para sahabatmu, wahai Nabi, akan bertanya: "Apa saja yang dihalalkan bagi mereka untuk memakannya?" Katakan kepada mereka: "Dihalalkan bagi kalian segala bentuk makanan yang baik, termasuk binatang hasil buruan binatang buas bertaring dan bercakar yang telah kalian latih, seperti anjing, harimau, elang dan semisalnya yang bisa dilatih. Kalian mengajarinya untuk berburu dari yang diajarkan oleh Allah kepada kalian untuk kepentingan kalian. Maka dari itu makanlah binatang hasil tangkapannya untuk kalian. Sebutlah nama Allah ketika kalian melepaskannya untuk berburu. Takutlah kepada Allah berkenaan dengan apa yang Dia perintahkan kepada kalian dan berkenaan dengan apa yang Dia larang atas kalian. Sesungguhnya Allah itu Mahacepat hisab-Nya. |
| الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۖ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ ۖ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ {٥} |
5. Di antara kesempurnaan nikmat Allah atas kalian pada hari ini, wahai kaum mukminin, bahwa Allah juga menghalalkan kepada kalian segala makanan yang halal nan baik. Binatang sembelihan kaum Yahudi dan Nasrani, jika mereka itu menyembelih sesuai dengan syariat mereka, adalah halal juga bagi kalian. Begitu juga, binatang sembelihan kalian juga halal bagi mereka. Allah menghalalkan bagi kalian, wahai kaum mukminin, untuk menikahi wanita-wanita yang terjaga, yaitu wanita-wanita merdeka yang beriman serta bersih dari perbuatan zina. Begitu juga, Allah menghalalkan untuk menikahi wanita-wanita merdeka dan menjaga kesucian diri (tidak berzina) dari kalangan kaum Yahudi dan Nasrani, jika kalian memberikan mahar kepada mereka, sedangkan kalian memang orang-orang yang bersih, tidak terperangkap perbuatan zina serta tidak menjadikan wanita-wanita itu sebagai pasangan di luar nikah; sedangkan kalian aman dari pengaruh agama yang mereka anut. Barang siapa yang mengingkari syariat-syariat iman maka gugurlah amalnya. Dan pada Hari Kiamat nanti termasuk dari orang-orang yang merugi. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ {٦} |
6. Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian hendak mengerjakan shalat, sedangkan kalian tidak dalam keadaan suci, basuhlah wajah dan tangan kalian hingga siku; usaplah kepala kalian; dan basuhlah kaki kalian sampai kedua mata kaki. Jika kalian terkena hadas besar, bersucilah dengan cara mandi sebelum menjalankan shalat. Jika kalian sakit, atau sedang dalam perjalanan dalam keadaan sehat, atau salah seorang dari kalian selesai buang hajat, atau menyentuh (menggauli) istrinya, sedang kalian tidak mendapatkan air (untuk bersuci), tepukkanlah kedua tangan kalian ke permukaan tanah, lalu usaplah wajah dan kedua tangan kalian dengannya (bertayamum). Allah tidak ingin menyusahkan kalian dalam urusan bersuci. Bahkan, Allah membolehkan tayamum sebagai bentuk kemudahan atas kalian serta sebagai bentuk rahmat kepada kalian. Allah menjadikannya sebagai pengganti air untuk bersuci. Keringanan (rukhshah) tayamum ini merupakan salah satu bentuk kesempurnaan nikmat yang menuntut kesyukuran kepada Pemberi nikmat dengan cara mematuhi-Nya dalam segala perintah dan larangan-Nya. |
| وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُمْ بِهِ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ {٧} |
7. Ingatlah nikmat Allah atas kalian berkenaan dengan apa yang telah Dia syariatkan kepada kalian. Ingatlah akan janji-Nya yang telah Dia ambil atas kalian, berupa iman kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu Muhammad , serta janji untuk mendengar dan taat kepada keduanya. Bertakwalah kepada Allah dalam segala hal yang diperintahkan dan dilarang oleh-Nya kepada kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa saja yang kalian sembunyikan dalam diri kalian. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ {٨} |
8. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu Muhammad, jadilah kalian para penegak kebenaran demi mencari wajah Allah semata, serta menjadi saksi dengan adil. Jangan sampai kebencian terhadap suatu kaum itu membawa kalian untuk tidak bertindak adil. Berbuatlah yang adil secara rata antara musuh dan kekasih. Keadilan itu lebih dekat dengan ketakwaan kepada Allah. Waspadalah jangan sampai kalian berbuat lalim. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kalian kerjakan, dan Dia akan memberikan balasan atasnya. |
| وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۙ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ {٩} |
9. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengerjakan amal shalih untuk memberikan ampunan kepada mereka atas dosa-dosa mereka, serta akan memberikan pahala berupa surga. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. |
| وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ {١٠} |
10. Adapun orang-orang yang mengingkari keesaan (wandaniah) Allah yang menunjukkan kebenaran yang nyata, serta mendustakan bukti-bukti-Nya yang dibawa oleh para rasul, mereka itu adalah penghuni neraka, yang mereka itu diam di dalamnya. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَنْ يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ {١١} |
11. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, ingatlah akan nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada kalian berupa nikmat keamanan dan dimasukkannya perasaan takut ke dalam hati musuh-musuh kalian, yang mereka itu hendak menghantam (menyerang) kalian, lalu Allah memalingkan mereka dari kalian serta menghalangi antara mereka dengan apa yang ingin mereka timpakan terhadap kalian. Bertakwalah kepada Allah dan takutlah kepada-Nya. Bertawakalah kepada Allah semata berkenaan dengan segala urusan kalian yang bersifat din maupun keduniaan. Yakinlah dengan bantuan dan pertolongan-Nya. |
| وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا ۖ وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ ۖ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ {١٢} |
12. Allah telah mengambil perjanjian yang kuat (piagam) atas Bani Israil agar mereka memurnikan ibadah hanya kepada-Nya. Allah memerintahkan Nabi Musa agar menjadikan untuk mereka dua belas wakil (pemimpin), sesuai dengan jumlah cabang (keturunan) mereka. Mereka mengambil janji untuk mendengar dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta kepada Kitab-Nya. Allah berfirman kepada Bani Israil, "Sesungguhnya Aku bersama kalian —dengan penjagaan, dan pertolongan-Ku— jika kalian mendirikan shalat, menunaikan zakat yang ditetapkan bagi mereka yang berhak, membenarkan rasul-rasul-Ku dalam segala yang mereka kabarkan, menolong mereka, serta berinfak di jalan-Ku maka pasti akan Aku hapuskan keburukan-keburukan kalian, dan akan Aku masukkan kalian ke dalam surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawah istana-istananya. Barang siapa yang mengingkari ini di antara kalian, ia berarti telah menyimpang dari jalan kebenaran menuju jalan kesesatan. |
| فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ {١٣} |
13. Disebabkan karena kaum Yahudi itu membatalkan piagam perjanjian maka mereka Kami jauhkan dari rahmat Kami dan Kami jadikan hati mereka keras tanpa bisa melunak untuk menerima iman. Mereka mengganti firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Musa, yaitu Taurat, dan meninggalkan sebagian dari apa yang pernah diperingatkan kepada mereka lalu mereka tidak mau mengerjakannya. Engkau, wahai Rasul, masih saja akan mendapati pengkhianatan dari kaum Yahudi yang mengikuti langkah pendahulu mereka, kecuali hanya sebagian kecil saja dari mereka. Oleh karena itu, maafkanlah perilaku buruk mereka itu dan maklumilah mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang suka memaafkan dan memaklumi orang yang berbuat buruk terhadap dirinya. Seperti itulah orang yang menyimpang itu mendapatkan jalan menujutujuan jahatnya dengan cara mengubah firman Allah dan menakwilkannya tidak sebagaimana mestinya. Jika mereka tidak mampu mengubah dan menakwilnya, mereka meninggalkan syariat Allah yang tidak sejalan dengan hawa nafsu mereka. Hanya sedikit saja yang tidak berbuat demikian, yaitu orang yang dijaga oleh Allah di antara mereka. |
| وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ {١٤} |
14. Dan Kami juga ambil piagam perjanjian dari orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Al-Masih Isa, walau sebenarnya tidak demikian, sebagaimana yang telah Kami ambil dari Bani Israil, yaitu agar mereka mengikuti rasul mereka, menolong, dan membelanya. Namun mereka ternyata juga mengganti ajaran din mereka dan meninggalkan sebagian dari yang telah diperingatkan kepada mereka, lalu mereka tidak mengamalkannya sebagaimana yang telah dilakukan oleh kaum Yahudi. Maka Kami timpakan di tengah-tengah mereka permusuhan dan kebencian hingga Hari Kiamat. Allah akan memberitahukan kepada mereka tentang apa yang dahulu telah mereka kerjakan itu pada Hari Perhitungan dan Allah akan memberikan hukuman atas perbuatan mereka. |
| يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ ۚ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ {١٥} |
15. Wahai orang-orang yang diberi Alkitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani, telah datang kepada kalian utusan kami, yaitu Muhammad yang akan menjelaskan kepada kalian sekian banyak hal yang kalian sembunyikan dari manusia dari apa yang terdapat dalam kitab Taurat dan Injil, serta meninggalkan keterangan sekian banyak hal oleh karena hikmah tertentu. Sungguh, telah datang kepada kalian cahaya dan kitab yang nyata dari Allah yaitu Al-Qur'anul Karim. |
| يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ {١٦} |
16. Dengan kitab yang nyata ini, Allah memberikan petunjuk kepada siapa saja yang mengikuti keridhaan-Nya, jalan keamanan dan keselamatan, serta mengeluarkan mereka dengan izin-Nya dari gelapnya kekufuran menuju cahaya iman serta menunjukkan mereka jalan menuju din-Nya yang lurus. |
| لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ۗ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {١٧} |
17. Sungguh, telah kafir kaum Nasrani yang mengatakan bahwa Allah adalah Al-Masih putra Maryam. Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang bodoh dari kalangan Nasrani itu, "Jika saja Al-Masih itu tuhan, sebagaimana yang mereka yakini, tentu ia sanggup menolak ketetapan Allah jika datang kepadanya untuk mematikannya dan mematikan ibunya serta siapa yang ada di muka bumi seluruhnya. Ibunda Nabi Isa telah wafat tanpa mampu menolak kematian, demikian juga Isa sendiri juga tidak bisa menolaknya dari dirinya. Sebab, keduanya merupakan bagian dari para hamba Allah yang tidak kuasa untuk menolak kematian dari diri mereka. Ini merupakan bukti bahwa beliau adalah manusia sebagaimana seluruh anak Adam lainnya. Segala yang ada di langit dan bumi adalah milik Allah. Allah menciptakan dan mengadakan apa saja yang Dia kehendaki. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Hakikat tauhid itu mewajibkan pengesaan Allah dengan sifat rububiah dan uluhiah. Tidak ada seorang pun dari makhluk-Nya yang menyekutui-Nya dalam hal itu. Kebanyakan yang menjatuhkan manusia ke jurang kemusyrikan dan kesesatan adalah sikap berlebihan mereka terhadap para nabi dan orang-orang shalih, sebagaimana kaum Nasrani berlebihan terhadap Al-Masih. Seluruh jagat raya ini adalah milik Allah. Penciptaan hanya ada di Tangan-Nya semata. Berbagai persitiwa di luar kewajaran serta tanda-tanda lainnya yang tampak, kembalinya adalah kepada Allah. Allah menciptakan apa saja yang Dia kehendaki dan mengerjakan apa saja yang Dia inginkan. |
| وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَىٰ نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ ۚ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ ۖ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ {١٨} |
18. Orang-orang Yahudi dan Nasrani sama-sama mengklaim bahwa mereka adalah anak-anak Allah dan para kekasih-Nya. Katakan kepada mereka, wahai Rasul, "Lantas mengapa Dia menimpakan adzab kepada kalian disebabkan oleh dosa-dosa kalian? Jika kalian memang benar-benar para kekasih Allah, tentu Dia tidak akan menimpakan adzab kepada kalian. Karena Allah itu tidak akan mencintai kecuali kepada hamba yang taat kepada-Nya." Katakan juga kepada mereka, "Bahkan sebenarnya kalian adalah makhluk sebagaimana seluruh keturunan Adam yang lain. Jika kalian berbuat kebaikan, kalian akan diberi balasan kebaikan dari perbuatan baik kalian. Sebaliknya, jika kalian berbuat jahat maka akan dibalas dengan keburukan dikarenakan perbuatan jahat kalian." Allah memberikan ampunan kepada siapa yang Dia kehendaki dan menimpakan adzab kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia adalah Pemilik segala kerajaan, yang bisa mengaturnya sebagaimana yang dikehendaki oleh-Nya. Hanya kepada-Nya tempat kembali. Lantas Dia akan memutuskan perkara di antara para hamba-Nya dan akan memberikan balasan kepada masing-masing sebagaimana mestinya. |
| يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَىٰ فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ أَنْ تَقُولُوا مَا جَاءَنَا مِنْ بَشِيرٍ وَلَا نَذِيرٍ ۖ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَشِيرٌ وَنَذِيرٌ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {١٩} |
19. Wahai orang-orang Yahudi dan Nasrani, telah datang kepada kalian utusan Kami, yaitu Muhammad yang akan menjelaskan kepada kalian kebenaran dan petunjuk, setelah jeda waktu antara pengutusan isa putra Maryam, agar kalian tidak mengatakan, "Tiada seorang pemberi kabar gembira dan peringatan yang datang kepada kami." Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi buat kalian setelah beliau itu diutus kepada kalian. Sungguh, telah datang dari Allah kepada kalian seorang rasul yang memberikan kabar gembira kepada siapa saja yang beriman kepadanya serta memberikan peringatan kepada siapa saja yang durhaka kepadanya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, termasuk kuasa memberikan hukuman kepada orang yang bermaksiat dan memberikan pahala kepada orang yang taat. |
| وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا وَآتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ {٢٠} |
20. Ingatiah, wahai Rasul, ketika Nabi Musa berkata kepada kaumnya, "Wahai Bani Israil, ingatlah akan nikmat Allah yang kalian terima; yaitu ketika Dia menjadikan para nabi di tengah-tengah kalian serta menjadikan kalian sebagai raja-raja, yang dapat mengatur urusan kalian sendiri setelah sebelumnya kalian menjadi budak-budak bagi Raja Fir'aun dan kaumnya. Allah juga telah memberikan kepada kalian berbagai macam nikmat yang belum pernah diberikan kepada seorang pun dari seluruh umat manusia di zaman kalian. |
| يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ {٢١} |
21. Wahai kaumku, masuklah kalian ke tanah yang disucikan, yaitu Baitul Maqdis dan sekitarnya, yang telah dijanjikan oleh Allah untuk kalian masuki, lalu kalian perangi orang-orang yang kafir yang tinggal di dalamnya. Janganlah kalian kembali dari memerangi orang-orang yang lalim, sehingga kalian merugi dari mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. |
| قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا حَتَّىٰ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ {٢٢} |
22. Mereka berkata, "Wahai Musa, sesungguhnya di dalam negeri tersebut terdapat orang-orang yang gagah perkasa; tiada kemampuan bagi kami untuk memerangi mereka. Dan sesungguhnya sekali-kali kami tidak akan bisa memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya. Jika mereka keluar darinya, kami baru bisa memasukinya. |
| قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ {٢٣} |
23. Telah berkata kepada Bani israil, dua orang dari mereka yang takut kepada Allah yang telah dianugerahi nikmat oleh Allah berupa ketaatan kepada-Nya dan ketaatan kepada Nabi-Nya, "Seranglah orang-orang yang lalim itu melalui pintu gerbang kota mereka, sebagai bentuk ikhtiar (untuk meraih kemenangan). Jika kalian sudah berhasil memasuki pintu kota itu, tentu kalian berhasil mengalahkan mereka. Hanya kepada Allah semata kalian harus bertawakal, jika kalian memang orang-orang yang membenarkan Rasul-Nya berkenaan dengan apa yang beliau bawa serta jika kalian memang mengamalkan syariat-Nya." |
| قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا ۖ فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ {٢٤} |
24. Kaum Musa berkata kepada beliau, "Kami tidak akan memasuki kota itu selamanya, selagi orang-orang lalim itu berada di dalamnya. Oleh karena itu, pergilah engkau sendiri bersama Rabbmu, dan berperanglah melawan mereka. Kami duduk diam di sini saja dan tidak akan ikut memerangi mereka." Ini merupakan bentuk terus-terusan mereka menyelisihi Nabi Musa |
| قَالَ رَبِّ إِنِّي لَا أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِي وَأَخِي ۖ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ {٢٥} |
25. Nabi Musa menghadapkan diri kepada Rabb-nya dengan memanjatkan doa, "Sesungguhnya aku tidak mampu menguasai diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu, putuskanlah antara kami dengan kaum yang fasik itu!" |
| قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ ۛ أَرْبَعِينَ سَنَةً ۛ يَتِيهُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ {٢٦} |
26. Allah berfirman kepada Nabi Musa "Sesungguhnya negeri yang suci itu diharamkan atas kaum Yahudi untuk memasukinya selama empat puluh tahun. Selama itu mereka tersesat di muka bumi dalam keadaan kebingungan. Oleh karena itu, janganlah engkau bersedih hati, wahai Musa, dalam memikirkan kaum yang tidak mau taat kepada-Ku (fasik)!" |
| وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ {٢٧} |
27. Ceritakanlah, wahai Rasul, kepada Bani Israil tentang kisah dua putra Adam, Qabil dan Habil; yang merupakan cerita yang benar. Yaitu ketika masing-masing dari keduanya sama-sama mempersembahkan 'kurban' (kurban adalah segala yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah lalu Allah menerima kurban yang dipersembahkan oleh Habil, karena ia seorang yang bertakwa, namun tidak menerima kurban yang dipersembahkan oleh Qabil, karena ia bukan seorang yang bertakwa. Lantas Qabil pun iri terhadap saudaranya, yaitu Habil, dan berkata, "Sungguh, aku pasti akan membunuhmu!" Habil menjawab, "Sesung-guhnya Allah hanya menerima kurban dari orang yang bertakwa (takut) kepada-Nya." |
| لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ {٢٨} |
28. Habil berkata sambil memberikan nasihat kepada saudaranya, "Jika engkau mengangkat tanganmu untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan melakukan hal yang kamu lakukan. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb seluruh makhluk." |
| إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ {٢٩} |
29. "Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan mengemban dosa pembunuhan terhadap diriku dan juga dosamu yang telah engkau lakukan sebelum itu, sehingga kamu menjadi bagian dari penghuni neraka dan tinggal di dalamnya. Yang demikian itu merupakan balasan bagi orang-orang yang melanggar (berbuat zhalim)." |
| فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ {٣٠} |
30. Hawa nafsu Qabil menggodanya untuk tetap membunuh saudaranya, lantas ia pun membunuhnya. Pada akhirnya ia menjadi bagian dari orang-orang yang merugi karena telah menjual akhiratnya untuk mendapat dunia. |
| فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ {٣١} |
31. Ketika Qabil telah berhasil membunuh saudaranya, ia tidak mengerti apa yang harus ia perbuat terhadap jasad saudaranya (yang telah meninggal itu). Lalu Allah mengirimkan burung gagak yang membuat galian di tanah untuk menguburkan gagak lain yang mati. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada Qabil bagaimana ia menguburkan jasad saudaranya. Qabil pun terkagum seraya berkata, "Aduhai, mengapa aku tak berdaya untuk melakukan seperti yang diperbuat oleh burung gagak ini, sehingga aku bisa menutup aurat saudaraku?" Maka Qabil pun memakamkan saudaranya. Lantas Allah menghukumnya dengan penyesalan setelah ia kembali dengan kerugian. |
| مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ {٣٢} |
32. Oleh karena kejahatan tindak pembunuhan ini, Kami syariatkan kepada Bani Israil bahwa barang siapa membunuh seorang manusia tanpa sebab (yang dibenarkan), entah berupa qisas atau tindak kerusakan di muka bumi dengan bentuk kerusakan-kerusakan yang memang mengharuskan untuk membunuhnya, seperti syirik dan juga karena tindak memerangi maka seakan ia telah membunuh seluruh umat manusia. Itu karena tindakan tersebut mengharuskan pelakunya mendapatkan hukuman yang sangat besar dari Allah. Barang siapa yang menahan dirinya dari melakukan tindak pembunuhan terhadap jiwa yang diharamkan oleh Allah maka seakan ia memberikan kesempatan hidup kepada seluruh umat manusia. Orang-orang yang menjaga kesucian seorang manusia berarti menjaga kesucian seluruh umat manusia. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Kami kepada Bani Israil dengan membawa berbagai hujah dan bukti yang menunjukkan kebenaran ajaran yang mereka serukan, berupa keimanan kepada Rabb mereka dan menunaikan apa yang diwajibkan atas mereka. Kemudian sebagian besar dari mereka setelah kedatangan para rasul kepada mereka itu, melanggar batasan-batasan Allah dengan melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan meninggalkan perintah-perintah-Nya. |
| إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ۚ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ {٣٣} |
33. Sesungguhnya balasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan terang-terangan melakukan permusuhan kepada-Nya, memerangi hukum-hukum-Nya dan juga hukum-hukum Rasul-Nya, serta melakukan tindak kerusakan di muka bumi dengan membunuh jiwa dan merampas harta, adalah agar mereka itu dibunuh atau disalib dan dibunuh. Atau, dipotong tangan kanannya dan kaki kirinya (secara silang). Jika ia tidak juga bertaubat (mengulang kembali perbuatannya) maka dipotong tangan kirinya dan kaki kanannya atau diusir ke negeri lain dan dipenjarakan di negeri tersebut sampai ia benar-benar bertaubat. Balasan yang disediakan oleh Allah kepada orang-orang tersebut adalah kehinaan di dunia. Sedangkan di akhirat nanti mereka mendapatkan adzab yang keras, jika mereka tidak bertaubat. |
| إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ ۖ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ {٣٤} |
34. Akan tetapi, siapa saja di antara mereka itu yang mau melakukan ketaatan dan menyesali perbuatannya, sebelum kalian menguasai (menangkap) mereka, gugurlah hukuman atasnya yang telah ditetapkan oleh Allah itu. Ketahuilah, wahai orang-orang yang beriman, bahwa Allah Maha Pengampun kepada para hamba-Nya serta Maha Penyayang kepada mereka. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ {٣٥} |
35. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, takutlah kalian kepada Allah dan mendekatlah kalian kepada-Nya dengan cara menaati-Nya serta mengamalkan apa yang diridhai oleh-Nya. Berjihadlah di jalan-Nya agar kalian beruntung mendapatkan surga-Nya. |
| إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ {٣٦} |
36. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan syariatnya, seandainya mereka itu memiliki seluruh yang ada di bumi dan bahkan memiliki semisal itu pula, lantas mereka hendak menebus diri mereka pada Hari Kiamat dari adzab Allah dengan apa yang mereka miliki itu maka Allah tidak akan menerima hal itu dari mereka. Bagi mereka siksaan yang sangat pedih. |
| يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ {٣٧} |
37. Orang-orang kafir itu ingin keluar dari neraka, mengingat segala kengerian yang mereka dapatkan di dalamnya, namun tidak ada jalan bagi mereka untuk keluar. Bagi mereka siksaan yang kekal. |
| وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ {٣٨} |
38. Laki-laki dan perempuan yang mencuri, wahai ulil amri, potonglah tangan keduanya sebagaimana yang dituntunkan oleh syara', sebagai balasan terhadap keduanya atas tindakan mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak benar. Juga sebagai hukuman yang dengan itu Allah mencegah orang lain untuk melakukan hal yang serupa. Allah Mahaperkasa berkenaan dengan kerajaan-Nya serta Maha-bijaksana berkenaan dengan segala perintah dan larangan-Nya. |
| فَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ {٣٩} |
39. Barang siapa bertaubat setelah melakukan tindak pencurian, lantas ia memperbaiki diri dalam segala bentuk amal perbuatannya maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun kepada para hamba-Nya serta Maha Penyayang kepada mereka. |
| أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {٤٠} |
40. Tidakkah engkau tahu, wahai Rasul, bahwa Allah adalah Pencipta, Pengatur, dan Pemilik alam ini. Dan sesungguhnya Dia Maha Melakukan apa saja yang Dia kehendaki. Dia kuasa menyiksa siapa saja yang Dia kehendaki serta mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. |
| يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ ۛ وَمِنَ الَّذِينَ هَادُوا ۛ سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ ۖ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَٰذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا ۚ وَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ {٤١} |
41. Wahai Rasul, janganlah kamu bersedih hati karena orang-orang yang bersegera menunjukkan keingkaran terhadap kenabianmu. Yaitu dari kalangan kaum munafikin yang menampakkan Islam, padahal hati mereka kosong darinya. Sesungguhnya Aku adalah Penolongmu dalam mengatasi mereka. Demikian juga, janganlah engkau bersedih hati karena kaum Yahudi bergegas dalam mengingkari kenabianmu, karena mereka adalah suatu kaum yang suka mendengarkan kedustaan serta menerima dengan mudah kebohongan yang diada-adakan oleh para ulama mereka. Mereka suka memenuhi ajakan kaum lain yang tidak pernah hadir di majlismu. Orang-orang lain tersebut suka mengubah firman Allah setelah mereka mengetahuinya. Mereka mengatakan, "Jika ada ajaran dari Muhammad yang sejalan dengan apa yang telah kami ganti dan kami ubah dari hukum-hukum Taurat maka amalkanlah. Namun jika dia datang kepada kalian dengan membawa suatu ajaran yang menyelisihinya maka waspadalah; jangan sampai kalian menerima dan mengamalkannya." Barang siapa yang dikehendaki kesesatannya oleh Allah, engkau -wahai Rasul- tidak bisa menghalangi hal itu darinya serta tidak akan kuasa untuk memberikan hidayah kepadanya. Sesungguhnya orang-orang munafik dan kaum Yahudi itu memang tidak diinginkan oleh Allah untuk dibersihkan hatinya dari noda kekufuran. Mereka mendapatkan kehinaan dan keburukan di dunia, sedangkan di akhirat nanti mereka mendapatkan adzab yang besar. |
| سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ ۚ فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ ۖ وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُرُّوكَ شَيْئًا ۖ وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ {٤٢} |
42. Kaum Yahudi itu menghimpun antara kesukaan mendengarkan kedustaan dan makan barang haram. Jika mereka datang kepadamu untuk berhukum (meminta putusan) kepadamu maka putuskanlah perkara di antara mereka, atau tinggalkan saja mereka. Jika engkau tidak memutuskan perkara di antara mereka maka mereka tidak akan bisa memberikan mudharat sedikit pun terhadap dirimu. Jika engkau memutuskan perkara di antara mereka, putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat adil. |
| وَكَيْفَ يُحَكِّمُونَكَ وَعِنْدَهُمُ التَّوْرَاةُ فِيهَا حُكْمُ اللَّهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا أُولَٰئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ {٤٣} |
43. Sesungguhnya perilaku kaum Yahudi itu memang aneh. Mereka berhakim (meminta putusan perkara) kepadamu, wahai Rasul,sementara mereka itu tidak beriman kepadamu dan tidak juga kepada Kitabmu. Sedangkan Taurat yang mereka imani itu ada pada mereka, yang di dalamnya terdapat hukum Allah. Kemudian mereka berpaling setelah berhakim kepadamu jika hal itu tidak memuaskan mereka. Mereka telah menghimpun antara tindakan mengingkari syariat mereka dan berpaling dari keputusan hukum yang engkau berikan. Orang-orang yang memiliki sifat seperti itu sesungguhnya tidaklah beriman kepada Allah serta tidak beriman kepadamu dan kepada hukum yang engkau putuskan. |
| إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ ۚ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ {٤٤} |
44. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat, yang di dalamnya terhadap petunjuk (untuk menghindarkan) dari kesesatan serta penjelasan mengenai hukum-hukum. Dengan hukum-hukum itu, para nabi yang tunduk kepada hukum Allah dan mengakuinya, memutuskan perkara di kalangan kaum Yahudi. Mereka tidak pernah keluar dari hukum tersebut serta tidak pernah mengubahnya. Para ahli ibadah dari kalangan Yahudi serta ulama-ulama mereka yang membina umat manusia dengan syariat Allah, juga memutuskan perkara berdasarkan hukum-hukum Allah tersebut. Yang demikian itu karena para nabi mereka itu telah mendapatkan amanah (dipercaya) untuk menyampaikan ajaran Taurat kepada mereka serta memahamkan kitab Allah dan mengamalkannya. Para ahli ibadah dan ulama mereka menjadi saksi bahwa para nabi mereka itu telah memutuskan perkara di kalangan kaum Yahudi berdasarkan kitab Allah. Allah berfirman kepada para ulama dan para rahib mereka, 'Janganlah kalian merasa takut kepada manusia di dalam menerapkan hukum-Ku. Karena sesungguhnya mereka tidak kuasa untuk memberikan manfaat maupun mudharat kepada kalian. Akan tetapi, takutlah kalian kepada-Ku, karena sesungguh-nya Akulah yang kuasa memberi manfaat dan mudharat. Janganlah kalian mengambil harga yang murah dengan meninggalkan berhukum dengan hukum yang telah Aku turunkan." Berhukum dengan selain hukum yang telah diturunkan oleh Allah merupakan bagian dari per-buatan kaum kafir.Orang-orang yang mengganti hukum Allah yang telah Dia turunkan dalam kitab-Nya, lantas mereka menyembunyikan, mengingkari dan berhukum kepada selainnya dengan meyakini kebolehan hal tersebut maka mereka itu adalah orang-orang kafir. |
| وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ ۚ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ {٤٥} |
45. Telah Kami wajibkan atas mereka di dalam Taurat bahwa jiwa dibunuh karena membunuh jiwa, mata dicukil karena menghilangkan mata, hidung dipotong karena memotong hidung, telinga dipotong karena memotong telinga, gigi dicabut karena mencabut gigi, serta setiap bentuk luka tetap ada qisasnya. Barang siapa yang melepaskan hak qisasnya terhadap orang yang berbuat pelanggaran terhadapnya maka yang demikian itu merupakan bentuk penghapusan terhadap sebagian dosa orang yang melanggar dirinya. Barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah dalam urusan qisas dan lainnya maka sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang melampaui batasan-batasan Allah. |
| وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ {٤٦} |
46. Kami iringkan nabi-nabi Bani Israil itu dengan Isa putra Maryam. Yaitu seorang nabi yang beriman kepada apa yang ada di dalam Taurat dan mengamalkan ajaran yang ada di dalamnya selagi tidak dihapuskan oleh kitabnya (Injil). Kami turunkan Injil kepadanya sebagai petunjuk kepada kebenaran, penjelas dari apa yang tidak diketahui oleh manusia mengenai hukum Allah, serta menjadi saksi atas kebenaran Taurat dengan segala hukum-hukum yang ada di dalamnya. Kami jadikan Injil itu sebagai penjelas bagi orang-orang yang takut kepada Allah serta mencegah mereka dari melakukan hal-hal yang diharamkan. |
| وَلْيَحْكُمْ أَهْلُ الْإِنْجِيلِ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِيهِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ {٤٧} |
47. Hendaklah orang-orang yang diturunkan Injil kepada mereka itu berhukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, di mana Nabi Isa telah diutus kepada mereka dengan membawa hukum yang telah diturunkan oleh Allah di dalamnya. Barang siapa yang tidak berhukum kepada apa yang telah diturunkan oleh Allah maka mereka itu adalah orang-orang yang keluar dari perintah-Nya dan durhaka kepada-Nya (fasiq). |
| وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ {٤٨} |
48. Kami telah turunkan kepadamu, wahai Rasul, kitab Al-Qur'an. Semua yang ada di dalamnya adalah kebenaran. la menjadi saksi atas kebenaran kitab-kitab sebelumnya, bahwa semuanya berasal dari sisi Allah. Al-Qur'an membenarkan ajaran lurus yang terkandung di dalamnya, menjelaskan perubahan (penyim-pangan ajaran) yang ada di dalamnya, serta menghapuskan sebagian dari syariat-syariatnya. Oleh karena itu, putuskan perkara antara orang-orang yang berhakim kepadamu dari kalangan Yahudi dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah kepadamu di dalam Al-Qur'an ini. Jangan sampai engkau berpaling dari kebenaran yang telah Allah perintahkan kepadamu agar berpegang kepadanya, menuju hawa nafsu mereka dan segala kebiasaan mereka. Kami jadikan bagi setiap umat itu syariat dan jalan terang yang mereka amalkan. Jika saja Allah menghendaki, niscaya menjadikan syariat-syariat kalian itu satu. Akan tetapi, Allah sengaja membedakannya untuk menguji kalian, sehingga tampak siapa yang patuh dan siapa yang durhaka. Oleh karena itu, bergegaslah untuk melakukan apa yang terbaik untuk kalian di dunia dan akhirat, dengan mengamalkan ajaran yang ada di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya tempat kembali kalian semua adalah kepada Allah. Dia akan memberitahukan apa yang kalian dahulu perselisihkan, lantas akan memberikan balasan kepada masing-masing orang sesuai dengan amalnya. |
| وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ {٤٩} |
49. Putuskanlah perkara, wahai Rasul, di kalangan kaum Yahudi ini dengan hukum yang telah diturunkan oleh Allah di dalam Al-Qur'an. Jangan sampai engkau mengikuti keinginan orang-orang yang berhakim kepadamu. Waspadalah bila mereka memalingkanmu dari sebagian hukum yang telah diturunkan oleh Allah kepadamu, lantas engkau tidak lagi mengamalkannya. Jika mereka itu berpaling dari hukum yang engkau putuskan maka ketahuilah bahwa Allah hendak memalingkan mereka dari petunjuk disebabkan oleh dosa-dosa yang mereka perbuat sebelumnya. Sesungguhnya sebagian besar dari mereka memang keluar dari ketaatan kepada Rabb mereka. |
| أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ {٥٠} |
50. Apakah kaum Yahudi itu ingin agar engkau memutuskan perkara di tengah-tengah mereka dengan hukum yang dikenal oleh kaum musyrikin penyembah berhala yang merupakan bentuk kesesatan dan kebodohan? Tentu hal itu tidak akan pernah terjadi dan tidak pantas selamanya. Siapakah yang lebih adil dari Allah dalam memutuskan perkara bagi siapa saja yang memahami syariat Allah dan beriman kepadanya serta yakin bahwa hukum Allahlah yang benar? |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ {٥١} |
51. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan kaum Yahudi dan Nasrani sebagai sekutu dan penolong untuk menghadapi kaum beriman. Yang demikian itu karena mereka tidak mencintai orang-orang yang beriman. Kaum Yahudi itu sebagian mereka menolong sebagian yang lain. Demikian juga kaum Nasrani. Masing-masing dari kedua golongan tersebut bersatu untuk memusuhi kalian. Sedangkan kalian, wahai orang-orang yang beriman, lebih layak untuk saling membantu antara sebagian dari kalian terhadap sebagian yang lain. Barang siapa di antara kalian yang menjadikan mereka sebagai wali (pemimpin, penolong) maka ia menjadi bagian dari mereka; sedangkan hukumnya juga dihukumi seperti mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang zhalim yang berwalikan orang-orang kafir. |
| فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ {٥٢} |
52. Allah memberitahukan tentang sekelompok kaum munafik bahwa mereka bergegas di dalam mencintai kaum Yahudi, karena di dalam hati mereka terdapat keraguan dan kemunafikan. Mereka mengatakan, "Sesungguhnya kami mencintai mereka itu karena khawatir mereka mengalahkan kaum muslimin, sehingga kami ikut tertimpa bencana bersama kaum muslimin tersebut." Allah berfirman dengan menyebutkan, "Mudah-mudahan Allah memberikan kemenangan (penaklukan dan menolong Nabi-Nya serta memenangkan Islam dan kaum muslimin atas kaum kafir, atau menyiapkan hal-hal lain yang menyebabkan lenyapnya kekuatan Yahudi dan Nasrani, sehingga mereka tunduk kepada kaum muslimin." Ketika itu kaum munafik menyesal atas apa yang telan mereka sembunyikan di dalam diri mereka berupa perwalian kepada kaum Yahudi itu. |
| وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ ۙ إِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ ۚ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَأَصْبَحُوا خَاسِرِينَ {٥٣} |
53. Ketika itu, sebagian dari kaum beriman berkata kepada sebagian yang lain dengan penuh keheranan terhadap keadaan kaum munafik itu -ketika kedok mereka tersingkap-, "Apakah mereka yang telah bersumpah dengan sumpah yang paling kuat itu, benar-benar bersama kami?" Gugurlah seluruh amalan orang-orang munafik yang pernah mereka kerjakan di dunia; tidak ada pahala bagi mereka atasnya. Sebab, mereka mengerjakannya tanpa dasar iman. Mereka pun merugi dunia dan akhirat. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ {٥٤} |
54. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, barang siapa di antara kalian yang kem-bali (keluar) dari din-nya, lantas menggantinya dengan din Yahudi atau Nasrani atau lainnya maka mereka sama sekali tidak akan menimpakan kurugian (mudharat) sedikit pun. Allah akan mendatangkan suatu kaum yang lebih baik dari mereka; di mana Allah mencintai mereka, dan mereka mencintai Allah. Mereka bersikap penyayang (lembut) kepada orang-orang yang beriman, namun bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah tanpa kenal takut kepada seorang pun karena Allah. Penganugerahan nikmat seperti itu merupakan karunia Allah yang Dia berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Allah itu Mahaluas karunia-Nya serta Maha Mengetahui siapa saja yang berhak mendapatkannya di antara para hamba-Nya. |
| إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ {٥٥} |
55. Sesungguhnya penolong kalian, wahai orang-orang yang beriman, adalah Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman yang senantiasa menjaga shalat yang difardhukan serta menunaikan zakat dengan penuh kerelaan hati, sedangkan mereka adalah orang-orang yang tunduk kepada Allah. |
| وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ {٥٦} |
56. Barang siapa yang yakin kepada Allah serta menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman sebagai penolongnya maka ia termasuk golongan Allah. Golongan Allah itulah yang menang. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ {٥٧} |
57. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, janganlah kalian menjadikan orang-orang yang memperolokkan dan mempermainkan din kalian dari kalangan ahlukitab dan orang-orang kafir, sebagai wali-wali (pemimpin, penolong) kalian. Takutlah kalian kepada Allah, jika kalian benar-benar orang yang beriman kepada-Nya dan kepada syariat-Nya. |
| وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ {٥٨} |
58. Jika muadzin kalian, wahai orang-orang yang beriman, mengumandangkan adzan untuk melaksanakan shalat maka orang-orang Yahudi dan Nasrani serta orang-orang musyrik memperolok dan mempermainkan seruan kalian kepada shalat. Yang demikian itu disebabkan oleh kebodohan mereka mengenai Rabb mereka dan karena mereka tidak memahami hakikat ibadah. |
| قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ هَلْ تَنْقِمُونَ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلُ وَأَنَّ أَكْثَرَكُمْ فَاسِقُونَ {٥٩} |
59. Katakan, wahai Rasul, kepada orang-orang yang memperolok itu dari kalangan ahlukitab, "Apa yang kalian dapatkan dari kami sebagai cela atau aib itu sebenarnya adalah sebuah pujian bagi kami; yang berupa keimanan kepada Allah dan beriman kepada kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada kami serta yang diturunkan kepada kaum sebelum kami. Sedangkan kami yakin bahwa kebanyakan dari kalian itu keluar dari jalan yang lurus. |
| قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ ۚ أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ {٦٠} |
60. Katakanlah, wahai Nabi, kepada orang-orang yang beriman, "Maukah aku kabarkan kepada kalian perihal orang yang akan diberi balasan pada Hari Kiamat dengan balasan yang lebih buruk dari balasan terhadap orang-orang fasik itu?" Sesungguhnya para pendahulu mereka itu telah diusir oleh Allah dari rahmat-Nya (dilaknat), dimurkai, serta diubah bentuk mereka menjadi kera dan babi, disebabkan oleh kedurhakaan, kehobongan dan kesombongan mereka. Demikian pula di antara mereka ada yang menjadi penghamba thaghut (yaitu segala yang diibadahi selain Allah, sedangkan ia rela diperlakukan seperti itu). Sungguh buruk, tempat mereka di akhirat. Upaya mereka di dunia telah menyesatkan mereka dari jalan yang benar. |
| وَإِذَا جَاءُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَقَدْ دَخَلُوا بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوا بِهِ ۚ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا يَكْتُمُونَ {٦١} |
61. Jika kaum munafik dari kalangan Yahudi itu datang kepada kalian, wahai orang-orang yang beriman maka mereka berkata, "Kami beriman." Padahal sebenarnya mereka tetap berada di atas kekufuran. Mereka datang kepada kalian dengan tetap membawa kekufuran yang diyakini dengan hati mereka, kemudian mereka keluar (meninggalkan kalian) dengan tetap berada di atas kekufuran itu. Allah lebih mengetahui tentang rahasia hati mereka, sekalipun mereka menampakkan hal yang bertolak belakang dengan hal itu. |
| وَتَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {٦٢} |
62. Engkau, wahai Rasul, akan melihat kebanyakan dari kaum Yahudi itu bergegas untuk berbuatan maksiat yang berupa perkataan dusta dan palsu, memusuhi hukum-hukum Allah dan memakan harta orang lain dengan cara batil. Sungguh buruk, perbuatan dan permusuhan yang mereka lakukan. |
| لَوْلَا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ {٦٣} |
63. Mengapa para pemimpin dan ulama mereka itu tidak mencegah orang-orang yang bergegas di dalam melakukan perbuatan dosa dan permusuhan itu dari berkata dusta dan palsu, serta menyegah dari makan harta orang lain dengan cara batil. Sungguh buruk perbuatan mereka itu ketika meninggalkan nahi mungkar. |
| وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ ۚ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا ۘ بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ ۚ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا ۚ وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ ۚ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا ۚ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ {٦٤} |
64. Allah memperlihatkan kepada Nabi-Nya mengenai sebagian dari dosa-dosa kaum Yahudi -yang mereka rahasiakan di antara sesama mereka-, bahwa mereka mengatakan, "Tangan Allah terbelenggu untuk melakukan kebaikan. Dia kikir kepada kita dalam memberikan rezeki dan kelonggaran materi." Hal itu mereka katakan ketika terjadi kekeringan dan tidak turun hujan di tengah-tengah mereka. Justru sebenarnya tangan merekalah yang terbelenggu dengan tidak mau berbuat kebajikan. Allah mengusir mereka dari rahmat-Nya disebabkan oleh perkataan mereka itu. Keadaan yang sesungguhnya tidaklah sebagaimana yang mereka katakan secara dusta terhadap-Nya, akan tetapi yang sebenarnya adalah bahwa kedua Tangan-Nya terbuka. Tidak ada yang menghalangi-Nya untuk berderma. Sesungguhnya Dia Maha Dermawan lagi Maha Pemurah. Dia berderma sesuai dengan hikmah dan kemaslahatan terhadap para hamba. Ayat ini mengandung penetapan dua tangan bagi Allah sesuai dengan yang pantas bagi-Nya, tanpa mentasybihkan (menyerupakan) dan mengkaifiatkan. Kedurhakaan dan kekufuran mereka semakin menjadi-jadi disebabkan oleh keirian dan kedengkian mereka, karena Allah telah memilihmu untuk mengemban risalah. Allah memberitahukan bahwa beberapa kelompok dari kaum Yahudi akan masih terus saling bermusuhan hingga Hari Kiamat. Sebagian dari mereka membenci sebagian yang lain. Setiap kali mereka bersekongkol dalam melakukan tipu daya terhadap kaum muslimin dengan membangkitkan berbagai fitnah dan menyalakan api peperangan maka Allah mengembalikan tipu daya mereka serta mencerai-beraikan kesatuan mereka. Kaum Yahudi itu masih saja melakukan berbagai bentuk kedurhakaan kepada Allah yang berdampak pada munculnya kerusakan dan kegoncangan di muka bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. |
| وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأَدْخَلْنَاهُمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ {٦٥} |
65. Sekiranya kaum Yahudi dan Nasrani itu membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya, tentu dosa-dosa mereka Kami tutup (hapuskan), lantas Kami masukkan mereka ke dalam surga yang penuh dengan kenikmatan di kampung akhirat. |
| وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ ۚ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ {٦٦} |
66. Sekiranya mereka mengamalkan ajaran yang terdapat dalam Taurat dan Injil, serta mengamalkan ajaran yang diturunkan kepadamu, wahai rasul, yaitu Al-Qur'anul Karim, tentu mereka akan diberi rezeki dari setiap arah. Kami turunkan hujan dan Kami tumbuhkan buah untuk mereka. Ini adalah balasan ketika di dunia. Dan sesungguhnya di kalangan ahlukitab itu ada sekelompok yang lurus di atas kebenaran. Namun kebanyakan dari mereka itu buruk perilakunya serta tersesat dari jalan yang lurus. |
| يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ {٦٧} |
67. Wahai Rasul, sampaikanlah wahyu Allah yang telah diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Jika engkau tidak melakukannya, namun justru menyembunyikan sesuatu darinya, berarti engkau tidak menyampaikan risalah Rabbmu. Rasulullah telah menyampaikan risalah Rabbnya secara sempurna. Maka barang siapa yang beranggapan bahwa beliau menyembunyikan sesuatu dari apa yang telah diturunkan kepada beliau, berarti ia telah melakukan kebohongan besar terhadap Allah dan Rasul-Nya. Allah adalah Penjaga dan Penolongmu atas musuh-musuhmu. Tugasmu tidak lain hanyalah menyampaikan. Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang yang menyimpang dari jalan kebenaran dan orang yang mengingkari ajaran yang engkau bawa dari sisi Allah. |
| قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَىٰ شَيْءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ ۗ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا ۖ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ {٦٨} |
68. Katakanlah, wahai Rasul, kepada kaum Yahudi dan Nasrani, "Sesungguhnya kalian tidak dianggap beragama sedikit pun selama kalian belum mengamalkan ajaran yang terdapat dalam Taurat dan Injil serta ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad yang terdapat di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya kebanyakan dari ahlu-kitab itu justru semakin angkuh dan ingkar karena diturunkannya Al-Qur'an kepadamu. Mereka sebenarnya iri terhadapmu karena Allah mengutusmu dengan risalah penutup ini, yang di dalamnya Allah menjelaskan aib-aib mereka. Oleh karena itu, janganlah engkau bersedih hati, wahai Rasul, atas pendustaan mereka terhadap dirimu. |
| إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَىٰ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ {٦٩} |
69. Sesungguhnya orang-orang yang beriman (yaitu orang-orang muslim), kaum Yahudi, Shabi'in (yaitu kaum yang tetap berada di atas fitrah mereka, namun tidak ada agama pasti yang mereka ikuti), kaum Nasrani (yaitu pengikut Al-Masih); siapa saja di antara mereka yang beriman kepada Allah dengan keimanan yang utuh, yaitu menauhidkan Allah dan membenarkan Nabi Muhammad berikut ajaran yang beliau bawa, beriman kepada Hari Akhir, serta beramal shalih maka tidak ada kekhawatiran atas mereka mengenai kengerian Hari Kiamat. Mereka pun tidak bersedih hati atas apa yang telah mereka tinggalkan di belakang mereka di dunia. |
| لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًا ۖ كُلَّمَا جَاءَهُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُوا وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَ {٧٠} |
70. Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian yang kuat atas Bani Israil dalam Taurat agar mereka itu mendengar dan patuh. Kami pun telah mengutus para rasul Kami kepada mereka dengannya. Namun mereka ternyata menggugurkan sendiri perjanjian tersebut dan mengikuti hawa nafsu mereka. Setiap kali datang seorang rasul kepada mereka di antara para rasul tersebut, dengan membawa ajaran yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, mereka memusuhinya. Mereka mendustakan sebagian rasul-rasul itu dan membunuh sebagian yang lainnya. |
| وَحَسِبُوا أَلَّا تَكُونَ فِتْنَةٌ فَعَمُوا وَصَمُّوا ثُمَّ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوا وَصَمُّوا كَثِيرٌ مِنْهُمْ ۚ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ {٧١} |
71. Orang-orang yang durhaka itu mengira bahwa Allah tidak akan menimpakan adzab kepada mereka sebagai balasan atas kedurha-kaan dan kelaliman mereka, sehingga mereka terus saja menuruti hawa nafsu dan buta dari petunjuk sehingga tidak bisa melihatnya, serta tuli dari mendengar kebenaran sehingga tidak bisa memetik manfaat darinya. Lantas Allah menurunkan adzab, lalu mereka bertaubat dan akhirnya Allah pun menerima taubat mereka. Namun kemudian kebanyakan dari mereka menjadi buta dan tuli kembali seperti semula, setelah kebenaran itu jelas bagi mereka. Allah Maha Melihat segala amal perbuatan mereka, yang baik maupun yang buruk, dan akan memberikan balasan kepada mereka atasnya. |
| لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ {٧٢} |
72. Allah bersumpah bahwa orang-orang yang mengatakan,"Sesungguhnya Allah adalah AI-Masih putra Maryaml" telah kafir karena pernyataan ini. Allah memberitahukan bahwa Al-Masih sendiri berkata kepada Bani Israil, "Beribadahlah kepada Allah saja tanpa ada sekutu bagi-Nya. Aku dan kalian adalah sama dalam beribadah kepada-Nya." Sesungguhnya orang yang beribadah kepada Allah bersama selain-Nya maka Allah mengharamkan surga atasnya dan menjadikan neraka sebagai tempat tinggalnya. la tidak memiliki penolong yang bisa menyelamatkannya darinya. |
| لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ {٧٣} |
73. Sungguh, telah kafir siapa saja dari kalangan kaum Nasrani yang mengatakan bahwa sesungguhnya Allah itu gabungan dari tiga: Bapak, Anak, dan Roh Kudus. Tidakkah kaum Nasrani itu mengetahui bahwa bagi manusia itu hanya ada satu Dzat yang berhak diibadahi; yang tidak beranak dan tidak diperanakkan. Jika orang-orang yang mengatakan demikian itu tidak berhenti dari kedustaan yang mereka katakan itu, tentu mereka akan ditimpa adzab yang menyakitkan dan memedihkan disebabkan oleh kekafiran mereka kepada Allah. |
| أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ {٧٤} |
74. Mengapa kaum Nasrani itu tidak kembali kepada Allah dan berpaling dari apa yang telah mereka katakan itu, lantas memohon ampunan kepada Allah Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa orang yang bertaubat serta Penyayang kepada mereka. |
| مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ {٧٥} |
75. Al-Masih putra Maryam itu tidak lain adalah seorang rasul sebagaimana telah berlalu pula rasul-rasul sebelumnya. Ibunya adalah seorang yang memiliki keteguhan iman, baik secara keilmuan maupun amalan. Keduanya, sebagaimana manusia pada umumnya, memerlukan makanan. Sedangkan ilah itu tidak memerlukan makanan untuk hidup. Maka, renungkanlah, wahai Rasul, keadaan orang-orang kafir itu. Kami telah menjelaskan tanda-tanda yang menunjukkan keesaan (wandaniah) Kami serta kebatilan anggapan mereka mengenai nabi-nabi Allah. Namun, mereka masih saja tersesat dari kebenaran yang Kami tunjukkan. Kemudian lihatlah bagaimana mereka berpaling dari kebenaran setelah adanya penjelasan ini! |
| قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ۚ وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ {٧٦} |
76. Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang kafir itu, "Bagaimana kalian menyekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak mampu menimpakan mudharat dan tidak pula bisa mendatangkan manfaat kepada kalian?" Allah Maha Mendengar segala perkataan hamba-Nya serta Maha Mengetahui segala keadaan mereka. |
| قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ {٧٧} |
77. Katakanlah, wahai Rasul, kepada kaum Nasrani, "Janganlah melampaui batas kebenaran berkenaan dengan keyakinan kalian mengenai Al-Masih. Janganlah kalian mengikuti hawa nafsu sebagaimana kaum Yahudi telah mengikuti hawa nafsu mereka dalam urusan din mereka, lalu mereka akhirnya terjerumus ke dalam kesesatan serta membawa sekian banyak umat manusia kepada sikap kufur kepada Allah, keluar dari jalan yang lurus menuju jalan kesesatan. |
| لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ {٧٨} |
78. Allah memberitahukan bahwa Dia mengusir orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil dari rahmat-Nya dalam kitab yang telah Dia turunkan kepada Nabi Daud yaitu Zabur, dan juga dalam kitab yang telah Dia turunkan kepada Nabi Isa yaitu Injil. Hal itu disebabkan oleh kedurhakaan mereka serta pelanggaran terhadap larangan-larangan Allah. |
| كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ {٧٩} |
79. Kaum Yahudi itu terang-terangan dalam melakukan kemaksiatan serta rela dengan berbagai kemaksiatan tersebut. Tidak mau saling melarang terhadap segala bentuk kemungkaran yang mereka lakukan. Ini merupakan salah satu bentuk perbuatan buruk mereka. Dengan ini mereka berhak untuk diusir dari rahmat Allah |
| تَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ {٨٠} |
80. Engkau lihat, wahai Rasul, kebanyakan dari kaum Yahudi itu menjadikan kaum musyrikin sebagai wali-wali bagi mereka. Sungguh buruk, apa yang mereka lakukan itu berupa perwalian yang menjadi penyebab kemurkaan Allah terhadap mereka serta kekekalan mereka di dalam adzab Allah pada Hari Kiamat. |
| وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ {٨١} |
81. Sekiranya kaum Yahudi yang membela orang-orang musyrik itu dahulu beriman kepada Allah dan kepada Nabi Muhammad serta mengakui wahyu yang diturunkan kepada beliau, yaitu Al-Quran, tentu mereka tidak akan menjadikan kaum kafir itu sebagai sahabat dan pembela. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka itu keluar dari melakukan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. |
| لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ {٨٢} |
82. Sungguh, engkau akan mendapati, wahai Rasul, manusia yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang membenarkanmu dan beriman kepadamu serta mengikutimu, adalah kaum Yahudi. Hal itu disebabkan oleh pembangkangan, keingkaran, dan penolakan mereka terhadap kebenaran. Demikian juga orang-orang yang menyekutukan Allah, seperti para penyembah berhala dan lainnya. Dan engkau akan mendapati manusia yang paling dekat persahabatannya kepada kaum muslimin adalah orang-orang yang mengatakan, "Kami adalah kaum Nasrani!" Yang demikian itu karena di antara mereka adalah terdapat alim ulama yang berpegang teguh kepada din mereka serta para ahli ibadah yang menunaikan ibadah di tempat-tempat ibadah mereka. Dan bahwa mereka itu merendahkan diri, serta tidak angkuh untuk menerima kebenaran. Mereka itu adalah golongan yang menerima risalah Nabi Muhammad dan beriman kepadanya. |
| وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ {٨٣} |
83. Di antara bukti yang menunjukkan dekatnya kecintaan mereka kepada kaum muslimin adalah bahwa sebagian dari mereka (yaitu utusan dari Habasyah) berlinang air mata (ketika mendengarkan ayat Al-Qur'an), lalu mereka meyakini bahwa Al-Qur'an itu adalah kebenaran yang diturunkan dari sisi Allah. Mereka membenarkan Allah dan mengikuti Rasul-Nya. Mereka memohon dengan sangat kepada Allah agar berkenan memuliakan mereka dengan kemuliaan syahadat bersama umat Muhammad di atas umat-umat lainnya pada Hari Kiamat. |
| وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا جَاءَنَا مِنَ الْحَقِّ وَنَطْمَعُ أَنْ يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ الْقَوْمِ الصَّالِحِينَ {٨٤} |
84. Mereka berkata, "Apa salahnya kami berkenaan dengan keimanan kami kepada Allah dan pembenaran kami terhadap kebenaran yang dibawa kepada kami oleh Nabi Muhammad dari sisi Allah serta tindakan kami mengikuti beliau? Kami berharap, kiranya pada Hari Kiamat nanti Rabb kami berkenan memasukkan kami ke dalam surga-Nya bersama dengan orang-orang yang taat kepada-Nya." |
| فَأَثَابَهُمُ اللَّهُ بِمَا قَالُوا جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ {٨٥} |
85. Maka Allah memberikan balasan atas apa yang mereka katakan itu, yakni merasa mulia dengan keyakian mereka memeluk Islam serta permintaan mereka agar menjadi bagian dari kaum yang shalih, dengan balasan berupa surga-surga yang di bawah pepohonannya mengalir sungai-sungai. Mereka tinggal di dalamnya tanpa pernah keluar darinya serta tidak akan dipindahkan darinya.Yang demikian itu merupakan balasan atas kebaikan mereka dalam berucap dan beramal. |
| وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ {٨٦} |
86. Sementara itu, orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan mengingkari kenabian Muhammad serta mendustakan ayat-ayat-Nya yang diturunkan kepada para rasul-Nya, mereka itu adalah para penghuni neraka yang kekal di dalamnya. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ {٨٧} |
87. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengharamkan hal-hal baik yang dihalalkan oleh Allah atas kalian, baik berupa makanan, minuman, maupun menikahi wanita; yang dengan hal itu kalian menyempitkan apa yang Allah luaskan kepada kalian. Janganlah kalian melampaui batasan-batasan yang diharamkan oleh Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. |
| وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ {٨٨} |
88. Makanlah dan nikmatilah, wahai orang-orang yang beriman, barang yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah berikan kepada kalian. Bertakwalah kalian kepada Allah dengan menunaikan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sesungguhnya keimanan kalian kepada Allah itu mengharuskan kalian bertakwa dan merasa selalu diawasi oleh-Nya. |
| لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ ۖ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ {٨٩} |
89. Allah tidak akan menghukum kalian, wahai kaum muslimin, berkenaan dengan sumpah yang sebenarnya tidak kalian niatkan sebagai sumpah. Misalnya, ucapan kalian la wallahi dan bal 'd wall ahi (sungguh, demi Allah). Akan tetapi Allah akan menghukum kalian berkenaan dengan sumpah-sumpah yang sengaja kalian niatkan dari hati kalian sebagai sebuah sumpah. Jika kalian tidak menunaikan sumpah tersebut, kalian berdosa dan dosa tersebut akan dihapuskan oleh Allah dengan menunaikan aturan yang telah disyariatkan oleh Allah kepada kalian sebagai kafarat (denda penebus dosa). Yaitu dengan memberi makan sepuluh orang miskin; masing-masing setengah sha' dari makanan yang biasa dimakan oleh penduduk setempat; atau memberi pakaian kepada mereka dengan pakaian yang pantas menurut adat yang berlaku; atau dengan cara membebaskan seorang budak. Orang yang bersumpah namun tidak bisa menunaikan sumpahnya diberi pilihan di antara ketiga hal tersebut. Jika ia tidak sanggup menunaikan salah satu di antara ketiga hal tersebut, ia harus mengerjakan puasa tiga hari. Itu merupakan bentuk kafarat atas sumpah yang tidak kalian tunaikan. Jagalah sumpah-sumpah kalian, wahai kaum muslimin, dengan cara menjauhi sumpah atau menunaikannya jika kalian telah bersumpah, atau dengan membayar kafaratnya jika kalian tidak menunaikannya. Seperti itulah Allah menjelaskan kepada kalian hukum sumpah dan cara membebaskan diri dari dosa tidak mengerjakannya; seperti halnya Allah menjelaskan hukum-hukum din-Nya yang lainnya. Hal demikian itu agar kalian bersyukur kepada-Nya atas petunjuk yang diberikan kepada kalian untuk menuju jalan yang lurus. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ {٩٠} |
90. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, sesungguhnya khamr (yaitu, setiap yang memabukkan yang menghilangkan akal), judi (termasuk juga berbagai jenis taruhan dan semisalnya, yang menuntut adanya imbalan dari dua belah pihak, serta menghalangi dari dzikrullah), anshab (yaitu patung dari batu yang dahulu kaum musyrikin menyembelih binatang padanya sebagai bentuk pengagungan terhadapnya, dan apa saja yang dijadikan sebagai berhala untuk disembah sebagai bentuk pendekatan diri kepadanya), serta azlam (yaitu anak panah yang dipakai sebagai alat pengundian nasib oleh kaum kafir sebelum mereka melakukan sesuatu atau menahan diri dari melakukan sesuatu); semuanya itu merupakan perbuatan dosa yang menjadi bagian dari rayuan setan. Oleh karena itu, jauhilah dosa-dosa ini agar kalian beruntung mendapatkan surga. |
| إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ {٩١} |
91. Sesungguhnya dengan menghias dosa-dosa sehingga tampak indah itu, setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian disebabkan minum khamr dan main judi, serta hendak memalingkan kalian dari mengingat Allah dan dari shalat; disebabkan hilangnya akal (mabuk) karena minum khamr dan karena sibuk berjudi. Oleh karena itu, berhentilah melakukan hal itu. |
| وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُوا ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ {٩٢} |
92. Wahai kaum muslimin, patuhlah kalian kepada Allah dan patuhlah kepada Rasul-Nya, yaitu Muhammad berkenaan dengan segala hal yang kalian kerjakan dan yang kalian tinggalkan. Bertakwalah kepada Allah dan selalulah merasa diawasi oleh-Nya. Jika kalian berpaling dari melakukan kepatuhan, lantas kalian melanggar apa yang dilarang, ketahuilah bahwa utusan Kami, yaitu Nabi Muhammad itu hanya bertugas menyampaikan keterangan yang nyata. |
| لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوْا وَآمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَآمَنُوا ثُمَّ اتَّقَوْا وَأَحْسَنُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ {٩٣} |
93. Tidak ada dosa atas orang-orang mukmin yang dahulu pernah minum khamr sebelum diharamkan, jika kemudian mereka meninggalkannya dan takut terhadap kemurkaan Allah serta beriman kepada-Nya. Lantas untuk mendapatkan keridhaan Allah mereka mengerjakan berbagai bentuk amal shalih yang menunjukkan keimanan serta kecintaan mereka. Kemudian dengan itu, semakin meningkat pula perasaan selalu diawasi oleh Allah (muraqabatullah) dan semakin bertambah pula keimanan mereka, sehingga dengan keyakian kuat itu mereka beribadah kepada Allah seakan benar-benar melihat-Nya. Sesungguhnya Allah. mencintai orang-orang yang mencapai derajat ihsan, sehingga keimanan mereka kepada yang gaib itu laksana betul-betul menyaksikan. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَيَبْلُوَنَّكُمُ اللَّهُ بِشَيْءٍ مِنَ الصَّيْدِ تَنَالُهُ أَيْدِيكُمْ وَرِمَاحُكُمْ لِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَخَافُهُ بِالْغَيْبِ ۚ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ {٩٤} |
94. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, sungguh Allah akan menguji kalian dengan binatang buruan yang begitu dekat dengan kalian; tidak seperti biasanya. Kalian bisa menangkap yang muda tanpa senjata dan menangkap yang tua dengan senjata (tombak). Yang demikian itu agar Allah mengetahui secara nyata siapa saja di antara hamba-Nya yang benar-benar takut kepada Rabb mereka, karena keyakinan mereka akan kesempurnaan ilmu Allah tentang mereka. Bukti rasa takut kepada Rabb itu mereka tunjukkan dengan menahan diri dari melakukan perburuan pada saat mereka sedang mengerjakan ihram. Barang siapa yang melampaui (melanggar) batasan Allah setelah penjelasan ini, yaitu dengan tetap melakukan perburuan pada saat ihram maka ia berhak mendapatkan adzab yang keras. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۚ وَمَنْ قَتَلَهُ مِنْكُمْ مُتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسَاكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَٰلِكَ صِيَامًا لِيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ ۗ عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ ۚ وَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللَّهُ مِنْهُ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ {٩٥} |
95. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, janganlah kalian membunuh binatang buruan darat, sedangkan kalian dalam keadaan mengerjakan ihram haji atau umrah, atau jika kalian berada di wilayah tanah haram. Barang siapa yang membunuh salah satu jenis binatang buruan di daratan dengan sengaja maka dendanya adalah menyembelih binatang ternak yang berupa unta, sapi, atau kambing; sesuai dengan nilai binatang buruan yang dibunuhnya, setelah diputuskan oleh dua orang yang adil. Lantas ia berikan sembelihan binatang itu kepada kaum fakir yang ada di tanah haram, atau membeli makanan senilai dengannya untuk diberikan kepada kaum fakir di tanah haram. Setiap orang miskin mendapatkan setengah sha'. Atau melaksanakan puasa sebagai ganti dari denda tersebut, dengan ukuran setiap setengah sha' makanan itu diganti dengan puasa sehari. Allah mewajibkan adanya denda ini agar orang yang melanggar merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Orang-orang yang pernah melakukan hal tersebut sebelum pengharamannya, sesungguhnya Allah s telah memaafkan mereka. Namun barang siapa yang mengulang kembali perbuatan tersebut secara sengaja setelah pengharamannya, sungguh ia akan mendapatkan hukuman dari Allah. Allah Mahaperkasa dan Mahakuat dalam hal kekuasaan-Nya. Di antara bentuk keperkasaan-Nya adalah Dia akan menghukum siapa saja yang durhaka kepada-Nya jika Dia berkeinginan untuk menghukumnya. Dan tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi-Nya. |
| أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ {٩٦} |
96. Dihalalkan bagi kalian, wahai kaum muslimin, dalam keadaan ihram itu untuk berburu binatang laut (binatang air), yaitu binatang yang diburu hidup-hidup, serta makanan yang berasal dari laut dalam keadaan mati. Hal itu sebagai kesenangan bagi kamu untuk diambil manfaatnya, baik bagi orang yang mukim maupun musafir. Namun diharamkan atas kalian berburu binatang daratan selagi kalian masih dalam keadaan ihram haji atau umrah.Takutlah kalian kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sehingga ketika nanti kalian dikumpulkan untuk dihisab dan diberi balasan kalian berhasil meraih keagungan pahala dari-Nya serta selamat dari hukuman-Nya yang memedihkan. |
| جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَائِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ {٩٧} |
97. Allah memberikan anugerah kepada para hamba-Nya dengan menjadikan Ka'bah Rumah Suci itu sebagai kebaikan bagi din mereka serta keamanan bagi kehidupan mereka. Yang demikian itu karena mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta menunaikan kewajiban-kewajiban yang dibebankan oleh Allah kepada mereka. Allah mengharamkan permusuhan dan peperangan di bulan-bulan Haram (yaitu Dzulqa`dah, Dzulhijah, Muharam, dan Rajab), sehingga jangan sampai ada seorang pun di bulan-bulan tersebutyang melakukan tindak permusuhan terhadap orang lain. Allah juga mengharamkan tindak permusuhan terhadap binatang ternak yang digiring menuju tanah haram untuk kurban. Demikian juga mengharamkan tindak permusuhan terhadap binatang yang sudah diikat (qala'id) sebagai tanda bahwa binatang itu dimaksudkan untuk keperluan kurban. Yang demikian itu agar kalian mengerti bahwa Allah mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi. Oleh karena itu, apa yang disyariatkan oleh-Nya itu adalah demi memelihara makhluk-Nya antara sebagian dengan sebagian yang lain. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. |
| اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ وَأَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ {٩٨} |
98. Ketahuilah wahai umat manusia, bahwa Allah itu sangat keras hukuman-Nya terhadap siapa saja yang durhaka kepada-Nya. Namun Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada siapa saja yang bertaubat dan kembali kepada-Nya. |
| مَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ {٩٩} |
99. Allah menjelaskan bahwa tugas Rasul-Nya adalah memberikan petunjuk dan menyampaikan (tabligh). Hanya di tangan Allah saja hidayah taufik itu. Apa yang terdapat di dalam jiwa manusia, baik yang mereka sembunyikan atau yang mereka tampakkan berupa petunjuk dan kesesatan, Allah mengetahuinya. |
| قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ ۚ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ {١٠٠} |
100. Katakanlah wahai Rasul, "Tidaklah sama antara yang buruk dengan yang baik dari segala sesuatu. Orang kafir tidak sama dengan orang mukmin; orang yang bermaksiat tidak sama dengan orang yang taat; orang yang bodoh tidak sama dengan orang yang berilmu; ahli bid'ah tidak sama dengan orang yang mengikuti Sunnah; dan harta yang haram tidak sama dengan harta yang halal. Sekalipun banyaknya keburukan dan jumlah pelakunya itu membuatmu terkagum (tertarik), wahai manusia. Bertakwalah kepada Allah, wahai orang-orang yang memiliki akal yang cerdas, dengan cara menjauhi hal-hal yang buruk dan melakukan hal-hal yang baik, agar kalian beruntung dengan meraih tujuan yang teragung, yaitu ridha Allah dan berhasil meraih surga." |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ {١٠١} |
101. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, janganlah kalian menanyakan sesuatu mengenai urusan-urusan din yang kalian tidak diperintahkan untuk menanyakannya; seperti menanyakan hal-hal yang tidak terjadi,atau sesuatu yang justru akan menyebabkan pemberatan-pemberatan dalam syara: Jika saja kalian bebar-benar dibebani dengannya, tentu akan memberatkan (menyusahkan) kalian. Jika kalian menanyakannya di masa hidup Rasulullah dan ketika wahyu Al-Qur'an masih di-turunkan, tentu akan dijelaskan kepada kalian. Kalian seringkali membeban-bebani diri sehingga kalian justru tidak mampu melaksanakannya. Allah sengaja membiarkannya sebagai bentuk permaafan kepada hamba dari-Nya. Allah Maha Pengampun kepada hamba-Nya jika mereka bertaubat serta Maha Penyantun terhadap mereka, sehingga tidak lagi memberikan hukuman kepada mereka jika mereka sudah kembali (bertaubat) kepada-Nya. |
| قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا بِهَا كَافِرِينَ {١٠٢} |
102. Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sudah pernah dilontarkan oleh kaum sebelum kalian kepada para rasul mereka. Dan ketika mereka diperintahkan untuk menunaikannya, mereka lantas mengingkarinya dan tidak menunaikannya. Oleh karena itu waspadalah kalian, janganlah sampai menjadi seperti mereka. |
| مَا جَعَلَ اللَّهُ مِنْ بَحِيرَةٍ وَلَا سَائِبَةٍ وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ ۙ وَلَٰكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۖ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ {١٠٣} |
103. Allah sama sekali tidak pernah mensyariatkan kepada kaum musyrikin perihal bid'ah yang mereka ada-adakan sendiri berkenaan dengan binatang ternak dengan tidak mau lagi memanfaatkan sebagiannya dan menjadikannya untuk berhala-berhala. Yaitu berupa bahirah (unta) yang dipo-tong telinganya jika ia telah melahirkan sejumlah anak dari perutnya; saibah, yaitu unta yang diperuntukkan bagi berhala dengan dibiarkan pergi ke mana saja; wasilah, yaitu binatang yang melahirkan anak betina secara berturut-turut; dan hami, yaitu unta jantan yang telah berhasil membuntingi sejumlah unta betina. Akan tetapi kaum kafir menisbahkan hal itu kepada Allah sebagai bentuk kedustaan terhadap-Nya. Kebanyakan kaum kafir itu tidak membedakan yang benar dari yang batil. |
| وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ {١٠٤} |
104. Jika dikatakan kepada orang-orang kafir yang mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah itu, "Marilah mengikuti apa yang telah diturunkan oleh Allah dan marilah mengikuti Rasul-Nya sehingga menjadi jelaslah bagi kalian mana yang halal dan mana yang haram!", mereka pun menjawab, "Cukuplah bagi kami ucapan dan amalan apa yang kami warisi dari nenek moyang kami." Apakah mereka mengatakan seperti itu, sekalipun sebenarnya nenek moyang mereka itu tidak mengerti sama sekali serta tidak mendapatkan petunjuk mengenai hal itu? Bagaimana bisa mereka sampai begitu saja mengikuti nenek moyang mereka, sedangkan keadaannya seperti itu? Sebenarnya tidak ada yang mengikuti mereka itu kecuali orang yang lebih bodoh dari mereka serta lebih sesat jalannya. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ {١٠٥} |
105. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, tetapkan diri kalian untuk menunaikan ketaatan kepada Allah dan menjauhi kedurhakaan (maksiat) kepada-Nya. Terus-meneruslah kalian di atas hal itu, sekalipun manusia tidak juga mau menyambut seruan kalian. Jika kalian telah melakukan hal itu maka kesesatan orang yang sesat tidak akan memberikan mudharat kepada kalian, yakni jika kalian tetap berada di atas jalan keistiqamahan serta memerintahkan yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Hanya kepada Allahlah tempat kembali kalian semua di akhirat nanti. Lalu Allah akan memberitahukan kepada kalian seluruh amal perbuatan kalian dan memberikan balasan atasnya. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا شَهَادَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِينَ الْوَصِيَّةِ اثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ أَوْ آخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنْتُمْ ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَأَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةُ الْمَوْتِ ۚ تَحْبِسُونَهُمَا مِنْ بَعْدِ الصَّلَاةِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ إِنِ ارْتَبْتُمْ لَا نَشْتَرِي بِهِ ثَمَنًا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۙ وَلَا نَكْتُمُ شَهَادَةَ اللَّهِ إِنَّا إِذًا لَمِنَ الْآثِمِينَ {١٠٦} |
106. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, jika kematian sudah mendekati salah seorang di antara kalian maka hendaklah ia mempersaksikan wasiatnya kepada dua orang yang dapat dipercaya dari kalangan muslim, atau dua orang dari non muslim ketika hal itu diperlukan dan saat itu tidak ada dua orang saksi dari kalangan muslim. Kalian persaksikan wasiat itu kepada keduanya saat kalian melakukan perjalanan di muka bumi, lalu kematian hendak menghampiri kalian. Jika kalian ragu akan persaksian keduanya, tahanlah keduanya setelah pelaksanaan shalat (yakni shalatnya kaum muslimin, khususnya shalat Asar), lantas keduanya bersumpah demi Allah dengan sumpah yang tulus; bukannya hendak mengambil ganti duniawi (bayaran), dan juga dengan sumpah itu keduanya tidak akan lebih cenderung (menguntungkan) kepada karib-kerabat keduanya serta tidak akan menyembunyikan persaksian Allah pada keduanya. Jika kedua saksi itu sampai melakukan yang demikian maka ia tergolong sebagai orang-orang yang berdosa." |
| فَإِنْ عُثِرَ عَلَىٰ أَنَّهُمَا اسْتَحَقَّا إِثْمًا فَآخَرَانِ يَقُومَانِ مَقَامَهُمَا مِنَ الَّذِينَ اسْتَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْأَوْلَيَانِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ لَشَهَادَتُنَا أَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا وَمَا اعْتَدَيْنَا إِنَّا إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ {١٠٧} |
107. Jika diketahui oleh para wali orang yang meninggal, bahwa ternyata kedua orang saksi tersebut telah berbuat dosa dengan melakukan bentuk pengkhianatan dalam kesaksian atau da-lam berwasiat maka hendaklah ada dua orang dari wali orang yang meninggal itu yang menggantikan kedudukan kedua saksi tersebut, lalu keduanya bersumpah demi Allah: "Bahwa kesaksian kami yang benar itu lebih berhak untuk diterima daripada kesaksian dusta dari kedua saksi tersebut. Kami sama sekali tidak melanggar batas kebenaran dalam kesaksian kami. Jika kami sampai melanggar, lalu kami bersaksi secara tidak benar, tentu kami termasuk orang zhalim yang melanggar batasan-batasan Allah." |
| ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِالشَّهَادَةِ عَلَىٰ وَجْهِهَا أَوْ يَخَافُوا أَنْ تُرَدَّ أَيْمَانٌ بَعْدَ أَيْمَانِهِمْ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاسْمَعُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ {١٠٨} |
108. Hukum yang berlaku ketika terjadi keraguan terhadap dua orang saksi adalah sumpah setelah pelaksanaan shalat serta tidak diterimanya kesaksian keduanya, itu lebih dekat pada penunaian persaksian yang sebenarnya karena menimbulkan rasa takut akan adzab akhirat atau khawatir jika sumpah palsu itu dikembalikan oleh pihak yang benar setelah sumpah mereka, sehingga orang yang berdusta itu terbongkar kedustaannya, yang sumpahnya dikembalikan kepada mereka di dunia ketika pengkhianatannya terbongkar. Takutlah kalian kepada Allah, wahai manusia, dan merasalah selalu diawasi oleh-Nya, sehingga kalian tidak melakukan sumpah palsu dan mengambil harta yang haram melalui sumpah-sumpah kalian. Dengarkan baik-baik apa yang dinasihatkan kepada kalian. Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang fasik; yang keluar dari ketaatan kepada-Nya. |
| يَوْمَ يَجْمَعُ اللَّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ ۖ قَالُوا لَا عِلْمَ لَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ {١٠٩} |
109. Ingatlah kalian, wahai umat manusia, akan Hari Kiamat.Yaitu hari ketika Allah meng-himpun para rasul dan bertanya kepada mereka tentang jawaban umat-umat mereka ketika diseru pada tauhid, lalu mereka menjawab, "Tiada ilmu bagi kami. Kami tidak mengetahui apa yang terdapat di dalam dada manusia dan apa yang mereka perbuat sepeninggal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang nyata maupun yang tersembunyi." |
| إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي ۖ وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ {١١٠} |
110. Ingatlah ketika Allah berfirman pada Hari Kiamat,"Wahai lsa putra Maryam, ingatlah akan nikmat-Ku yang tercurah padamu. Yaitu ketika Aku menciptakanmu tanpa seorang ayah, serta nikmat terhadap bundamu yang telah Aku pilih di atas seluruh wanita yang ada di dunia dan Aku bebaskan (sucikan) dia dari apa yang dinisbahkan kepadanya." Di antara bentuk nikmat-nikmat itu adalah bahwa Allah menguatkan dan membantunya melalui Jibril la dapat berbicara kepada manusia ketika ia masih menyusu kepada ibunya, serta menyeru mereka kepada Allah ketika dewasa dengan tauhid yang telah diwahyukan oleh Allah kepadanya. Begitu juga ketika Allah mengajarkan kepadanya tulis menulis tanpa melalui seorang guru dan menganugerahkan kepadanya kekuatan dalam memahami dan menangkap ilmu. Allah juga telah mengajarkannya Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa serta Injil yang diturunkan kepadanya sebagai petunjuk kepada umat manusia. Di antara berbagai nikmat tersebut adalah nikmat ketika ia membentuk seekor burung dari tanah, lalu meniupnya dan dengan izin Allah benar-benar menjadi burung. Beliau juga bisa menyembuhkan orang yang terlahir buta sehingga kemudian bisa melihat serta menyembuhkan orang berpenyakit sopak sehingga kulitnya bisa kembali pulih dengan izin Allah. Demikian juga, beliau pernah memohon kepada Allah agar menghidupkan orang-orang yang sudah mati, lalu mereka pun bangun dari kubur mereka dalam keadaan hidup. Semuanya itu terjadi dengan kehendak dan izin Allah. Itu semua merupakan mukjizat-mukjizat luar biasa yang menguatkan kenabian Isa Kemudian Allah mengingatkan kembali akan nikmat-Nya kepadanya ketika Bani Israil itu dihalangi pada saat mereka berniat membunuhnya. Nabi Isa telah datang kepada mereka dengan berbagai kemukjizatan nyata yang menunjukkan kenabian beliau. Namun orang-orang yang kafir di antara mereka itu berkata, "Sesungguhnya keterangan-keterangan nyata yang dibawa oleh Nabi Isa itu sesungguhnya adalah sihir yang nyata." |
| وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّينَ أَنْ آمِنُوا بِي وَبِرَسُولِي قَالُوا آمَنَّا وَاشْهَدْ بِأَنَّنَا مُسْلِمُونَ {١١١} |
111. Dan ingatlah akan nikmat-Ku yang tercurah kepada-mu ketika Aku ilhamkan dan Aku masukkan ke dalam hati para pengikutmu yang setia agar membenarkan wandaniah Allah dan membenarkan kenabianmu, lalu mereka berkata, "Kami membenarkan (beriman), wahai Rabb kami. Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang tunduk kepada-Mu serta patuh pada perintah-Mu." |
| إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَنْ يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ ۖ قَالَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ {١١٢} |
112. Ingatlah pula tatkala kaum Hawari (para pengikut setia) itu berkata," Wahai Isa putra Maryam, apakah Rabb-mu sanggup menurunkan hidangan dari langit untuk kami jika kami memintanya?" Beliau menjawab dengan memerintahkan mereka agar takut kepada adzab Allah, jika mereka itu memang benar-benar beriman. |
| قَالُوا نُرِيدُ أَنْ نَأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوبُنَا وَنَعْلَمَ أَنْ قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ الشَّاهِدِينَ {١١٣} |
113. Kaum Hawari itu berkata, "Kami ingin makan dari hidangan itu dan juga agar hati kami menjadi tenang karena melihatnya. Demikian juga agar kami mengetahui dengan penuh keyakinan akan kebenaran kenabianmu. Juga agar kami menjadi bagian dari orang-orang yang menyaksikan tanda kekuasaan ini, bahwa Allah telah menurunkan hidangan tersebut sebagai bukti kekuasan-Nya pada kami, sehingga mau tidak mau kami mesti mentauhidkan-Nya serta sebagai bukti kekuasan-Nya terhadap apa saja yang Dia kehendaki. Begitu juga sebagai bukti bagimu akan kebenaran kenabianmu. |
| قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ {١١٤} |
114. Nabi Isa putra Maryam memenuhi permintaan kaum Hawari itu dengan memanjatkan doa kepada Rabbnya Jalla wa 'Ala seraya mengatakan,"Wahai Rabb kami, turunkanlah kepada kami hidangan makanan dari langit, sehingga kami bisa menjadikan hari turunnya hidangan tersebut sebagai hari raya bagi kami, yang akan diagungkan oleh kami sendiri dan oleh orang-orang sesudah kami. Dan hidangan tersebut menjadi tanda dan bukti dari-Mu, ya Allah, akan wandaniah-Mu dan kebenaran nabi-Mu. Curahkan kepada kami pemberian-Mu yang banyak. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik Pemberi rezeki." |
| قَالَ اللَّهُ إِنِّي مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۖ فَمَنْ يَكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لَا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ {١١٥} |
115. Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan makanan itu kepada kalian. Maka Barang siapa di antara kalian yang mengingkari wandaniah-Ku dan kenabian Isa setelah diturunkannya hidangan itu, tentu Aku akan menimpakan adzab yang keras kepadanya, yang belum pernah Aku timpakan kepada seorang pun dari seluruh makhluk yang ada." (Hidangan tersebut kemudian benar-benar turun sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah). |
| وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ {١١٦} |
116. Ingatlah ketika pada Hari Kiamat Allah berfirman, "Wahai Isa putra Maryam, apakah engkau dahulu pernah mengatakan kepada manusia: 'Jadikanlah aku dan ibuku sebagai sembahan selain Allah?" Isa menjawab -dengan menyucikan Allah "Tidaklah patut bagiku untuk mengatakan kepada manusia selain yang benar. Jika aku mengatakan hal ini, tentu Engkau mengetahuinya. Sebab, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Mu. Engkau mengetahui apa yang disembunyikan oleh diriku, sedangkan aku tidak mengetahui apa yang ada pada Diri-Mu. Se-sungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang lahir maupun batin." |
| مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنْتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ {١١٧} |
117. Isa berkata,"Ya Rabbi, aku tidak pernah mengatakan kepada mereka selain yang telah Engkau wahyukan kepadaku dan Engkau perintahkan aku untuk menyampaikannya. Yaitu berupa mengesakan-Mu dengan tauhid dan ibadah. Aku sendiri menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan, sedangkan aku berada di tengah-tengah mereka sebagai saksi atas mereka dan segala perbuatan serta perkataan mereka. Dan ketika Engkau menyudahi ajalku di muka bumi lalu Engkau angkat diriku ke langit dalam keadaan hidup, Engkau pun masih tetap melihat rahasia-rahasia mereka, dan Engkau Maha Penyaksi atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Mu di bumi dan di langit." |
| إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {١١٨} |
118. "Sesungguhnya Engkau ya Allah, jika menimpakan adzab kepada mereka, sesungguhnya mereka itu adalah para hamba-Mu. Engkau lebih tahu tentang keadaan mereka, dan Engkau bisa melakukan apa saja kepada mereka sebagaimana yang Engkau kehendaki. Jika Engkau memberikan ampunan dengan rahmat-Mu kepada siapa saja di antara mereka yang mendatangkan sebab-sebab adanya maghfirah, sesungguhnya Engkau Mahaperkasa yang tidak akan bisa dikalahkan, serta Mahabijaksana dengan segala pengaturan dan urusan-Mu." (Ayat ini berisi pujian terhadap Allah atas hikmah dan keadilan-Nya serta kesempurnaan ilmu-Nya). |
| قَالَ اللَّهُ هَٰذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ ۚ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ {١١٩} |
119. Pada Hari Kiamat Allah berfirman kepada Isa "Ini adalah Hari Pembalasan, dimana ketauhi dan kaum yang bertauhid terhadap Rabb mereka itu bermanfaat bagi mereka. Demikian juga ketundukan mereka pada syariat-Nya serta kebenaran niat, perkataan, dan perbuatan mereka. Bagi mereka itu surga-surga yang di bawah istana-istananya mengalir berbagai sungai. Mereka tinggal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka, sehingga menerima semua kebaikan mereka. Dan mereka pun ridha kepada-Nya atas balasan pahala yang Dia berikan kepada mereka. Balasan dan keridhaan dari Allah yang diberikan kepada mereka itu merupakan keberuntungan yang besar." |
| لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {١٢٠} |
120. Hanya milik Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa saja yang ada padanya. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu; tiada sesuatu pun yang melemahkan-Nya. |
 |