 |
| إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا {١} |
1. Sungguh, Kami telah memberimu kemenangan yang nyata, wahai Rasul, di dalamnya Allah memenangkan agamamu dan menolongmu mengalahkan musuh. Yang dimaksud kemenangan di sini adalah perjanjian damai Hudaibiah yang menjadi sebab jaminan keamanan timbal balik antara dua kelompok (muslim dan kafir Quraisy -penerj.). Semakin luaslah kawasan dakwah bagi din Allah, terbukalah kesempatan bagi siapa yang ingin memahami hakikat Islam, sehingga sejak saat itu manusia masuk ke dalam din Allah secara berbondong-bondong. Karena itulah, ia disebut sebagai fathan mubinan, "kemenangan nyata". |
| لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا {٢} |
2. Kami memberikan dan memudahkan kemenangan itu untukmu agar Allah mengampuni dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang karena banyak ketaatan yang dihasilkan oleh kemenangan ini dan banyak kesulitan telah engkau pikul; juga agar Dia menyempurnakan nikmat kepadamu dengan memenangkan din-Nya, menolongmu mengalahkan musuh-musuhmu; dan membimbingmu ke jalan lurus, yaitu din yang tidak mengandung kebengkokan. Juga agar Allah menolongmu dengan pertolongan kuat yang dengannya Islam tidak akan lemah. |
| وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا {٣} |
3. Lihat ayat 2 |
| هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا {٤} |
4. Dialah yang menurunkan ketenteraman di hati orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya pada hari Perjanjian Hudaibiah sehingga hati menjadi tenang dan keyakinannya menjadi mantap, agar mereka semakin bertambah percaya kepada Allah dan semakin mengikuti Rasul-Nya di samping yang sudah mereka lakukan. Milik Allah tentara-tentara langit dan bumi, dengan mereka Allah menolong hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah Mahatahu tentang kemaslahatan-kemaslahatan hamba-Nya dan Mahabijaksana dalam tindakan dan perbuatan-Nya. |
| لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عِنْدَ اللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا {٥} |
5. Agar Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga-surga yang dari bawah pohon-pohon dan istana-istananya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya; juga agar mengampuni amalan buruk mereka sehingga sama sekali tidak menghukum mereka. Ganjaran itu di sisi Allah merupakan keselamatan dari segala kesedihan dan kesuksesan meraih segala yang diinginkan. |
| وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا {٦} |
6. Juga agar Dia mengadzab orang-orang munafik serta orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan, yang mereka itu berprasangka buruk kepada Allah bahwa Dia tidak akan menolong Nabi-Nya beserta orang-orang yang beriman bersamanya dalam melawan musuh-musuh mereka serta tidak akan memenangkan din-Nya. Mereka itu mendapat giliran adzab dan semua hal yang buruk, Allah marah, mengusir mereka dari rahmat-Nya, dan menyiapkan Neraka Jahanam bagi mereka. Sungguh, buruk tempat tinggal yang akan mereka huni itu. |
| وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا {٧} |
7. Milik Allah tentara-tentara langit dan bumi yang dengan mereka Allah membantu para hamba-Nya yang beriman. Allah Mahamulia atas makhluk-makhluk-Nya dan Mahabijaksana dalam mengelola berbagai urusan mereka. |
| إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا {٨} |
8. Sungguh, Kami telah mengutusmu, wahai Rasul, sebagai saksi atas umatmu dengan menyampaikan dakwah, penjelas risalah yang dengannya Kami mengutusmu kepada mereka, penyampai kabar gembira bagi siapa yang menaatimu dengan surga, dan pemberi ancaman bagi siapa yang bermaksiat kepadamu dengan hukuman yang segera atau ditunda. Agar kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menolong Allah dengan cara menolong din-Nya, mengagungkan-Nya, dan bertasbih memahasucikan-Nya pada pagi dan sore hari. |
| لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا {٩} |
9. Lihat ayat 8 |
| إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا {١٠} |
10. Wahai Nabi, sungguh orang-orang yang membaiatmu di Hudaibiah untuk berperang, sebenarnya mereka berbaiat kepada Allah. Mereka mengadakan transaksi bersama-Nya dalam rangka meraih surga dan keridhaan-Nya, tangan Allah di atas tangan mereka. Dia bersama mereka mendengar ucapan, melihat tempat, serta mengetahui isi hati dan keadaan lahir mereka; barang siapa yang membatalkan baiatnya sesungguhnya akibat buruknya akan kembali kepada dirinya sendiri, sedangkan siapa yang memenuhi janjinya kepada Allah untuk bersabar ketika berjumpa musuh di jalan Allah dan membela Nabi-Nya, yaitu Muhammad Allah akan memberinya balasan yang besar berupa surga. Ayat ini mengandung penetapan sifat tangan bagi Allah sesuai dengan yang layak bagi-Nya tanpa penyerupaan dan penggambaran kaifiahnya. |
| سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا ۚ يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا ۚ بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا {١١} |
11. Wahai Nabi, orang-orang Arab Badui yang tidak berangkat bersamamu ke Mekah akan berkata kepadamu jika engkau mencela mereka: "Kami disibukkan oleh harta dan keluarga kami maka mohonkan ampunan kepada Rabbmu atas ketidakikutsertaan kami." Mereka mengucapkan dengan lidah mereka perkataan yang hakikatnya tidak ada di dalam hati mereka. Katakan kepada mereka: "Siapakah yang mampu menghalangi sesuatu dari Allah jika Dia berkehendak buruk atau baik kepadamu? Persangkaan orang-orang munafik bahwa Allah tidak mengetahui kemu-nafikan yang tersembunyi di dalam batin mereka itu tidaklah benar. Justru, Dia Mahatahu tentang apa yang senantiasa mereka kerjakan, tidak ada sedikit pun amalan makhluk-Nya yang tidak diketahui-Nya. |
| بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَىٰ أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَٰلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا {١٢} |
12. Pernyataan kalian bahwa kalian tersibukkan oleh harta dan keluarga tidaklah benar, tetapi sesungguhnya kalian berprasangka bahwa Rasulullah dan para sahabatnya akan binasa dan tidak akan kembali selama-lamanya. Setan menghias persangkaan itu di hati kalian. Kalian juga berprasangka buruk bahwa Allah tidak akan menolong Nabi-Nya, yaitu Muhammad dan para sahabatnya dalam menghadapi musuh. Kalian adalah kaum yang binasa, tiada kebaikan pada kalian. |
| وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا {١٣} |
13. Barang siapa yang tidak percaya kepada Allah dan apa yang dibawa oleh Rasul-Nya serta tidak mengamalkan syariah-Nya maka ia adalah orang kafir, layak menerima hukuman. Sungguh, Kami telah menyiapkan adzab bagi orang-orang kafir berupa api yang membakar di neraka. |
| وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا {١٤} |
14. Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya. Dengan rahmat-Nya Dia memaafkan, lalu menutupi dosa siapa yang Dia kehendaki dan dengan keadilan-Nya mengadzab siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi siapa yang bertaubat kepada-Nya. |
| سَيَقُولُ الْمُخَلَّفُونَ إِذَا انْطَلَقْتُمْ إِلَىٰ مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوهَا ذَرُونَا نَتَّبِعْكُمْ ۖ يُرِيدُونَ أَنْ يُبَدِّلُوا كَلَامَ اللَّهِ ۚ قُلْ لَنْ تَتَّبِعُونَا كَذَٰلِكُمْ قَالَ اللَّهُ مِنْ قَبْلُ ۖ فَسَيَقُولُونَ بَلْ تَحْسُدُونَنَا ۚ بَلْ كَانُوا لَا يَفْقَهُونَ إِلَّا قَلِيلًا {١٥} |
15. Wahai Nabi, jika engkau dan para sahabatmu berangkat mengambil rampasan Perang Khaibar yang telah dijanjikan Allah kepadamu, orang-orang yang tidak ikut ke Hudaibiah itu akan berkata, "Biarkan kami berangkat bersama kalian ke Khaibar." Mereka bermaksud mengubah janji Allah kepada kalian. Katakan kepada mereka, "Kalian tidak akan berangkat bersama kami ke Khaibar, karena Allah telah berfirman kepada kami sebelum kepulangan kami ke Madinah bahwa rampasan Perang Khaibar adalah milik orang-orang yang hadir dalam perjanjian Hudaibiah bersama kami." Mereka akan mengatakan: "Ucapan kalian itu tidak benar. Allah tidak memerintahkan seperti itu kepada kalian. Kalian melarang kami berangkat bersama kalian karena dengki kepada kami, agar kami tidak mendapat bagian rampasan perang bersama kalian." Anggapan mereka itu tidak benar. Sebenarnya mereka tidak memahami persoalan din dari Allah, yaitu apa yang merupakan hak dan kewajiban mereka, kecuali sedikit. |
| قُلْ لِلْمُخَلَّفِينَ مِنَ الْأَعْرَابِ سَتُدْعَوْنَ إِلَىٰ قَوْمٍ أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ تُقَاتِلُونَهُمْ أَوْ يُسْلِمُونَ ۖ فَإِنْ تُطِيعُوا يُؤْتِكُمُ اللَّهُ أَجْرًا حَسَنًا ۖ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا كَمَا تَوَلَّيْتُمْ مِنْ قَبْلُ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا {١٦} |
16. Katakanlah kepada orang-orang Arab Badui yang tidak ikut peperangan: "Kalian akan diajak untuk memerangi suatu kaum yang memiliki kekuatan hebat dalam peperangan. Mungkin kalian akan memerangi mereka atau mereka menyerah tanpa peperangan. Jika kalian menaati Allah dengan mengikuti ajakan berperang melawan mereka, niscaya Dia memberi kalian surga. Adapun jika kalian bermaksiat kepada-Nya sebagaimana yang telah kalian lakukan ketika kalian tidak ikut dalam perjalanan bersama Rasulullah ke Mekah, niscaya Allah mengadzab kalian dengan adzab yang menyakitkan. |
| لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا {١٧} |
17. Wahai manusia, orang buta, pincang, dan sakit di antara kalian tidaklah berdosa apabila tidak ikut serta dalam jihad bersama orang-orang beriman karena ketidakmampuan mereka. Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya niscaya Dia memasukkannya ke surga-surga yang dari bawah pohon-pohon dan istana-istananya mengalir sungai-sungai. Barang siapa yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta tidak ikut serta berjihad bersama orang-orang beriman, niscaya Alah mengadzabnya dengan adzab yang menyakitkan. |
| لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا {١٨} |
18. Wahai Nabi, Allah telah meridhai orang-orang beriman ketika membaiatmu di bawah pohon (ini adalah Baiat Ridwan di Hudaibiah). Allah mengetahui isi hati orang-orang beriman itu, yaitu keimanan, kejujuran, dan kesetiaan. Allah pun menurunkan ketenangan kepada mereka, mengukuhkan hati mereka, dan mengganti apa yang luput dari mereka disebabkan perjanjian Hudaibiah itu dengan kemenangan yang dekat, yaitu penaklukan Khaibar. Banyak rampasan perang yang kalian ambil dari harta orang-orang Yahudi Khaibar. Allah Mahaperkasa dalam membalas dendam kepada musuh-musuh-Nya dan Mahabijaksana dalam mengelola urusan-urusan makhluk-Nya. |
| وَمَغَانِمَ كَثِيرَةً يَأْخُذُونَهَا ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا {١٩} |
19. Lihat ayat 18 |
| وَعَدَكُمُ اللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةً تَأْخُذُونَهَا فَعَجَّلَ لَكُمْ هَٰذِهِ وَكَفَّ أَيْدِيَ النَّاسِ عَنْكُمْ وَلِتَكُونَ آيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ وَيَهْدِيَكُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا {٢٠} |
20. Allah menjanjikan kepada kalian banyak rampasan perang yang akan kalian ambil pada waktu-waktu yang telah ditetapkan oleh Allah kepada kalian. Dia mempercepat untuk kalian rampasan Perang Khaibar, mencegah gangguan tangan manusia sehingga tidak ada keburukan yang menimpa kalian berupa permusuhan dan peperangan yang telah disembunyikan di dalam hati musuh-musuh kalian, dan mereka tidak bisa menimpakan keburukan itu kepada orang-orang yang kalian tinggalkan di belakang kalian di Madinah; agar kekalahan mereka serta keselamatan dan rampasan perang kalian itu menjadi tanda-tanda yang bisa kalian ambil sebagai pelajaran dan petunjuk bahwa Allah melindungi dan menolong kalian, serta mem-bimbing kalian ke jalan lurus yang tidak mengandung kebengkokan. Allah telah menjanjikan bagi kalian harta rampasan lain yang belum kalian kuasai, tetapi Allah berkuasa terhadapnya; harta itu berada di bawah pengaturan dan kepemilikan-Nya, sedangkan Dia telah menjanjikannya untuk kalian, pastilah itu akan terjadi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang bisa melemahkan-Nya. Andaikata orang-orang kafir Quraisy memerangi kalian di Mekah niscaya mereka akan kalah dan berbalik ke belakang sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang kalah perang, kemudian mereka tidak mendapatkan pembela dan penolong dari selain Allah dalam memerangi kalian. |
| وَأُخْرَىٰ لَمْ تَقْدِرُوا عَلَيْهَا قَدْ أَحَاطَ اللَّهُ بِهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا {٢١} |
21. Lihat ayat 20 |
| وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوَلَّوُا الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا {٢٢} |
22. Lihat ayat 20 |
| سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا {٢٣} |
23. Wahai Nabi, itulah sunatullah yang telah Dia tetapkan pada makhluk-Nya di masa lalu, yaitu kemenangan bagi tentara-Nya dan kekalahan bagi musuh-musuh-Nya, dan engkau tidak akan menemukan perubahan pada sunatullah. |
| وَهُوَ الَّذِي كَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ عَنْهُمْ بِبَطْنِ مَكَّةَ مِنْ بَعْدِ أَنْ أَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا {٢٤} |
24. Dialah yang mencegah tangan-tangan orang-orang musyrik dari kalian dan tangan-tangan kalian dari mereka di tengah kota Mekah setelah kalian menguasai mereka sehingga mereka berada di bawah kekuasaan kalian. Orang-orang musyrik itu adalah orang-orang yang keluar menuju basis pasukan Rasulullah di Hudaibiah, lalu kaum muslimin menangkap mereka, kemudian membiarkan dan tidak membunuh mereka, jumlah mereka sekitar delapan puluh orang. Allah melihat amal kalian, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya sedikit pun. |
| هُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْهَدْيَ مَعْكُوفًا أَنْ يَبْلُغَ مَحِلَّهُ ۚ وَلَوْلَا رِجَالٌ مُؤْمِنُونَ وَنِسَاءٌ مُؤْمِنَاتٌ لَمْ تَعْلَمُوهُمْ أَنْ تَطَئُوهُمْ فَتُصِيبَكُمْ مِنْهُمْ مَعَرَّةٌ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ لِيُدْخِلَ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ لَوْ تَزَيَّلُوا لَعَذَّبْنَا الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا {٢٥} |
25. Orang-orang kafir Quraisy adalah orang-orang yang menentang tauhidullah, menghalangi kalian dari memasuki Masjidil Haram pada hari Perjanjian Hudaibiah, menghalangi hewan kurban agar tidak sampai di tempat penyembelihannya, yaitu kawasan Tanah Suci. Andaikata tidak ada laki-laki beriman yang lemah dan wanita beriman di tengah masyarakat kafir Mekah, yang menyembunyikan keimanan karena khawatir akan keselamatan diri mereka, kalian tidak mengetahui mereka dan dikhawatirkan kalian membunuh mereka dengan pasukan kalian sehingga dengan pembunuhan itu kalian terkena dosa, aib, dan kerugian tanpa kalian sadari. Akan tetapi, Kami menjadikan kalian berkuasa atas mereka agar Allah memasukkah siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya sehingga menganugerahi mereka keimanan setelah kekafiran. Andaikata orang-orang beriman itu memisahkan diri dari lingkungan orang-orang musyrik Mekah niscaya Kami mengadzab orang-orang yang kafir dan mendustakan di antara mereka itu dengan adzab yang pedih dan menyakitkan. |
| إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَىٰ وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا {٢٦} |
26. Ketika orang-orang kafir menanamkan di hati mereka kesombongan jahiliah agar tidak mengakui risalah Muhammad Salah satu keengganan mereka menulis kata "bismillahirrahnirrahim" dan "inilah kesepakatan yang dibuat oleh Muhammad Rasulullah" dalam perjanjian Hudaibiah, lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman bersamanya dan mewajibkan mereka mengucapkan kalimat la iffiha illallah yang merupakan pangkal setiap ketakwaan, Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya lebih berhak kalimat takwa itu daripada orang-orang musyrik dan mereka juga merupakan ahli kalimat tersebut, bukan orang-orang musyrik. Allah mengetahui segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya. |
| لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا {٢٧} |
27. Allah telah membuktikan kepada Rasul-Nya, Muhammad, kebenaran mimpi yang dilihatnya bahwa ia dan para sahabatnya memasuki Baitullah yang suci dalam keadaan aman, tanpa kalian merasa takut kepada orang-orang musyrik, dengan menggundul atau memendekkan rambut kepa(a. Allah mengetahui kebaikan dan kemaslahatan tertundanya kalian masuk ke kota Mekah pada tahun itu hingga tahun berikutnya, yang tidak kalian ketahui. Dia menetapkan kemenangan yang dekat, yaitu Perjanjian Hudaibiah dan penaklukan Khaibar sebelum masuknya kalian ke kota Mekah yang telah dijanjikan kepada kalian. |
| هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا {٢٨} |
28. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya, yaitu Muhammad dengan keterangan yang jelas dan din Islam agar Dia meninggikannya di atas seluruh agama. Cukuplah Allah bagimu, wahai Rasul, sebagai saksi bahwa Dialah yang menolongmu dan memenangkan dinmu terhadap seluruh agama. |
| مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا {٢٩} |
 |