 |
| حم {١} |
1. Hamim. Ain sin qaf. Pembicaraan tentang huruf muqatha'ah sudah disampaikan di awal Surah Al-Baqarah. |
| عسق {٢} |
2. Lihat ayat 1 |
| كَذَٰلِكَ يُوحِي إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {٣} |
3. Sebagaimana Allah telah menurunkan Al-Qur'an ini kepadamu, wahai Nabi, Dia juga menurunkan kitab-kitab dan suhuf yang suci kepada para nabi sebelummu. Dia Mahaperkasa dalam menjatuhkan hukuman yang keras dan Mahabijaksana dalam ucapan dan perbuatan-Nya. |
| لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ {٤} |
4. Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan di bumi, Dia Mahatinggi dengan dzat dan kekuasaan-Nya serta Mahaagung yang memiliki keagungan dan kesombongan. |
| تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْ فَوْقِهِنَّ ۚ وَالْمَلَائِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَنْ فِي الْأَرْضِ ۗ أَلَا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ {٥} |
5. Hampir saja langit terpecah-belah, satu per satu karena keagungan dan kemuliaan Allah Yang Maha Penyayang Tabaraka wa sedangkan para malaikat bertasbih memuji dan memahasucikan Rabb mereka dari apa yang tidak layak bagi-Nya. Mereka meminta kepada Rabb mereka agar mengampuni dosa orang-orang di bumi yang beriman kepada-Nya. Ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Mengampuni dosa dan Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman. |
| وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ اللَّهُ حَفِيظٌ عَلَيْهِمْ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيلٍ {٦} |
6. Orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai ilah-ilah, yang dijadikan sebagai pelindung dan sembahan, Allah menjaga perbuatan-perbuatan mereka agar mereka diberi balasan perbuatan itu pada Hari Kiamat. Tidaklah engkau, wahai Rasul, diserahi untuk menjaga amal perbuatan mereka. Engkau hanyalah pemberi peringatan, kewajibanmu hanyalah menyampaikan sedangkan kewajib-an Kami adalah melakukan hisab. |
| وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ {٧} |
7. Sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada para nabi sebelummu, Kami juga mewahyukan kepadamu Al-Qur'an yang ber-bahasa Arab agar engkau memperingatkan penduduk Mekah dan orang-orang lain di sekitarnya serta memperingatkan adanya adzab pada Hari Berkumpul, yaitu Hari Kiamat. Tidak ada sedikit pun keraguan mengenai kedatangannya. Pada hari itu, manusia dibagi menjadi dua: satu golongan di surga, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti ajaran yang dibawa Rasulullah, Muhammad dan satu golongan lagi di neraka yang menyala-nyala, yaitu orang-orang yang kafir kepada Allah dan menyelisihi ajaran yang dibawa Rasulullah, Muhammad kepada mereka. |
| وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَهُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ يُدْخِلُ مَنْ يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ ۚ وَالظَّالِمُونَ مَا لَهُمْ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ {٨} |
8. Andaikata Allah berkehendak mengumpulkan dan menjadikan makhluk-Nya dalam satu millah yang mendapat petunjuk, tentulah Dia kuasa melakukan hal itu. Akan tetapi, Allah berkehendak agar orang-orang istimewa di antara makhluk-Nya itu masuk ke dalam rahmat-Nya, dan orang-orang yang menzhalimi diri sendiri dengan kesyirikan mereka tidak ada wali yang menangani urusan mereka pada Hari Kiamat dan tidak ada pula penolong yang bisa menolong mereka dari hukuman Allah |
| أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۖ فَاللَّهُ هُوَ الْوَلِيُّ وَهُوَ يُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {٩} |
9. Bahkan, orang-orang musyrik itu mengambil wali-wali selain Allah, padahal hanya Allah wali yang harus diibadahi dan ditaati oleh hamba-Nya, Dialah wali orang-orang beriman yang mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya serta menolong mereka dalam seluruh urusan mereka, Dialah yang menghidupkan orang mati pada Hari Kebangkitan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu yang melemahkan-Nya. |
| وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبِّي عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ {١٠} |
10. Perselisihan apa pun yang terjadi di antara kalian, wahai manusia, dalam urusan din maka hukum yang berkenaan dengannya dikembalikan kepada Allah dalam kitab-Nya dan sunnah Rasul-Nya Itulah Allah, Rabbku dan Rabb kalian. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan mengembalikan semua urusanku. |
| فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ {١١} |
11. Allah adalah Pencipta langit dan bumi dengan kekuasaan, kehendak, dan hikmah-Nya. Dia menciptakan pasangan bagi kalian dari jenis kalian sendiri agar kalian mendapatkan ketenangan padanya, juga menciptakan untuk kalian binatang ternak berpasang-pasangan, yaitu jantan dan betina, dan melalui sebab itu Dia memperbanyak jumlah kalian dengan proses berketurunan; tiada sesuatu di antara makhluk-makhluk-Nya yang serupa dengan-Nya baik dalam dzat, nama, sifat, dan perbuatan-Nya, karena semua nama-Nya adalah nama-nama yang indah, semua sifat-Nya adalah sifat-sifat yang sempurna dan agung, dan dengan perbuatan-perbuatan-Nya Dia mengadakan makhluk-makhluk yang agung, tanpa sekutu. Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat, tidak ada sesuatu amalan dan ucapan makhluk yang tersembunyi dari-Nya, dan Dia akan memberikan balasannya kepada mereka. |
| لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ {١٢} |
12. Milik-Nya kerajaan langit dan bumi, di tangan-Nya kunci-kunci rahmat dan rezeki. Dia meluaskan rezeki bagi siapa di antara hamba-Nya yang Dia kehendaki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Yang Mahabarakah dan Mahatinggi itu mengetahui segala sesuatu, tidak ada satu pun urusan makhluk-Nya yang tersembunyi dari-Nya. |
| شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ ۖ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ {١٣} |
13. Allah telah mensyariatkan bagi kalian, wa-hai manusia, din yang telah Kami wahyukan kepadamu, wahai Rasul, yaitu Islam, yang telah Kami wasiatkan pula kepada Nuh agar mengamalkan dan menyampaikannya, juga yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa (kelimanya adalah para rasul yang terkenal dengan sebutan Ulul Azmi), yaitu: "Tegakkanlah din dengan tauhid, taat, dan ibadah kepada Allah saja. Jangan berpecah belah di dalamnya dan jangan berselisih dalam din yang Kuperintahkan itu." Dakwah yang kamu serukan, yaitu tauhid dan keikhlasan beribadah kepada Allah itu, sangat berat bagi orang-orang musyrik. Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara makhluk-Nya untuk bertauhid dan memberikan taufik kepada siapa yang kembali kepada-Nya untuk menaati-Nya. |
| وَمَا تَفَرَّقُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ أُورِثُوا الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِهِمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍ {١٤} |
14. Tidaklah orang-orang yang menyekutukan Allah dalam din mereka itu berpecah-belah lalu menjadi berbagai kelompok dan golongan kecuali setelah datang ilmu kepada mereka dan tegak hujah atas mereka. Tidak ada yang mendorong mereka untuk itu kecuali sikap melampaui batas dan sikap keras kepala di antara mereka. Andaikata bukan karena keputusan terdahulu dari Rabbmu, wahai Rasul, untuk menunda ditimpakannya adzab kepada mereka hingga waktu tertentu, yaitu pada Hari Kiamat, niscaya Dia telah memutuskan perselisihan mereka itu dengan menyegerakan adzab terhadap orang-orang kafir di antara mereka. Sungguh, orang-orang yang mendapat warisan Taurat dan Injil sesudah orang-orang yang berselisih dalam kebenaran itu benar-benar dalam keraguan terhadap din dan keimanan. Mereka menjatuhkan diri dalam keraguan dan perselisihan yang tercela. |
| فَلِذَٰلِكَ فَادْعُ ۖ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ ۖ وَقُلْ آمَنْتُ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنْ كِتَابٍ ۖ وَأُمِرْتُ لِأَعْدِلَ بَيْنَكُمُ ۖ اللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ ۖ لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ ۖ لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ۖ اللَّهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ {١٥} |
15. Wahai Rasul, ajaklah hamba-hamba Allah kepada din yang lurus yang telah disyariatkan dan diwasiatkan oleh Allah kepada para nabi itu, istiqamahlah seperti perintah Allah, dan jangan mengikuti hawa nafsu orang-orang yang ragu terhadap kebenaran dan menyimpang dari din. Katakan: "Aku percaya kepada semua kitab yang diturunkan dari langit kepada para nabi. Rabbku juga telah memerintahku memutuskan hukum di antara kalian secara adil. Allah adalah Rabb kami dan Rabb kalian, bagi kami pahala amal shalih kami dan bagi kalian balasan perbuatan buruk kalian, tidak ada perdebatan di antara kita setelah jelas kebenaran itu. Allah akan mengumpulkan kami dengan kalian pada Hari Kiamat, lalu menetapkan keputusan tentang perkara yang kita perselisihkan itu dengan kebenaran. Kepada-Nya kita kembali, lalu Dia akan membalas masing-masing sesuai dengan haknya." |
| وَالَّذِينَ يُحَاجُّونَ فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا اسْتُجِيبَ لَهُ حُجَّتُهُمْ دَاحِضَةٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ {١٦} |
16. Orang-orang yang berdebat mengenai din Allah yang Kuutus Muhammad dengan membawanya, sesudah orang-orang menerima dan mengikutinya, hujah dan perdebatan mereka itu batil dan sia-sia di sisi Rabb mereka. Mereka itu akan ditimpa murka Allah di dunia dan di akhirat serta akan mendapat adzab yang keras, yaitu neraka. |
| اللَّهُ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَالْمِيزَانَ ۗ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌ {١٧} |
17. Allah yang telah menurunkan Al-Qur'an dan seluruh kitab dengan benar, juga yang telah menurunkan timbangan, yaitu keadilan, agar manusia memutuskan hukum dengan adil. Adakah yang memberitahumu bahwa saat terjadinya kiamat itu sudah dekat? |
| يَسْتَعْجِلُ بِهَا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِهَا ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا مُشْفِقُونَ مِنْهَا وَيَعْلَمُونَ أَنَّهَا الْحَقُّ ۗ أَلَا إِنَّ الَّذِينَ يُمَارُونَ فِي السَّاعَةِ لَفِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ {١٨} |
18. Orang-orang yang tidak beriman kepada Hari Kiamat meminta agar disegerakan kedatangannya dengan nada mengolok-olok dan mengejek. Sedangkan orang-orang yang beriman kepadanya takut akan terjadinya dan mengetahui bahwa ia merupakan kebenaran yang tiada keraguan di dalamnya. Ketahuilah sesungguhnya orang-orang yang berdebat tentang terjadinya Hari Kiamat benar-benar dalam kesesatan yang jauh dari kebenaran. |
| اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ {١٩} |
19. Allah Mahalembut terhadap para hamba-Nya, melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkan bagi siapa yang Dia kehendaki sesuai dengan kebijaksanaan-Nya dan Dia Mahakuat yang memiliki seluruh kekuatan dan Mahaperkasa dalam menjatuhkan hukuman yang keras terhadap orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya. |
| مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ ۖ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ {٢٠} |
20. Barang siapa yang menghendaki pahala akhirat dengan amalnya, menunaikan hak-hak Allah dan berinfak dalam dakwah menuju din ini, niscaya Kami tambahkan kebaikan pada amalnya. Kami lipat gandakan pahala kebaikan itu sepuluh kali lipat hingga sebanyak yang dikehendaki oleh Allah. Adapun siapa yang hanya menginginkan dunia dengan amalnya, niscaya Kami berikan dunia itu sekadar yang telah Kami bagikan untuknya, sedangkan di akhirat ia tidak memperoleh pahala sedikit pun. |
| أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۗ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ {٢١} |
21. Apakah orang-orang musyrik itu memiliki sekutu-sekutu dalam kesyirikan dan kesesatan sehingga mereka membuat ajaran din dan kesyirikan bagi mereka yang tidak pernah diizinkan oleh Allah? Andaikata bukan karena Allah telah membuat ketetapan dan takdir bagi mereka untuk tidak menyegerakan adzab di dunia, niscaya Dia telah membinasakan mereka dengan menyegerakan adzab. Sung-guh, orang-orang yang kafir kepada Allah itu akan mendapatkan adzab yang pedih dan menyakitkan pada Hari Kiamat. |
| تَرَى الظَّالِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا كَسَبُوا وَهُوَ وَاقِعٌ بِهِمْ ۗ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي رَوْضَاتِ الْجَنَّاتِ ۖ لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ {٢٢} |
22. Engkau melihat, wahai Rasul, pada Hari Kiamat orang-orang kafir itu takut kepada hukuman Allah atas perbuatan buruk mereka di dunia dan adzab yang menimpanya. Mereka pasti merasakan adzab itu, tidak mungkin tidak. Adapun orang-orang yang beriman dan taat kepada Allah berada di kebun-kebun dan istana-istana surga serta kenikmatan akhirat. Mereka memperoleh segala yang disukai nafsu di sisi Rabb mereka. Anugerah dan kemuliaan yang diberikan oleh Allah kepada mereka itu merupakan keutamaan yang tidak bisa digambarkan dan tidak bisa dijangkau oleh pemahaman akal. |
| ذَٰلِكَ الَّذِي يُبَشِّرُ اللَّهُ عِبَادَهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ ۗ وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ {٢٣} |
23. Kenikmatan dan kemuliaan di akhirat yang dikabarkan kepada kalian itu, wahai manusia, adalah kabar gembira yang disampaikan oleh Allah kepada para hamba-Nya yang beriman dan taat kepada-Nya di dunia. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik di antara kaummu yang meragukan Hari Kiamat: "Aku tidak meminta upah dari harta kalian atas kebenaran yang aku dakwahkan, kecuali agar kalian mencintaiku karena kekerabatanku dan menyambung hubungan kekerabatan antara aku dengan kalian." Siapa yang melakukan perbuatan baik maka Kami akan melipat gandakannya sepuluh kali lipat atau lebih. Sungguh, Allah Maha Pengampun terhadap dosa para hamba-Nya dan Maha Bersyukur terhadap kebaikan dan ketaatan mereka kepada-Nya. |
| أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا ۖ فَإِنْ يَشَإِ اللَّهُ يَخْتِمْ عَلَىٰ قَلْبِكَ ۗ وَيَمْحُ اللَّهُ الْبَاطِلَ وَيُحِقُّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ {٢٤} |
24. Apakah orang-orang musyrik itu mengatakan: "Muhammad telah berbohong atas nama Allah, ia membawa kitab buatannya sendiri yang dibacakannya kepada kita." Wahai Rasul, jika Allah berkehendak, niscaya Dia menutup hatimu apabila engkau melakukan hal itu. Allah menghilangkan kebatilan, lalu memusnahkannya dan membenarkan kebenaran dengan kalimat-kalimat-Nya yang tidak akan berganti atau berubah serta dengan janji-Nya yang benar yang tidak meleset. Sungguh, Allah mengetahui isi hati para hamba, tidak sedikit pun di antaranya yang tersembunyi dari-Nya. |
| وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ {٢٥} |
25. Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya apabila mereka kembali kepada tauhid dan ketaatan kepada-Nya, mengampuni keburukan, dan mengetahui perbuatan baik dan jahat yang kalian lakukan. Tidak ada sedikit pun yang tersembunyi dari-Nya dan Dia akan memberikan balasannya kepada kalian. |
| وَيَسْتَجِيبُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَيَزِيدُهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ وَالْكَافِرُونَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ {٢٦} |
26. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya menyambut seruan dan mematuhi Rabb mereka, Dia (Allah) akan menambahkan karunia-Nya kepada mereka sebagai taufik dan pelipat gandaan pahala. Adapun orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, bagi mereka adzab yang keras, menyakitkan, dan pedih pada Hari Kiamat. |
| وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ {٢٧} |
27. Andaikata Allah melapangkan rezeki hamba-hamba-Nya niscaya mereka itu berbuat melampaui batas di bumi dengan sombong dan angkuh dan tentulah mereka saling menzhalimi satu sama lain. Akan tetapi, Allah menurunkan rezeki sesuai dengan kadar yang Dia kehendaki untuk mencukupi mereka. Sungguh, Dia Mahatahu apa yang bermaslahat bagi hamba-hamba-Nya dan Maha Melihat perilaku serta perubahan keadaan mereka. |
| وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ {٢٨} |
28. Hanya Allah yang menurunkan hujan dari langit setelah mereka berputus-asa dan menyebarkan rahmat-Nya di tengah-tengah makhluk-Nya. Dia menyebarkan hujan itu kepada mereka semua. Dialah Wali yang mengurus para hamba-Nya dengan kebaikan dan karunia-Nya dan Maha Terpuji dalam perwalian dan pengaturan-Nya. |
| وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِنْ دَابَّةٍ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاءُ قَدِيرٌ {٢٩} |
29. Di antara ayat yang menunjukkan keagungan dan kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi serta berbagai jenis makhluk melata yang Dia sebarkan di dalamnya tanpa ada contoh sebelumnya. Dia berkuasa menghimpun seluruh makhluk setelah kematian pada Hari Kiamat. Jika Dia berkehendak, tidak ada sesuatu pun yang mustahil bagi-Nya |
| وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ {٣٠} |
30. Musibah yang menimpa kalian, wahai manusia, dalam urusan din dan dunia itu disebabkan dosa-dosa kalian dan Rabb kalian akan mengampuni banyak keburukan sehingga tidak menghukum kalian karenanya. |
| وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ ۖ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ {٣١} |
31. Wahai manusia, kalian tidak akan mampu melepaskan diri dari kekuasaan Allah, tiada wali selain Allah yang mengatur urusan dan mendatangkan berbagai manfaat, serta tiada penolong yang mencegah keburukan dari kalian. |
| وَمِنْ آيَاتِهِ الْجَوَارِ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ {٣٢} |
32. Di antara ayat yang menunjukkan kekuasaan-Nya yang dahsyat adalah kapal-kapal besar seperti gunung yang berlayar di lautan. Jika Allah yang menjalankan kapal-kapal di lautan itu berkehendak, niscaya Dia menenangkan angin sehingga kapal-kapal ini diam di tempat di atas lautan, tidak berjalan. Sesungguhnya berjalan dan berhentinya kapal-kapal di lautan dengan kekuasaan Allah itu mengandung pelajaran dan hujah nyata tentang kekuasaan Allah bagi setiap orang yang banyak bersabar dalam menjalani ketaatan kepada Allah serta banyak bersyukur terhadap nikmat dan karunia-Nya. |
| إِنْ يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ {٣٣} |
33. Lihat ayat 32 |
| أَوْ يُوبِقْهُنَّ بِمَا كَسَبُوا وَيَعْفُ عَنْ كَثِيرٍ {٣٤} |
34. Atau Dia menghancurkan dengan menenggelamkan kapal-kapal itu disebabkan dosa-dosa penumpangnya, atau memaafkan banyak dosa sehingga tidak menimpakan hukuman. |
| وَيَعْلَمَ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِنَا مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ {٣٥} |
35. Supaya orang-orang yang mendebat secara batil ayat-ayat yang menunjukkan keesaan Kami itu mengetahui bahwa mereka tidak memiliki tempat menghindar dan berlindung dari hukuman Allah apabila Dia menimpakan hukuman disebabkan dosa dan kekafiran mereka kepada-Nya. |
| فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ {٣٦} |
36. Apa pun yang diberikan kepada kalian, wahai manusia, berupa harta, anak-anak, dan sebagainya merupakan kese-nangan bagi kalian dalam kehidupan dunia. Semua itu cepat hilang; adapun kenikmatan surga abadi yang di sisi Allah itu lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya serta bertawakal kepada Rabb mereka. |
| وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ {٣٧} |
37. Orang-orang yang menjauhi larangan Allah yang besar serta jenis kemaksiatan yang keji dan buruk; yang apabila marah kepada orang yang berbuat jahat kepadanya, mereka memaafkan kejahatan itu serta tidak menjatuhkan hukuman kepada pelakunya dalam rangka mencari pahala dan ampunan Allah Semua ini merupakan akhlak mulia. |
| وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ {٣٨} |
38. Dan orang-orang yang menyambut seruan Rabb mereka kepada tauhid dan ketaatan kepada-Nya, yang menegakkan shalat fardhu dengan batas-batasnya pada waktu-waktunya, yang apabila hendak memutuskan perkara mereka bermusyawarah mengenainya, dan yang menyedekahkan harta yang Kami berikan kepada mereka di jalan Allah serta menunaikan zakat, infak, dan jalan pembelanjaan lain yang merupakan hak-hak yang ditetapkan Allah atas mereka. |
| وَالَّذِينَ إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنْتَصِرُونَ {٣٩} |
39. Dan orang-orang yang apabila dizhalimi, mereka membela diri tanpa berbuat melampaui batas terhadap orang yang menzhalimi mereka dan jika mereka bersabar maka banyak kebaikan yang dihasilkan oleh kesabaran mereka itu. |
| وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ {٤٠} |
40. Balasan perbuatan buruk seseorang adalah dihukum dengan keburukan yang setimpal tanpa berlebihan. Barang siapa yang memaafkan dan tidak menghukum orang yang berbuat buruk, memperbaiki kasih sayang antara dirinya dan orang yang dimaafkannya itu dalam rangka mencari ridha Allah maka balasan tindakan memaafkan itu menjadi tanggungan Allah. Sungguh, Allah tidak mencintai orang-orang zhalim yang memulai permusuhan dan berbuat buruk kepada orang lain. |
| وَلَمَنِ انْتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِ فَأُولَٰئِكَ مَا عَلَيْهِمْ مِنْ سَبِيلٍ {٤١} |
41. Adapun barang siapa yang membela diri dari kejahatan orang yang menzhaliminya, setelah ia dizhalimi maka mereka itu tidak dihukum. |
| إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ {٤٢} |
42. Hukuman itu hanyalah dijatuhkan kepada orang-orang yang menzhalimi orang lain dan melanggar batas yang dibolehkan Rabb mereka, lalu mereka berbuat kerusakan di bumi. Mereka itu pada Hari Kiamat akan mendapatkan adzab yang pedih lagi menyakitkan. |
| وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ {٤٣} |
43. Barang siapa yang bersabar terhadap gangguan, membalas perbuatan jahat dengan memaafkan dan menutup aib, sesungguhnya hal itu termasuk perkara besar yang patut disyukuri dan perbuatan terpuji yang diperintahkan oleh Allah. Allah memberikan pahala besar dan pujian untuknya. |
| وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ وَلِيٍّ مِنْ بَعْدِهِ ۗ وَتَرَى الظَّالِمِينَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَ هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ {٤٤} |
44. Barang siapa yang disesatkan oleh Allah dari jalan lurus disebabkan kezhalimannya maka ia tidak memiliki penolong yang menunjukinya ke jalan yang lurus. Engkau akan melihat, wahai Rasul, orang-orang yang kafir kepada Allah pada Hari Kiamat -ketika melihat adzab- berkata kepada Rabb mereka: "Adakah jalan bagi kami untuk kembali ke dunia agar kami melakukan ketaatan kepada-Mu?" Namun permintaan mereka itu tidak dikabulkan. |
| وَتَرَاهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَاشِعِينَ مِنَ الذُّلِّ يَنْظُرُونَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّ ۗ وَقَالَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ أَلَا إِنَّ الظَّالِمِينَ فِي عَذَابٍ مُقِيمٍ {٤٥} |
45. Wahai Rasul, engkau akan melihat orang-orang zhalim itu dihadapkan ke neraka dalam keadaan tertunduk hina. Mereka melihat neraka dengan pandangan yang tunduk dan lemah karena merasa takut dan hina. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya di surga berkata, ketika mereka menyaksikan kerugian yang diderita oleh orang-orang kafir: "Sungguh, orang-orang yang benar-benar rugi adalah mereka yang kehilangan diri mereka sendiri dan keluarga mereka pada Hari Kiamat dengan masuk ke neraka." Ingatiah, orang-orang zhalim itu pada Hari Kiamat berada dalam adzab abadi, yang tiada henti dan tiada berakhir. |
| وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنْ أَوْلِيَاءَ يَنْصُرُونَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ سَبِيلٍ {٤٦} |
46. Ketika diadzab ofeh Allah pada Hari Kiamat, orang-orang kafir itu tidak memiliki penolong dan pembela yang membela mereka dari adzab Allah. Barang siapa yang disesatkan oleh Allah disebabkan kekafiran dan kezhalimannya maka ia tidak memiliki jalan yang bisa mengantarkan kepada kebenaran di dunia dan kepada surga di akhirat, karena jalan keselamatan dan petunjuk telah tertutup, sedangkan memberi hidayah dan menyesatkan itu merupakan kuasa Allah sendiri. |
| اسْتَجِيبُوا لِرَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ ۚ مَا لَكُمْ مِنْ مَلْجَإٍ يَوْمَئِذٍ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَكِيرٍ {٤٧} |
47. Wahai orang-orang kafir, sambutlah seruan Rabb kalian dengan beriman dan taat sebelum datangnya Hari Kiamat yang pasti, pada hari itu kalian tidak memiliki tempat berlindung yang menyelamatkan kalian dari adzab, tidak ada pula tempat bersembunyi. Ayat ini mengandung dalil tentang tercelanya tindakan menunda-nunda dan perintah pelaksanaan setiap amal shalih yang sudah terbuka kesempatannya dengan segera. Menunda-nunda pekerjaan itu menimbulkan berbagai rintangan dan halangan. |
| فَإِنْ أَعْرَضُوا فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ۖ إِنْ عَلَيْكَ إِلَّا الْبَلَاغُ ۗ وَإِنَّا إِذَا أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً فَرِحَ بِهَا ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَإِنَّ الْإِنْسَانَ كَفُورٌ {٤٨} |
48. Wahai Rasul, jika orang-orang musyrik itu berpaling dari keimanan kepada Allah, sesungguhnya Kami tidak mengutusmu untuk mengawasi perbuatan mereka maka tidak perlu engkau menghitung-hitung, tugasmu hanyalah menyampaikan. Sungguh, jika Kami memberi manusia rahmat dari sisi Kami berupa kekayaan, kelapangan harta, dan sebagainya maka ia bergembira; tetapi jika mereka ditimpa musibah berupa kemiskinan, penyakit, dan sebagainya disebabkan berbagai kemaksiatan kepada Allah yang telah mereka lakukan, tiba-tiba manusia itu menjadi ingkar, menghitung-hitung musibah, dan melupakan berbagai nikmat. |
| لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ {٤٩} |
49. Kerajaan langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya adalah milik Allah. Dia menciptakan makhluk yang Dia kehendaki, memberi anak-anak perempuan bukan anak laki-laki kepada siapa di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki, serta memberi anak-anak laki-laki bukan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki. la juga memberi anak-anak laki-laki dan perempuan seka-ligus kepada siapa yang Dia kehendaki, juga menjadikan mandul (tidak memiliki anak sama sekali) siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia mengetahui ciptaan-Nya, berkuasa menciptakan apa yang Dia kehendaki, tidak ada sesuatu pun yang tidak bisa dilakukan-Nya jika telah berkehendak menciptakan. |
| أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا ۖ وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ {٥٠} |
50. Lihat 49 |
| وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ {٥١} |
51. Tidak selayaknya Allah berbicara kepada seorang manusia kecuali berupa wahyu yang diwahyukan kepadanya, atau Dia berbicara kepadanya dari balik tabir sebagaimana ketika Dia berbicara kepada Musa atau Dia mengirim utusan seperti Malaikat Jibril yang turun kepada utusan manusia, lalu mewahyukan apa yang hendak Dia wahyukan kepadanya dengan seizin Rabbnya, bukan semata-mata menurut hawa nafsunya. Sungguh, Dia Yang Mahatinggi dengan dzat, nama, sifat, dan perbuatan-Nya itu berkuasa terhadap segala sesuatu dan seluruh makhluk patuh kepada-Nya. Dia Mahabijaksana dalam menangani urusan makhluk-Nya. Ayat ini mengandung penetapan sifat kardm (berbicara) bagi Allah sesuai dengan sifat yang layak dengan kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Nya. |
| وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ {٥٢} |
52. Sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada para nabi sebelummu, wahai Nabi, Kami pun mewahyukan kepadamu Al-Quran dari sisi Kami, padahal dahulu engkau tidak mengetahui apakah kitab-kitab terdahulu, keimanan, dan syariat ilahi itu? Tetapi Kami jadikan Al-Qur'an sebagai cahaya bagi manusia, dengan cahaya itu Kami memberi petunjuk kepada siapa di antara hamba-hamba Kami yang Kami kehendaki ke jalan lurus. Dan sungguh, engkau, wahai Rasul, benar-benar memberi petunjuk dan bimbingan dengan izin Allah ke jalan lurus, yaitu Islam, jalan Allah yang memiliki seluruh yang ada di langit dan bumi, tiada sekutu bagi-Nya di dalamnya. Ketahuilah, wahai manusia, hanya kepada Allah seluruh urusan kalian yang baik maupun yang buruk dikembalikan lalu Dia akan membalas masing-masing orang sesuai dengan amalnya: jika amalnya baik maka balasannya pun baik dan jika amalnya buruk maka balasannya pun buruk. |
| صِرَاطِ اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ أَلَا إِلَى اللَّهِ تَصِيرُ الْأُمُورُ {٥٣} |
53. Lihat ayat 52 |
 |