سورةال عمران {٣} 3. ALI 'IMRAN
الم {١} 1. Alif dam mim. Keterangan mengenai huruf-huruf semacam ini telah diuraikan di awal surah Al-Baqarah.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ {٢} 2. Dialah Allah. Tidak ada sembahan yang berhak diibadahi secara benar kecuali Dia. Dia disifati dengan kehidupan yang sempurna sebagaimana yang layak bagi-Nya serta yang terus-menerus mengurus segala sesuatu.
نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ {٣} 3. Allah telah menurunkan Al-Qur'an kepadamu dengan kebenaran yang tidak ada keraguan di dalamnya. Al-Qur'an itu membenarkan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya serta membenarkan para rasul. Allah juga telah menurunkan Taurat kepada Nabi Musa dan Injil kepada Nabi Isa sebelum diturunkannya Al-Qur'an, untuk memberikan petunjuk (bimbingan) kepada orang-orang yang bertakwa menuju keimanan serta kebaikan agama dan dunia mereka. Allah menurunkan sesuatu yang membedakan antara haq dan batil. Orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah yang telah diturunkan itu akan mendapatkan adzab yang besar. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa tanpa bisa dikalahkan serta Maha Pembalas kepada siapa saja yang mengingkari hujah-hujah dan dalil-dalil (bukti) yang ditunjukkan oleh-Nya. Hanya Allah saja yang menyandang uluhiah.
مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ ۗ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ {٤} 4. Lihat ayat 3
إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ {٥} 5. Sesungguhnya ilmu Allah itu meliputi seluruh makhluk. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya, baik di bumi maupun di langit; sedikit atau pun banyak.
هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {٦} 6. Dia jua yang menciptakan kalian di dalam rahim bunda kalian sebagaimana yang Dia kehendaki berupa laki-laki atau perempuan, baik atau buruk (rupanya), serta apakah sengsara atau bahagia (hidupnya). Tidak ada sembahan selain-Nya yang berhak diibadahi dengan haq. Dia Mahaperkasa tanpa bisa dikalahkan, serta Mahabijaksana dalam segala urusan dan pengaturan-Nya.
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ {٧} 7. Dialah yang telah menurunkan Al-Qur'an kepadamu. Di antaranya terdapat ayat-ayat yang jelas maknanya. Itu adalah pangkal Kitab Al-Qur'an yang dijadikan rujukan ketika terjadi kekurang jelasan. Dikembalikanlah segala yang menyelisihinya itu kepadanya. Di antaranya terdapat pula ayat-ayat mutasyabihat yang mengandung beberapa makna, yang tidak dapat dipastikan maksudnya kecuali harus dengan cara menggabungkannya kepada yang muhkam (jelas maknanya). Orang-orang yang memiliki hati yang sakit lagi menyimpang, disebabkan niat jahat mereka, yang hanya mau mengikuti ayat-ayat mutasyabihat ini untuk menimbulkan syubhat (kebimbangan; kerancuan) di kalangan umat manusia agar bisa menyesatkan mereka serta disebabkan oleh penakwilan mereka berdasarkan madzhab mereka yang batil. Tidak ada yang mengetahui hakikat dari makna-makna ini kecuali Allah. Sementara itu, orang-orang yang mendalam ilmunya mengatakan, "Kami beriman kepada Al-Quran ini. Seluruhnya datang dari sisi Rabb kami melalui lisan Rasul-Nya, yaitu Muhammad ." Mereka mengembalikan ayat-ayat mutasyabihat kepada yang muhkamat. Sebenarnya yang bisa memahami, mengerti, dan merenungi makna-makna Al-Qur'an secara benar adalah orang-orang yang memiliki akal yang sehat.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ {٨} 8. Mereka berdoa, "Wahai Rabb kami, janganlah Engkau palingkan hati kami dari keimanan kepada-Mu setelah Engkau memberikan anugerah kepada kami berupa petunjuk untuk mengikuti din-Mu. Karuniakanlah kepada kami rahmat yang luas dari kemurahan-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Memberi; Engkau banyak mencurahkan karunia dan banyak memberi. Engkau beri siapa saja yang Engkau kehendaki tanpa hitungan.
رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ {٩} 9. Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami mengakui dan bersaksi bahwa Engkau pasti akan menghimpun umat manusia seluruhnya pada hari yang tidak diragukan lagi kedatangannya, yaitu Hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak akan menyelisihi apa yang telah Engkau janjikan kepada para hamba-Mu.
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ {١٠} 10. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari agama yang benar, harta dan anak-anak mereka tidak akan berguna untuk menyelamatkan sedikit pun dari adzab Allah jika adzab itu menimpa di dunia, dan juga tidak akan bisa menghindarkan adzab itu di akhirat. Mereka itu adalah kayu bakar bagi api neraka pada Hari Kiamat.
كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ {١١} 11. Keadaan orang-orang kafir dalam mendustakan apa yang diturunkan kepada mereka adalah sebagaimana keadaan keluarga (kaum) Fir'aun dan orang-orang sebelum mereka dari kalangan orang-orang kafir. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah yang nyata, lalu Allah pun menyegerakan hukuman kepada mereka disebabkan pendustaan dan pembangkangan mereka. Sesungguhnya Allah itu sangat keras hukuman-Nya terhadap siapa saja yang kafir kepada-Nya dan mendustakan rasul-rasul-Nya.
قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ {١٢} 12. Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang kafir dari kalangan Yahudi dan selain mereka, serta orang-orang yang memandang rendah kemenanganmu dalam Perang Badar, "Sesungguhnya kalian akan dikalahkan di dunia, lalu kalian akan mati di dalam kekufuran dan kalian akan dihimpun menuju Neraka Jahanam, sebagai tempat tinggal yang abadi buat kalian. Sungguh, Jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat."
قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۖ فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۚ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ {١٣} 13. Sungguh, telah ada sebuah tanda yang besar buat kalian semua, wahai kaum Yahudi yang sombong lagi membangkang, pada dua golongan yang saling bertemu dalam Perang Badar. Satu golongan berperang demi menegakkan agama Allah, yaitu Nabi Muhammad bersama para sahabat beliau, serta satu golongan lainnya yang kafir kepada Allah berperang demi kebatilan. Golongan kafir ini melihat kaum mukminin dengan mata kepala mereka sendiri seakan dua kali lipat jumlah mereka. Allah menjadikan hal itu sebagal penyebab kemenangan kaum mukminin atas mereka. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara para hamba-Nya. Sesungguhnya kejadian seperti ini merupakan pelajaran besar bagi orang-orang yang memiliki mata hati, yang mendapatkan petunjuk kepada hikmah-hikmah Allah dan perbuatan-perbuatan-Nya.
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ {١٤} 14. Telah dibuat indah bagi umat manusia kecintaan untuk mengikuti hasrat berupa wanita, anak-anak, harta benda yang banyak berupa emas dan perak, kuda-kuda pilihan, ternak yang berupa unta, lembu dan kambing, serta tanah yang dijadikan sebagai tempat bercocok tanam. Yang demikian itu merupakan bentuk kesenangan dunia dan perhiasannya yang fana. Sedangkan di sisi Allah itu terdapat tempat kembali dan pahala yang terbaik, yaitu surga.
قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ {١٥} 15. Katakanlah, wahai rasul, "Maukah aku kabarkan kepada kalian dengan yang lebih baik daripada apa yang telah dihiaskan (dibuat indah) bagi umat manusia di dunia ini? Yaitu bahwa bagi orang yang selalu merasa diawasi oleh Allah dan takut kepada hukuman-Nya surga-surga; yang di bawah istana-istananya dan pepohonannya itu ada sungai-sungai yang mengalir. Mereka kekal di dalamnya. Mereka juga memperoleh istri-istri yang suci dari haid dan nifas serta bersih dari perilaku yang buruk. Mereka bahkan mendapatkan yang lebih besar lagi dari hal itu; yaitu keridhaan dari Allah. Sungguh, Allah mengetahui segala rahasia makhluk-Nya serta mengerti segala keadaan mereka, dan akan memberikan balasan kepada mereka atas segala yang telah mereka lakukan.
الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ {١٦} 16. Para hamba yang bertakwa itu mengatakan, "Sesungguhnya kami beriman kepada-Mu dan mengikuti Rasul-Mu, yaitu Muhammad. Oleh karena itu, hapuskanlah dari kami segala bentuk dosa yang telah kami lakukan dan selamatkanlah kami dari adzab neraka."
الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ {١٧} 17. Yaitu orang-orang yang memiliki sifat kesabaran di dalam menunaikan ketaatan, sabar dari melakukan kemaksiatan-kemaksiatan, serta sabar terhadap segala yang menimpa mereka berupa takdir Allah yang terasa menyakitkan. Juga orang-orang yang benar dalam berucap dan berbuat; orang-orang yang menunaikan ketaatan yang sempurna; orang-orang yang berinfak dalam keadaan sembunyi maupun terbuka; dan orang-orang yang beristighfar di akhir malam, karena saat itu kemungkinan besar doa itu akan dikabulkan.
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {١٨} 18. Allah bersaksi bahwa Dia adalah satu-satu-nya Dzat yang berhak diibadahi. Allah menyandingkan kesaksian-Nya itu dengan kesaksian para malaikat dan ahli ilmu dalam bentuk se-mulia-mulia persaksian terhadap-Nya, yaitu menauhidkan-Nya serta menunaikan kesaksian ini dengan adil. Tidak ada sembahan yang berhak diibadahi dengan haq kecuali Allah Yang Mahaperkasa, yang tidak ada sesuatu pun yang sulit bagi-Nya jika Dia menghendakinya, serta Dzat Yang Mahabijaksana dalam segala ucapan dan perbuatan-Nya.
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ {١٩} 19. Sesungguhnya din yang diridhai oleh Allah bagi makhluk-Nya dan Allah tidak akan menerima selainnya adalah Islam, yang dengan din itu pula Allah mengutus para rasul-Nya. la adalah sikap tunduk patuh kepada Allah semata dengan melakukan ketaatan dan pasrah kepada-Nya dengan menunaikan penghambaan (ibadah), mengikuti para rasul berkenaan dengan ajaran yang diberikan oleh Allah kepada mereka di setiap zaman, sampai kemudian ditutup dengan Nabi Muhammad. Setelah diutusnya beliau ini, Allah tidak akan menerima dari seorang pun din selain Islam yang telah Allah utus beliau dengan membawa ajaran ini. Tidaklah terjadi perselisihan di kalangan Ahlukitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani, sehingga mereka berpecah menjadi bergolong-golongan, kecuali setelah ditegakkannya hujah atas mereka dengan diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab-kitab suci. Hal itu dikarenakan oleh kedurhakaan dan kedengkian mereka demi meraih keuntungan dunia. Barang siapa yang mengingkari ayat-ayat Allah yang telah diturunkan dan ayat-ayat-Nya yang menunjukkan rububiah dan uluhiah-Nya maka sesungguhnya Allah itu sangat cepat perhitungan-Nya dan akan memberikan balasan kepada mereka atas apa yang dahulu telah mereka lakukan.
فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ ۗ وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ {٢٠} 20. Jika Ahlukitab itu mendebatmu, wahai Rasul, berkenaan dengan tauhid, setelah engkau menegakkan hujah maka katakanlah kepada mereka, "Sesungguhnya aku memurnikan penyerahan diriku secara tulus hanya kepada Allah semata, sehingga aku tidak akan menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Demikian juga yang dilakukan oleh orang-orang yang mengikutiku dari kalangan orang-orang yang beriman; mereka pun menyerahkan diri secara tulus-murni kepada Allah dan tunduk patuh kepada-Nya." Katakan juga kepada mereka dan kepada orang-orang musyrik Arab dan lainnya, "Jika kalian masuk Islam maka kalian berada di atas jalan yang lurus, petunjuk, dan kebenaran. Namun jika kalian berpaling maka hisab kalian menjadi urusan Allah. Tugasku tidak lain hanyalah menyampaikan. Aku sudah menyampaikan kepada kalian dan telah aku tegakkan hujah atas kalian. "Sungguh, Allah melihat para hamba. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya dari urusan mereka.
إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ {٢١} 21. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari dalil-dalil yang nyata dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh para rasul, membunuh para nabi Allah secara zalim tanpa alasan yang benar, serta membunuh orang-orang yang menyuruh berbuat adil dan mengikuti jalan para nabi; maka berikanlah kabar gembira kepada mereka dengan siksaan yang menyakitkan.
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ {٢٢} 22. Mereka itulah orang-orang yang amal-amalan mereka gugur di dunia dan akhirat. Tidak ada amalan yang diterima dari mereka, sedangkan mereka tidak memiliki satu peno-long pun yang akan menolong mereka dari adzab Allah.
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُدْعَوْنَ إِلَىٰ كِتَابِ اللَّهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٌ مِنْهُمْ وَهُمْ مُعْرِضُونَ {٢٣} 23. Apakah kamu mengetahui, wahai Rasul, keadaan yang lebih mengherankan lagi dari keadaan orang-orang Yahudi yang telah diberi bagian dari Alkitab, lantas mereka mengetahui bahwa apa yang telah engkau bawa itu adalah benar; yang mereka itu diseru untuk mengikuti apa yang telah dibawa oleh Kitab Allah (Al-Qur'an) agar Kitab itu menengahi mereka berkenaan dengan apa yang mereka perselisihkan. Namun jika hal itu tidak sejalan dengan kemauan mereka, kebanyakan dari mereka menolak untuk berhukum dengan hukum Allah. Sebab, memang sudah menjadi kebiasaan mereka berpaling dari kebenaran?
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۖ وَغَرَّهُمْ فِي دِينِهِمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ {٢٤} 24. Keberpalingan dari kebenaran itu, sebabnya adalah keyakinan yang rusak pada diri kaum Ahlukitab; yaitu keyakinan bahwa mereka tidak akan diadzab kecuali hanya beberapa hari saja yang tak seberapa lamanya. Keyakinan seperti ini menyebabkan mereka berani menentang Allah dan menghinakan din-Nya serta menyebabkan mereka terus-menerus berada di atas agama mereka yang batil, yang karenanya mereka menipu diri sendiri.
فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَاهُمْ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ {٢٥} 25. Bagaimanakah keadaan mereka nanti ketika Allah menghimpun mereka untuk dihisab pada hari yang pasti terjadi tanpa bisa diragukan lagi, yaitu Hari Kiamat? Masing-masing orang menerima balasan atas apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dizhalimi sedikit pun.
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {٢٦} 26. Katakanlah wahai Nabi, dengan menghadapkan kepada Rabbmu seraya memanjatkan doa, "Wahai Dzat yang memiliki kerajaan seluruhnya, Engkaulah yang memberikan kerajaan, harta benda dan kekuasaan di muka bumi kepada siapa saja yang Engkau kehendaki dari para makhluk-Mu. Engkau pula yang mencabut kerajaan dari siapa saja yang Engkau kehendaki. Engkau berikan kemuliaan (keperkasaan) di dunia dan akhirat kepada siapa saja yang Engkau kehendaki dan Engkau jadikan kehinaan kepada siapa saja yang engkau kehendaki. Di Tangan-Mu segala kebaikan. Sungguh, Engkau sajalah Dzat Yang Mahakuasa atas segala se-suatu." (Dalam ayat ini terdapat penetapan sifat tangan bagi Allah sesuai dengan yang layak bagi-Nya)
تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ {٢٧} 27. Di antara bukti-bukti kekuasaan-Mu, Engkau memasukkan malam ke dalam siang, dan Engkau masukkan siang ke dalam malam; sehingga yang satunya panjang dan yang satunya pendek. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, yang tidak ada kehidupan padanya, seperti mengeluarkan tumbuhan yang berasal dari biji; dan mengeluarkan orang mukmin dari orang kafir. Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup seperti mengeluarkan telur dari induk ayam. Dan, Engkau memberikan rezeki kepada siapa saja yang Engkau kehendaki di antara makhluk-Mu tanpa perhitungan.
لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ {٢٨} 28. Allah melarang orang-orang beriman menjadikan orang-orang kafir sebagai wali-wali bagi mereka dengan memberikan kecintaan dan pertolongan dengan meninggalkan orang-orang yang beriman. Barang siapa yang berwala' kepada mereka, berarti ia telah berlepas dari Allah, dan Allah pun berlepas darinya. Kecuali jika kalian dalam keadaan lemah lagi takut maka Allah memberikan keringanan kepada kalian untuk melakukan gencatan senjata dengan karena mengkhawatirkan tindak kejahatan mereka sampai keadaan kalian kuat. Allah memperingatkan kalian akan Diri-Nya. Oleh karena itu, bertakwalah dan takutlah kepada-Nya. Hanya kepada Allah semata tempat kembali semua makhluk untuk dihisab dan diberi balasan.
قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {٢٩} 29. Katakanlah, wahai Nabi, kepada orang-orang beriman, "Jika kalian menyembunyikan apa yang tertanam di dalam hati kalian, yang berupa sikap memberikan loyalitas kepada orang-orang kafir dan menolong mereka, atau jika kalian menampakkan hal itu maka tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah. Ilmu Allah itu meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Allah memiliki kekuasaan yang sempurna atas segala sesuatu.
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَدًا بَعِيدًا ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ {٣٠} 30. Pada Hari Kiamat nanti, yang merupakan Hari Pembalasan, dalam penantiannya setiap jiwa akan mendapati amal kebajikan yang telah dilakukannya itu benar-benar dipenuhi di hadapannya, agar ia diberi balasan karenanya. Begitu juga, setiap amal buruk yang dilakukannya ia dapati dalam penantiannya juga, sampai akhirnya ia berangan-angan sekiranya antara dirinya dengan amal ini ada jarak waktu yang sangat jauh, sehingga ia bisa menyiapkan diri untuk menghadapi hari tersebut, dan mereka takut akan siksaan dari Allah Yang Mahaperkasa. Sekalipun hukuman dari Allah itu keras, namun Allah tetap Maha Penyayang kepada para hamba-Nya.
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ {٣١} 31. Katakanlah wahai Rasul: Jika kalian benar-benar cinta kepada Allah maka ikutilah aku dan berimanlah kepadaku secara lahir dan batin, pasti Allah pun akan mencintai kalian dan menghapuskan dosa-dosa kalian. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa para hamba-Nya yang beriman serta merahmati mereka. "Ayat yang mulia ini menjadi hakim atas setiap orang yang mengaku cinta kepada Allah namun tidak mau mengikuti Nabi-Nya, Muhammad dengan sebenar-benarnya sikap mengikuti, taat kepadanya berkenaan dengan segala perintah dan larangannya; maka pengakuan orang tersebut adalah dusta, sampai ia benar-benar mau mengikuti Rasul dengan sebenar-benarnya.
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ {٣٢} 32. Katakanlah, wahai Rasul, "Taatlah kalian kepada Allah dengan cara mengikuti Kitab-Nya, dan taatlah kalian kepada Rasul dengan cara mengikuti sunnah beliau, baik semasa hidup maupun sesudah beliau tiada." Jika ternyata mereka berpaling darimu serta terus menerus berada di atas kekufuran dan kesesatan seperti sebelumnya maka mereka sama sekali tidak berhak untuk mendapatkan kecintaan Allah. Sesungguhnya Allah itu tidak mencintai orang-orang yang kafir.
إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ {٣٣} 33. Sungguh, Allah telah memilih Nabi Adam, Nuh, dan keluarga Ibrahim serta keluarga Imran dengan menjadikan mereka sebagai orang-orang yang paling utama di zaman mereka.
ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ {٣٤} 34. Para nabi dan rasul itu merupakan silsilah (keturunan) orang-orang suci yang terus bersambung dalam keikhlasan karena Allah dan ketauhidan kepada-Nya serta mengamalkan wahyu-Nya. Allah Maha Mendengar seluruh perkataan hamba-Nya serta Maha Mengetahui segala perbuatan mereka. Dan Allah akan memberikan balasan kepada mereka atas itu semua.
إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ {٣٥} 35. Ingatlah, wahai Rasul, perihal Maryam, ibunya dan anak-nya yaitu Isa agar dengan itu engkau bisa membantah siapa saja yang mengklaim (meyakini) ketuhanan Isa atau statusnya sebagai anak Allah (menurut anggapan mereka). Yaitu ketika istri Imran mengandung (Maryam) seraya ber-kata, "Wahai Rabbku, sesungguhnya aku telah menjadikan (menadzarkan) janin yang ada di perutku ini semata untuk-Mu, agar berkhidmat untuk Baitul Maqdis. Oleh karena itu, terimalah nadzarku. Sesungguhnya hanya Engkau saja yang mendengar doaku dan mengetahui niatku."
فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ {٣٦} 36. Ketika masa kehamilannya sudah sempurna, lalu ia melahirkan bayinya maka ia berkata, "Wahai Rabbku, sesungguh-nya aku melahirkannya berjenis kelamin wanita; yang tentu saja tidak pantas berkhidmat di Baitul Maqdis." Allah lebih tahu tentang anak yang dilahirkannya. Kelak Allah akan menjadikannya sebagai wanita yang memiliki kedudukan yang tinggi. Selanjutnya ia berkata, "Namun laki-laki yang memang saya inginkan untuk bisa berkhidmat (memberikan pelayanan) itu tidaklah seperti wanita. Sebab, laki-laki itu lebih kuat dan lebih teguh untuk berkhidmat daripada wanita. Aku namakan ia Maryam. Dan sesungguhnya aku memohonkan perlindungan kepada-Mu untuknya dan juga keturunannya dari setan yang terusir dari rahmat-Mu."
فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ {٣٧} 37. Allah mengabulkan doanya dan menerima nadzarnya dengan penerimaan yang baik. Allah memberikan penjagaan kepada putrinya yang bernama Maryam itu dan menumbuhkannya dengan pertumbuhan yang baik. Allah memudahkan Nabi Zakaria untuknya sebagai seorang yang memeliharanya dan menempatkannya di peribadatannya. Ternyata, setiap kali Zakaria masuk menemuinya di tempat ini, beliau dapati adanya makanan di sisinya yang sudah siap santap. Zakaria berkata,"Wahai Maryam, dari mana makanan yang baik ini?" la menjawab, "la merupakan rezeki dari sisi Allah. Sungguh, Dia memberikan rezeki dengan karunia-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki dari para hamba-Nya tanpa hitungan."
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ {٣٨} 38. Ketika Nabi Zakaria melihat kemuliaan yang diberikan kepada Maryam, berupa rezeki dan karunia-Nya maka ia menghadapkan diri kepada Rabbnya dengan berdoa, "Wahai Rabbku, berikanlah kepadaku dari sisi-Mu anak yang shalih lagi diberkahi. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa siapa saja yang memanjatkannya kepada-Mu."
فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ {٣٩} 39. Kemudian malaikat memanggilnya ketika beliau sedang berdiri di hadapan Allah di tempat shalatnya sambil berdoa: "Sesungguhnya Allah memberikan kabar yang menggembirakanmu. Yaitu bahwa engkau akan dianugerahi seorang anak yang bernama Yahya, yang akan membenarkan kalimat dari Allah, yaitu Isa putra Maryam. Yahya ini akan menjadi pemimpin kaumnya. la memiliki kedudukan dan martabat yang tinggi. la seorang yang menahan diri sehingga tidak melakukan perbuatan-perbuatan dosa dan memperturutkan hawa nafsu yang merusak. la akan menjadi seorang nabi yang berasal dari kalangan orang-orang shalih yang mencapai puncak keshalihan."
قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَأَتِي عَاقِرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكَ اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ {٤٠} 40. Zakaria berkata dengan penuh rasa senang dan keheranan, "Wahai Rabbku, bagaimana saya bisa memiliki seorang anak, sedangkan saya sudah tua renta seperti ini, sementara istriku juga seorang yang mandul; tak bisa memberikan anak?" Allah berfirman, "Demikianlah Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki, berupa perbuatan-perbuatan yang menakjubkan dan luar biasa."
قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً ۖ قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمْزًا ۗ وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ {٤١} 41. Zakaria berkata, "Wahai Rabbku, berikan kepadaku suatu tanda yang bisa saya gunakan untuk memberikan bukti akan adanya anak dariku, sehingga aku pun merasa senang dan gembira." Allah menjawab, "Tandanya darimu yang kau minta adalah bahwa engkau tidak akan bisa berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali hanya dengan menggunakan isyarat saja. Padahal engkau adalah seorang yang sehat tanpa cacat. Pada masa ini, perbanyaklah menyebut Rabbmu dan berdoalah kepada-Nya pada petang dan pagi hari!"
وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ {٤٢} 42. Ingatlah wahai Rasul, ketika malaikat ber-kata, "Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu untuk menaati-Nya, membersihkanmu dari akhlak yang tercela, serta memilihmu di antara seluruh wanita sedunia di zamanmu."
يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ {٤٣} 43. "Wahai Maryam, senantiasalah berbuat taat kepada Rabbmu, berdirilah (kerjakanlah shalat) dengan penuh kekhusyukan dan kerendahan diri, bersujudlah, dan rukuklah bersama dengan orang-orang yang rukuk. Itu semua sebagai bentuk syukur kepada Allah atas nikmat- nikmat yang telah dianugerahkan kepadamu."
ذَٰلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۚ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَامَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ {٤٤} 44. Apa yang telah Kami kisahkan kepadamu itu, wahai Rasul, merupakan bagian dari berita-berita yang gaib yang Kami wahyukan kepadamu. Sebab, kamu tidak berada bersama mereka ketika mereka berselisih pendapat tentang siapa yang lebih berhak mengasuh Maryam sampai terjadi percekcokan, sehingga mereka harus melakukan undian dengan melemparkan anak panah mereka; lantas Zakaria memenangkan undian sehingga ia pun berhak mengasuhnya.
إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ {٤٥} 45. Demikian juga, engkau tidaklah berada di sana ketika malaikat berkata, "Wahai Maryam, sesungguhnya Allah memberimu kabar gembira dengan kelahiran seorang putra yang penciptaannya dengan kalimat dari Allah. Allah firmankan, 'Jadilah!' Lalu jadilah ia. Namanya adalah Al-Masih Isa bin Maryam. la memiliki kehormatan yang agung di dunia dan di akhirat, serta termasuk orang-orang yang didekatkan di sisi Allah pada Hari Kiamat."
وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ {٤٦} 46. Dia mampu berbicara kepada manusia ketika ia masih berada di buaian setelah ia dilahirkan. Demikian juga ia berbicara kepada umat manusia ketika sudah dewasa dengan menyampaikan apa yang telah diwahyukan oleh Allah kepadanya. Ini adalah bentuk bicara yang menjadi bukti kenabian, serta bicara yang bermakna dakwah dan bimbingan. la termasuk orang yang memiliki keshalihan dan keutamaan, baik dalam hal ucapan maupun perbuatan.
قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ {٤٧} 47. Maryam berkata dengan penuh keheranan terhadap perkara ini, "Dari mana saya bisa memiliki anak, sedangkan aku tidak punya suami dan aku juga bukan seorang pelacur?" Malaikat berkata, "Apa yang terjadi pada dirimu ini tidaklah sesuatu yang mustahil bagi Dzat Yang Mahakuasa, yang mampu mengadakan apa saja yang Dia kehendaki yang sebelumnya tidak ada. Jika la hendak mencipta sesuatu, cukuplah la katakan,"Jadi!" lalu jadilah ia.
وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ {٤٨} 48. Allah mengajarkan kepadanya tulis-menulis, mengajarkan kelurusan dalam berucap dan berbuat, serta mengajarkan Taurat yang telah diwahyukan kepada Nabi Musa dan Injil yang diturunkan kepadanya.
وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ ۖ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ اللَّهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ {٤٩} 49. Allah menjadikannya sebagai seorang rasul yang diutus kepada Bani Israil. la berkata kepada mereka, "Sesungguhnya aku telah datang kepada kalian dengan membawa tanda dari Rabb kalian yang menunjukkan bahwa aku adalah seorang utusan Allah. Tandanya adalah bahwa aku akan membuatkan untuk kalian semacam seekor burung yang terbuat dari tanah, lalu aku akan meniupnya sehingga ia benar-benar menjadi seekor burung sungguhan dengan izin Allah. Aku juga menyembuhkan anak yang buta sejak lahir dan menyembuhkan orang yang terkena penyakit sopak (kusta). Aku juga menghidupkan orang yang mati dengan izin Allah. Aku bisa mengabarkan kepada kalian tentang apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di dalam rumah kalian berupa makanan. Sesungguhnya perkara-perkara yang besar ini, yang berada di luar kemampuan manusia, merupakan bukti bahwa aku adalah seorang nabi dan utusan Allah, jika kalian memang mempercayai hujah-hujah Allah dan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasan)-Nya serta mengakui keesaan-Nya."
وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ {٥٠} 50. "Aku datang kepada kalian dengan membenarkan ajaran yang terdapat dalam kitab Taurat. Juga untuk menghalalkan bagi kalian berdasarkan wahyu dari Allah sebagian dari apa yang pernah diharamkan oleh Allah atas kalian, sebagai bentuk keringanan dari Allah dan kasih sayang-Nya. Aku juga datang kepada kalian dengan membawa hujah dari Rabb kalian atas kebenaran dari apa yang aku katakan kepada kalian. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah; jangan sampai menyelisihi perintah-Nya. Taatilah aku berkenaan dengan apa yang aku sampaikan dari Allah kepada kalian."
إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۗ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ {٥١} 51. Sesungguhnya Allah yang aku seru kalian kepada-Nya adalah Rabbku dan Rabb kalian jua. Oleh karena itu, beribadahlah kepada-Nya. Aku dan kalian sama-sama berkewajiban beribadah dan tunduk kepada-Nya. Inilah jalan lurus yang tidak ada kebengkokannya.
فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ {٥٢} 52. Ketika Isa merasa (mengetahui) bahwa mereka merencanakan tindak kekufuran maka beliau menyeru di hadapan para sahabat beliau yang setia, "Siapakah yang akan bersamaku di dalam membela agama Allah?" Para sahabat beliau yang setia itu menjawab,"Kami adalah para pembela agama Allah dan orang-orang yang selalu menyeru kepada-Nya. Kami membenarkan Allah dan mengikutimu. Saksikanlah olehmu, wahai Nabi Isa, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada Allah dengan bertauhid dan menunaikan ketaatan."
رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ {٥٣} 53. "Wahai Rabb kami, kami membenarkan kitab Injil yang telah Engkau turunkan dan kami mengikuti utusan-Mu yaitu, Isa. Maka jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memberikan kesaksian kepada-Mu dengan wandaniah (ke-esaan-Mu) dan kepada nabi-nabi-Mu dengan risalah. Mereka adalah umat Muhammad yang bersaksi kepada para rasul bahwa mereka adalah penyampai risalah kepada umat-umat mereka."
وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ {٥٤} 54. Orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil membuat makar terhadap Nabi Isa dengan cara memberikan mandat kepada seseorang untuk membunuhnya melalui tipu muslihat. Lalu Allah mengirimkan seseorang yang mirip dengan Nabi Isa yang kemudian mereka tangkap, mereka bunuh dan mereka salib. Mereka menyangka bahwa ia adalah Nabi Isa Allah adalah sebaik-baik pembalas makar. Dalam ayat ini terdapat penetapan sifat makar bagi Allah sesuai dengan keagungan dan kesempurnaan-Nya. Ini adalah makar yang benar serta sebagai balasan terhadap orang-orang yang berbuat makar.
إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ {٥٥} 55. Pembalasan makar dari Allah terhadap mereka itu adalah ketika Allah berfirman kepada Nabi Isa, "Sesungguhnya Aku mengambilmu dari bumi ini tanpa tersentuh oleh tangan-tangan jahat, mengangkatmu kepada-Ku dengan jasad dan ruhmu, serta membersihkanmu dari orang-orang yang ingkar kepadamu. Juga menjadikan orang-orang yang mengikutimu, yakni mengikuti din-mu dan segala ajaran yang engkau bawa dari Allah, berupa ajaran agama dan kabar gembira dengan kedatangan Nabi Muhammad serta beriman kepadanya setelah diutusnya beliau dan berpegang kepada syariat beliau; bahwa mereka adalah orang-orang yang menang dalam menghadapi orang-orang yang meng-ingkari kenabianmu hingga Hari Kiamat. Kemudian, hanya kepada-Ku tempat kembali kalian semua pada Hari Perhitungan Amal, sehingga Aku putuskan perihal yang kalian perselisihkan berkenaan dengan perkara Nabi Isa
فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَأُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ {٥٦} 56. Adapun orang-orang yang mengingkari Al-Masih, yaitu dari kalangan kaum Yahudi, atau orang-orang yang mendudukkan beliau secara berlebihan (melampaui batas), yaitu dari kalangan kaum Nasrani; pasti akan Aku adzab mereka dengan adzab yang keras ketika di dunia, yaitu dengan pembunuhan, perampasan harta kekayaan, dan lenyapnya kepemilikan; serta adzab di akhirat dengan api neraka. Mereka tidak memiliki satu penolong pun yang bisa membela mereka dan menolak adzab Allah dari mereka.
وَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ {٥٧} 57. Sedangkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan beriman kepada para rasul-Nya serta beramal shalih, Allah akan memberikan pahala atas amal perbuatan mereka tanpa dikurangi sedikit pun. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat zhalim, baik kezhaliman dalam bentuk kemusyrikan maupun kekufuran.
ذَٰلِكَ نَتْلُوهُ عَلَيْكَ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ {٥٨} 58. Apa yang Kami kisahkan kepadamu berkenaan dengan Nabi Isa itu merupakan bagian dari bukti-bukti nyata akan keabsahan risalahmu dan keabsahan Al-Qur'an Al-Hakim yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, sehingga tidak ada lagi keraguan dan kebimbangan terhadapnya.
إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ {٥٩} 59. Sesungguhnya penciptaan Nabi Isa tanpa seorang ayah adalah seperti halnya Allah menciptakan Adam tanpa ayah dan tanpa ibu. Allah menciptakan Adam dari tanah bumi ini, kemudian berfirman kepadanya, "Jadilah kau manusia!" lalu jadilah ia manusia. Anggapan terhadap sisi ketuhanan Nabi Isa karena ia tercipta tanpa seorang ayah adalah anggapan yang salah. Nabi Adam bahkan diciptakan tanpa ayah dan tanpa ibu. Dengan demikian jelaslah sudah bahwa Nabi Isa adalah salah seorang dari hamba-hamba Allah.
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْمُمْتَرِينَ {٦٠} 60. Kebenaran yang tidak ada keraguan di dalamnya berkenaan dengan perkara Nabi Isa, adalah kebenaran yang datang kepadamu, wahai Rasul, dari Rabbmu. Oleh karena itu, tetaplah pada keyakinanmu serta pendirianmu tanpa pernah ragu. Janganlah menjadi bagian dari orang-orang yang ragu. Ini merupakan bentuk peneguhan dan penenteraman terhadap Rasulullah.
فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ {٦١} 61. Siapa yang membantahmu, wahai Rasul, berkenaan dengan perkara Nabi Isa putra Maryam, setelah datang ilmu kepadamu tentang perkara Nabi Isa maka katakan kepada mereka, "Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kalian, istri-istri kami dan istri-istri kalian, diri kami dan diri kalian. Kemudian kita sama-sama menghadapkan diri kepada Allah untuk berdoa agar Dia menurunkan hukuman dan laknat-Nya terhadap orang-orang yang berdusta dan terus-menerus menentang."
إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ ۚ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {٦٢} 62. Sesungguhnya apa yang telah Aku kabarkan kepadamu berkenaan dengan perkara Nabi Isa adalah berita yang benar, yang tidak ada keraguan di dalamnya. Tidak ada yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah semata. Sesungguhnya Allah itu Mahaperkasa dalam kerajaan-Nya dan Mahabijaksana dalam pengaturan dan perbuatan-Nya.
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِالْمُفْسِدِينَ {٦٣} 63. Jika mereka berpaling dari membenarkanmu dan tidak mau mengikutimu maka mereka itu adalah orang-orang yang berbuat kerusakan. Allah Mahatahu tentang mereka, dan Allah akan memberikan balasan kepada mereka atas hal itu.
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ {٦٤} 64. Katakanlah, wahai Rasul, kepada Ahlukitab dari kalangan Yahudi maupun Nasrani, "Marilah sama-sama berpegang kepada kalimat yang adil dan benar, yang kita semua sama-sama bisa berpegang kepadanya. Yaitu mengkhususkan ibadah hanya kepada Allah semata dan agar kita tidak menjadikan satu sekutu pun bersama-Nya, baik berupa berhala, salib, thaghut atau yang lainnya. Demikian juga tidak ada sebagian dari kita yang menjadikan sebagian yang lain sebagai sembahan yang ditaati selain Allah. "Jika mereka berpaling dari seruan yang baik ini, katakanlah, wahai kaum beriman, kepada mereka, "Saksikanlah bahwa kami adalah orang muslim yang berserah diri dan tunduk patuh kepada Rabb kami dengan menunaikan ubudiah dan keikhlasan. Seruan kepada kalimat yang adil ini juga berlaku bukan hanya ditujukan kepada kaum Yahudi dan Nasrani, akan tetapi juga kepada siapa saja yang semisal dengan mereka.
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تُحَاجُّونَ فِي إِبْرَاهِيمَ وَمَا أُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ إِلَّا مِنْ بَعْدِهِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ {٦٥} 65. Wahai Ahlukitab, baik dari kalangan Yahudi maupun Nasrani, bagaimana masing-masing dari kalian berbantah-bantah bahwa Nabi Ibrahim berada dalam millahnya, padahal Taurat dan Injil tidaklah diturunkan kecuali setelah sepeninggal beliau? Apakah kalian tidak juga memahami kesalahan perkataan kalian bahwa Ibrahim itu menganut ajaran Yahudi atau Nasrani? Kalian tentu sudah tahu bahwa ajaran Yahudi dan Nasrani itu lahir sekian waktu setelah wafatnya beliau.
هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ حَاجَجْتُمْ فِيمَا لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ فَلِمَ تُحَاجُّونَ فِيمَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ {٦٦} 66. Begitulah kalian. Kalian ini sewajarnya hanya membantah Rasulullah, Muhammad, berkenaan dengan sesuatu yang kalian ketahui berkaitan dengan urusan agama kalian, mengenai apa yang kalian yakini keabsahannya dalam kitab-kitab kalian. Lantas mengapa kalian berbantah-bantahan berkenaan dengan sesuatu yang kalian sama sekali tidak memiliki ilmu tentangnya berkaitan dengan urusan Nabi Ibrahim? Allah mengetahui segala urusan sekalipun tersembunyi, sedangkan kalian tidak mengetahui.
مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ {٦٧} 67. Nabi Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan juga Nasrani. Ajaran Yahudi maupun Nasrani baru lahir setelah beliau tiada. Beliau adalah seorang yang mengikuti perintah Allah dan taat kepada-Nya serta berserah diri kepada Rabbnya. Beliau tidak termasuk orang-orang musyrik.
إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَٰذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُوا ۗ وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ {٦٨} 68. Sesungguhnya manusia yang paling berhak untuk dekat dengan Nabi Ibrahim dan yang lebih mendapatkan kekhususan dengan beliau adalah orang-orang yang beriman kepadanya, membenarkan risalahnya, serta mengikuti ajarannya. Demikian juga Nabi Muhammad ini dan orang-orang yang beriman kepada beliau. Sesungguhnya Allah adalah Wali bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya dan mengikuti syariat-Nya.
وَدَّتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يُضِلُّونَكُمْ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ {٦٩} 69. Segolongan dari kaum Yahudi dan Nasrani ingin menyesatkan kalian dari Islam, wahai orang-orang muslim. Namun, sebenarnya mereka itu tidaklah menyesatkan kecuali diri mereka sendiri dan juga para pengikutnya, sedangkan mereka tidak menyadari hal itu dan tidak mengetahuinya.
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَأَنْتُمْ تَشْهَدُونَ {٧٠} 70. Wahai orang yang diberi Taurat dan diberi Injil, mengapa kalian mengingkari ayat-ayat Allah yang telah Allah turunkan kepada para rasul-Nya dalam kitab-kitab mereka, yang di dalamnya terdapat penegasan bahwa Nabi Muhammad adalah rasul yang ditunggu-tunggu, dan bahwa ajaran yang beliau bawa adalah kebenaran; sedangkan kalian menyaksikan itu semua? Namun ternyata kalian mengingkarinya.
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ {٧١} 71. Wahai orang yang diberi Taurat dan Injil, mengapa kalian mencampuradukkan yang benar di dalam kitab-kitab kalian dengan kebatilan yang kalian rekayasa dan yang kalian tulis dengan tangan-tangan kalian sendiri. Lantas kalian menyembunyikan kebenaran yang ada dalam kedua kitab tersebut yang berupa sifat Nabi Muhammad dan bahwa ajarannya adalah benar; sedangkan kalian sebenarnya mengetahui hal itu.
وَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمِنُوا بِالَّذِي أُنْزِلَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُوا آخِرَهُ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ {٧٢} 72. Segolongan dari Ahlukitab dari kalangan Yahudi berkata, "Benarkanlah apa yang diturunkan kepada orang-orang yang beriman pada permulaan siang (pagi) dan ingkarilah pada akhir siang (petang); agar mereka menjadi ragu berkenaan dengan urusan agama mereka, lantas mereka akan kembali (murtad) darinya."
وَلَا تُؤْمِنُوا إِلَّا لِمَنْ تَبِعَ دِينَكُمْ قُلْ إِنَّ الْهُدَىٰ هُدَى اللَّهِ أَنْ يُؤْتَىٰ أَحَدٌ مِثْلَ مَا أُوتِيتُمْ أَوْ يُحَاجُّوكُمْ عِنْدَ رَبِّكُمْ ۗ قُلْ إِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ {٧٣} 73. "Janganlah kalian membenarkan dengan pembenaran yang sebenarnya kecuali kepada orang yang mengikuti agama kalian, sedangkan ia adalah seorang Yahudi." Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, "Sesungguhnya hidayah dan taufik itu adalah hidayah dan taufik Allah menuju keimanan yang benar. "Mereka juga mengatakan, "Janganlah kalian menampakkan ilmu yang ada pada kalian kepada orang-orang yang beriman lalu mereka akan belajar dari kalian sehingga mereka menjadi sama dengan kalian dalam hal ilmu (pengetahuan) tentang-nya. Mereka akhirnya memiliki keutamaan mengalahkan kalian. Atau mereka akan menjadikannya sebagai hujah di sisi Rabb kalian untuk mengalahkan kalian dengan hujah ituf Katakanlah, wahai Rasul, "Sesungguhnya karunia, pemberian, dan seluruh urusan itu ada di tangan Allah dan di bawah pengaturan-Nya. Allah akan memberikannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara orang yang beriman kepada-Nya dan beriman kepada Rasul-Nya. Allah Mahaluas dan Mahatahu. Mahaluas dengan ilmu dan pemberian-Nya kepada seluruh makhluk-Nya yang memang berhak mendapatkan karunia dan nikmat dari-Nya."
يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ {٧٤} 74. Sesungguhnya Allah mengkhususkan di antara makhluk-Nya yang Dia kehendaki dengan memberikan kenabian dan hidayah menuju syariat yang paling sempurna. Allah memiliki karunia yang agung.
وَمِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ إِنْ تَأْمَنْهُ بِقِنْطَارٍ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ إِنْ تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍ لَا يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ إِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَائِمًا ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الْأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ {٧٥} 75. Di antara golongan Ahlukitab dari kalangan Yahudi, ada orang yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak maka ia akan mengemban kepercayaan itu (mengembalikannya kepadamu) tanpa berbuat khianat. Dan ada pula di antara mereka yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar saja, ia tidak akan mengembalikannya kepadamu kecuali jika engkau telah berupaya keras di dalam memintanya. Penyebabnya rusaknya akidah yang menjadikannya menghalalkan harta bangsa Arab secara batil. Mereka mengatakan,"Tidak ada dosa dan tidak ada salahnya bagi kami untuk memakan harta mereka, karena Allah memang telah menghalalkannya untuk kami." Ini merupakan sebuah kebohongan terhadap Allah. Mereka mengatakan dengan lidah mereka, namun sebenarnya mereka tahu bahwa mereka berdusta.
بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ وَاتَّقَىٰ فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ {٧٦} 76. Persoalannya tidaklah sebagaimana anggapan para pendusta tersebut. Sesungguhnya orang yang benar-benar bertakwa adalah orang yang memenuhi apa yang telah ia janjikan terhadap Allah berupa pelaksanaan amanah, beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya serta berpegang kepada petunjuk dan syariat-Nya, takut kepada Allah dengan menunaikan perintah-Nya dan menjauhi apa saja yang dilarang oleh-Nya. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa, yang mereka itu menjaga diri dari perbuatan syirik dan maksiat.
إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَٰئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ {٧٧} 77. Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan wasiat-Nya yang telah diwasiatkan dalam kitab-kitab yang telah diturunkan oleh-Nya kepada para nabi-Nya, dengan harga dan ganti (imbalan) yang rendah dari harga benda duniawi, mereka itu tidak akan memiliki jatah dari pahala di akhirat. Allah juga tidak sudi mengajak mereka berbicara dengan sesuatu yang menyenangkan mereka, tidak sudi melihat mereka pada Hari Kiamat dengan mata yang penuh kasih sayang, serta tidak akan membersihkan mereka dari noda dosa dan kekufuran. Bagi mereka itu adzab yang menyakitkan.
وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ {٧٨} 78. Di kalangan kaum Yahudi itu terdapat satu kelompokyang menyimpangkan perkataan dari tempat yang semestinya dan mengganti firman Allah, dengan maksud agar orang lain menganggap bahwa ini adalah bagian dari firman Allah yang diturunkan, yaitu Taurat. Padahal sebenarnya hal itu sama sekali bukan merupakan bagian darinya. Mereka mengatakan, "Ini berasal dari sisi Allah yang diwahyukan kepada Nabi Musa." Padahal ia bukan bagian dari sisi Allah. Demi meraih keuntungan duniawi, mereka mengatakan kehohongan terhadap Allah, padahal mereka tahu bahwa sebenarnya mereka itu berdusta.
مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ {٧٩} 79. Tidak layak bagi seorang manusia pun yang Allah berikan Kitab-Nya kepadanya dan menjadikannya sebagai pemutus perkara di antara para hamba-Nya serta memilihnya sebagai seorang nabi, lantas ia berkata kepada umat manusia, "Beribadahlah kepadaku, dan jangan beribadah kepada Allah!" Akan tetapi, mestinya ia mengatakan, "Jadilah kalian para hakim, fuqaha' (orang-orang yang paham ajaran Allah) serta menjadi ulama, disebabkan karena kalian mengajarkan wahyu dari Allah kepada orang lain dan dikarenakan oleh apa yang kalian pelajari darinya; dengan menghafal, mengerti, dan memahaminya.
وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلَائِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا ۗ أَيَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ {٨٠} 80. Demikian juga tidak layak jika ia menyuruh kalian untuk menjadikan para malaikat dan nabi-nabi itu sebagai sembahan yang kalian ibadahi selain Allah. Apakah masuk akal, wahai sekalian manusia, jika ia memerintahkan kalian untuk mengingkari Allah setelah kalian tunduk kepada perintah-Nya?
وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ ۚ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَىٰ ذَٰلِكُمْ إِصْرِي ۖ قَالُوا أَقْرَرْنَا ۚ قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ {٨١} 81. Ingatlah, wahai Rasul, ketika Allah mengambil janji yang kuat (piagam) atas seluruh nabi, "Jika Aku berikan kepada kalian kitab dan hikmah, kemudian datang kepada kalian seorang rasul dari sisi-Ku yang membenarkan apa yang ada pada kalian maka kamu akan beriman dan membelanya. Lantas, apakah kalian mengakui hal itu serta menunaikan janji yang kuat terhadap-Ku?" Mereka menjawab, "Kami semua mengakui hal itu." Allah berfirman, "Hendaklah sebagian dari kalian menjadi saksi atas sebagian yang lain, dan persaksikanlah hal itu kepada umat-umat kalian. Sesungguhnya Aku bersama kalian menjadi bagian dari para saksi terhadap kalian dan terhadap mereka." Dengan ini, Allah mengambil janji yang kuat atas setiap nabi agar beriman kepada Nabi Muhammad serta mengambil janji yang kuat atas umat para nabi akan hal itu.
فَمَنْ تَوَلَّىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ {٨٢} 82. Barang siapa yang berpaling dari dakwah Islam setelah mendapatkan keterangan ini, dan juga setelah adanya perjanjian yang diambil oleh Allah atas para nabi-Nya, mereka adalah orang-orang yang keluar dari agama Allah dan ketaatan kepada Rabb mereka.
أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ {٨٣} 83. Apakah orang-orang yang fasik dari kalangan Ahlukitab itu menginginkan selain agama Allah (Islam), yang dengan itu Allah mengutus Nabi Muhammad. Padahal segala yang ada di langit maupun di bumi itu pasrah dan tunduk kepada Allah, baik dengan sukarela seperti keadaan orang-orang beriman, maupun karena terpaksa dalam kondisi terjepit ketika hal itu tidak lagi berguna bagi mereka, yaitu orang-orang kafir, dan sebagaimana tunduk pula kepada-Nya seluruh makhluk yang ada. Hanya kepada-Nya mereka semua dikembalikan pada Hari Kiamat, sehingga Allah akan memberikan balasan kepada masing-masing berdasarkan amalnya. Ini merupakan peringatan dari Allah kepada makhluk-Nya agar tidak ada seorang pun dari mereka yang kembali kepada-Nya di atas ajaran selain Islam.
قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ {٨٤} 84. Katakanlah kepada mereka, wahai Rasul, "Kami membenarkan Allah dan taat kepada-Nya. Tidak ada Rabb bagi kami selain-Nya. Tidak ada yang berhak diibadahi selain-Nya. Kami juga beriman kepada wahyu yang telah diturunkan oleh Allah kepada kami dan yang telah Allah turunkan kepada Ibrahim, sang kekasih Allah, dan kepada kedua putranya yaitu, Ismail dan Ishaq, serta cucunya yaitu Ya'qub bin Ishaq, maupun yang diturunkan kepada anak turunannya, yaitu nabi-nabi dari kalangan kabilah Bani Israil yang berjumlah dua belas, yang merupakan keturunan Nabi Ya'qub. Juga beriman kepada apa yang telah diberikan kepada Nabi Musa dan Isa, yaitu Taurat dan Injil, dan apa yang telah diturunkan oleh Allah kepada para nabi-Nya. Kami beriman kepada semua itu. Kami tidak membedakan seorang pun di antara mereka. Hanya kepada Allah semata kami tunduk dengan menunaikan ketaatan. Kami mengakui rububiah, uluhiah, dan ibadah bagi-Nya."
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ {٨٥} 85. Barang siapa mencari agama selain din Islam, yang merupakan bentuk kepasrahan kepada Allah dengan cara bertauhid dan tunduk patuh kepada-Nya dengan melakukan ketaatan dan ubudiah, serta dengan cara mengikuti Rasul-Nya, nabi terakhir, yaitu Nabi Muhammad dengan cara beriman kepadanya, mengikutinya, serta mencintainya secara lahir dan batin; maka tidak akan diterima agama itu darinya. Sedangkan di akhirat nanti ia termasuk orang-orang yang merugi karena tidak memperoleh jatah akhirat.
كَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَشَهِدُوا أَنَّ الرَّسُولَ حَقٌّ وَجَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ {٨٦} 86. Bagaimana Allah akan memberikan taufik untuk beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya terhadap suatu kaum yang mengingkari kenabian Muhammad setelah mereka mengimaninya serta mereka telah bersaksi bahwa Muhammad serta ajaran yang beliau bawa adalah benar; sedangkan hujah-hujah yang datang dari sisi Allah serta berbagai bukti telah menunjukkan kebenaran hal itu. Allah tidak akan memberikan taufik menuju kebenaran kepada golongan yang zhalim. Mereka itu adalah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran menuju kebatilan. Mereka memilih kekufuran daripada iman.
أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ أَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ {٨٧} 87. Orang-orang yang zhalim itu akan mendapatkan balasan berupa laknat Allah, laknat para malaikat, dan laknat manusia seluruhnya atas mereka. Mereka itu diusir (dijauhkan) dari rahmat Allah.
خَالِدِينَ فِيهَا لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ {٨٨} 88. Mereka tinggal kekal di dalam neraka. Adzab terhadap mereka tidak akan pernah diangkat barang sebentar pun sehingga mereka bisa rehat. Demikian juga mereka tidak akan diberi tangguh meski dengan permohonan maaf yang mereka lakukan.
إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ {٨٩} 89. Kecuali orang-orang yang kembali kepada Rabb mereka dengan bertaubat yang tulus setelah mereka sempat melakukan tindak kekufuran dan kezhaliman, lantas mereka memperbaiki kerusakan yang pernah mereka perbuat dengan cara bertaubat; maka Allah tetap sudi menerima taubatnya. Allah Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba-Nya serta Maha Penyayang kepada mereka.
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَنْ تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الضَّالُّونَ {٩٠} 90. Sesungguhnya orang-orang yang kafir sesudah beriman, lantas ia terus-menerus dalam kekafirannya hingga meninggal, taubat mereka ketika kematian itu sudah di hadapannya tidak akan diterima. Mereka itu adalah orang-orang yang tersesat sehingga mereka pun keliru dalam menentukan jalan hidup.
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِ ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ {٩١} 91. Sungguh, orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad, lantas mereka mati dalam keadaan kufur kepada Allah dan Rasul-Nya maka tidak seorang pun dari mereka yang akan diterima tebusannya meskipun berupa emas sepenuh bumi untuk menebus dirinya dari adzab Allah; misalnya ia benar-benar mampu menebus dirinya dengan harta sebanyak itu. Bagi mereka itu adzab yang menyakitkan, sedangkan mereka tidak memiliki satu pun yang bisa menyelamatkan mereka dari adzab Allah.
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ {٩٢} 92. Kalian tidak akan meraih surga sehingga menyedekahkan sebagian dari apa yang kalian cintai. Apa saja yang kalian sedekahkan, sedikit atau banyak maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Dia akan memberikan balasan kepada setiap orang yang berinfak sesuai dengan amalannya.
كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَىٰ نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ ۗ قُلْ فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ {٩٣} 93. Setiap jenis makanan yang baik adalah halal bagi anak keturunan Nabi Ya'qub kecuali yang diharamkan oleh Nabi Ya'qub terhadap dirinya disebabkan oleh suatu penyakit yang menimpanya. Yang demikian itu berlaku sebelum diturunkannya Taurat. Maka ketika kitab Taurat itu sudah diturunkan, Allah pun mengharamkan atas Bani Israil sebagian dari jenis-jenis makanan yang sebelumnya halal bagi mereka. Yang demikian itu disebabkan oleh kezhaliman dan kelaliman mereka. Katakankah kepada mereka, wahai Rasul, "Bawakan Taurat dan bacalah isinya, jika kalian adalah orang-orang yang benar berkenaan dengan anggapan kalian bahwa Allah menurunkan di dalam kitab tersebut pengharaman apa saja yang telah diharamkan oleh Nabi Ya'qub atas dirinya, sehingga kalian mengerti betul kebenaran ajaran yang terdapat di dalam Al-Qur'an bahwa Allah tidaklah mengharamkan sesuatu pun atas Bani Israil sebelum turunnya Taurat, kecuali apa yang memang pernah diharamkan oleh Nabi Ya'qub atas dirinya."
فَمَنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ {٩٤} 94. Barang siapa yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah setelah membaca kitab Taurat dan setelah jelasnya persoalan, mereka itu adalah orang-orang yang zhalim, yang mengatakan perkataan batil terhadap Allah.
قُلْ صَدَقَ اللَّهُ ۗ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ {٩٥} 95. Katakanlah kepada mereka, wahai Rasul, "Mahabenar Allah berkenaan dengan segala yang Dia beritakan dan berkenaan dengan segala yang disyariatkan. Oleh karena itu, jika kalian memang orang-orang yang benar dalam memberikan kecintaan dan menisbahkan diri kepada Khalilullah Ibrahim maka ikutilah ajarannya yang telah Allah syariatkan melalui lisan Nabi Muhammad. Karena sesungguhnya ia adalah kebenaran yang tidak ada keraguan di dalamnya. Ibrahim bukanlah termasuk dari orang-orang yang menyekutukan Allah dengan seorang pun berkenaan dengan ketauhidan-Nya dan dalam menjalankan ibadah kepada-Nya."
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ {٩٦} 96. Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk (sarana) beribadah di muka bumi adalah Baitullah Al-Haram yang terletak di Mekah. Rumah ini diberkahi oleh Allah. Kebaikan di dalamnya dilipat gandakan; rahmat pun turun padanya. Menghadap ke Baitullah ketika mengerjakan shalat serta menuju ke sana dalam rangka menunaikan haji dan umrah, merupakan kebaikan dan petunjuk bagi umat manusia seluruhnya.
فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ {٩٧} 97. Di dalam rumah Allah ini terdapat tanda-tanda (petunjuk) yang nyata bahwa ia merupakan bangunan yang didirikan oleh Nabi Ibrahim, dan bahwa Allah telah mengagungkan dan memuliakannya. Demikian juga di situ terdapat maqam Ibrahim yaitu batu yang menjadi pijakan Ibrahim ketika mengangkat pondasi Baitullah bersama puteranya, yaitu Ismail. Barang siapa yang masuk ke dalam rumah ini maka dirinya menjadi aman sehingga tidak ada seorang pun yang bisa menimpakan keburukan (berbuat jahat) terhadapnya. Allah telah mewajibkan atas umat manusia yang mampu di setiap tempat untuk berangkat ke Rumah Allah (Baitullah) ini untuk menunaikan ibadah haji. Barang siapa mengingkari kewajiban menunaikan ibadah haji maka ia telah kafir. Allah Mahakaya (tidak butuh) kepadanya, hajinya, amalnya, serta tidak butuh kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya.
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا تَعْمَلُونَ {٩٨} 98. Katakanlah, wahai Rasul, kepada Ahlukitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani, "Mengapa kalian mengingkari hujah-hujah Allah yang menunjukkan bahwa din Allah itu adalah Islam. Lantas, kalian mengingkari apa yang terdapat dalam kitab-kitab kalian berupa dalil-dalil dan bukti-bukti akan kebenaran hal itu; sedangkan kalian semua mengetahui? Allah Maha Menyaksikan perbuatan yang kalian kerjakan." Demikian ini merupakan bentuk ancaman terhadap mereka.
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ تَبْغُونَهَا عِوَجًا وَأَنْتُمْ شُهَدَاءُ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ {٩٩} 99. Katakanlah, wahai Rasul, kepada kaum Yahudi dan Nasrani, "Mengapa kalian menghalang-halangi siapa saja yang ingin masuk ke dalam Islam; di mana kalian menghendaki kebengkokan dan kecondongan dari jalan yang lurus dan keistiqamahan, sedangkan kalian mengetahui bahwa apa yang aku bawa adalah kebenaran? Allah tidaklah pernah lengah dari apa yang kalian kerjakan dan Dia akan memberikan balasan kepada kalian atas itu semua."
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ {١٠٠} 100. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, serta mengamalkan syariat-Nya; jika kalian menaati (mengikuti) segolongan dari kalangan Yahudi dan Nasrani yang telah diberi kitab Taurat dan Injil maka mereka akan menyesatkan kalian. Mereka akan memasukkan syubhat ke dalam din kalian sehingga kalian berbalik mengingkari kebenaran setelah kalian mengimaninya. Oleh karena itu, jangan sampai kalian memberikan kepercayaan kepada mereka berkenaan dengan urusan din kalian dan jangan sampai kalian menerima pendapat atau saran dari mereka.
وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ ۗ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ {١٠١} 101. Bagaimana kalian sampai ingkar (kufur) kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, sedangkan ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan kepada kalian, dan Rasulullah Muhammad pun ada di tengah-tengah kalian dengan menyampaikan ayat-ayat itu kepada kalian? Barang siapa bersandar kepada Allah dan berpegang kepada Al-Qur'an dan Sunnah maka ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang terang dan minhaj yang lurus.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ {١٠٢} 102. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, takutlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Yaitu dengan selalu menaati-Nya dan tidak berbuat maksiat (durhaka) kepada-Nya, bersyukur dan tidak ingkar kepada-Nya, serta selalu ingat dan tidak lupa kepada-Nya. Terus-meneruslah dalam berpegang kepada Islam hingga akhir hayat kalian, sehingga kalian bertemu dengan Allah dalam keadaan berada di atas Dinul Islam.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ {١٠٣} 103. Berpeganglah kalian semua dengan Kitab Rabb kalian dan petunjuk Nabi kalian. Janganlah kalian melakukan sesuatu yang menyebabkan kalian berpecah. Ingatlah akan nikmat Allah yang agung, yang telah Allah anugerahkan kepada kalian. Yaitu ketika kalian, wahai kaum mukminin, saling bermusuhan sebelum Islam. Lalu Allah menyatukan hati kalian di atas kecintaan kepada-Nya dan kecintaan kepada Rasul-Nya. Allah memasukkan ke dalam hati kalian rasa cinta antara sebagian dari kalian kepada sebagian yang lain. Lalu dengan karunia-Nya itu kalian menjadi saudara yang saling mencintai. Kalian juga pernah berada di tepi jurang Jahanam, lalu Allah memberikan petunjuk kepada kalian dengan Islam dan Dia pun menyelamatkan kalian dari neraka. Sebagaimana Allah telah menjelaskan kepada kalian tentang petunjuk-petunjuk iman yang benar, demikian juga Dia menjelaskan kepada kalian segala hal yang di dalamnya terdapat kebaikan kalian, agar kalian mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus dan menempuhnya, sehingga kalian tidak akan tersesat darinya.
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ {١٠٤} 104. Hendaklah ada di antara kalian, wahai orang-orang yang beriman, segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kemakrufan (yaitu sesuatu yang dikenal sebagai kebaikan menurut syara' dan akal), serta mencegah kemungkaran (yaitu segala yang dikenal keburukannya secara syara' dan akal). Mereka itu adalah orang-orang yang beruntung dengan meraih surga yang penuh dengan kenikmatan.
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ {١٠٥} 105. Janganlah kalian, wahai orang-orang yang beriman, menjadi seperti golongan Ahlukitab yang di tengah-tengah mereka itu terjadi permusuhan dan kebencian, sehingga mereka berpecah belah menjadi kelompok-kelompok dan golongan-golongan. Mereka berselisih dalam urusan dasar-dasar agama mereka setelah kebenaran itu jelas bagi mereka. Mereka itu adalah orang-orang yang berhak mendapatkan adzab yang besar dan menyakitkan.
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ {١٠٦} 106. Pada Hari Kiamat nanti, wajah-wajah para peraih kebahagiaan itu putih berseri. Yaitu orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan melaksanakan perintah-Nya. Sedangkan wajah kaum yang sengsara berwarna hitam muram. Yaitu mereka yang mendustakan Rasul-Nya dan mendurhakai perintah-Nya. Adapun orang-orang berwajah hitam muram maka dikatakan kepada mereka sebagai bentuk makian, "Apakah kalian kufur setelah beriman, lantas kalian lebih memilih kekufuran daripada keimanan? Sekarang rasakan adzab disebabkan oleh kekufuran kalian!"
وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ {١٠٧} 107. Adapun golongan berwajah putih berseri disebabkan karena senang melihat kenikmatan serta karena kabar gembira yang disampaikan kepada mereka berupa kebaikan. Maka mereka itu berada di dalam surga Allah dan kenikmatannya. Mereka kekal di dalamnya tanpa pernah keluar darinya selamanya.
تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۗ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعَالَمِينَ {١٠٨} 108. Inilah ayat-ayat Allah dan bukti-bukti nyata yang Kami bacakan dan Kami kisahkan kepadamu, wahai Rasul, dengan benar dan meyakinkan. Allah tidaklah berbuat zhalim terhadap seorang pun dari makhuk-Nya dan juga tidak akan mengurangi sedikit pun dari amalan-amalan mereka. Sebab, Allah adalah Hakim yang adil, yang tidak pernah berbuat lalim.
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ {١٠٩} 109. Hanya milik Allah segala yang ada di langit dan di bumi. Semuanya milik-Nya semata, karena Dialah yang mencipta dan mengaturnya. Tempat kembalinya seluruh makhluk adalah kepada-Nya, lalu Dia akan memberikan balasan masing-masing dari hamba-Nya sesuai dengan haknya.
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ {١١٠} 110. Kalian, wahai umat Muhammad, adalah sebaik-baik umat dan manusia yang paling bermanfaat bagi sesama umat manusia. Kalian memerintahkan yang makruf (yaitu sesuatu yang dikenal sebagai kebaikan menurut syara' dan akal) dan mencegah kemungkaran (yaitu sesuatu yang dikenal sebagai keburukan menurut syara' dan akal). Dan kalian pun membenarkan Allah dengan pembenaran yang pasti, yang dikuatkan oleh amal. Jika saja Ahlukitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani itu beriman kepada Nabi Muhammad dan ajaran yang beliau bawakan kepada mereka dari sisi Allah sebagaimana keimanan kalian, tentu yang demikian itu lebih baik bagi mereka di dunia dan akhirat. Di antara mereka itu ada orang-orang yang beriman, yang membenarkan risalah Nabi Muhammad dan mengamalkannya, namun jumlah mereka sedikit. Sedangkan kebanyakan dari mereka itu keluar dari din Allah dan dari menunaikan ketaatan kepada-Nya.
لَنْ يَضُرُّوكُمْ إِلَّا أَذًى ۖ وَإِنْ يُقَاتِلُوكُمْ يُوَلُّوكُمُ الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يُنْصَرُونَ {١١١} 111. Sekali-kali kaum fasik dari kalangan Ahlukitab itu tidak akan bisa menimpakan mudharat kepada kalian, selain hanya berupa sesuatu yang menyakitkan pendengaran kalian berupa lafal-lafal syirik, kekufuran, dan semisalnya. Jika mereka memerangi kalian, pasti mereka akan terkalahkan dan akan lari ke belakang, kemu-dian mereka tidak akan dimenangkan dalam menghadapi kalian dalam kondisi apa pun.
ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ {١١٢} 112. Allah menjadikan kehinaan dan kerendahan sebagai sesuatu yang terus melekat tanpa pernah berpisah dari kaum Yahudi. Mereka itu adalah orang-orang yang rendah dan hina di mana saja mereka berada. Kecuali jika mereka berpegang kepada janji dari Allah dan janji dari manusia yang menjadikan manusia itu merasa aman dengannya, baik terhadap diri mereka maupun terhadap harta benda mereka. Yaitu perjanjian jaminan perlindungan (aqdudz dzimmah) bagi mereka dan pengharusan mereka untuk tunduk kepada hukum-hukum Islam. Mereka kembali dengan mendapatkan kemurkaan dari Allah dan memang layak mendapatkannya. Mereka juga diliputi oleh kehinaan dan kerendahan. Maka engkau tidak akan melihat seorang Yahudi pun kecuali selalu diliputi oleh rasa ketakutan kepada orang yang beriman. Rasa takut itu ditimpakan oleh Allah atas mereka disebabkan oleh kekufuran mereka kepada Allah dan disebabkan karena mereka melanggar batasan-batasan-Nya, serta karena mereka membunuh para nabi secara zhalim dan penuh permusuhan. Yang menjadikan mereka berani melakukan hal ini tidak lain adalah karena mereka melakukan berbagai tindak kemaksiatan serta karena mereka suka melanggar batasan-batasan Allah.
لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ {١١٣} 113. Orang-orang Ahlukitab itu tidak sama antara satu dengan lainnya. Di antara mereka adalah sekelompok yang lurus di atas perintah Allah, beriman kepada Rasul-Nya Muhammad, bangun malam untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'anul Karim, serta bermunajat kepada Allah dalam shalat yang mereka kerjakan.
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ {١١٤} 114. Mereka beriman kepada Allah dari Hari Akhir, memerintahkan segala bentuk kebaikan dan menyegah segala bentuk keburukan, serta bergegas untuk mengerjakan kebaikan. Mereka itu adalah bagian dari hamba-hamba Allah yang shalih.
وَمَا يَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ يُكْفَرُوهُ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ {١١٥} 115. Amal perbuatan apa pun, sedikit maupun banyak, di antara bentuk-bentuk amalan kebaikan yang dikerjakan oleh kelompok yang beriman ini, tidak akan disia-siakan di sisi Allah, namun akan diberikan pahala untuk mereka. Allah Mahatahu terhadap orang-orang yang bertakwa, yang mereka itu mengerjakan amal-amal kebaikan serta menjauhi segala hal yang diharamkan, semata untuk mencari ridha Allah dan mengharap pahala dari-Nya.
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ {١١٦} 116. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan mendustakan para rasul-Nya maka sekali-kali harta dan anak-anak mereka itu tidak akan bisa menolak adzab Allah sedikit pun, baik di dunia maupun di akhirat. Mereka itu adalah para penghuni neraka yang selalu berada di dalamnya tanpa pernah akan keluar darinya.
مَثَلُ مَا يُنْفِقُونَ فِي هَٰذِهِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلَٰكِنْ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ {١١٧} 117. Perumpamaan harta yang didermakan oleh orang-orang kafir untuk kebaikan di dalam kehidupan dunia ini dan pahala yang mereka harapkan, adalah seperti angin yang mengandung hawa sangat dingin yang berhembus menimpa tanaman suatu kaum yang mereka itu berharap kebaikannya. Disebabkan oleh dosa-dosa mereka, angin itu tidak menyisakan sedikit pun dari tanaman tersebut. Orang-orang kafir itu tidak mendapatkan pahala di akhirat. Allah tidaklah berbuat zhalim terhadap mereka, akan tetapi merekalah yang berbuat zhalim terhadap diri sendiri dikarenakan kekufuran dan kemaksiatan mereka.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ {١١٨} 118. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir itu sebagai orang-orang kepercayaan (wali-wali) kalian dengan mengesampingkan orang-orang yang beriman, di mana kalian membocorkan rahasia-rahasia kalian kepada mereka. Mereka itu tidak henti-hentinya merusak keadaan kalian. Mereka bergembira dengan apa yang menimpa kalian berupa kerugian dan kemalangan. Kerasnya kebencian mereka itu tampak dari perkataan mereka, sedangkan sikap permusuhan terhadap kalian yang disembunyikan dalam dada mereka jauh lebih besar. Kami telah menerangkan kepada kalian berbagai bukti dan hujah agar kalian bisa memetik pelajaran dan bersikap waspada, jika kalian dapat memahami nasihat dari Allah serta memahami perintah dan larangan-Nya.
هَا أَنْتُمْ أُولَاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ ۚ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ {١١٩} 119. Inilah bukti kesalahan kalian dalam mencintai mereka. Kalian mencintai mereka dan juga berbuat baik kepada mereka, namun mereka tidak mencintai kalian dan bahkan memberikan permusuhan dan kebencian kepada kalian. Dan kalian pun beriman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan oleh Allah seluruhnya, termasuk mengimani kitab mereka, sedangkan mereka tidak mengimani kitab kalian. Lantas bagaimana kalian sampai mencintai mereka? Jika mereka bertemu dengan kalian, mereka mengatakan dengan kepalsuan, "Kami beriman dan membenarkan." Namun ketika sebagian dari mereka telah menyendiri bersama sebagian yang lain, tampaklah kegundahan dan kesedihan yang menghantui mereka, lantas mereka menggigit jari disebabkan oleh amarah mereka yang memuncak karena mereka mengetahui persahabatan sesama kaum muslimin dan persatuan mereka, serta mengetahui kemuliaan Islam dan penghinaan terhadap mereka. Katakan ke-pada mereka, wahai Rasul, "Matilah kalian dise-babkan oleh amarah kalian yang luar biasa!" Sesungguhnya Allah mengetahui segala yang tersembunyi di dalam dada, dan Dia akan memberikan balasan masing-masing dari hamba sesuai dengan kebaikan atau keburukan yang telah dikerjakannya.
إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا ۖ وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ {١٢٠} 120. Wahai kaum beriman, di antara bentuk permusuhan mereka itu adalah jika kalian, memperoleh kebaikan yang berupa kemenangan dan harta rampasan perang, tampaklah kesedihan pada diri mereka. Sebaliknya jika kalian tertimpa suatu kemalangan yang berupa kekalahan atau kekurangan dalam hal harta, jiwa dan buah-buahan maka mereka menjadi senang. Jika kalian bersabar atas segala yang menimpa kalian serta bertakwa kepada Allah berkenaan dengan segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh-Nya maka tipu daya mereka tidak akan merugikan kalian. Allah mengetahui segala bentuk kerusakan yang dikerjakan oleh orang-orang kafir itu dan Allah akan memberikan balasan terhadap perbuatan mereka tersebut.
وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ {١٢١} 121. Ingatlah, wahai Rasul, ketika engkau keluar dari rumahmu dengan mengenakan perbekalan perang; engkau atur barisan sahabat-sahabatmu dan engkau tempatkan masing-masing di tempatnya untuk menghadapi kaum musyrikin pada Perang Uhud. Allah mendengar segala perkataan kalian dan mengetahui segala perbuatan kalian.
إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ تَفْشَلَا وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ {١٢٢} 122. Ingatlah, wahai Rasul, apa yang pernah terjadi pada Bani Salimah dan Bani Haritsah, ketika mereka berpikir hendak mundur dari medan perang bersama pemimpin mereka, si munafik Abdullah bin Ubay, karena takut berhadapan dengan musuh. Akan tetapi, Allah menjaga dan memelihara mereka, sehingga mereka akhirnya tetap melangkah ke medan perang bersamamu dengan bertawakal kepada Allah. Hanya kepada Allah hendaknya orang-orang beriman itu bertawakal.
وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ {١٢٣} 123. Sungguh, Allah telah menolong (memenangkan) kalian, wahai orang-orang yang beriman, pada Perang Badar dalam menghadapi musuh-musuh kalian dari kalangan kaum musyrikin, sekalipun jumlah kalian ketika itu sedikit, dan perlengkapan kalian kurang mencukupi. Maka takutlah kalian kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya supaya kalian bersyukur kepada-Nya atas limpahan nikmat-nikmat-Nya.
إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَنْ يَكْفِيَكُمْ أَنْ يُمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلَاثَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُنْزَلِينَ {١٢٤} 124. Ingatlah, wahai Rasul, apa yang pernah dialami oleh para sahabatmu pada waktu Perang Badar, ketika terasa berat rasanya saat kaum musyrikin mendapatkan bantuan, lalu Kami wahyukan kepadamu agar engkau mengatakan kepada me-reka, "Tidakkah cukup bagi kalian bantuan dari Rabb kalian berupa tiga ribu malaikat yang diturunkan dari langit ke medan perang yang meneguhkan kalian dan ikut berperang bersama kalian?"
بَلَىٰ ۚ إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ {١٢٥} 125. Ya, tentu. Bantuan itu sudah cukup bagi kalian. Kabar gembira lainnya adalah bahwa jika kalian bersabar dalam menghadapi musuh serta bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan apa saja yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang kalian darinya; sedangkan kaum kafir Mekah dengan tiba-tiba datang menyerang kalian dengan keyakinan bahwa mereka akan mampu membinasakan kalian, sesungguhnya Allah akan memberikan bantuan kepada kalian berupa lima ribu malaikat dengan mengenakan tanda. (Maksudnya: Mereka mengenalkan diri mereka dan kuda-kuda tunggangan mereka dengan tanda-tanda yang jelas).
وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُمْ بِهِ ۗ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ {١٢٦} 126. Allah tidaklah menjadikan bantuan berupa pengiriman para malaikat ini kecuali sebagai kabar gembira kepada kalian, agar hati menjadi tenang serta merasa nyaman dengan janji Allah kepada kalian. Kemenangan itu tidak lain datangnya dari sisi Allah, Dzat Mahaperkasa yang tidak bisa dikalahkan, serta Dzat Yang Mahabijaksana di dalam mengatur segala sesuatu serta di dalam berbuat.
لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوا خَائِبِينَ {١٢٧} 127. Pertolongan Allah kepada kalian pada Perang Badar itu adalah untuk membinasakan segolongan dari kaum kafir dengan keberhasilan dalam membunuh mereka. Siapa saja yang selamat dari pembunuhan maka ia akan kembali dalam keadaan bersedih hati dengan dada yang sempit; tampak kehinaan dan cela pada diri mereka.
لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ {١٢٨} 128. Tidak ada campurtangan bagimu sedikit pun, wahai Rasul, berkenaan dengan urusan para hamba. Segala urusan milik Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Boleh jadi sebagian dari mereka yang pernah memerangimu itu dada mereka menjadi lapang untuk menerima Islam, sehingga akhirnya mereka masuk Islam, lalu Allah menerima taubat mereka. Sedangkan barang siapa yang tetap berada dalam kekufurannya maka Allah akan menimpakan adzab kepada mereka di dunia dan akhirat disebabkan oleh kezhaliman dan kelalimannya.
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ {١٢٩} 129. Hanya milik Allah semata segala yang ada di langit dan di bumi. Allah memberikan ampunan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara para hamba-Nya dengan rahmat-Nya, serta menimpakan adzab kepada siapa saja yang Dia kehendaki dengan keadilan-Nya. Allah Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba-Nya serta Maha Merahmati (Menyayangi) mereka.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ {١٣٠} 130. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, waspadalah terhadap riba dengan segala jenisnya. Janganlah mengambil tambahan dari harta pokok kalian dalam memberikan pinjaman, sekalipun hanya sedikit. Lebih-lebih jika tambahan ini berlipat ganda setiap kali tiba waktu pembayaran utang. Bertakwalah kepada Allah dengan berpegang kepada syariat-Nya, sehingga kalian akan meraih keuntungan di dunia dan akhirat.
وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ {١٣١} 131. Buatlah perisai antara dirimu dengan api neraka yang dipersiapkan bagi orang-orang yang kafir.
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ {١٣٢} 132. Taatlah kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, berkenaan dengan apa saja yang Allah perintahkan kepada kalian berupa ketaatan-ketaatan, serta berkenaan dengan segala yang Allah larang berupa makan riba dan hal-hal lainnya. Taatilah Rasulullah agar kalian diberi rahmat sehingga tidak diadzab.
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ {١٣٣} 133. Bergegaslah kalian dengan menunaikan ketaatan kalian kepada Allah dan Rasul-Nya demi meraih ampunan yang agung dari Rabb kalian serta surga yang luas, seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ {١٣٤} 134. Yaitu orang-orang yang mendermakan harta mereka dalam keadaan lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan diri mereka dari meluapkan amarah dengan cara bersabar, dan orang-orang yang jika mampu melakukan pembalasan, mereka lebih memilih memberikan maaf terhadap orang yang berbuat zhalim kepada mereka. Inilah yang disebut ihsan, di mana Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ {١٣٥} 135. Dan juga orang-orang yang jika mengerjakan perbuatan dosa yang besar, atau berbuat zhalim terhadap diri mereka sendiri dengan melakukan dosa yang di bawahnya (lebih kecil) maka mereka segera ingat akan janji Allah dan ancaman-Nya, lalu mereka segera kembali kepada Rabb mereka dalam keadaan bertaubat kepada-Nya. Mereka memohon kepada-Nya agar sudi memberikan ampunan atas dosa-dosa mereka, sedangkan mereka meyakini betul bahwa tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Allah. Oleh karena itu, mereka tidak lagi melakukan maksiat dan mereka mengetahui bahwa jika mereka itu bertaubat maka Allah akan menerima taubat mereka.
أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ {١٣٦} 136. Orang-orang yang memiliki sifat-sifat agung seperti itu akan mendapat balasan berupa penutupan (pengampunan) dosa-dosanya oleh Allah. Mereka juga memperoleh surga-surga yang di bawah pepohonan dan istana-istananya terdapat air-air segar yang mengalir. Mereka kekal di dalamnya tanpa akan pernah keluar darinya. Sebaik-baik pahala bagi orang yang beramal adalah ampunan dan surga.
قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ {١٣٧} 137. Allah mengarahkan firman-Nya kepada orang-orang yang beriman ketika mereka mendapatkan musibah pada Perang Uhud sebagai bentuk penghiburan bahwa,"Telah berlalu pada umat-umat sebelum kalian, bahwa orang-orang beriman di antara mereka diperangi oleh orang-orang kafir, namun kemenangan akhir ada di tangan mereka. Oleh karena itu, berjalanlah di muka bumi untuk memetik pelajaran dari akibat yang diderita oleh orang-orang yang mendustakan Allah dan mendustakan para rasul-Nya.
هَٰذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِلْمُتَّقِينَ {١٣٨} 138. Al-Qur'an ini merupakan keterangan dan bimbingan menuju jalan kebenaran serta peringatan yang menjadikan hati kaum yang bertakwa itu khusyuk dan tunduk. Mereka adalah orang-orang yang takut kepada Allah. Hal itu dikhususkan bagi mereka karena mereka adalah orang-orang yang bisa memetik manfaatnya, sedangkan selain mereka tidak.
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ {١٣٩} 139. Janganlah kalian merasa lemah, wahai orang-orang yang beriman, dalam menghadapi perang melawan musuh kalian. Jangan pula bersedih hati atas apa yang telah menimpa kalian dalam Perang Uhud. Kalian adalah orang-orang yang menang. Kemenangan akhir ada di tangan kalian, jika kalian memang menjadi orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengikuti syariat-Nya.
إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ {١٤٠} 140. Jika kalian, wahai orang-orang yang beriman, terkena luka atau ada yang terbunuh dalam Perang Uhud, lantas kalian merasa sedih, ketahuilah bahwa kaum musyrikin juga telah terkena luka dan terbunuh seperti itu pula dalam Perang Badar. Demikianlah hari-hari itu dipergilirkan oleh Allah di tengah-tengah umat manusia; sesekali menang dan sesekali kalah. Pada yang demikian itu terdapat hikmah. Sehingga Allah menampakkan apa yang telah Allah ketahui sejak azali. Agar Allah membedakan orang mukmin yang sesungguhnya dengan yang lainnya, serta memuliakan beberapa golongan di antara kalian dengan rneraih kesyahidan. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat zhalim terhadap diri mereka sendiri dan duduk-duduk saja (berpangku tangan) tanpa mau berperang di jalan-Nya.
وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ {١٤١} 141. Kekalahan yang terjadi dalam Perang Uhud ini menjadi pelajaran dan pembersihan bagi orang-orang yang beriman, pemurnian bagi mereka dari orang-orang munafik, serta pembinasaan bagi orang-orang kafir.
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ {١٤٢} 142. Wahai para sahabat Nabi Muhammad "Apakah kalian menyangka akan masuk surga, sedangkan kalian belum diuji dengan perang dan kesempitan? Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian mendapatkan cobaan (ujian) terlebih dahulu. Allah mengetahui secara lahir di mata para makhluk, siapa di antara kalian yang berjihad di jalan-Nya dan siapa pula orang-orang yang bersabar di dalam menghadapi musuh."
وَلَقَدْ كُنْتُمْ تَمَنَّوْنَ الْمَوْتَ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَلْقَوْهُ فَقَدْ رَأَيْتُمُوهُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ {١٤٣} 143. "Sesungguhnya kalian, wahai orang-orang yang beriman, telah berharap untuk bertemu dengan musuh sebelum terjadinya Perang Uhud, agar kalian bisa meraih kemuliaan jihad dan mati syahid di jalan Allah yang telah ditempuh oleh saudara-saudara kalian pada Perang Badar. Nah, sekarang sudah tiba saatnya bagi kalian apa yang kalian angan-angankan dan kalian minta. Maka silakan kalian berperang dan bersabar."
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ {١٤٤} 144. Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul sebagaimana rasul-rasul lainnya yang telah mendahului beliau, yang bertugas menyampaikan risalah Rabbnya. Apakah jika ia wafat seiring dengan habisnya ajal, atau terbunuh, seperti berita yang dihembuskan oleh para musuh, lantas kalian kembali (berbalik) dari din kalian dan meninggalkan ajaran yang telah dibawa oleh Nabi kalian? Barang siapa di antara kalian yang berbalik dari din-nya maka sekali-kali ia tidak akan memberikan kerugian sedikit pun terhadap Allah. Justru ia merugikan dirinya sendiri dengan kerugian yang besar. Adapun orang yang tetap teguh di atas keimanan serta bersyukur kepada Rabbnya atas nikmat Islam maka sungguh Allah akan memberikan sebaik-baik balasan kepadanya.
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ {١٤٥} 145. Tidak ada seorang pun yang meninggal kecuali dengan izin Allah dan qadar-Nya; sehingga ia melengkapi masa yang memang sudah ditentukan oleh Allah baginya dengan ketetapan yang sudah pasti waktunya. Barang siapa yang dengan amalnya itu mencari keuntungan dunia maka Kami berikan kepadanya rezeki yang telah Kami bagikan untuknya; sedangkan ia tidak mendapatkan bagian di akhirat. Dan barang siapa yang dengan amalnya itu mengharapkan balasan dari Allah di akhirat maka Kami berikan kepadanya apa yang ia minta. Kami memberikan balasannya secara penuh, di samping jatah rezeki yang telah ditentukan baginya di dunia. Inilah bentuk terima kasih Kami atas ketaatan dan jihadnya, dan Kami akan memberikan balasan kebaikan kepada orang-orang yang bersyukur."
وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ {١٤٦} 146. Banyak sekali dari kalangan para nabi terdahulu yang berperang disertai oleh sekian banyak sahabat mereka. Mereka tidak merasa lemah karena adanya sebagian dari mereka yang terluka atau bahkan terbunuh. Sebab, yang demikian itu adalah dalam rangka menempuh jalan Rabb mereka. Mereka tidak merasa lemah dan tidak pula tunduk kepada musuh. Mereka bersabar atas apa yang telah menimpa mereka. Allah mencintai orang-orang yang bersabar.
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ {١٤٧} 147. Untaian kalimat yang dipanjatkan oleh orang-orang yang bersabar itu tidak lain adalah, "Ya Rabb kami, berikanlah ampunan kepada kami atas dosa-dosa dan tindakan kami yang melampaui batas dalam urusan din kami. Teguhkanlah kaki kami sehingga kami tidak melarikan diri dari perang melawan musuh kami. Tolonglah kami dalam melawan orang yang mengingkari keesaan-Mu dan mengingkari kenabian para nabi-Mu.
فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ {١٤٨} 148. Maka Allah pun memberikan balasan kepada orang-orang yang sabar itu ketika di dunia dengan kemenangan atas musuh-musuh mereka dan dengan peneguhan mereka di muka bumi, serta dengan balasan yang baik lagi agung di akhirat; yaitu surga-surga yang penuh dengan kenikmatan. Allah menyukai siapa saja yang memperbaiki ibadahnya kepada Rabbnya dan memperbaiki muamalahnya dengan makhluk-Nya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ {١٤٩} 149. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, jika kalian mematuhi orang-orang yang mengingkari uluhiah-Ku dan tidak beriman kepada rasul-rasul-Ku —dari kalangan kaum Yahudi, Nasrani, kaum munafikin dan kaum musyrikin—berkenaan dengan apa yang mereka perintahkan dan apa yang mereka larang; maka mereka akan menyesatkan kalian dari jalan kebenaran, dan kalian akan menjadi murtad dari din kalian. Kalau sudah begitu, kalian akan kembali dengan mengalami kerugian yang besar dan kehancuran yang pasti.
بَلِ اللَّهُ مَوْلَاكُمْ ۖ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ {١٥٠} 150. Mereka tidak akan pernah memberikan pertolongan kepada kalian, akan tetapi Allahlah Penolong kalian. Sungguh Allah adalah sebaik-baik penolong, sehingga bersama-Nya tidak lagi diperlukan pertolongan/bantuan dari seorang pun.
سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ {١٥١} 151. Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir itu ketakutan yang luar biasa disebabkan karena mereka menyekutukan Allah dengan ilah-ilah buatan mereka tanpa ada dalil atau keterangan nyata yang menunjukkan bahwa mereka berhak diibadahi di samping (peribadahan mereka kepada) Allah. Keadaan mereka di dunia adalah takut dan gelisah terhadap orang-orang yang beriman. Sedangkan tempat mereka di akhirat yang menjadi tempat kembali mereka adalah neraka. Yang demikian itu disebabkan karena kezhaliman dan sikap permusuhan mereka. Sungguh buruk, sekali tempat ini untuk mereka.
وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ ۚ مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ {١٥٢} 152. Sesungguhnya Allah telah menunaikan apa yang telah Dia janjikan kepada kalian berupa pertolongan (kemenangan) ketika kalian berhasil membunuh orang-orang kafir pada Perang Uhud dengan izin-Nya. Sehingga ketika kalian menjadi pengecut dan menjadi lemah untuk berperang serta berselisih: Apakah kalian akan tetap berada di tempat kalian atau meninggalkannya dalam rangka menghimpun harta rampasan perang bersama orang-orang yang mengumpulkannya? Lantas kalian mendurhakai perintah Rasul kalian ketika beliau memerintahkan kalian agar tidak meninggalkan tempat kalian dalam kondisi apa pun. Maka kekalahan pun menimpa kalian setelah Allah memperlihatkan kepada kalian sesuatu yang kalian sukai berupa kemenangan, dan menjadi jelas di antara kalian bahwa ada yang memang menginginkan harta rampasan perang dan ada yang menginginkan akhirat dan pahala di akhirat. Kemudian Allah memalingkan wajah kalian dari musuh untuk menguji kalian. Allah mengetahui penyesalan dan taubat kalian, lantas Dia berkenan memberikan maaf kepada kalian. Allah memiliki karunia yang agung yang dianugerahkan kepada orang-orang yang beriman.
إِذْ تُصْعِدُونَ وَلَا تَلْوُونَ عَلَىٰ أَحَدٍ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ فِي أُخْرَاكُمْ فَأَثَابَكُمْ غَمًّا بِغَمٍّ لِكَيْلَا تَحْزَنُوا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا مَا أَصَابَكُمْ ۗ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ {١٥٣} 153. Ingatlah kalian, wahai para sahabat Nabi Muhammad, apa yang terjadi pada diri kalian ketika mulai naik ke bukit karena lari dari musuh, dan kalian tidak menoleh kepada seorang pun karena dilanda ketakutan yang luar biasa; sedangkan Rasulullah tetap bertahan di medan perang memanggil kalian dari belakang seraya berseru, "Kemarilah, wahai para hamba Allah!" Sedangkan kalian tidak (mau) mendengarkan dan tidak melihat. Maka balasan untuk kalian adalah Allah menurunkan (menimpakan) kepedihan, kesempitan, dan kegundahan. Supaya kalian tidak bersedih hati atas apa yang luput dari kalian berupa kemenangan dan harta rampasan perang serta atas apa yang menimpa kalian berupa ketakutan dan kekalahan. Allah Maha Mengetahui segala amal perbuatan kalian; tak ada yang tersembunyi bagi-Nya sedikit pun.
ثُمَّ أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ بَعْدِ الْغَمِّ أَمَنَةً نُعَاسًا يَغْشَىٰ طَائِفَةً مِنْكُمْ ۖ وَطَائِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَلْ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ الْأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ مَا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ مَا قُتِلْنَا هَاهُنَا ۗ قُلْ لَوْ كُنْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ {١٥٤} 154. Kemudian, di antara bentuk rahmat Allah yang diberikan kepada kaum beriman yang ikhlas adalah bahwa Dia memasukkan ke dalam hati mereka itu ketenangan dan keyakinan akan janji Allah setelah sebelumnya mereka dilanda kegundahan dan kegelisahan. Di antara dampaknya adalah rasa kantuk yang menyelimuti segolongan dari mereka, yaitu orang-orang yang ikhlas dan yakin. Dan golongan lain yang digelisahkan oleh pikiran untuk hanya menyelamatkan diri mereka sendiri, tekad mereka lemah, disibukkan untuk memikirkan diri sendiri, berburuk sangka kepada Rabb mereka serta berburuk sangka kepada din dan Nabi-Nya. Mereka menyangka bahwa Allah tidak menyempurnakan urusan Rasul-Nya dan bahwa Islam tidak akan berdiri tegak. Oleh karena itu, engkau lihat mereka menyesal atas tindakan mereka keluar ke medan perang. Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, "Apakah kita punya pilihan berkenaan dengan urusan keluar dalam rangka perang?" Katakanlah kepada mereka, wahai Rasul, "Segala urusan ada di tangan Allah. Dialah yang menakdirkan keluarnya kalian (ke medan perang) serta apa yang menimpa kalian." Mereka menyembunyikan apa yang ada di dalam hati mereka sesuatu yang tidak mereka tampakkan kepadamu, yaitu berupa penyesalan atas keputusan mereka ikut keluar ke medan perang. Mereka mengatakan, "Kalau saja ada pilihan bagi kami barang sedikit pun, tentu kami tidak akan mati terbunuh di sini." Katakan kepada mereka, "Semua ajal itu ada di tangan Allah. Jika saja kalian berada di dalam rumah, namun Allah menetapkan bahwa kalian mau mati, tentulah orang-orang yang telah ditetapkan kematiannya akan keluar ke tempat di mana mereka akan mati terbunuh." Allah tidaklah menjadikan hal itu kecuali untuk menguji apa yang ada di dalam dada kalian berupa keraguan dan kemunafikan; untuk memisahkan yang buruk dari yang baik, serta untuk memperlihatkan urusan (kepribadian) orang mukmin dari orang munafik kepada umat manusia seluruhnya, baik berkenaan ucapan maupun perbuatan, Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam dada makhluk-Nya. Tidak ada sedikit pun dari urusan mereka yang tersembunyi bagi-Nya.
إِنَّ الَّذِينَ تَوَلَّوْا مِنْكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ إِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطَانُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوا ۖ وَلَقَدْ عَفَا اللَّهُ عَنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ {١٥٥} 155. Orang-orang yang lari di antara kalian, wahai para sahabat Nabi Muhammad, dari medan perang ketika kaum mukminin dan musyrikin bertempur dalam Perang Uhud, sebenarnya setanlah yang menjerumuskan mereka itu ke dalam dosa ini disebabkan oleh sebagian dari perbuatan dosa yang mereka lakukan. Allah telah memberikan maaf kepada mereka tanpa memberikan hukuman terhadap mereka. Allah Maha Pengampun terhadap orang-orang berdosa yang kemudian bertaubat, dan Allah Maha Penyantun; tidak buru-buru memberikan hukuman terhadap orang yang durhaka (bermaksiat) kepada-Nya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ كَفَرُوا وَقَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ إِذَا ضَرَبُوا فِي الْأَرْضِ أَوْ كَانُوا غُزًّى لَوْ كَانُوا عِنْدَنَا مَا مَاتُوا وَمَا قُتِلُوا لِيَجْعَلَ اللَّهُ ذَٰلِكَ حَسْرَةً فِي قُلُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ {١٥٦} 156. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, janganlah kalian menyerupai orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Rabb mereka. Mereka mengatakan kepada saudara-saudara mereka dari kalangan kaum kafir ketika mereka itu keluar rumah untuk mencari penghidupan atau ikut bergabung dengan pasukan perang sehingga mereka meninggal atau mati terbunuh, saja mereka tidak keluar dan tidak ikut berperang, namun mau tinggal diam saja bersama kami, tentu mereka tidak meninggal dan tidak mati terbunuh (di medan perang)." Perkataan ini semakin menambah kepedihan, kesedihan dan penyesalan yang ada di dalam hati mereka. Adapun orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa semuanya itu takdir dari Allah, sehingga Allah pun menunjuki hati mereka dan menjadikan musibah itu terasa ringan bagi mereka. Allah menghidupkan siapa saja yang memang Dia takdirkan hidup, sekalipun ia dalam keadaan musafir atau bahkan sedang berperang. Dan Allah mematikan siapa saja yang memang sudah sampai pada ajalnya, sekalipun ia mukim di kampung halamannya. Allah Maha Melihat apa saja yang kalian kerjakan, dan Dia akan memberikan balasan kepada kalian dengannya.
وَلَئِنْ قُتِلْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ {١٥٧} 157. Jika kalian benar-benar mati terbunuh, wahai orang-orang yang beriman, ketika kalian berjihad di jalan Allah, atau meninggal ketika berada di tengah-tengah suasana perang, Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian serta me-rahmati kalian dengan rahmat dari sisi-Nya, sehingga kalian akan beruntung dengan meraih surga yang penuh dengan kenikmatan. Demikian itu lebih baik dari dunia dan apa yang dihimpun oleh penghuninya.
وَلَئِنْ مُتُّمْ أَوْ قُتِلْتُمْ لَإِلَى اللَّهِ تُحْشَرُونَ {١٥٨} 158. Jika ajal kalian dalam kehidupan dunia ini memang sudah habis, lantas mati di atas ranjang atau terbunuh di medan perang, tentu hanya kepada Allah semata kalian akan dikumpulkan. Kemudian Allah akan memberikan balasan atas segala amal perbuatan kalian.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ {١٥٩} 159. Maka disebabkan oleh rahmat dari Allah padamu dan pada para sahabatmu, wahai Nabi, Allah memberikan anugerah kepadamu sehingga engkau bersikap lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau berperilaku buruk dan berkeras hati, tentu para sahabatmu akan berpaling dari sekelilingmu. Oleh karena itu, janganlah engkau hukum mereka atas kesalahan yang mereka perbuat dalam Perang Uhud. Mintalah kepada Allah, wahai Nabi, agar berkenan memberikan ampunan kepada mereka. Bermusyawarahlah dengan mereka dalam perkara-perkara yang memerlukan musyawarah. Jika engkau telah membulatkan tekad untuk melakukan suatu urusan setelah bermusyawarah maka tunaikanlah urusan itu dengan bersandar kepada Allah semata. Allah menyukai orang-orang yang bersandar (tawakal) kepada-Nya.
إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ {١٦٠} 160. Jika Allah memberikan pertolongan dan bantuan kepada kalian maka tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan kalian. Namun jika Allah membiarkan kalian, siapakah yang mampu memberikan pertolongan kepada kalian setelah Allah membiarkan kalian? Hanya kepada Allah semata seharusnya orang-orang beriman itu bertawakal.
وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّ ۚ وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ {١٦١} 161. Tidaklah pantas bagi seorang nabi untuk berkhianat terhadap para sahabatnya dengan mengambil sesuatu dari barang rampasan perang (ghanimah) selain yang telah dikhususkan oleh Allah baginya. Barang siapa yang melakukan hal itu di antara kalian maka ia akan datang pada Hari Kiamat dengan membawa barang hasil pengkhianatannya itu, untuk diperlihatkan keburukannya di tengah-tengah khalayak yang disaksikan oleh orang banyak. Kemudian masing-masing jiwa akan diberi balasan secara penuh atas apa yang telah ia kerjakan tanpa dikurangi dan tanpa dianiaya sama sekali.
أَفَمَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللَّهِ كَمَنْ بَاءَ بِسَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ {١٦٢} 162. Tidaklah sama antara orang yang tujuannya adalah meraih ridha Allah dengan orang yang bergelimang di atas kemaksiatan dan menjadikan Rabbnya murka, sehingga ia berhak menempati Jahanam yang merupakan seburuk-buruk tempat kembali.
هُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ {١٦٣} 163. Para penghuni surga itu, yang (ketika di dunia) melaksanakan perbuatan yang menjadikan Allah ridha kepadanya, derajat (tingkatan ke atas) mereka berbeda-beda. Demikian juga para penghuni neraka itu, yang (ketika di dunia) melakukan perbuatan yang menyebabkan Allah murka bermacam-macam pula tingkatannya ke bawah. Mereka tidaklah sama. Allah Maha Melihat segala amal perbuatan mereka, tanpa ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya.
لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ {١٦٤} 164. Sungguh, Allah telah menganugerahkan nikmat kepada orang-orang beriman dari bangsa Arab (saat itu) ketika Allah mengutus di tengah-tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri. Rasul itu membacakan kepada mereka ayat-ayat Al-Qur'an, membersihkan mereka dari syirik dan akhlak yang rusak serta mengajarkan kepada mereka Al-Qur'an dan As-Sunnah. Sungguh, sebelum kedatangan rasul ini mereka berada dalam kesesatan dan kebodohan yang nyata.
أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّىٰ هَٰذَا ۖ قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {١٦٥} 165. Mengapa kalian ketika ditimpa musibah, wahai orang-orang beriman, yaitu musibah yang menimpa kalian pada Perang Uhud, padahal kalian telah menimpakan dua kali musibah (kekalahan) terhadap kaum musyrikin pada Perang Badar, lantas kalian berkata dengan penuh keheranan, "Bagaimana bisa terjadi (kekalahan) seperti ini, padahal kami adalah orang-orang muslim, dan Rasulullah pun berada di tengah-tengah kami, sedangkan mereka adalah orang-orang musyrik?" Katakanlah kepada mereka, wahai Nabi, "Apa yang menimpa kalian ini sebenarnya berasal dari diri kalian sendiri, disebabkan karena kalian menyelisihi perintah Rasul, dan karena kalian lebih memilih untuk mengumpulkan harta rampasan perang." Sesungguhnya Allah dapat melakukan apa saja yang Dia kehendaki tanpa ada yang bisa mengganggu gugat keputusan-Nya.
وَمَا أَصَابَكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَلِيَعْلَمَ الْمُؤْمِنِينَ {١٦٦} 166. Apa yang menimpa kalian berupa luka atau mati terbunuh dalam Perang Uhud, yaitu pada hari bertemunya pasukan kaum mukminin dengan pasukan kaum musyrikin, lalu kemenangan itu pertama-tama berada di tangan kaum mukminin, namun selanjutnya berada di tangan kaum musyrikin; semuanya itu terjadi dengan qadha' dan qadar Allah. Dan agar Allah menampakkan apa yang telah Dia ketahui sejak azali untuk memisahkan siapa di antara kalian yang beriman secara benar.
وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ نَافَقُوا ۚ وَقِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوِ ادْفَعُوا ۖ قَالُوا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا لَاتَّبَعْنَاكُمْ ۗ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْإِيمَانِ ۚ يَقُولُونَ بِأَفْوَاهِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُونَ {١٦٧} 167. Dan juga agar Allah mengetahui orang-orang munafik yang Allah singkapkan apa yang ada di dalam hati mereka ketika orang-orang beriman itu berkata kepada mereka, "Marilah berperang bersama kami di jalan Allah atau jadilah kalian sebagai pembantu kami dengan memperbanyak jumlah kami!" Lantas mereka berkata, "Kalau saja kami mengetahui bahwa kalian memerangi seorang saja; namun ternyata kami menyertai kalian untuk menghadapi mereka yang berjumlah banyak." Ketika itu mereka lebih dekat kepada kekufuran daripada kepada keimanan. Sebab, mereka mengatakan dengan mulut mereka apa yang sebenarnya tidak ada dalam hati mereka. Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan di dalam dada mereka.
الَّذِينَ قَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوا لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا ۗ قُلْ فَادْرَءُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ {١٦٨} 168. Orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang hanya duduk saja (tidak turut berperang) dan mereka berkata kepada saudara-saudara mereka yang terkena musibah bersama kaum muslimin dalam peperangan melawan kaum musyrikin pada Perang Uhud, "Kalau saja mereka itu mau menuruti kami, tentu mereka tidak akan mati terbunuh." Katakanlah, wahai Rasul, kepada mereka, "Tolaklah kematian itu dari diri kalian, jika kalian memang orang-orang yang benar berkenaan dengan anggapan kalian bahwa seandainya mereka mau mematuhi kalian tentu tidak akan mati terbunuh, dan bahwa kalian telah selamat dari kematian itu karena memilih duduk saja tanpa mau terjun ke medan perang."
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ {١٦٩} 169. Janganlah kamu mengira, wahai Nabi, bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati, yang tidak bisa merasakan sesuatu pun. Akan tetapi mereka itu hidup dalam bentuk kehidupan barzakh di sisi Rabb mereka, kerena mereka telah berjihad karena-Nya serta mati di jalan-Nya. Mereka terus mendapatkan rezeki di surga dan terus mendapatkan kenikmatan.
فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ {١٧٠} 170. Kebahagiaan telah melimpah kepada mereka ketika Allah memberikan anugerah kepada mereka. Allah memberikan kepada mereka kenikmatan dan keridhaan yang membuat hati mereka senang. Ini adalah karena agungnya kedermawanan dan luasnya kemurahan Allah. Mereka merasa senang dengan saudara-saudara mereka para mujahid lainnya yang mereka tinggalkan dan masih hidup, agar mereka juga meraih keberuntungan sebagaimana yang telah mereka raih. Itu karena mereka tahu bahwa mereka (yang ditinggalkan itu) akan memperoleh kebaikan seperti yang telah mereka peroleh jika mereka kelak juga mati syahid di jalan Allah dalam keadaan ikhlas karena-Nya. Demikian juga tidak ada kekhawatiran atas mereka berkenaan dengan apa yang akan mereka hadapi berupa urusan-urusan akhirat serta tidak bersedih hati atas apa yang luput dari mereka dari jatah keduniaan.
يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ {١٧١} 171. Mereka dalam keadaan sangat gembira disebabkan oleh anugerah yang telah diberikan kepada mereka, berupa nikmat-nikmat dan karunia Allah yang melimpah. Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman kepada-Nya, tetapi justru akan mengembangkan dan menambahnya dari karunia-Nya.
الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِنْ بَعْدِ مَا أَصَابَهُمُ الْقَرْحُ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا أَجْرٌ عَظِيمٌ {١٧٢} 172. Yaitu orang-orang yang menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya dan mereka keluar untuk mengejar kaum musyrikin hingga ke Hamra'ul Asad, setelah kekalahan mereka pada Perang Uhud dengan segala rasa pedih dan luka. Mereka telah mengerahkan segala upaya dan berpegang teguh kepada petunjuk Nabi mereka. Bagi orang-orang yang berbuat baik dan bertakwa dari mereka, ada pahala yang agung.
الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ {١٧٣} 173. Yaitu orang-orang yang sebagian kaum musyrikin berkata kepada mereka, "Sesungguhnya Abu Sufyan dan orang-orang yang bersamanya telah mengambil kata sepakat untuk kembali menghadapi kalian dalam rangka mengusir kalian. Oleh karena itu, waspadalah terhadap mereka dan takutlah untuk bertemu dengan mereka. Tidak ada kekuatan bagi kalian untuk menghadapi mereka."Namun ancaman yang demikian itu justru semakin menambah keyakinan dan pembenaran mereka akan janji Allah terhadap mereka. Hal itu tidak memalingkan mereka dari tekad mereka, sehingga mereka tetap berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah. Mereka mengatakan, "Cukuplah Allah bagi kami. Dialah sebaik-baik Dzat yang dipasrahi untuk mengatur segala urusan hamba-hamba-Nya."
فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ {١٧٤} 174. Mereka pun akhirnya kembali dari Hamra'ul Asad ke Madinah dengan membawa nikmat dari Allah berupa pahala yang besar dan karunia dari-Nya dengan mendapatkan kedudukan yang tinggi. Keimanan dan keyakinan mereka semakin bertambah. Mereka berhasil menghinakan musuh-musuh Allah dan berhasil selamat dari mati terbunuh dan dari peperangan. Mereka mengikuti keridhaan Allah dengan menunaikan ketaatan kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Allah adalah Pemilik karunia yang agung, baik yang tercurah kepada mereka maupun kepada selain mereka.
إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ {١٧٥} 175. Orang yang berusaha membuat kalian putus asa dalam hal itu adalah setan. la datang kepada kalian untuk menakut-nakuti kalian terhadap para pembelanya. Oleh karena itu, janganlah kalian takut terhadap orang-orang musyrik, karena mereka itu adalah orang-orang yang lemah. Tidak ada penolong bagi mereka. Takutlah hanya kepada-Ku saja dengan cara menunaikan ketaatan kepada-Ku, jika kalian memang benar-benar orang yang membenarkan-Ku dan mengikuti Rasul-Ku.
وَلَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ ۚ إِنَّهُمْ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا ۗ يُرِيدُ اللَّهُ أَلَّا يَجْعَلَ لَهُمْ حَظًّا فِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ {١٧٦} 176. Jangan sampai orang-orang kafir itu bisa memasukkan rasa sedih ke dalam hatimu, wahai Rasul, disebabkan oleh ketergesa-gesaan mereka dalam melakukan tindak keingkaran dan kesesatan. Sungguh dengan itu semua mereka tidak akan bisa memberikan kerugian terhadap Allah. Justru mereka memberikan kerugian terhadap diri mereka sendiri disebabkan mereka tidak mampu nnendapatkan kemanisan iman serta pahala yang besar. Allah menghendaki untuk tidak memberikan pahala kepada mereka di akhirat. Sebab, mereka berpaling dari seruan kebenaran, dan bagi mereka adzab yang keras.
إِنَّ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْكُفْرَ بِالْإِيمَانِ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ {١٧٧} 177. Orang-orang yang menukar iman dengan kekufuran itu sekali-kali tidak akan pernah dapat memberikan kerugian sedikit pun terhadap Allah, tetapi kerugian (mudharat) atas perbuatan mereka itu akan kembali terhadap diri mereka sendiri. Bagi mereka adzab yang pedih di akhirat.
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ ۚ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ {١٧٨} 178. Janganlah orang-orang yang ingkar itu mengira bahwa jika Kami memanjangkan umur dan Kami memberi kesenangan pada mereka dengan berbagai bentuk kesenangan dunia serta tidak Kami hukum karena kekufuran dan dosa-dosa mereka, bahwa mereka itu mendapatkan kebaikan untuk diri mereka. Kami menangguhkan siksaan dan ajal mereka itu hanya untuk menjadikan mereka semakin banyak berbuat kezhaliman dan kelaliman, sedangkan bagi mereka adzab yang menghinakan dan merendahkan.
مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ {١٧٩} 179. Allah tidak akan membiarkan kalian, wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, dalam keadaan yang sekarang kalian alami. Yaitu berupa bercampurnya orang beriman di antara kalian dengan orang munafik, sehingga Allah memisahkan yang buruk dari yang baik. Dengan demikian dapat diketahui mana orang munafik dan mana orang mukmin yang sesungguhnya. Bukan bagian dari hikmah Allah untuk memperlihatkan kepada kalian, wahai kaum beriman, mengenai persoalan gaib yang diketahui oleh Allah berkenaan dengan para hamba-Nya sehingga kalian mengetahui siapa di antara mereka yang mukmin dan siapa yang munafik. Akan tetapi, Allah membedakan (memisahkan) mereka dengan ujian dan cobaan. Hanya saja Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara rasul-rasul-Nya untuk memperlihatkan kepada beliau tentang sebagian ilmu gaib melalui wahyu-Nya. Oleh karena itu, berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika kalian beriman kepada Allah dengan keimanan yang benar dan bertakwa kepada Rabb kalian dengan menunaikan ketaatan kepada-Nya. Maka bagi kalian pahala yang agung di sisi Allah.
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ {١٨٠} 180. Janganlah orang-orang yang bakhil dengan apa yang telah Allah anugerahkan kepada mereka sebagai karunia dari-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu lebih baik bagi mereka. Namun hal itu lebih buruk bagi mereka. Karena harta yang mereka kumpulkan akan menjadi kalung dari api yang dikalungkan di leher mereka pada Hari Kiamat. Allah adalah Pemilik segala kepemilikan dan Dia Mahakekal hingga setelah seluruh makhluk-Nya fana. Dia Maha Mengetahui segala perbuatan kalian, dan Dia akan memberikan balasan terhadap masing-masing sesuai dengan haknya.
لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ {١٨١} 181. Allah mendengar perkataan kaum Yahudi yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah itu miskin (membutuhkan kami) dengan meminta kepada kami agar memberikan pinjaman harta kepada-Nya, sedangkan kami adalah orang-orang yang kaya." Kami akan mencatat perkataan yang mereka ucapkan ini, dan Kami akan men-catat bahwa mereka rela terhadap tindakan nenek moyang mereka yang membunuh nabi-nabi Allah secara zhalim dan penuh permu-suhan. Dan Kami akan menghukum mereka di akhirat disebabkan yang demikian itu. Kami akan mengatakan kepada mereka ketika mereka disiksa di dalam neraka,"Rasakan adzab neraka yang membakar!"
ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ {١٨٢} 182. Adzab yang keras seperti itu disebabkan oleh perbuatan yang mereka lakukan dalam kehidupan di dunia, berupa kemaksiatan-kemaksiatan yang berbentuk perkataan, perbuatan maupun keyakinan. Sungguh Allah tidak akan pernah menganiaya para hamba.
الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ عَهِدَ إِلَيْنَا أَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُولٍ حَتَّىٰ يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ ۗ قُلْ قَدْ جَاءَكُمْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِي بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالَّذِي قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوهُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ {١٨٣} 183. Orang-orang Yahudi itu ketika diseru kepada Islam, mereka menjawab, "Sesungguhnya Allah telah memberikan wasiat kepada kami dalam Taurat agar kami tidak membenarkan seorang utusan pun yang datang kepada kami dan mengatakan bahwa ia adalah utusan Allah, sehingga ia datang kepada kami dengan sedekah yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, lalu turun api dari langit dan membakarnya." Katakan kepada mereka, wahai Rasul, "Kalian semua telah berdusta berkenaan dengan perkataan kalian. Karena telah datang kepada para pendahulu kalian beberapa orang rasul sebelumnya dengan membawa mukjizat-mukjizat dan bukti-bukti kebenaran mereka dan juga dengan apa yang kalian katakan berupa mendatangkan sedekah yang dimakan oleh api. Mengapa para pendahulu kalian itu membunuh para nabi jika kalian benar berkenaan dengan anggapan kalian?"
فَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ جَاءُوا بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَالْكِتَابِ الْمُنِيرِ {١٨٤} 184. Jika kaum Yahudi dan orang-orang kafir selain mere-ka mendustakanmu, wahai Rasul, sungguh orang-orang batil juga telah mendustakan sekian banyak para utusan sebelummu. Para nabi datang kepada kaum mereka dengan membawa berbagai mukjizat yang luar biasa dan hujah-hujah yang jelas serta kitab-kitab samawi yang merupakan cahaya yang menyingkap kegelapan serta kitab yang jelas dan nyata.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ {١٨٥} 185. Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Dengan kematian inilah seluruh makhluk akan kembali kepada Rabbnya untuk dihisab. Pahala-pahala dari amal perbuatan kalian akan dibalas secara sempurna pada Hari Kiamat tanpa dikurangi sedikit pun. Barang siapa yang dimuliakan oleh Rabbnya dan diselamatkan dari neraka serta dimasukkan ke dalam surga oleh-Nya, sungguh ia telah meraih puncak apa-apa yang selalu diminta oleh hamba-Nya. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang segera sirna maka janganlah kalian tertipu olehnya!"
لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ {١٨٦} 186. Sungguh, kalian akan diuji, wahai orang-orang beriman, berkenaan dengan harta kalian dengan mengeluarkan infak yang wajib maupun sunnah, berkenaan dengan kebutuhan-kebutuhan yang harus kalian penuhi, serta berkenaan dengan jiwa kalian berupa kewajiban kalian di dalam menjalankan ketaatan-ketaatan maupun apa yang menimpa kalian berupa luka, terbunuh, atau kehilangan orang-orang tercinta. Yang demikian itu adalah agar Allah memisahkan (membedakan) orang yang beriman secara benar dari yang lainnya. Begitu juga, kalian pasti akan mendengar omongan kaum Yahudi dan Nasrani serta orang-orang musyrik yang menyakitkan telinga; yaitu berupa kata-kata syirik dan celaan terhadap din kalian. Jika kalian mampu bersabar atas itu semua, wahai orang-orang yang beriman, serta bertakwa kepada Allah dengan menetapi ketaatan kepada-Nya dan menjauhi kemaksiatan terhadap-Nya maka yang demikian itu merupakan bagian dari perkara-perkara yang diutamakan dan diperlombakan.
وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۖ فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ {١٨٧} 187. Ingatlah, wahai Rasul, ketika Allah mengambil janji teguh terhadap orang-orang yang diberi Alkitab oleh Allah dari kalangan kaum Yahudi dan Nasrani (kaum Yahudi mempunyai kitab Taurat dan kaum Nasrani memiliki Injil), agar mereka mengamalkan keduanya serta menjelaskan kepada umat manusia apa yang terkandung di dalamnya. Jangan sampai mereka itu menutup-nutupi hal itu dan menyembunyikannya. Namun ternyata mereka melanggar janji itu dan tidak mau berpegang kepadanya. Mereka mengambil harga (keuntungan) yang tak seberapa sebagai imbalan atas tindakan mereka menyembunyikan kebenaran serta mengubah kandungan Alkitab. Sungguh, seburuk-buruk pertukaran adalah pertukaran yang mereka lakukan, yaitu dalam mengabaikan janji serta mengganti isi Alkitab.
لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوْا وَيُحِبُّونَ أَنْ يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِنَ الْعَذَابِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ {١٨٨} 188. Janganlah sekalikali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan perbuatan buruk yang telah mereka kerjakan, seperti kaum Yahudi, kaum munafik dan selain mereka, serta mereka yang senang jika mendapatkan pujian dari manusia dengan sesuatu yang belum mereka kerjakan, adalah orang-orang yang selamat dari adzab Allah di dunia. Di akhirat nanti mereka mendapatkan adzab yang memedihkan. Di dalam ayat ini terdapat ancaman keras terhadap setiap orang yang melakukan perbuatan buruk yang merasa kagum dengannya dan terhadap setiap orang yang bangga dengan apa yang belum ia kerjakan untuk mendapatkan pujian dari khalayak umat manusia.
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {١٨٩} 189. Hanya milik Allah semata kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ {١٩٠} 190. Sungguh pada penciptaan langit dan bumi tanpa ada contoh sebelumnya, dan juga pada pergantian malam dan siang berikut perbedaan panjang pendeknya, merupakan bukti-bukti nyata nan agung akan keesaan Allah bagi orang-orang yang berakal sehat.
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ {١٩١} 191. Yaitu orang-orang yang mengingat (menyebut) Allah dalam seluruh keadaannya, baik ketika berdiri, duduk maupun berbaring, dan mereka merenungkan penciptaan langit dan bumi seraya berkata, "Wahai Rabb kami, Engkau tidaklah menciptakan ini semua dengan sia-sia. Engkau tersucikan dari hal itu. Maka, enyahkanlah dari kami adzab neraka.
رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ {١٩٢} 192. Wahai Rabb kami, selamatkan kami dari neraka. Sungguh siapa saja yang Engkau masukkan ke dalam neraka karena dosa-dosanya maka Engkau telah menghinakan dan merendahkannya. Orang-orang yang berbuat dosa dan zhalim terhadap diri mereka sendiri, tidak memiliki seorang pun yang bisa menolak hukuman Allah dari mereka pada Hari Kiamat.
رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ {١٩٣} 193. Wahai Rabb kami, kami telah mendengar seorang penyeru, yaitu Nabi Muhammad menyeru umat manusia untuk mennbenarkan-Mu, mengakui keesaan-Mu serta mengamalkan syariat-Mu. Lalu kami pun memenuhi seruannya dan membenarkan risalahnya. Oleh karena itu, ampunilah dosa-dosa kami, tutuplah aib-aib kami dan sertakan kami bersama orang-orang yang shalih.
رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ {١٩٤} 194. Wahai Rabb kami, berikanlah kepada kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui lisan para utusan-Mu, berupa kemenangan, peneguhan, taufik dan hidayah. Janganlah Engkau bongkar aib kami disebabkan oleh dosa-dosa kami pada Hari Kiamat. Engkau Mahamulia, tak pernah menyelisihi janji yang telah Engkau berikan kepada para hamba-Mu.
فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ ۖ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۖ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ {١٩٥} 195. Allah pun mengabulkan doa mereka bahwa Dia tidak akan menyia-nyiakan usaha setiap orang yang beramal shalih di antara mereka, baik dari kalangan laki-laki ataupun perempuan. Mereka semua berada dalam persaudaraan Dinul Islam. Sedangkan penerimaan amal dan balasan atas amal itu adalah sama. Orang-orang yang berhijrah demi mendapatkan ridha Allah dan mereka diusir dari kampung halaman mereka, disakiti karena menunaikan ketaatan kepada Rabb mereka dan karena mereka beribadah hanya kepada-Nya, mereka berperang dan terbunuh di jalan Allah demi meninggikan kalimat-Nya. Maka sungguh Allah akan menutupi kemaksiatan-kemaksiatan yang pernah mereka lakukan sebagaimana Dia dahulu menutupinya ketika mereka masih berada di dunia, sehingga Allah tidak akan menghisab mereka atas hal itu. Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang di bawah istana-istananya dan pepohonan-pepohonannya terdapat sungai-sungai yang mengalir, sebagai balasan dari sisi Allah. Di sisi Allah terdapat pahala yang baik."
لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ {١٩٦} 196. Janganlah kamu sampai teperdaya, wahai Rasul, oleh apa yang ada pada orang-orang yang kafir kepada Allah, berupa keleluasaan hidup dan keluasan rezeki serta berpindahnya mereka dari satu tempat ke tempat lain dalam rangka berdagang serta mencari keuntungan dan mencari harta. Semua ini akan segera sirna dari mereka dan akan menanggung segala amal buruk yang mereka lakukan.
مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ {١٩٧} 197. itu hanyalah kesenangan yang bersifat fana (sementara), kemudian tempat kembali mereka pada Hari Kiamat adalah neraka, yang merupakan seburuk-buruk tempat.
لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِ {١٩٨} 198. Akan tetapi, orang-orang yang takut kepada Rabb mereka dengan menunaikan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya maka untuk mereka itu Allah telah menyiapkan surga-surga yang di bawah pepohonannya mengalir berbagai sungai. Itulah tempat tinggal mereka yang kekal. Mereka tidak akan keluar darinya. Apa yang dipersiapkan oleh Allah itu lebih agung dan lebih utama bagi orang-orang yang taat kepada-Nya daripada apa yang orang-orang kafir itu bergelimang di dalamnya berupa kenikmatan dunia.
وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ {١٩٩} 199. Sebagian dari kalangan Ahlukitab itu ada yang membenarkan Allah sebagai Rabb satu-satu-Nya dan Ilah yang mesti diibadahi. Juga membenarkan apa yang telah diturunkan kepada kalian, yaitu Al-Quran ini, dan membenarkan apa yang telah diturunkan kepada mereka berupa Taurat dan Injil. Mereka merendahkan diri di hadapan Allah dan tunduk kepada-Nya. Mereka tidak menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah dari materi duniawi. Mereka tidak menyembunyikan apa yang telah Allah turunkan dan juga tidak mengubahnya sebagaimana perbuatan Ahlukitab selain mereka. Bagi mereka itu ada pahala besar di sisi Allah pada hari ketika mereka bertemu dengan-Nya. Lalu Allah akan menyempurnakan pahala baginya tanpa dikurangi sedikit pun. Sungguh Allah itu amat cepat perhitungan-Nya. Tiada terasa berat baginya untuk menghitung amal-amalan mereka.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ {٢٠٠} 200. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, bersabarlah di dalam menunaikan ketaatan kepada Rabb kalian serta bersabarlah pula terhadap kemalangan dan bencana yang menimpa kalian. Bersabarlah pula di dalam menghadapi musuh-musuh kalian sehingga mereka tidak lebih sabar dari kalian. Tegakkanlah jihad melawan musuh-Ku dan musuh kalian. Takutlah kepada Allah dalam setiap keadaan kalian, dengan harapan bahwa kalian akan meraih keberuntungan dengan keridhaan-Nya di dunia dan akhirat.
Al-Qur'an Today @2006