 |
| طس ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْقُرْآنِ وَكِتَابٍ مُبِينٍ {١} |
1. Tha sin. Pembicaraan tentang huruf muqatha'ah te!ah dikemukakan di awal surah Al-Baqarah. Inilah ayat-ayat Al-Qur'an, yaitu ayat-ayat Al-Kitab yang mulia, yang jelas kandungan makna dan petunjuknya tentang ilmu, hikmah, dan syariah. Al-Qur'an adalah Al-Kitab, di sini Allah secara bersamaan menyebut kedua nama tersebut. |
| هُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ {٢} |
2. la merupakan ayat-ayat yang membimbing ke jalan kesuksesan di dunia dan akhirat dan menyampaikan kabar gembira mengenai pahala baik bagi orang-orang beriman yang telah membenarkannya dan mengikuti petunjuknya. Yaitu orang-orang yang menegakkan shalat lima waktu dengan menyempurnakan rukun dan syaratnya, menunaikan zakat wajib kepada orang-orang yang berhak, juga meyakini adanya kehidupan akhirat berikut pahala dan hukuman di sana. |
| الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ {٣} |
3. Lihat ayat 2 |
| إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمْ أَعْمَالَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُونَ {٤} |
4. Sungguh, orang-orang yang tidak memercayai kehidupan di negeri akhirat dan tidak beramal untuknya, Kami tampakkan kepada mereka amal-amal buruk mereka sebagai kebaikan, sehingga mereka ragu-ragu mengenainya. Mereka itulah yang akan mendapat adzab buruk di dunia, entah dibunuh, ditawan, dihinakan, atau dikalahkan, sedangkan di akhirat mereka menjadi manusia yang paling merugi. |
| أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَهُمْ سُوءُ الْعَذَابِ وَهُمْ فِي الْآخِرَةِ هُمُ الْأَخْسَرُونَ {٥} |
5. Lihat ayat 4 |
| وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى الْقُرْآنَ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ عَلِيمٍ {٦} |
6. Wahai Rasul, sungguh engkau benar-benar menerima Al-Qur'an dari sisi Allah Yang Mahabijaksana dalam menciptakan dan mengelola urusan serta pengetahuan-Nya meliputi segala hal. |
| إِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِأَهْلِهِ إِنِّي آنَسْتُ نَارًا سَآتِيكُمْ مِنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ آتِيكُمْ بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ {٧} |
7. Ingatlah kisah Musa ketika berkata kepada keluarganya dalam perjalanannya dari Madyan ke Mesir: "Sungguh, aku telah melihat api, aku akan datang kepada kalian darinya dengan membawa berita yang menunjukkan jalan kita atau dengan membawa sesuluh api agar kalian gunakan untuk menghangatkan diri dari dingin." |
| فَلَمَّا جَاءَهَا نُودِيَ أَنْ بُورِكَ مَنْ فِي النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {٨} |
8. Ketika Musa mendatangi api itu, Allah memanggil dan memberitahunya bahwa ini merupakan tempat yang disucikan dan diberkahi oleh Allah sehingga Dia jadikan sebagai tempat berbicara kepada Musa dan mengutusnya sebagai rasul serta Allah memberkahi para malaikat yang di dalam api maupun di sekitarnya. Mahasuci Allah, Rabb seluruh makhluk, dari segala hal yang tidak layak bagi-Nya. "Wahai Musa, sungguh, Akulah Allah, satu-satu-Nya yang berhak diibadahi, Mahaperkasa yang berkuasa menghukum musuh-musuh-Ku, Mahabijaksana dalam mengelola urusan makhluk-Ku. Lemparkan tongkatmu!" la pun melemparkan tongkatnya sehingga berubah menjadi seekor ular. Ketika ia melihatnya merayap dengan cepat seperti gerakan gesit seekor ular, ia berbalik lari dan tidak kembali. Lalu, Allah menenangkannya dengan firman-Nya: "Wahai Musa, jangan takut, sungguh orang yang Ku-utus dengan risalah-Ku, tidak takut di hadapan-Ku. Tetapi, siapa yang melanggar batas dengan melakukan dosa, kemudian bertaubat, lalu kebaikan taubat itu menggantikan keburukan dosa, sungguh Aku Maha Pengampun dan Maha Penyayang baginya, janganlah seseorang berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah. Masukkan tanganmu ke kerah baju, niscaya akan keluar warna putih seperti salju yang bukan belang, sebagai salah satu dari sembilan mukjizat. Mukjizat selain tangan adalah tongkat, kemarau panjang, kekurangan buah-buahan, taufan, belalang, kutu, katak, dan darah guna mendukung risalahmu kepada Firaun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka itu orang-orang yang melanggar perintah dan kafir kepada Allah." |
| يَا مُوسَىٰ إِنَّهُ أَنَا اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {٩} |
9. Lihat ayat 8 |
| وَأَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْسَلُونَ {١٠} |
10. Lihat ayat 8 |
| إِلَّا مَنْ ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسْنًا بَعْدَ سُوءٍ فَإِنِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ {١١} |
11. Lihat ayat 8 |
| وَأَدْخِلْ يَدَكَ فِي جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ ۖ فِي تِسْعِ آيَاتٍ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهِ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ {١٢} |
12. Lihat ayat 8 |
| فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ آيَاتُنَا مُبْصِرَةً قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ {١٣} |
13. Ketika mukjizat-mukjizat ini secara nyata datang kepada mereka di mana orang yang rnenyaksikannya bisa menjadikannya sebagai sarana untuk mengerti hakikat pe-tunjuknya, mereka justru berkata:"Ini sihir yang nyata." |
| وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ {١٤} |
14. Mereka mendustakan sembilan mukjizat yang mengandung petunjuk nyata mengenai kebenaran kenabian dan dakwah Musa; mereka secara lisan menyatakan tidak percaya bahwa ia datang dari sisi Allah, padahal dalam hati percaya, sebagai bentuk pelanggaran terhadap kebenaran dan kesombongan untuk mengakuinya. Maka perhatikanlah, wahai Rasul, bagaimanakah akibat yang akan menimpa orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan berbuat kerusakan di bumi, ketika mereka ditenggelamkan Allah di lautan. Kisah ini mengandung pelajaran bagi siapa pun yang mau mengambil pelajaran. |
| وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ عِلْمًا ۖ وَقَالَا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ {١٥} |
15. Kami telah mengaruniakan ilmu kepada Daud dan Sulaiman, lalu keduanya mengamalkannya dan berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan kami dengan ilmu ini dari sebagian besar hamba-Nya yang beriman." Ayat ini mengandung dalil mengenai kemuliaan ilmu dan kedudukan tinggi orang berilmu. |
| وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ ۖ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ {١٦} |
16. Sulaiman mewarisi kenabian, ilmu, dan kerajaan dari ayahnya, Daud. Sulaiman berkata kepada kaumnya: "Wahai manusia, kami telah diajari dan dipahamkan tentang ucapan burung dan diberi segala kebutuhan, sungguh yang diberikan oleh Allah kepada kami ini merupakan keutamaan nyata yang mengistimewakan kami dari orang lain." |
| وَحُشِرَ لِسُلَيْمَانَ جُنُودُهُ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ {١٧} |
17. Dikumpulkanlah untuk Sulaiman tentara-tentaranya dari kalangan jin, manusia, dan burung dalam sebuah perjalanan yang mereka lakukan; walaupun jumlah mereka banyak, tetapi mereka tidak terabaikan, bahkan pada setiap jenis terdapat penanggung jawab yang menertibkan mereka dari awal hingga akhir, supaya mereka semua berbaris dengan teratur. |
| حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ {١٨} |
18. Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, seekor semut berkata: "Wahai semua semut, masuklah ke dalam liang, jangan sampai Sulaiman dan tentara-tentaranya membinasakan kalian sedangkan mereka tidak menyadari hal itu!" Sulaiman pun tersenyum sambil tertawa karena ucapan semut ini, karena ia paham dan mengerti peringatan semut, ia pun merasakan nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, lalu menghadapkan diri kepada-Nya seraya berdoa: "Rabbi, ilhamilah aku dan berikanlah taufik kepadaku untuk mensyukuri nikmat yang telah Kau karuniakan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku serta agar aku beramal shalih yang Kauridhai, masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam kenikmatan surga-Mu bersama hamba-hamba-Mu yang shalih yang telah Kauridhai amal mereka." |
| فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ {١٩} |
19. Sulaiman pun memeriksa keadaan burung yang ditundukkan kepadanya, adakah di antaranya yang tidak hadir. Salah satu burung yang istimewa dan sangat dikenalnya adalah Hudhud, tetapi tidak ditemukannya. la pun bertanya: "Mengapa aku tidak melihat Hudhud seperti biasanya? Adakah sesuatu yang menghalangi penglihatanku ataukah ia termasuk yang tidak hadir di hadapanku sehingga aku tidak melihatnya?" Setelah mengetahui bahwa Hudhud tidak hadir, ia berkata: "Sungguh, aku benar-benar akan menyiksa Hudhud dengan keras disebabkan ketidakhadirannya ini sebagai pelajaran atau akan menyembelihnya sebagai hukuman atas pelanggaran tugasnya, kecuali jika ia mendatangkan alasan jelas ke hadapanku mengenai ketidak-hadirannya." |
| وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَا أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِينَ {٢٠} |
20. Lihat ayat 19 |
| لَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَذْبَحَنَّهُ أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ {٢١} |
21. Lihat ayat 19 |
| فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطْتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ {٢٢} |
22. Tidak lama berselang, Hudhud datang, Sulaiman pun mencelanya karena ketidakhadirannya. Hudhud pun berkata kepadanya: "Aku mengetahui satu hal yang tidak kau ketahui secara baik, aku datang membawa kabar penting kepadamu dari kota Saba' di Yaman, sedangkan aku sangat yakin mengenai berita itu. |
| إِنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ {٢٣} |
23. "Aku menemukan seorang wanita yang memimpin penduduk Saba', ia dikaruniai segala macam fasilitas dunia dan memiliki singgasana sangat besar yang biasa didudukinya untuk mengendalikan kerajaannya. |
| وَجَدْتُهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ {٢٤} |
24. "Aku mendapatinya dan kaumnya beribadah kepada matahari seraya enggan beribadah kepada Allah, sedangkan setan menghias perbuatan buruk yang biasa mereka lakukan itu sehingga menjauhkan mereka dari keimanan dan tauhid kepada Allah, mereka pun tidak mengikuti petunjuk menuju Allah, tauhid-Nya, dan ibadah kepada-Nya saja. |
| أَلَّا يَسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ {٢٥} |
25. "Setan menghiasi perbuatan itu sehingga nampak indah di mata mereka, agar mereka tidak bersujud kepada Allah Yang telah mengeluarkan segala hal yang tersembunyi di langit dan bumi, seperti hujan, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya serta Yang mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan yang mereka tampakkan. Allah Yang tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Dia, Rabb 'Arsy yang agung.' |
| اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ۩ {٢٦} |
26. Lihat ayat 25 |
| قَالَ سَنَنْظُرُ أَصَدَقْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْكَاذِبِينَ {٢٧} |
27. Sulaiman berkata kepada Hudhud: "Kami akan memeriksa berita yang kau sampaikan kepada kami, apakah engkau benar ataukah berdusta mengenainya. Pergilah kepada penduduk Saba' dengan membawa suratku ini, berikan surat ini kepada mereka, kemudian menyingkirlah tidak jauh dari mereka untuk mendengar perkataan mereka, lalu perhatikan perbincangan apakah yang terjadi di antara mereka!" |
| اذْهَبْ بِكِتَابِي هَٰذَا فَأَلْقِهْ إِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَانْظُرْ مَاذَا يَرْجِعُونَ {٢٨} |
28. Lihat ayat 27 |
| قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ {٢٩} |
29. Hudhud pergi dan melemparkan surat ke arah Sang Ratu, lantas surat itu dibaca olehnya. la pun mengumpulkan para pemuka kaumnya. Hudhud mendengarnya berkata kepada mereka: "Sungguh, telah sampai kepadaku sebuah surat yang sangat berharga dari seseorang tokoh agung. |
| إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ {٣٠} |
30. Lalu Sang Ratu melanjutkan penjelasannya: "Surat itu dari Sulaiman, diawali dengan ucapan bismillahirrahmnirrah'im. Janganlah sombong dan angkuh terhadap dakwah yang kuserukan kepada kalian serta datanglah kepadaku dengan kepatuhan kepada Allah dengan mengesakan, menaati, dan berserah diri kepada-Nya!" |
| أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ {٣١} |
31. Lihat ayat 30 |
| قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَفْتُونِي فِي أَمْرِي مَا كُنْتُ قَاطِعَةً أَمْرًا حَتَّىٰ تَشْهَدُونِ {٣٢} |
32. Ratu berkata: "Wahai para pemuka kaumku, sampaikan pendapat kalian kepadaku mengenai masalah ini, aku tidak akan memutuskan perkara ini kecuali dengan kehadiran dan setelah bermusyawarah dengan kalian." |
| قَالُوا نَحْنُ أُولُو قُوَّةٍ وَأُولُو بَأْسٍ شَدِيدٍ وَالْأَمْرُ إِلَيْكِ فَانْظُرِي مَاذَا تَأْمُرِينَ {٣٣} |
33. Mereka menjawab: "Kita memiliki kekuatan berupa jumlah personil dan perlengkapan yang besar, mereka adalah pasukan yang gagah berani dalam pertempuran, namun keputusan terserah Paduka Ratu, karena Paduka Ratu adalah pemilik kewenangan memutuskan perkara, silakan Paduka pikirkan perintah apakah yang akan Paduka berikan kepada kami? Kami semua akan mendengar dan patuh kepada perintah Paduka!" |
| قَالَتْ إِنَّ الْمُلُوكَ إِذَا دَخَلُوا قَرْيَةً أَفْسَدُوهَا وَجَعَلُوا أَعِزَّةَ أَهْلِهَا أَذِلَّةً ۖ وَكَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ {٣٤} |
34. Ratu berkata mengingatkan mereka agar tidak berperang fisik dengan Sulaiman dan menjelaskan akibat buruk yang timbul dari peperangan: "Sungguh, raja-raja itu bila pasukan mereka memasuki suatu negeri dengan paksa, niscaya mereka menghancurkannya, mengubah kedudukan orang-orang mulia di kalangan penduduknya menjadi hina, membunuh, dan menawan, inilah kebiasaan mereka yang terus berlangsung demi menjadikan manusia takut kepada mereka. Aku akan mengirimkan hadiah kepada Sulaiman yang berisi harta benda berharga untuk melunakkan hatinya dan menunggu jawaban yang dibawa pulang para utusan." |
| وَإِنِّي مُرْسِلَةٌ إِلَيْهِمْ بِهَدِيَّةٍ فَنَاظِرَةٌ بِمَ يَرْجِعُ الْمُرْسَلُونَ {٣٥} |
35. Lihat ayat 34 |
| فَلَمَّا جَاءَ سُلَيْمَانَ قَالَ أَتُمِدُّونَنِ بِمَالٍ فَمَا آتَانِيَ اللَّهُ خَيْرٌ مِمَّا آتَاكُمْ بَلْ أَنْتُمْ بِهَدِيَّتِكُمْ تَفْرَحُونَ {٣٦} |
36. Ketika utusan Sang Ratu datang membavva hadiah kepada Sulaiman, ia berkata menolak hadiah itu sambil menceritakan besarnya nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepadanya: "Apakah kalian ingin memberiku harta untuk menyenangkanku? Sedangkan kenabian, kerajaan, dan harta melimpah yang dikaruniakan Allah kepadaku itu lebih baik dan lebih berharga daripada apa yang kalian berikan. Bahkan, kalianlah yang bergembira dengan hadiah yang diberikan kepada kalian, karena kalian adalah orang-orang yang suka saling membanggakan dan berlomba dengan banyak dunia." |
| ارْجِعْ إِلَيْهِمْ فَلَنَأْتِيَنَّهُمْ بِجُنُودٍ لَا قِبَلَ لَهُمْ بِهَا وَلَنُخْرِجَنَّهُمْ مِنْهَا أَذِلَّةً وَهُمْ صَاغِرُونَ {٣٧} |
37. Sulaiman berkata kepada utusan penduduk Saba': "Kembalilah kepada mereka! Demi Allah, kami benar-benar akan mengirimkan kepada mereka tentara-tentara yang tidak akan mampu mereka hadapi dan mereka lawan, sungguh kami akan mengusir mereka dari negeri mereka dalam keadaan hina, jika mereka tidak patuh kepada din Allah saja dan meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya." |
| قَالَ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَنْ يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ {٣٨} |
38. Sulaiman berbicara kepada semua jin dan manusia yang ditundukkan Allah kepadanya: "Slapakah di antara kalian yang bisa mendatangkan singgasana kerajaan Ratu yang besar itu, sebelum mereka datang menyerah kepadaku?" |
| قَالَ عِفْرِيتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ ۖ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ {٣٩} |
39. Jin yang berbadan besar dan kuat berkata: "Aku akan mendatangkannya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu, aku benar-benar kuat untuk memikulnya dan tepercaya menjaga apa yang ada padanya, ia akan kudatangkan sama persis dengan keadaan semula tanpa mengurangi atau mengganti sedikit pun sebagiannya." |
| قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ {٤٠} |
40. Seseorang yang memiliki ilmu dari Al-Kitab berkata: "Aku akan mendatangkan singgasana ini ke hadapanmu sebelum kelopak matamu kembali ketika ia bergerak melihat sesuatu." Maka Sulaiman mengizinkannya. la pun berdoa kepada Allah sehingga singgasana itu berhasil didatangkannya. Ketika melihat singgasana itu berdiri tegak di hadapannya, Sulaiman berucap: "Ini merupakan karunia Rabbku yang telah menciptakanku dan seluruh alam untuk mengujiku, apakah aku akan mensyukurinya dengan mengakui nikmat yang Dia karuniakan kepadaku ataukah aku kufur dengan enggan bersyukur. Barang siapa yang bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya maka manfaatnya akan kembali kepadanya, sedangkan barang siapa yang mengingkari nikmat dan enggan bersyukur maka Rabbku Mahakaya tidak membutuhkan syukurnya lagi Maha Pemurah yang memberikan dunia kepada semua orang, baik yang bersyukur maupun kufur, kemudian Dia akan menghisab dan membalas mereka di akhirat." |
| قَالَ نَكِّرُوا لَهَا عَرْشَهَا نَنْظُرْ أَتَهْتَدِي أَمْ تَكُونُ مِنَ الَّذِينَ لَا يَهْتَدُونَ {٤١} |
41. Sulaiman berkata kepada orang-orang di sekitarnya: "Ubahlah singgasana kerajaan Ratu agar ia tidak mengenali ketika melihatnya, agar kita tahu apakah ia akan mendapat petunjuk untuk mengenalinya ataukah ia termasuk orang-orang yang tidak mendapat petunjuk?" |
| فَلَمَّا جَاءَتْ قِيلَ أَهَٰكَذَا عَرْشُكِ ۖ قَالَتْ كَأَنَّهُ هُوَ ۚ وَأُوتِينَا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهَا وَكُنَّا مُسْلِمِينَ {٤٢} |
42. Ketika Ratu Saba' datang kepada Sulaiman di majlisnya, ia ditanya: "Apakah singgasanamu seperti ini?" la menjawab: "Ya, mirip." Tahulah Sulaiman bahwa jawaban Ratu itu tepat, sedangkan Ratu mengetahui kekuasaan Allah dan kebenaran kenabian Sulaiman berkata: "Kami telah diberi ilmu tentang Allah dan kekuasaan-Nya sebelumnya, kami adalah orang-orang yang mematuhi perintah Allah dan mengikuti dinul Islam." |
| وَصَدَّهَا مَا كَانَتْ تَعْبُدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ إِنَّهَا كَانَتْ مِنْ قَوْمٍ كَافِرِينَ {٤٣} |
43. Namun, ia dihalangi dari ibadah hanya kepada Allah oleh sembahan-sembahan yang biasa diibadahinya selain Allah karena sebelumnya ia seorang wanita kafir, tumbuh di tengah-tengah kaum kafir, dan tetap bertahan di atas din mereka. Jika tidak demikian, sebenarnya ia memiliki kecerdasan untuk mengenali mana kebenaran dan mana kebatilan, tetapi keyakinan-keyakinan batil bisa menghilangkan ketajaman mata hati. |
| قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الصَّرْحَ ۖ فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَكَشَفَتْ عَنْ سَاقَيْهَا ۚ قَالَ إِنَّهُ صَرْحٌ مُمَرَّدٌ مِنْ قَوَارِيرَ ۗ قَالَتْ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَانَ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {٤٤} |
44. Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke istana!" Lantai teras istana terbuat dari kaca, sedangkan di bawahnya ada air. Ketika melihat itu, Ratu mengiranya kolam air yang berombak, ia pun menyingkap betisnya untuk bersiap masuk ke air. Sulaiman pun berkata: "Ini adalah lantai teras yang licin terbuat dari kaca jernih dengan air di bawahnya." Ketika itu, Sang Ratu paham betapa besarnya kerajaan Sulaiman. la berkata: "Ya Rabbi, aku telah menzhalimi diri sendiri dengan kesyirikan yang dulu kulakukan. Kini, aku telah patuh mengikuti Sulaiman masuk dalam din Rabb semesta alam." |
| وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ فَإِذَا هُمْ فَرِيقَانِ يَخْتَصِمُونَ {٤٥} |
45. Kami telah mengutus kepada Tsamud saudara mereka, yaitu Shalih (yang berkata): "Hendaklah kalian mentauhidkan Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan ilah lain-Nya!" Ketika Shalih datang kepada mereka sebagai juru dakwah yang mengajak mereka bertauhid dan beribadah kepada Allah semata, kaumnya pun terbelah menjadi dua golongan: satu golongan beriman kepadanya dan golongan lain kafir terhadap dakwahnya. Masing-masing mengaku berada di atas kebenaran. |
| قَالَ يَا قَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ ۖ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ {٤٦} |
46. Shalih berkata kepada golongan yang kafir: "Mengapa kalian bergegas kepada kekafiran dan perbuatan jahat yang mengundang adzab? Sementara itu kalian menunda-nunda keimanan dan amal shalih yang mengundang pahala? Tidakkah kalian mulai memohon ampun dan bertaubat kepada Allah dengan harapan agar dirahmati?" |
| قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَنْ مَعَكَ ۚ قَالَ طَائِرُكُمْ عِنْدَ اللَّهِ ۖ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُونَ {٤٧} |
47. Kaum Shalih berkata kepadanya: "Kami merasa kemalangan yang menimpa kami ini disebabkan olehmu dan para pengikutmu yang masuk ke dalam dinmu." Shalih menjawab ucapan mereka: "Kebaikan atau keburukan yang ditimpakan Allah kepada kalian merupakan takdir-Nya dan balasan-Nya kepada kalian, namun kalian adalah kaum yang diuji dengan kesenangan dan kesusahan serta kebaikan dan keburukan." |
| وَكَانَ فِي الْمَدِينَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ {٤٨} |
48. Di kota Shalih yaitu Hijr yang terletak di sebelah barat laut Jazirah Arab itu terdapat sembilan orang yang berwatak merusak di bumi. Tidak sedikit pun pada mereka terdapat sifat memperbaiki. |
| قَالُوا تَقَاسَمُوا بِاللَّهِ لَنُبَيِّتَنَّهُ وَأَهْلَهُ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِ مَا شَهِدْنَا مَهْلِكَ أَهْلِهِ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ {٤٩} |
49. Sembilan orang itu berkata satu sama lain: "Marilah masing-masing dari kita bersumpah dengan nama Allah kepada yang lain: `Sungguh, kita akan mendatangi Shalih secara tiba-tiba di malam hari, membunuhnya dan membunuh keluarganya, kemudian kita katakan kepada wali dari keluarganya yang berhak atas darahnya: "Kami tidak menyaksikan pembunuhan mereka dan kami sungguh berkata jujur." |
| وَمَكَرُوا مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ {٥٠} |
50. Mereka merencanakan tipu daya untuk bersekongkol membinasakan Shalih dan keIuarganya. Namun Kami menolong nabi Kami, yaitu Shalih dan lebih dulu menimpakan hukuman kepada mereka sedangkan mereka tidak menduga adanya tipu daya Kami sebagai balasan atas tipu daya mereka. |
| فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ مَكْرِهِمْ أَنَّا دَمَّرْنَاهُمْ وَقَوْمَهُمْ أَجْمَعِينَ {٥١} |
51. Wahai Rasul, sebagai peIajaran, perhatikan akibat pengkhianatan orang-orang itu terhadap nabi mereka, yaitu Shalih. Sungguh, Kami telah membinasakan mereka dan kaum mereka, semuanya. |
| فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةً بِمَا ظَلَمُوا ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ {٥٢} |
52. Itulah rumah-rumah mereka yang kosong, tidak ada seorang pun dari mereka yang menghuninya, disebabkan kezhaliman mereka terhadap diri sendiri dengan berbuat syirik dan mendustakan nabi. Penghancuran mereka itu mengandung pelajaran bagi orang-orang yang mengetahui tindakan Kami terhadap mereka dan ini merupakan kebiasaan yang Kami berlakukan terhadap orang-orang yang mendustakan para rasul. |
| وَأَنْجَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ {٥٣} |
53. ShaIih dan orang-orang yang beriman kepadanya, yang dengan keimanan itu mereka melindungi diri dari adzab Allah, telah Kami selamatkan dari kebinasaan yang menimpa Tsamud. |
| وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ {٥٤} |
54. Ingatlah Luth ketika berkata kepada kaumnya: "Apakah kalian melakukan perbuatan yang luar biasa buruk sedangkan kalian mengetahui keburukannya? Bagaimana kalian melakukan homoseks, bukannya menyanggamai istri, kalian justru menyanggamai dubur laki-laki? Bahkan, kalian adalah orang-orang yang bodoh tentang hak Allah yang wajib kalian tunaikan sehingga melanggar perintah-Nya dan bermaksiat kepada Rasul-Nya dengan melakukan perbuatan buruk yang belum pernah dilakukan seorang pun di dunia." |
| أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ {٥٥} |
55. Lihat ayat 54 |
| فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ {٥٦} |
56. Tiada jawaban dari kaum Luth kepadanya selain perkataan mereka satu sama lain: "Usirlah keluarga Luth dari negeri kalian. Sungguh, mereka orang-orang yang merasa suci karena tidak mau melakukan perbuatan homoseksual." Mereka berkata demikian sebagai ejekan. |
| فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَاهَا مِنَ الْغَابِرِينَ {٥٧} |
57. Lalu Kami selamatkan Luth dan keluarganya dari adzab yang akan menimpa kaumnya, kecuali istrinya yang Kami takdirkan bersama orang-orang yang ditimpa adzab hingga binasa karena ia biasa membantu dan ridha terhadap perbuatan buruk kaumnya. |
| وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ {٥٨} |
58. Mereka Kami hujani dari langit dengan bebatuan dari tanah liat yang menghancurkan mereka. Sungguh buruk hujan yang menimpa orang-orang yang mendapat peringatan dan telah tegak hujah bagi mereka. |
| قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَامٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ الَّذِينَ اصْطَفَىٰ ۗ آللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ {٥٩} |
59. Wahai Rasul, katakan: "Segala puji dan syukur bagi Allah, semoga keselamatan bagi para hamba-Nya yang dipilih sebagai pengemban risalah." Kemudian, tanyakan kepada orang-orang musyrik dari kalangan kaummu: "Apakah Allah Yang berkuasa memberikan manfaat dan mudharat itu lebih baik ataukah sekutu-sekutu yang kalian ibadahi selain-Nya; yang tidak berkuasa memberikan manfaat dan mudharat kepada dirinya sendiri maupun orang lain?" |
| أَمَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ {٦٠} |
60. Tanyakan kepada mereka, siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi, menurunkan air dari langit untuk kalian, ialu dengan air itu Dia menumbuhkan kebun-kebun yang indah dipandang? Kalian tidak akan mampu menumbuhkan pepohonannya andaikata Allah tidak menurunkan air dari langit kepada kalian. Sungguh, ibadah kepada Allah itulah kebenaran sedangkan ibadah kepada selain-Nya merupakan kebatilan. Adakah yang diibadahi selain Allah itu melakukan hal-hal di atas sehingga layak diibadahi dan dijadikan sekutu bagi-Nya? Bahkan, orang-orang musyrik adalah kaum yang menyimpang dari jalan kebenaran dan keimanan sehingga mereka menyamakan Allah dengan selain-Nya dalam hal ibadah dan penghormatan. |
| أَمَّنْ جَعَلَ الْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَالَهَا أَنْهَارًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ {٦١} |
61. Apakah beribadah kepada apa yang kalian anggap sekutu bagi Rabb kalian itu lebih baik ataukah beribadah kepada (Allah) yang telah menciptakan bumi sebagai tempat menetap bagi kalian, menjadikan di dalamnya ada sungai-sungai, menjadikan gunung-gunung sebagai pasak bumi, dan menjadikan sekat antara dua laut; yang satu tawar dan yang satu asin, sehingga masing-masing tidak saling merusak? Adakah sesembahan selain Allah yang melakukan semua itu sehingga kalian menyekutukannya dengan-Nya dalam ibadah? Bahkan, kebanyakan orang musyrik itu tidak mengetahui kadar keagungan Allah, sehingga menyekutukan-Nya berdasarkan taklid dan kezhaliman. |
| أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ {٦٢} |
62. Oleh karena itu, kalian menyekutukan Allah dengan selain-Nya dalam beribadah. |
| أَمَّنْ يَهْدِيكُمْ فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَنْ يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ تَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ {٦٣} |
63. Apakah beribadah kepada sekutu yang kalian ibadahi selain Allah itu lebih baik ataukah ibadah kepada Allah Yang membimbing kalian di kegelapan daratan dan lautan ketika kalian tersesat, lalu semua jalan tampak gelap bagi kalian; Yang mengirimkan angin sebagai pembawa kabar gembiratentang kedatangan rahmat-Nya bagi para hamba-Nya berupa hujan yang menghidupkan bumi yang mati? Adakah sembahan selain Allah yang melakukan sedikit saja di antara hal itu untuk kalian sehingga kalian beribadah kepadanya selain Allah? Mahasuci Allah dari persekutuan dengan selain-Nya. |
| أَمَّنْ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَمَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ {٦٤} |
64. Tanyakan kepada mereka, siapakah yang memulai penciptaan manusia kemudian mematikannya jika Dia berkehendak, kemudian mengulangi penciptaan itu lagi? Siapa pula yang memberi kalian rezeki dari langit dengan menurunkan hujan dan dari bumi dengan menumbuhkan tanaman dan lainnya? Adakah yang diibadahi selain Allah yang melakukan itu? Katakan: "Sampaikan argumentasi kalian jika anggapan kalian benar bahwa Allah memiliki sekutu dalam kerajaan dan hak untuk alasan diibadahi!" |
| قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ {٦٥} |
65. Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Tidak seorang pun di langit atau di bumi mengetahui hal-hal gaib yang pengetahuan mengenainya hanya dimiliki Allah, mereka tidak tahu kapan dibangkitkan dari kubur saat terjadinya Hari Kiamat." Di akhirat pengetahuan mereka akan menjadi sempurna. Lalu mereka yakin tentang negeri akhirat dengan berbagai peristiwa mengerikan yang ada di dalamnya ketika mereka menyaksikannya kelak, sedangkan selama di dunia mereka meragukannya, bahkan mata hati mereka telah buta. |
| بَلِ ادَّارَكَ عِلْمُهُمْ فِي الْآخِرَةِ ۚ بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ مِنْهَا ۖ بَلْ هُمْ مِنْهَا عَمُونَ {٦٦} |
66. Lihat ayat 65 |
| وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَإِذَا كُنَّا تُرَابًا وَآبَاؤُنَا أَئِنَّا لَمُخْرَجُونَ {٦٧} |
67. Orang-orang yang tidak percaya kepada keesaan Allah berkata: "Apakah kami dan nenek moyang kami akan dibangkitkan lagi dalam keadaan hidup seperti semula setelah kami semua mati dan menjadi tanah? |
| لَقَدْ وُعِدْنَا هَٰذَا نَحْنُ وَآبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ {٦٨} |
68. Dahulu kami dan nenek moyang kami dahulu pernah dijanjikan kebangkitan ini, tetapi kami tidak menganggapnya benar-benar ada dan tidak memercayainya. Janji ini hanyalah dongengan yang dikarang oleh orang-orang terdahulu di dalam buku-buku mereka." |
| قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ {٦٩} |
69. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang yang mendustakan itu: "Berjalanlah di muka bumi, lalu perhatikan negeri-negeri para pelaku dosa sebelum kalian, bagaimana akibat yang menimpa orang-orang yang mendustakan para rasul? Allah membinasakan mereka dan kelak memperlakukan kalian seperti mereka, jika kalian tidak beriman." |
| وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُنْ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ {٧٠} |
70. Jangan merasa sempit dada disebabkan makar mereka terhadapmu. Sungguh Allah akan menolongmu menghadapi mereka. |
| وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ {٧١} |
71. Wahai Rasul, orang-orang musyrik di antara kaummu akan mengatakan: "Kapan terjadinya janji tentang adzab yang engkau dan pengikutmu janjikan kepada kami ini, jika janji kalian ini benar?" |
| قُلْ عَسَىٰ أَنْ يَكُونَ رَدِفَ لَكُمْ بَعْضُ الَّذِي تَسْتَعْجِلُونَ {٧٢} |
72. Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Bisa jadi sebagian adzab Allah yang kalian menantang agar disegerakan itu sudah hampir terjadi." |
| وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ {٧٣} |
73. Sungguh, Rabbmu memiliki hikmah bagi manusia dengan tidak disegerakan turunnya adzab akibat kemaksiatan dan kekafiran mereka. Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak bersyukur kepada-Nya atas hal itu, terlebih beriman dan meng-ikhlaskan ibadah kepada-Nya. |
| وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ {٧٤} |
74. Sungguh, Rabbmu benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan dan apa yang ditampakkan oleh hati manusia. |
| وَمَا مِنْ غَائِبَةٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ {٧٥} |
75. Tiada sesuatu pun yang tidak terlihat oleh mata manusia, di langit maupun di bumi, kecuali telah tercatat dalam kitab yang jelas di sisi Allah. Kitab itu mencakup semua yang telah dan yang akan terjadi. |
| إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَقُصُّ عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَكْثَرَ الَّذِي هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ {٧٦} |
76. Sungguh, Al-Qur'an ini mengisahkan kepada Bani lsrail kebenaran mengenai sebagian besar persoalan yang mereka perselisihkan. |
| وَإِنَّهُ لَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ {٧٧} |
77. Sungguh, Al-Qur'an ini petunjuk dari kesesatan dan rahmat dari adzab bagi siapa yang mengimani dan mengikuti petunjuknya. |
| إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ بِحُكْمِهِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ {٧٨} |
78. Sungguh, Rabbmu memutuskan perkara yang diperselisihkan manusia, baik dari kalangan Bani Israil maupun Iainnya; dengan menetapkan hukum bagi mereka, menimpakan hukuman kepada orang yang bersalah dan memberi ganjaran kepada orang yang berbuat baik. Dia Mahaperkasa lagi Mahamenang, keputusan-Nya tidak bisa ditolak, serta Maha Mengetahui sehingga kebenaran dan kebatilan itu tidaklah rancu bagi-Nya. |
| فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۖ إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ {٧٩} |
79. Wahai Rasul, bertawakal dan yakinlah kepada Allah dalam segala urusan. Sungguh Dia akan mencukupimu, karena sesungguhnya engkau berada di atas kebenaran nyata yang tidak mengandung keraguan. |
| إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ {٨٠} |
80. Wahai Rasul, engkau takkan mampu menjadikan orang yang hatinya telah ditutup, lalu dimatikan Allah itu mendengar kebenaran; juga takkan bisa menjadikan orang yang pendengarannya telah ditulikan Allah dari kebenaran itu untuk mendengar seruanmu ketika mereka berpaling darimu, karena orang yang tuli itu takkan bisa mendengar seruan sekalipun dalam posisi berhadap-hadapan, lantas bagaimana jika ia berpaling? |
| وَمَا أَنْتَ بِهَادِي الْعُمْيِ عَنْ ضَلَالَتِهِمْ ۖ إِنْ تُسْمِعُ إِلَّا مَنْ يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ مُسْلِمُونَ {٨١} |
81. Wahai Rasul, engkau tidak dapat memberi petunjuk dari kesesatan orang-orang yang telah dibutakan Allah dari petunjuk dan bimbingan, tidak mungkin pula engkau menjadikan seseorang mendengar kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, Ialu pasrah, taat, dan menyambut ajakanmu. |
| وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ {٨٢} |
82. Apabila adzab telah pasti menimpa mereka lantaran mereka berlarut-larut dalam kemaksiatan, pelanggaran, dan penolakan terhadap syariat dan hukum Allah sehingga mereka menjadi manusia-manusia yang paling jahat. Kami menampakkan bagi mereka dari bumi tanda-tanda Kiamat Kubra di akhir zaman, yaitu "binatang melata" yang berbicara kepada mereka bahwa orang-orang yang tidak percaya kepada Hari Kebangkitan itu dahulu mereka tidak percaya terhadap Al-Qur'an, dan Muhammad serta tidak mengamalkan din-nya. |
| وَيَوْمَ نَحْشُرُ مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ فَوْجًا مِمَّنْ يُكَذِّبُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ يُوزَعُونَ {٨٣} |
83. Pada Hari Penghimpunan, Kami himpun menjadi satu kelompok dari setiap umat yang mendustakan dalil dan hujah Kami, dari awal hingga akhir mereka ditahan agar seluruhnya berkumpul, kemudian digiring menuju Hisab. |
| حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوا قَالَ أَكَذَّبْتُمْ بِآيَاتِي وَلَمْ تُحِيطُوا بِهَا عِلْمًا أَمَّاذَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ {٨٤} |
84. Sehingga apabila telah datang kelompok dari setiap umat yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka pun berkumpul, Allah berfirman: "Apakah kalian dulu mendustakan ayat-ayat-Ku yang telah Kuturunkan kepada para rasul-Ku dan ayat-ayat yang Kutunjukkan sebagai bukti keesaan-Ku dan berhaknya Aku diibadahi sendiri, sedangkan kalian tidak memiliki ilmu tentang kebatilan ayat-ayat itu sehingga kalian menolak dan mendustakannya, atau adakah sesuatu yang dulu kalian amalkan?" Kalimat adzab telah ditetapkan bagi mereka disebabkan kezhaliman dan pendustaan mereka.Tidak mampu mereka mengucapkan satu hujah untuk membela diri agar terbebas dari adzab yang buruk. |
| وَوَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ بِمَا ظَلَمُوا فَهُمْ لَا يَنْطِقُونَ {٨٥} |
85. Lihat ayat 84 |
| أَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا اللَّيْلَ لِيَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ {٨٦} |
86. Apakah orang-orang yang mendustakan itu belum melihat ayat-ayat Kami bahwa Kami menjadikan malam sebagai waktu untuk memperoleh ketenangan dan tidur, sedangkan siang sebagai waktu mereka terjaga (dari tidur) untuk bekerja mencari penghidupan? Sungguh, perubahan keduanya merupakan bukti bagi orang-orang yang beriman kepada kesempurnaan kekuasaan dan keesaan Allah serta keagungan nikmat-Nya. |
| وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ {٨٧} |
87. Wahai Rasul, ingatlah hari ketika malaikat meniup sangkakala, lantas semua yang ada di langit dan bumi pun terkejut bukan kepalang disebabkan kengerian tiupan itu, selain yang dikecualikan oleh Allah, yaitu mereka yang dimuliakan dan dijaga dari keterkejutan. Semua makhluk datang kepada Rabb mereka dengan perasaan kerdil dan patuh. |
| وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ {٨٨} |
88. Kaulihat gunung-gunung, kausangka ia diam di tempat padahal ia bergerak cepat seperti awan yang ditiup angin, inilah salah satu buatan Allah Yang telah memperindah dan menyempurnakan segala ciptaan-Nya. Sungguh, Allah Mahatahu setiap kebaikan dan keburukan apa pun yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya serta akan membalas mereka karenanya. |
| مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ آمِنُونَ {٨٩} |
89. Barang siapa yang pada Hari Kiamat membawa tauhid dan keimanan kepada Allah, ibadah hanya kepada-Nya, dan berbagai amal shalih maka ia memperoleh pahala besar di sisi Allah yang lebih baik darinya, yaitu surga. Mereka orang-orang yang aman pada Hari Faza' Akbar (Kejutan mahadahsyat). |
| وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ {٩٠} |
90. Barang siapa yang datang membawa kesyirikan dan amal buruk nan mungkar maka Allah menyungkurkan wajah mereka ke dalam neraka pada Hari Kiamat, dan dikatakan kepada mereka sebagai celaan: "Bukankah kalian dibalas semata dikarenakan amalan yang dulu kalian lakukan di dunia?" |
| إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ {٩١} |
91. Wahai Rasul, katakan kepada manusia: "Aku hanya diperintah beribadah kepada Rabb pemilik negeri ini -Mekah- yang telah menjadikannya negeri yang suci bagi manusia sehingga mereka diharamkan menumpahkan darah yang haram ditumpahkan, menzhalimi seseorang, berburu binatang, dan mematahkan pohon di sana. Segala sesuatu adalah milik-Nya Aku diperintah beribadah kepada-Nya saja, tanpa selain-Nya. Aku diperintah patuh kepada perintah-Nya, bersegera menaati-Nya, dan diperintah agar membacakan Al-Qur'an kepada manusia. Barang siapa mengambil petunjukdarinya dan mengikuti ajaran yang kubawa maka kebaikan perbuatan itu dan balasannya akan kembali kepadanya." Sedangkan kepada orang yang tersesat dari kebenaran maka katakanlah, wahai Rasul, "Aku hanyalah pemberi peringatan bagi kalian akan datangnya adzab dan hukuman Allah, jika kalian tidak beriman. Aku hanyalah salah seorang rasul yang telah memberikan peringatan kepada kaumnya, tetapi aku tidak berkuasa sedikit pun memberikan hidayah." |
| وَأَنْ أَتْلُوَ الْقُرْآنَ ۖ فَمَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَقُلْ إِنَّمَا أَنَا مِنَ الْمُنْذِرِينَ {٩٢} |
92. Lihat ayat 91 |
| وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ سَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ فَتَعْرِفُونَهَا ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ {٩٣} |
93. Wahai Rasul, katakan: "Segala pujian yang indah hanya bagi Allah. Dia akan memperlihatkan ayat-ayat-Nya kepada kalian dalam diri kalian, juga pada langit dan bumi sehingga kalian mengetahui ayat-ayat itu dengan pengetahuan yang akan menuntun kepada kebenaran dan menjelaskan kebatilan. Rabb kalian tidaklah melalaikan perbuatan kalian dan akan memberikan balasan terhadapnya." |
 |