سورةالشعراء {٢٦} 26. ASY-SYU´ARAA
طسم {١} 1. Tha sin mim, pembicaraan tentang huruf muqatha'ah telah dikemukakan di awal surah AI-Baqarah.
تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ {٢} 2. Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan segala hal serta memilah antara petunjuk dan kesesatan.
لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ {٣} 3. Wahai Rasul, barangkali karena besarnya keinginanmu memberi mereka petunjuk, kau binasakan dirimu karena mereka tidak percaya padamu dan tidak mengamalkan petunjukmu; jangan lakukan itu.
إِنْ نَشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِمْ مِنَ السَّمَاءِ آيَةً فَظَلَّتْ أَعْنَاقُهُمْ لَهَا خَاضِعِينَ {٤} 4. Jika Kami menghendaki, niscaya Kami turunkan kepada kaummu yang mendustakan itu mukjizat dari langit yang menakuti dan memaksa mereka beriman sehingga leher mereka tertunduk hina, tetapi Kami tidak menghendaki hal itu karena keimanan yang bermanfaat adalah keimanan kepada hal gaib berdasarkan pilihan, bukan keterpaksaan.
وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنَ الرَّحْمَٰنِ مُحْدَثٍ إِلَّا كَانُوا عَنْهُ مُعْرِضِينَ {٥} 5. Setiap kali datang peringatan yang baru diturunkan sedikit demi sedikit dari Yang Maha Pemurah kepada orang-orang musyrik yang mendustakan itu, yang memerintah dan melarang serta mengingatkan mereka kepada din yang benar, mereka pasti menolaknya.
فَقَدْ كَذَّبُوا فَسَيَأْتِيهِمْ أَنْبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ {٦} 6. Mereka telah mendustakan dan mengolok-olok Al-Qur'an maka pastilah mereka akan mendapat berita tentang hal-hal yang mereka olok-olok itu dan ditimpa oleh adzab sebagai balasan atas pembangkangan mereka kepada Rabb mereka.
أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الْأَرْضِ كَمْ أَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ {٧} 7. Berdustakah mereka ataukah mereka tidak melihat bumi yang di sana telah Kami tumbuhkan setiap jenis tumbuhan yang baik dan bermanfaat, tiada yang kuasa menumbuh-kannya selain Rabb semesta alam? Sungguh, ditumbuhkannya tumbuhan dari bumi itu benar-benar mengandung petunjuk yang jelas tentang sempurnanya kekuasaan Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Sungguh, Rabbmu Mahaperkasa atas setiap makhluk lagi Maha Penyayang yang kasih sayang-Nya meliputi segala sesuatu.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ {٨} 8. Lihat ayat 7
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ {٩} 9. Lihat ayat 7
وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰ أَنِ ائْتِ الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ {١٠} 10. Wahai Rasul, ceritakan kepada kaummu ketika Rabbmu berseru kepada Musa: "Datanglah kepada kaum yang zhalim. Yaitu kaum Firaun dan katakan kepada mereka: Tidakkah mereka takut kepada hukuman Allah serta mau meninggalkan kekafiran dan kesesatan?"
قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۚ أَلَا يَتَّقُونَ {١١} 11. Lihat ayat 10
قَالَ رَبِّ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُكَذِّبُونِ {١٢} 12. Musa berkata: "Wahai Rabbku, sungguh aku takut mereka akan mendustakan kerasulanku. Dadaku akan dipenuhi kesedihan disebabkan oleh pendustaan mereka terhadapku dan lidahku tidak lancar dalam menyampaikan dakwah maka utuslah Jibril untuk membawa wahyu kepada saudaraku, Harun, agar ia membantuku. Aku juga berdosa terhadap mereka karena membunuh seorang laki-laki di antara mereka, yaitu seorang laki-laki koptik, karena itu aku takut mereka akan balas membunuhku."
وَيَضِيقُ صَدْرِي وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِي فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَارُونَ {١٣} 13. Lihat ayat 12
وَلَهُمْ عَلَيَّ ذَنْبٌ فَأَخَافُ أَنْ يَقْتُلُونِ {١٤} 14. Lihat ayat 12
قَالَ كَلَّا ۖ فَاذْهَبَا بِآيَاتِنَا ۖ إِنَّا مَعَكُمْ مُسْتَمِعُونَ {١٥} 15. Allah berfirman kepada Musa: "Jangan takut, mereka tidak akan bisa membunuhmu! Aku kabulkan permohonanmu mengenai Harun maka pergilah kalian berdua dengan mukjizat yang membuktikan kebenaran kalian. Kami bersama kalian dengan ilmu, penjagaan, dan pertolongan. Kami mendengarkan. Datangilah Firaun, lalu katakan kepadanya: 'Sungguh, kami diutus kepadamu dan kaummu oleh Rabb semesta alam, dengan pesan: "Biarkanlah Bani Israil pergi bersama kamir
فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُولَا إِنَّا رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ {١٦} 16. Lihat ayat 15
أَنْ أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ {١٧} 17. Lihat ayat 15
قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ {١٨} 18. Firaun berkata, mengungkit jasanya kepada Musa: "Bukankah dulu kami mendidikmu di rumah kami saat engkau kecil, engkau tinggal dalam pemeliharaan kami beberapa tahun dari usiamu. Engkau melakukan kejahatan karena membunuh seorang laki-laki dari kaumku ketika engkau memukul dan mendorongnya, tetapi engkau ter-masuk orang-orang yang tidak mengakui nikmatku dan menolak ketuhananku?
وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِي فَعَلْتَ وَأَنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ {١٩} 19. Lihat ayat 18
قَالَ فَعَلْتُهَا إِذًا وَأَنَا مِنَ الضَّالِّينَ {٢٠} 20. Musa berkata sebagai jawaban atas ucapan Firaun:"Aku memang pernah melakukan dosa yang kau sebutkan itu sebelum menerima wahyu dari Allah dan diutus sebagai rasul. Aku melarikan diri dari kalian ke Madyan ketika takut kalian bunuh disebabkan perbuatan yang kulakukan tanpa sengaja, lalu Rabbku memberikan anugerah kenabian dan ilmu kepadaku serta menjadikanku salah seorang utusan. Pendidikan di rumahmu itu kau anggap sebagai nikmat darimu kepadaku, sedangkan engkau telah menjadikan Bani Israil sebagai budak, kau sembelih anak-anak laki-laki mereka dan kaubiarkan hidup anak-anak perempuan mereka."
فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِي رَبِّي حُكْمًا وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُرْسَلِينَ {٢١} 21. Lihat ayat 20
وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنْ عَبَّدْتَ بَنِي إِسْرَائِيلَ {٢٢} 22. Lihat ayat 20
قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعَالَمِينَ {٢٣} 23. Firaun bertanya kepada Musa: "Lalu, apakah Rabb semesta alam itu yang menurut pengakuanmu engkau adalah utusan-Nya?"
قَالَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ {٢٤} 24. Musa berkata: "Dia adalah Pemilik serta Pengatur urusan langit dan bumi beserta apa yang ada di antara keduanya, jika kalian meyakini hal itu, maka berimanlah kalian!"
قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُ أَلَا تَسْتَمِعُونَ {٢٥} 25. Firaun berkata kepada pemuka-pemuka kaum yang berada di sekitarnya:"Tidakkah kalian mendengarkan ucapan Musa yang aneh tentang adanya Rabb selainku?"
قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ {٢٦} 26. Musa berkata: "Rabb yang kepada-Nya kalian kuajak adalah yang telah menciptakan kalian dan nenek moyang kalian dahulu, lalu mengapa kalian beribadah kepada makhluk seperti kalian dan ia mempunyai nenek moyang yang sudah mati seperti nenek moyang kalian?"
قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ الَّذِي أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌ {٢٧} 27. Firaun berkata kepada orang-orang terdekatnya untuk memancing kemarahan mereka dikarenakan pendustaan Musa kepadanya: "Sungguh, rasul yang diutus kepada kalian ini benar-benar gila, berbicara tidak masuk akal!"
قَالَ رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ {٢٨} 28. Musa berkata:"Rabb timur dan barat berikut yang ada di antara keduanya serta Rabb cahaya dan kegelapan pada keduanya, ini menjadi sebab keimanan kepada-Nya saja jika kalian orang-orang yang berakal dan berfikir!"
قَالَ لَئِنِ اتَّخَذْتَ إِلَٰهًا غَيْرِي لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُونِينَ {٢٩} 29. Firaun berkata seraya mengancam Musa: kau jadikan ilah selainku, sungguh aku benar-benar akan memenjarakanmu bersama orang-orang yang kupenjarakan."
قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُبِينٍ {٣٠} 30. Musa berkata:"Apakah engkau akan memenjarakanku meskipun aku membawa bukti nyata tentang kebenaran ucapanku?"
قَالَ فَأْتِ بِهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ {٣١} 31. Firaun berkata: "Datangkanlah bukti itu jika pengakuanmu itu benar."
فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ {٣٢} 32. Musa pun melemparkan tongkatnya maka berubahlah tongkat itu menjadi seekor ular sungguhan, bukan sekadar tipuan seperti yang dilakukan oleh para penyihir. la juga mengeluarkan tangan dari kerah baju lalu tiba-tiba tangan itu berwarna putih seperti salju, tanpa belang, menyilaukan pandangan orang-orang yang melihat.
وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ {٣٣} 33. Lihat ayat 32
قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ {٣٤} 34. Firaun berkata kepada para pemuka kaumnya karena khawatir mereka beriman:"Sungguh, Musa adalah penyihir yang cakap. la ingin mengeluarkan kalian dari negeri kalian dengan sihirnya, lalu saran apakah yang kalian kemukakan tentang hal ini agar saran itu kuikuti?"
يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ بِسِحْرِهِ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ {٣٥} 35. Lihat ayat 34
قَالُوا أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَابْعَثْ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ {٣٦} 36. Kaumnya berkata kepadanya: "Tundalah urusan Musa dan Harun dan utuslah tentara ke berbagai kota untuk mengumpulkan para penyihir. Niscaya mereka akan mendatangkan setiap orang yang ahli sihir dan bepengetahuan hebat kepadamu."
يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٍ {٣٧} 37. Lihat ayat 36
فَجُمِعَ السَّحَرَةُ لِمِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ {٣٨} 38. Semua orang diundang untuk berkumpul dengan harapan para tukang sihir akan menang (Ialu ditanya), "Apakah kalian sudah berkumpul?
وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلْ أَنْتُمْ مُجْتَمِعُونَ {٣٩} 39. Lihat ayat 38
لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ السَّحَرَةَ إِنْ كَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ {٤٠} 40. "Kita berharap kemenangan di pihak para sehingga kita tetap teguh di atas din kita."
فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالُوا لِفِرْعَوْنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ {٤١} 41. Para penyihir, ketika datang kepada Firaun, berkata kepadanya: "Apakah kami akan mendapat upah harta atau kedudukan jika kami mengalahkan Musa?"
قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًا لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ {٤٢} 42. Firaun berkata:"Ya, kalian akan memperoleh upah dariku dan sungguh, ketika itu kalian akan termasuk orang-orang terdekatku."
قَالَ لَهُمْ مُوسَىٰ أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ {٤٣} 43. Musa berkata kepada para penyihir untuk menggagalkan sihir mereka dan menunjukkan bahwa yang dibawanya bukan sihir: "Lemparkan sihir apa pun yang ingin kalian lemparkan!"
فَأَلْقَوْا حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوا بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ إِنَّا لَنَحْنُ الْغَالِبُونَ {٤٤} 44. Mereka pun melemparkan tali dan tongkat, kemudian terbayang-bayang pada manusia bahwa ia adalah ular-ular yang merayap cepat. Mereka bersumpah demi kemuliaan Firaun seraya berkata: "Sungguh, kami benar-benar akan menang!"
فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ {٤٥} 45. Musa pun melemparkan tongkatnya maka tiba-tiba ia berubah menjadi seekor ular besar yang menelan semua kepalsuan dan kebohongan yang berasal dari mereka.
فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ {٤٦} 46. Ketika menyaksikan hal itu dan mengetahui bahwa itu bukan tipuan penyihir, maka para penyihir itu beriman dan bersujud kepada Allah. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Rabb semesta alam. Rabb Musa dan Harun."
قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ {٤٧} 47. Lihat ayat 46
رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ {٤٨} 48. Lihat ayat 46
قَالَ آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ {٤٩} 49. Firaun berkata mengecam para penyihir: "Kalian beriman kepada Musa tanpa seizinku." la berkata untuk mengesankan bahwa perbuatan Musa merupakan sihir: "Sungguh, dia pastilah pembesar kalian yang telah mengajarkan sihir kepada kalian. Kalian pasti akan mengetahui hukuman yang akan menimpa kalian. Aku sungguh akan memotong tangan dan kaki kalian secara bersilang, dengan cara memotong tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya, dan aku benar-benar akan menyalib kalian semua."
قَالُوا لَا ضَيْرَ ۖ إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ {٥٠} 50. Para penyihir berkata kepada Firaun: "Tiada mudharat bagi kami apabila kami mendapat hukuman di dunia, sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami, lalu Dia akan memberi kami kenikmatan abadi. Sungguh, kami berharap agar Rabb kami mengampuni kesalahan-kesalahan kami berupa kesyirikan dan lain-nya, karena kami menjadi orang-orang yang lebih dahulu beriman di antara kaummu."
إِنَّا نَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَايَانَا أَنْ كُنَّا أَوَّلَ الْمُؤْمِنِينَ {٥١} 51. Lihat ayat 50
وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي إِنَّكُمْ مُتَّبَعُونَ {٥٢} 52. Allah mewahyukan kepada Musa "Berjalanlah di malam hari bersama orang-orang beriman dari kalangan Bani Israil, karena Firaun dan tentaranya mengejar kalian, agar mereka tidak bisa menyusul kalian sebelum tiba di laut."
فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ {٥٣} 53. Firaun pun mengirimkan tentara -ketika men-dengar kepergian Bani Israil- untuk mengumpulkan pasukan dari kota-kota di kerajaannya.
إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ {٥٤} 54. Firaun berkata: "Sungguh, Bani Israil yang melarikan diri bersama Musa adalah satu kelompok kecil yang sedikit jumlahnya. Sungguh, mereka benar-benar memenuhi dada kita dengan kemarahan karena meninggalkan din dan negeri kita tanpa seizin kita. Sedangkan kita adalah golongan yang benar-benar waspada dan siaga terhadap mereka."
وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَائِظُونَ {٥٥} 55. Lihat ayat 54
وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَاذِرُونَ {٥٦} 56. Lihata ayat 54
فَأَخْرَجْنَاهُمْ مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ {٥٧} 57. Allah mengeluarkan Firaun dan kaumnya dari bumi Mesir yang memiliki banyak kebun dan mata air. Juga banyak perbendaharaan harta dan rumah yang indah. Setelah mengeluarkan mereka, Kami memberikan negeri ini sepeninggal mereka kepada Bani Israil.
وَكُنُوزٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ {٥٨} 58. Lihata ayat 57
كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا بَنِي إِسْرَائِيلَ {٥٩} 59. Lihat ayat 57
فَأَتْبَعُوهُمْ مُشْرِقِينَ {٦٠} 60. Firaun dan tentaranya mengejar Musa dan pegikutnya pada waktu terbitnya matahari.
فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ {٦١} 61. Ketika masing-masing dari kedua kelompok itu bisa saling melihat, sahabat-sahabat Musa berkata: "Kelompok Firaun benar-benar akan menyusul dan membinasakan kita."
قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ {٦٢} 62. Musa berkata kepada mereka: "Tidak, apa yang kalian katakan itu sama sekali tidak benar. Mereka tidak akan bisa menyusul. Sungguh, Rabbku bersamaku dengan pertolongan-Nya, Dia akan memberiku petunjuk tentang jalan selamat bagiku dan bagi kalian."
فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ {٦٣} 63. Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan dengan tongkatmu!" la pun memukul sehingga lautan terbelah menjadi dua belas jalan sebanyak jumlah kabilah Bani Israil, tiap-tiap belahan yang terpisah dari laut keadaannya seperti sebuah gunung besar.
وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ {٦٤} 64. Di sana Kami dekatkan Firaun dan kaumnya sehingga mereka memasuki laut, lalu Kami selamatkan Musa bersama semua pengikutnya, lautan itu terus terbelah sehingga mereka semua berhasil menyeberang ke daratan. Kemudian, Kami tenggelamkan Firaun dan para pengikutnya dengan menimpakan lautan setelah mereka memasukinya karena mengejar Musa dan kaumnya.
وَأَنْجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَنْ مَعَهُ أَجْمَعِينَ {٦٥} 65. Lihat ayat 64
ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ {٦٦} 66. Lihat ayat 64
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ {٦٧} 67. Sungguh, dalam peristiwa yang terjadi itu terkandung pelajaran menakjubkan yang membuktikan kekuasaan Allah, tetapi kebanyakan pengikut Firaun tidak beriman meskipun ada tanda yang mencengangkan ini.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ {٦٨} 68. Sungguh, Rabbmu benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang, dengan keperkasaan-Nya Dia membinasakan orang-orang kafir yang mendustakan dan dengan kasih sayang-Nya Dia menyelamatkan Musa dan semua pengikutnya.
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَاهِيمَ {٦٩} 69. Wahai Rasul, kisahkan kepada orang-orang kafir berita tentang Ibrahim. Ketika ia berkata kepada ayahnya dan kaumnya: "Apakah yang kalian ibadahi?"
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا تَعْبُدُونَ {٧٠} 70. Lihat ayat 69
قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ {٧١} 71. Mereka menjawab: "Kami beribadah kepada berhala, lalu senantiasa tekun beribadah kepadanya."
قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ {٧٢} 72. Ibrahim mengingatkan tentang kerusakan pandangan mereka: "Apakah berhala mendengar doa ketika kalian berdoa, memberikan manfaat ketika kalian beribadah kepadanya, atau menimpakan mudharat ketika kalian tidak beribadah kepadanya?"
أَوْ يَنْفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ {٧٣} 73. Lihat ayat 72
قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ {٧٤} 74. Mereka berkata: "Sama sekali hal itu tidak terjadi pada mereka, tetapi kami menemukan nenek moyang kami beribadah kepada mereka, lalu kami pun meniru perbuatan mereka."
قَالَ أَفَرَأَيْتُمْ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ {٧٥} 75. Ibrahim berkata: "Apakah kalian melihat sambil me-renung tentang berhala-berhala yang tidak bisa mendengar, memberi manfaat, atau menimpakan mudharat, yang kalian ibadahi dan sebelum itu diibadahi pula oleh nenek moyang kalian? Apa yang kalian ibadahi selain Allah adalah musuhku; adapun Rabb semesta alam dan Pemilik urusan mereka, Dia saja yang kuibadahi. Dialah yang telah menciptakanku dalam bentuk terbaik dan membimbingku menuju berbagai kemaslahatan dunia dan akhirat. Dialah yang memberiku nikmat berupa makanan dan minuman. Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku. Dialah yang mematikanku di dunia dengan mencabut nyawaku, kemudian menghidupkanku pada Hari Kiamat, tidak ada yang berkuasa melakukannya selain Dia. Dia pula yang kuharap akan mengampunkan dosaku pada Hari Pembalasan."
أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمُ الْأَقْدَمُونَ {٧٦} 76. Lihat ayat 75
فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِي إِلَّا رَبَّ الْعَالَمِينَ {٧٧} 77. Lihat ayat 75
الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ {٧٨} 78. Lihat ayat 75
وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ {٧٩} 79. Lihat ayat 75
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ {٨٠} 80. Lihat ayat 75
وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ {٨١} 81. Lihat ayat 75
وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ {٨٢} 82. Lihat ayat 75
رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ {٨٣} 83. Ibrahim berdoa kepada Rabbnya: "Wahai Rabbku, berilah aku ilmu dan pemahaman. Masukkan aku ke dalam golongan orang-orang shalih, dan kumpulkan aku bersama mereka di surga.
وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ {٨٤} 84. "Berila h aku pujian dan buah tutur yang baik di kalangan orang-orang yang datang sesudahku hingga Hari Kiamat.
وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ {٨٥} 85. "Jadikan aku termasuk golongan hamba-hamba-Mu yang Kauanugerahi kenikmatan surga.
وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ {٨٦} 86. "Dan ampunilah ayahku, sungguh ia termasuk orang-orang yang tersesat." Ini doa yang diucapkan oleh Ibrahim agar Allah menyelamatkan ayahnya dari kesesatan dan memberinya hidayah, sehingga Dia mengampuninya, sebagaimana janji yang pernah diucapkan oleh Ibrahim untuk mendoakannya. Namun, setelah nyata bagi Ibrahim bahwa ayahnya tetap dalam kekafiran dan kesyirikan hingga mati, ia pun berlepas diri darinya.
وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ {٨٧} 87. "Janganlah engkau menimpakan kehinaan kepadaku pada hari ketika manusia keluar dari kubur untuk menerima hisab dan pembalasan. Pada hari di mana harta dan anak-anak tidak berguna bagi seorang pun. Kecuali siapa yang datang kepada Allah dengan hati yang sehat, terbebas dari kekafiran, kemunafikan, dan kehinaan."
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ {٨٨} 88. Lihat ayat 87
إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ {٨٩} 89. Lihat ayat 87
وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ {٩٠} 90. Surga didekatkan kepada orang-orang yang menjauhi kekafiran dan kemaksiatan serta menghadap kepada Allah dengan ketaatan.
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ {٩١} 91. Dan neraka ditampakkan kepada orang-orang kafir yang telah tersesat dari petunjuk, berani melanggar larangan-larangan Allah, dan mendustakan rasul-rasul-Nya.
وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ {٩٢} 92. Dikatakan kepada mereka sebagai celaan: "Di manakah ilah-ilah yang dulu kalian ibadahi selain Allah dan kalian yakini bahwa mereka bisa memberikan syafaat kepada kalian pada hari ini? Apakah mereka menolong kalian, mencegah adzab agar tidak menimpa kalian, atau mereka bisa membela diri dengan menolak adzab yang menimpa diri mereka? Sama sekali tidak!"
مِنْ دُونِ اللَّهِ هَلْ يَنْصُرُونَكُمْ أَوْ يَنْتَصِرُونَ {٩٣} 93. Lihat ayat 92
فَكُبْكِبُوا فِيهَا هُمْ وَالْغَاوُونَ {٩٤} 94. Mereka dan orang-orang yang mereka sesatkan dikumpulkan dan dicampakkan ke Neraka Jahanam. Begitu pula semua pendukung Iblis yang telah menghiasi keburukan sehingga tampak indah di mata mereka. Tidak seorang pun dari mereka lolos (dari neraka-ed.).
وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ {٩٥} 95. Lihat ayat 94
قَالُوا وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ {٩٦} 96. Mereka berkata, mengakui kesalahan sambil bertengkar di dalam Neraka Jahanam dengan orang-orang yang telah menyesatkan mereka. "Demi Allah, sungguh, kami dulu di dunia dalam kesesatan nyata, tidak tersamar lagi. Karena kami menyamakan kalian dengan Rabb semesta alam, satu-satu-Nya yang berhak diibadahi. Tidak ada yang menjerumuskan kami ke dalam nasib buruk seperti ini kecuali orang-orang jahat yang telah mengajak kami beribadah kepada selain Allah, lalu kami ikuti.
تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ {٩٧} 97. Lihat ayat 96
إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ {٩٨} 98. Lihat ayat 96
وَمَا أَضَلَّنَا إِلَّا الْمُجْرِمُونَ {٩٩} 99. Lihat ayat 96
فَمَا لَنَا مِنْ شَافِعِينَ {١٠٠} 100. Tidak ada seorang pun yang memberi kami syafaat dan menyelamatkan kami dari adzab. Tidak ada pula orang yang tulus mencintai dan menyayangi kami.
وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍ {١٠١} 101. Lihat ayat 100
فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ {١٠٢} 102. Duhai, andaikata kami dikembalikan ke dunia agar bisa menjadi bagian dari golongan orang-orang mukmin yang selamat!"
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ {١٠٣} 103. Sungguh, dalam kisah Ibrahim tersebut terdapat pelajaran bagi siapa yang hendak mengambil pelajaran, tetapi kebanyakan orang yang mendengar kisah ini tidak beriman. Sungguh, Rabbmu benar-benar Mahaperkasa, kuasa menimpakan hukuman kepada orang-orang yang mendustakan, lagi Maha Penyayang kepada hamba-ham-ba-Nya yang beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ {١٠٤} 104. Lihat ayat 103
كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ {١٠٥} 105. Kaum Nuh mendustakan risalah nabi mereka, dengan begitu mereka termasuk golongan yang mendustakan semua rasul, karena setiap rasul memerintahkan keimanan kepada semua rasul. Ketika saudara mereka, yaitu Nuh, berkata kepada mereka: "Tidakkah kalian takut kepada Allah dengan cara meninggalkan ibadah kepada selain-Nya? Sungguh, aku bagi kalian adalah seorang utusan yang bisa dipercaya mengenai apa yang kusampaikan kepada kalian. Maka jadikanlah keimanan sebagai pelindung kalian dari adzab Allah dan taatilah perintahku untuk beribadah kepada-Nya saja. Aku tidak meminta upah dari kalian atas penyampaian risalah ini, upahku hanyalah dari Allah Rabb semesta alam, yang mengelola urusan makhluk-Nya. Maka waspadalah terhadap hukuman-Nya dan taatilah aku dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya."
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ {١٠٦} 106. Lihat ayat 105
إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ {١٠٧} 107. Lihat ayat 105
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ {١٠٨} 108. Lihat ayat 105
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ {١٠٩} 109. Lihat ayat 105
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ {١١٠} 110. Lihat ayat 105
قَالُوا أَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْأَرْذَلُونَ {١١١} 111. Kaumnya berkata: "Bagaimana kami memercayai dan mengikutimu sedangkan pengikutmu adalah orang-orang hina dan rendah?"
قَالَ وَمَا عِلْمِي بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {١١٢} 112. Nuh menjawab mereka: "Aku tidak diwajibkan mengetahui amal mereka, tetapi yang diwajibkan kepadaku adalah mengajak mereka kepada keimanan. Tolok ukur penilaian adalah keimanan, bukan kedudukan, keturunan, profesi, atau pekerjaan.
إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّي ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ {١١٣} 113. Perhitungan mereka untuk mendapat balasan amal dan keadaan batin mereka hanyalah wewenang Rabbku Yang Maha Melihat keadaan batin. Jika kalian merasakan hal itu tidaklah mungkin mengucapkan perkataan kalian ini.
وَمَا أَنَا بِطَارِدِ الْمُؤْمِنِينَ {١١٤} 114. Aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman kepada ajakanku apa pun keadaan mereka, hanya gara-gara ingin memenuhi keinginan kalian sebagai syarat keimanan kalian kepadaku. Aku hanyalah seorang pemberi peringatan dengan peringatan yang jelas."
إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ {١١٥} 115. Lihat ayat 114
قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا نُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمَرْجُومِينَ {١١٦} 116. Kaum Nuh beralih dari penggunaan dialog kepada penggunaan ancaman, mereka berkata kepadanya: "Wahai Nuh, jika engkau tidak meninggalkan dakwahmu, sungguh engkau benar-benar akan menjadi salah seorang yang dibunuh dengan cara dilempari batu."
قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوْمِي كَذَّبُونِ {١١٧} 117. Ketika mendengar perkataan mereka ini, Nuh berdoa kepada Rabbnya: "Wahai Rabbku, sungguh kaumku tetap mendustakanku. Maka putuskanlah antara aku dan mereka, binasakan siapa yang menolak untuk mentauhidkan-Mu dan mendustakan rasul-Mu, serta selamatkan aku dan orang-orang beriman yang menjadi pengikutku dari adzab yang Kautimpakan kepada orang-orang kafir."
فَافْتَحْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَنَجِّنِي وَمَنْ مَعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ {١١٨} 118. Lihat ayat 117
فَأَنْجَيْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ {١١٩} 119. Kami pun menyelamatkannya berikut para pengikutnya di dalam kapal yang penuh dengan berbagai jenis makhluk yang dibawa bersamanya.
ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبَاقِينَ {١٢٠} 120. Kemudian, setelah penyelamatan terhadap Nuh dan para pengikutnya, Kami tenggelamkan orang-orang yang tersisa dari kaumnya, yang tidak beriman dan menolak nasihatnya.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ {١٢١} 121. Sungguh, dalam kisah Nuh berikut penyelamatan orang-orang beriman dan pembinasaan orang-orang yang mendustakan itu benar-benar terdapat pelajaran besar bagi orang-orang sesudah mereka, tetapi kebanyakan orang yang mendengar kisah ini tidak beriman kepada Allah, Rasul-Nya, dan syariat-Nya.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ {١٢٢} 122. Sungguh, Rabbmu itu benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa dalam menghukum orang yang kafir dan melanggar perintah-Nya serta Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman.
كَذَّبَتْ عَادٌ الْمُرْسَلِينَ {١٢٣} 123. Kabilah 'Ad telah mendustakan rasul mereka, yaitu Hud dengan begitu mereka berarti telah mendustakan semua rasul karena kesamaan prinsip dan tujuan dakwah para rasul itu.
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ {١٢٤} 124. Ketika saudara mereka, yaitu Hud, berkata kepada mereka: "Tidakkah kalian takut kepada Allah, lalu mengikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya? Sungguh, aku diutus kepada kalian untuk memberi petunjuk dan bimbingan, menjaga risalah Allah, dan menyampaikannya sebagaimana diperintahkan Rabbku. Maka takutlah kalian kepada hukuman Allah dan taatilah aku terkait apa yang kusampaikan kepada kalian dari sisi Allah. Aku tidak meminta kepada kalian upah apa pun atas bimbingan kepada tauhid yang kuberikan kepada kalian. Upahku hanya dari Allah Rabb semesta alam.
إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ {١٢٥} 125. Lihat ayat 124
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ {١٢٦} 126. Lihat ayat 124
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ {١٢٧} 127. Lihat ayat 124
أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ آيَةً تَعْبَثُونَ {١٢٨} 128. Apakah kalian membangun bangunan tinggi di setiap tempat yang tinggi, kalian naik di bangunan tinggi itu, lalu mencemooh orang-orang yang lewat? Itu perbuatan sia-sia dan berlebihan yang tidak bermanfaat apa pun bagi kalian dari sisi din maupun dunia. Kalian membangun istana-istana kokoh dan benteng-benteng tinggi, seakan-akan kalian akan hidup kekal di dunia dan tidak pernah mati. Bila kalian membunuh atau memukul orang, kalian melakukannya dengan kejam dan zhalim.
وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ {١٢٩} 129. Lihat ayat 128
وَإِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ {١٣٠} 130. Lihat ayat 128
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ {١٣١} 131. Maka takutlah kepada Allah dan patuhilah ajakanku, itu lebih bermanfaat bagi kalian. Takutlah kepada Allah yang telah memberi kalian berbagai macam nikmat yang tiada tersamar lagi, Dia telah memberi kalian binatang ternak: unta, sapi, dan kambing, serta memberi kalian anak-anak. Dia juga memberi kalian kebun-kebun yang berbuah dan mengalirkan air dari mata air-mata air."
وَاتَّقُوا الَّذِي أَمَدَّكُمْ بِمَا تَعْلَمُونَ {١٣٢} 132. Lihat ayat 131
أَمَدَّكُمْ بِأَنْعَامٍ وَبَنِينَ {١٣٣} 133. Lihat ayat 131
وَجَنَّاتٍ وَعُيُونٍ {١٣٤} 134. Lihat ayat 131
إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ {١٣٥} 135. Hud berkata mengingatkan mereka: "Sungguh, aku takut jika kalian tetap bersikukuh dalam pendustaan, kezhaliman, dan kufur nikmat, Allah akan menurunkan adzab kepada kalian pada hari yang kesengsaraannya sangat dahsyat disebabkan oleh kengerian adzabnya."
قَالُوا سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَوَعَظْتَ أَمْ لَمْ تَكُنْ مِنَ الْوَاعِظِينَ {١٣٦} 136. Mereka menjawab: "Bagi kami sama saja apakah engkau memberi peringatan dan menakut-nakuti kami atau tidak melakukannya, kami tidak mungkin percaya kepadamu."
إِنْ هَٰذَا إِلَّا خُلُقُ الْأَوَّلِينَ {١٣٧} 137. Mereka berkata: "Tiadalah yang kami pegang ini selainn din dan tradisi orang-orang terdahulu. Kami tidaklah akan diadzab disebabkan oleh perbuatan kami yang kau ancam akan mengakibatkan turunnya adzab kepada kami.”
وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ {١٣٨} 138. Lihat ayat 139
فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَاهُمْ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ {١٣٩} 139. Mereka bersikukuh mendustakannya sehingga Allah membinasakan mereka dengan angin yang sangat dingin. Sungguh, pembinasaan itu mengandung pelajaran bagi orang-orang sesudah mereka, tetapi kebanyakan orang yang mendengar kisah mereka itu tidak beriman kepadamu. Sungguh, Rabbmu itu Dialah Yang Mahaperkaasa, Yang Kuasa melaksanakan kehendak-Nya, yaitu membinasakan para pendusta, serta Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ {١٤٠} 140. Lihat ayat 1339
كَذَّبَتْ ثَمُودُ الْمُرْسَلِينَ {١٤١} 141. Kabilah Tsamud telah mendustakan saudara mereka, Shalih, berkenaan dengan risalah dan ajakannya kepada tauhidullah, dengan demikian berarti mereka telah menduskakan semua rasul, karena semua rasul berdakwah mengajak kepada tauhidullah.
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ {١٤٢} 142. Ketika saudara mereka, yaitu Shalih, berkata kepada mereka: "Tidakkah kalian takut kepada hukuman Allah sehingga mengesakan ibadah kepada-Nya? Sungguh, aku diutus Allah kepada kalian, memelihara risalah ini sebagaimana yang kuterima dari Allah. Maka waspadalah terhadap hukuman-Nya dan patuhilah ajakanku. Aku tidak meminta balasan apa pun kepada kalian atas nasihat dan bimbingan yang kusampaikan. Balasanku hanyalah dari Rabb semesta alam.
إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ {١٤٣} 143. Lihat ayat 142
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ {١٤٤} 144. Lihat ayat 131
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ {١٤٥} 145. Lihat ayat 131
أَتُتْرَكُونَ فِي مَا هَاهُنَا آمِنِينَ {١٤٦} 146. Apakah Rabb kalian akan membiarkan kalian tetap berada dalam kenikmatan yang sekarang kalian rasakan di dunia ini, bebas dari adzab, kebinasaan, dan kematian? Di kebun-kebun yang berbuah dan mata air-mata air yang mengalir? Juga tanaman-tanaman yang banyak dan kebun kurma yang buahnya lunak, lembut, dan matang? Kalian juga sangat cakap memahat sebagian gunung menjadi rumah-rumah dengan perasaan sombong dan angkuh?
فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ {١٤٧} 147. Lihat ayat 146
وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ {١٤٨} 148. Lihat ayat 146
وَتَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا فَارِهِينَ {١٤٩} 149. Lihat ayat 146
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ {١٥٠} 150. Takutlah kepada hukuman Allah dan terimalah nasihatku. Janganlah mematuhi perintah orang-orang yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri dan keterlaluan dalam bermaksiat kepada Allah. Yaitu orang-orang yang melakukan perusakan di bumi, perusakan yang tidak bisa diperbaiki."
وَلَا تُطِيعُوا أَمْرَ الْمُسْرِفِينَ {١٥١} 151. Lihat ayat 150
الَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ {١٥٢} 152. Lihat ayat 150
قَالُوا إِنَّمَا أَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ {١٥٣} 153. Kaum Tsamud berkata kepada nabi mereka, yaitu Shalih: "Engkau hanya salah seorang yang disihir dengan banyak sihir sehingga sihir itu menguasai akalmu. Engkau hanyalah manusia biasa seperti kami, termasuk keturunan Adam, lalu bagaimana engkau membedakan diri dari kami dengan risalah? Datangkanlah hujah yang jelas mengenai kebenaran risalahmu, jika pengakuanmu bahwa Allah telah mengutusmu kepada kami adalah benar."
مَا أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا فَأْتِ بِآيَةٍ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ {١٥٤} 154. Lihat ayat 153
قَالَ هَٰذِهِ نَاقَةٌ لَهَا شِرْبٌ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَعْلُومٍ {١٥٥} 155. Shalih berkata kepada mereka —setelah ia membawa kepada mereka seekor unta yang dikeluarkan Allah untuknya dari batu: "Inilah unta Allah, ia memiliki jatah air pada hari tertentu dan kalian memiliki jatah air pada hari yang berbeda. Kalian tidak boleh minum di hari jatah unta ini dan ia tidak akan minum pada hari jatah kalian. Jangan mengusiknya dengan sesuatu yang akan berakibat buruk baginya, seperti memukul, membunuh, dan sebagainya sehingga Allah membinasakan kalian dengan adzab pada hari yang kesengsaraannya sungguh dahsyat, disebabkan kengerian dan kesengsaraan yang terjadi pada hari itu."
وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍ {١٥٦} 156. Lihat ayat 155
فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُوا نَادِمِينَ {١٥٧} 157. Mereka pun menyembelih unta sehingga pagi harinya menyesali perbuatan itu ketika mereka yakin akan turunnya adzab, akan tetapi penyesalan itu tiada berguna.
فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ {١٥٨} 158. Maka turunlah adzab Allah yang diancamkan oleh Shalih kepada mereka sehingga membinasakan mereka. Dibinasakannya kaum Tsamud ini mengandung pelajaran bagi siapa yang mau mengambil pelajaran dari akhir peristiwa ini, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ {١٥٩} 159. Sungguh, Rabbmu itu Dialah Yang Mahaperkasa, Pemaksa, Penghukum musuh-musuh-Nya yang mendustakan, dan Penyayang terhadap makhluk-Nya yang beriman.
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ {١٦٠} 160. Kaum Luth telah mendustakan risalahnya, dengan begitu mereka termasuk golongan orang-orang yang mendustakan seluruh rasul Allah, karena tauhid dan pokok-pokok syariat yang mereka bawa sama.
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ {١٦١} 161. Ketika saudara mereka, yaitu Luth, berkata: "Tidakkah kalian takut kepada adzab Allah? Sungguh, aku adalah seorang rasul yang diutus oleh Rabb kalian, yang bisa dipercaya dalam menyampaikan risalah-Nya kepada kalian. Maka waspadailah hukuman Allah karena pendustaan kalian terhadap Rasul-Nya serta ikutilah aku terkait dakwah yang kusampaikan kepada kalian. Aku tidak meminta upah apa pun kepada kalian karena dakwah dan petunjuk yang kusampaikan, upahku hanya dari Rabb semesta alam.
إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ {١٦٢} 162. Lihat ayat 161
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ {١٦٣} 163. Lihat ayat 161
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ {١٦٤} 164. Lihat ayat 161
أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ {١٦٥} 165. Apakah kalian menikahi laki-laki keturunan Adam dan meninggalkan istri-istri kalian yang diciptakan Allah agar kalian bersenang-senang dan berketurunan? Bahkan, kalian -dengan kemaksiatan ini- merupakan orang-orang yang melanggar batas-batas halal yang dibolehkan oleh Allah kepada yang haram."
وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ {١٦٦} 166. Lihat ayat 165
قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا لُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِينَ {١٦٧} 167. Kaum Luth berkata: "Wahai Luth, jika engkau tidak berhenti melarang kami dari perbuatan homoseks dan mencela perbuatan ini, sungguh engkau benar-benar akan termasuk orang-orang yang diusir dari negeri kami."
قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُمْ مِنَ الْقَالِينَ {١٦٨} 168. Luth berkata: "Sungguh, aku termasuk orang-orang yang sangat membenci perbuatan homoseks kalian."
رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ {١٦٩} 169. Kemudian, setelah berputus asa dari sambutan mereka terhadap dakwahnya, Luth berdoa kepada Rabbnya: "Wahai Rabbku, selamatkan keluargaku dari perbuatan kaumku, yaitu kemaksiatan yang buruk ini dan dari hukuman-Mu yang akan menimpa mereka."
فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ أَجْمَعِينَ {١٧٠} 170. Maka, Kami menyelamatkannya dan semua keluarganya yang menyambut dakwahnya, kecuali seorang wanita tua dari keluarganya, yaitu istrinya, yang tidak bersama mereka dalam keimanan, karena itu ia termasuk orang-orang yang tertimpa adzab dan kebinasaan.
إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ {١٧١} 171. Lihat ayat 170
ثُمَّ دَمَّرْنَا الْآخَرِينَ {١٧٢} 172. Kemudian, Kami benar-benar membinasakan orang-orang lain yang kafir. Kami jatuhkan batu-batu seperti hujan dari langit yang membinasakan mereka, betapa buruknya hujan bagi orang yang telah diperingatkan oleh para rasul tetapi tidak mengindahkan peringatan itu. Sungguh telah ditimpakan kepada mereka jenis adzab yang paling membinasakan dan menghancurkan.
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ {١٧٣} 173. Lihat ayat 172
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ {١٧٤} 174. Sungguh, hukuman yang menimpa kaum Luth itu mengandung pelajaran dan nasihat bagi orang-orang yang mendustakan, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ {١٧٥} 175. Sungguh, Rabbmu itu benar-benar Dialah Yang Maha-perkasa lagi Mahamenang yang berkuasa terhadap orang-orang yang mendustakan, serta Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman.
كَذَّبَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ الْمُرْسَلِينَ {١٧٦} 176. Para penduduk kawasan berpohon rimbun telah mendustakan risalah rasul mereka, yaitu Syuaib, dengan begitu mereka telah mendustakan seluruh risalah. Ketika Syuaib berkata kepada mereka: "Tidakkah kalian takut kepada hukuman Allah atas kesyirikan dan kemaksiatan kalian? Sungguh, aku diutus kepada kalian dari Allah untuk menyampaikan petunjuk kepada kalian serta menjaga risalah yang Dia wahyukan kepadaku maka takutlah kepada-Nya dan ikutilah petunjuk-Nya yang kudakwahkan kepada kalian agar kalian terbimbing. Aku tidak meminta dari kalian balasan apa pun atas ajakanku untuk beriman pada Allah, balasanku hanyalah dari Allah, Rabb semesta alam.”
إِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ أَلَا تَتَّقُونَ {١٧٧} 177. Lihat ayat 176
إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ {١٧٨} 178. Lihat ayat 176
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ {١٧٩} 179. Lihat ayat 176
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ {١٨٠} 180. Lihat ayat 176
أَوْفُوا الْكَيْلَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُخْسِرِينَ {١٨١} 181. Syuaib berkata kepada mereka -sedangkan mereka telah terbiasa mengurangi takaran dan timbangan: "Penuhilah takaran dan jangan mengurangi hak orang lain. Timbanglah dengan adil dan benar. Jangan mengurangi hak orang lain sedikit pun dalam takaran, timbangan, atau lainnya, dan jangan banyak merusak di bumi dengan berbuat syirik, membunuh, merampok, menakut-nakuti orang lain, dan melakukan maksiat.
وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ {١٨٢} 182. Lihat ayat 181
وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ {١٨٣} 183. Lihat ayat 181
وَاتَّقُوا الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالْجِبِلَّةَ الْأَوَّلِينَ {١٨٤} 184. "Takutlah hukuman Allah yang telah menciptakan kalian dan umat-umat sebelum kalian."
قَالُوا إِنَّمَا أَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ {١٨٥} 185. Mereka berkata: "Wahai Syuaib, engkau hanya seorang yang terkena sihir berat sehingga kehilangan akal. Engkau hanya seorang manusia seperti kami, bagaimana engkau diistimewakan dari kami dengan risalah? Dugaan kuat kami, engkau adalah seorang pendusta terkait pengakuan risalahmu. Jika klaim kenabianmu itu benar maka berdoalah kepada Allah agar Dia menjatuhkan sepotong adzab dari langit yang akan memusnahkan kami."
وَمَا أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَإِنْ نَظُنُّكَ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ {١٨٦} 186. Lihat ayat 185
فَأَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ {١٨٧} 187. Lihat ayat 185
قَالَ رَبِّي أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ {١٨٨} 188. Syuaib berkata kepada mereka: "Rabbku lebih tahu kesyirikan dan kemaksiatan yang kalian lakukan dan hukuman yang layak bagi kalian."
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ {١٨٩} 189. Mereka tetap mendustakannya sehingga diadzab dengan panas luar biasa, lalu mereka mencari-cari tempat berteduh, tiba-tiba mereka dinaungi oleh awan yang mengeluarkan hawa dingin dan angin lembut. Setelah mereka semua berhimpun di bawahnya, mereka dilalap oleh api yang membakar sehingga mereka binasa dalam satu hari yang sangat mengerikan.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ {١٩٠} 190. Hukuman yang menimpa mereka itu mengandung petunjuk nyata tentang kekuasaan Allah dalam menghukum orang-orang yang mendustakan dan pelajaran bagi siapa yang mau mengambil pelajaran, akan tetapi kebanyakan mereka tidak beriman dan tidak menjadikannya sebagai pelajaran.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ {١٩١} 191. Wahai Rasul, sungguh Rabbmu itu Dialah Yang Mahaperkasa dalam menghukum musuh-musuh-Nya dan Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang bertauhid.
وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ {١٩٢} 192. Sungguh, Al-Qur'an yang memuat kisah-kisah benar ini diturunkan dari Pencipta makhluk dan Pemilik segala urusan. la dibawa turun oleh Jibril yang tepercaya. Lalu, Jibril membacakannya kepadamu, wahai Rasul, sehingga engkau memahami dan menghafalnya dengan hatimu agar engkau menjadi salah seorang rasul Allah yang memperingatkan kaumnya kepada hukuman Allah, engkau mengingatkan seluruh manusia dan jin dengan kitab yang diturunkan ini. Jibril membawanya turun kepadamu dengan bahasa Arab yang jelas makna dan petunjuknya mengenai hal-hal yang mereka butuhkan untuk memperbaiki urusan din dan dunia.
نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ {١٩٣} 193. Lihat ayat 192
عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ {١٩٤} 194. Lihat ayat 192
بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ {١٩٥} 195. Lihat ayat 192
وَإِنَّهُ لَفِي زُبُرِ الْأَوَّلِينَ {١٩٦} 196. Sungguh, Al-Qur'an ini tercantum dalam kitab-kitab para nabi terdahulu; kitab-kitab itu telah menyampaikan kabar gembira mengenainya dan membenarkannya.
أَوَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ آيَةً أَنْ يَعْلَمَهُ عُلَمَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ {١٩٧} 197. Belum cukupkah bagi mereka -sebagai petunjuk bahwa engkau adalah rasul Allah dan bahwa Al-Qur'an itu benar- pengetahuan para ulama Bani Israil dan orang dari kalangan mereka yang telah beriman, seperti Abdullah bin Salam, tentang kebenaran hal itu?
وَلَوْ نَزَّلْنَاهُ عَلَىٰ بَعْضِ الْأَعْجَمِينَ {١٩٨} 198. Andaikata Al-Qur'an Kami turunkan kepada seseorang yang tidak bisa berbicara bahasa Arab. Lalu, orang itu membacakannya kepada orang-orang kafir Quraisy dengan bacaan bahasa Arab yang benar, tentulah mereka tetap kafir dan mencari-cari alasan untuk mengingkari. Demikianlah, Kami masukkan ke dalam hati orang-orang yang berdosa itu pengingkaran terhadap Al-Qur'an, sehingga perasaan itu terpatri padanya, disebabkan oleh kezhaliman dan dosa mereka. Tidak ada jalan bagi mereka untuk mengubah sikap ingkar terhadap Al-Qur'an hingga mereka menyaksikan adzab yang keras yang diancamkan kepada mereka.
فَقَرَأَهُ عَلَيْهِمْ مَا كَانُوا بِهِ مُؤْمِنِينَ {١٩٩} 199. Lihat ayat 198
كَذَٰلِكَ سَلَكْنَاهُ فِي قُلُوبِ الْمُجْرِمِينَ {٢٠٠} 200. Lihat ayat 198
لَا يُؤْمِنُونَ بِهِ حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ {٢٠١} 201. Lihat ayat 198
فَيَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ {٢٠٢} 202. Adzab itu menimpa mereka secara tiba-tiba, sedangkan mereka tidak mengetahui kedatangan adzab itu sebelumnya. Ketika dikejutkan oleh datangnya adzab secara tiba-tiba itu, mereka berkata dengan penuh penyesalan atas kelalaian mereka dari keimanan: "Apakah kami akan diberi tenggang waktu untuk bertaubat dari kesyirikan dan memperbaiki kelalaian?"
فَيَقُولُوا هَلْ نَحْنُ مُنْظَرُونَ {٢٠٣} 203. Lihat ayat 202
أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ {٢٠٤} 204. Apakah mereka tertipu oleh penundaan-Ku, sehingga mereka menantang agar segera diturunkan adzab dari langit kepada mereka?
أَفَرَأَيْتَ إِنْ مَتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ {٢٠٥} 205. Wahai Rasul, tahukah engkau andaikata Kami berikan kenikmatan hidup kepada mereka selama bertahun-tahun dengan menunda ajal kematian mereka, kemudian adzab yang diancamkan itu turun menimpa mereka?
ثُمَّ جَاءَهُمْ مَا كَانُوا يُوعَدُونَ {٢٠٦} 206. Lihat ayat 205
مَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يُمَتَّعُونَ {٢٠٧} 207. Tiadalah berguna kesenangan yang mereka peroleh dengan panjangnya umur dan kenikmatan hidup itu, jika mereka tidak bertaubat dari kesyirikan. Adzab Allah pasti menimpa mereka, cepat atau lambat.
وَمَا أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنْذِرُونَ {٢٠٨} 208. Tidaklah Kami membinasakan sebuah negeri di antara negeri-negeri umat terdahulu kecuali setelah mengutus kepada mereka rasul-rasul yang memperingatkan. Untuk menjadi peringatan dan pengingat bagi mereka tentang jalan keselamatan; Kami sekali-kali tidaklah berlaku zhalim dengan mengadzab suatu umat sebelum mengutus rasul kepada mereka.
ذِكْرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَالِمِينَ {٢٠٩} 209. Lihat ayat 208
وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيَاطِينُ {٢١٠} 210. Tidaklah Al-Qur'an itu dibawa turun kepada Muhammad oleh setan-setan —sebagai-mana anggapan orang-orang kafir-. Mereka tidak layak dan tidak bisa melakukannya. Sebab mereka dihalangi, bahkan dilempari panah-panah api, sehingga tidak bisa mendengar perkataan dari langit.
وَمَا يَنْبَغِي لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ {٢١١} 211. Lihat ayat 210
إِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ {٢١٢} 212. Lihat ayat 210
فَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ {٢١٣} 213. Janganlah menyekutukan Allah dengan sembahan lain dalam beribadah kepada-Nya sehingga engkau ditimpa adzab sebagaimana orang-orang yang pernah melakukannya.
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ {٢١٤} 214. Wahai Rasul, peringatkanlah keluarga ter-dekatmu, kemudian yang terdekat, tentang adzab Kami, jangan sampai menimpa mereka.
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ {٢١٥} 215. Bersikap dan berbicaralah dengan lembut sebagai ketawadhuan dan kasih sayang kepada orang-orang yang kauketahui menyambut dakwahmu.
فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ {٢١٦} 216. Jika mereka menyelisihi perintahmu dan tidak mengikutimu maka berlepas dirilah dari kesyirikan dan kesesatan yang mereka lakukan dan yang ada pada mereka.
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ {٢١٧} 217. Serahkan urusanmu kepada Allah Mahaperkasa yang tidak bisa dikalahkan, lagi Maha Penyayang yang tidak akan membiarkan wali-wali-Nya. Dialah yang melihatmu ketika berdiri shalat sendiri di tengah malam. Dan melihat gerakanmu bersama orang-orang yang bersujud dalam shalat, dari rukuk, sujud, dan duduk. Sungguh, Dia Maha Mendengar bacaan dan dzikirmu lagi Mahatahu tentang niat dan amalmu.
الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ {٢١٨} 218. Lihat ayat 217
وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ {٢١٩} 219. Lihat ayat 217
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ {٢٢٠} 220. Lihat ayat 217
هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ {٢٢١} 221. Wahai manusia, maukah kalian kuberitahu kepada siapakah setan-setan itu turun? Mereka turun kepada setiap orang yang banyak berdusta dan banyak berdosa, yaitu para dukun. Setan-setan itu mencuri-curi dengar dari para penghuni alam malakut, lalu menyampaikannya kepada dukun-dukun dan orang-orang fasik seperti mereka, yang kebanyakan adalah para pembohong, andaikata salah seorang dari mereka berbicara benar dalam satu ucapan, niscaya dia menambahinya dengan lebih dari seratus kebohongan.
تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ {٢٢٢} 222. Lihat ayat 221
يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ {٢٢٣} 223. Lihat ayat 221
وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَ {٢٢٤} 224. Dan para penyair yang menggubah syair dengan dasar kebatilan dan kebohongan, yang diikuti oleh orang-orang tersesat dan menyimpang seperti mereka. Wahai Nabi, tidakkah engkau melihat bahwa mereka pergi seperti pengembara yang menyelami segala seluk-beluk seni berbohong, menipu, menistakan kehormatan, mencela nasab, dan melukai para wanita terhormat. Mereka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan, berlebihan dalam memuji pelaku kebatilan, dan mencela pengikut kebenaran.
أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِي كُلِّ وَادٍ يَهِيمُونَ {٢٢٥} 225. Lihat ayat 224
وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ {٢٢٦} 226. Lihat ayat 224
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانْتَصَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا ۗ وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ {٢٢٧} 227. Allah mengecualikan para penyair yang terbimbing dengan keimanan dan amal shalih serta banyak mengingat Allah; mereka mengucapkan syair tentang tauhid, pujian kepada Allah Yang Mahamulia, dan pembelaan kepada Rasul-Nya yang berbicara dengan kebijaksanaan, nasihat, dan adab yang baik, membela Islam; yang membuat puisi ejekan untuk menyerang siapa saja yang telah menyerang Islam atau Rasul dengan puisi ejekan sebagai balasan bagi para penyair kafir. Orang-orang yang menzhalimi diri sendiri dengan berbuat kesyirikan dan kemaksiatan serta menzhalimi orang lain dengan melanggar hak atau melontarkan tuduhan dusta kepada mereka itu akan mengetahui ke tempat buruk dan ke-binasaan manakah mereka akan kembali. Sungguh, itu merupakan tempat kembali yang buruk, kita memohon keselamatan dan kesentausaan dari Allah.
Al-Qur'an Today @2006