سورةمريم {١٩} 19. MARYAM
كهيعص {١} 1. Kaf ha ya 'ain shad, pembicaraan tentang huruf muqatha'ah telah dikemukakan di awal surah Al-Baqarah.
ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا {٢} 2. Inilah cerita tentang rahmat Rabbmu kepada hamba-Nya, Zakaria, akan Kami kisahkan kepadamu karena di dalamnya terkandung pelajaran bagi orang-orang yang mengambil pelajaran.
إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا {٣} 3. Ketika ia berdoa kepada Rabbnya secara sembunyi-sembunyi agar doanya lebih ikhlas karena Allah dan lebih besar harapan dikabulkan.
قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا {٤} 4. la memanjatkan doa: "Rabbi, sungguh aku sudah tua. Tulangku sudah rapuh, ubanku sudah memenuhi kepala, dan aku tidak pernah kecewa karena doaku tidak Kau-kabulkan sebelum ini.
وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا {٥} 5. Aku khawatir kerabat dan keluargaku setelah kematianku nanti tidak lagi melaksanakan din-Mu dengan sebenar-benarnya dan tidak mengajak hamba-hamba-Mu untuk beribadah kepada-Mu, sedangkan istriku mandul tidak bisa beranak maka berilah aku seorang anak sebagai karunia-Mu, yang akan menjadi pewaris dan penolong.
يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ ۖ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا {٦} 6. Yang akan mewarisi kenabianku dan kenabian keluarga Ya'qub. Jadikanlah anak ini seorang yang Kau ridhai dan dicintai oleh hamba-hamba-Mu."
يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا {٧} 7. Wahai Zakaria, Kami memberimu kabar gembira tentang pengabulan doamu. Kami pasti akan memberimu seorang anak yang bernama Yahya. Kami belum pernah menamai seorang pun sebelumnya dengan nama ini.
قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا {٨} 8. Dengan heran, Zakaria bertanya: "Rabbi, bagaimana aku bisa mempunyai anak, sedangkan istriku mandul tidak bisa beranak, adapun aku sudah sangat tua dan tulang-tulangku sudah rapuh?"
قَالَ كَذَٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا {٩} 9. Malaikat menjawab keheranan Zakaria itu: "Benar bahwa istrimu mandul dan engkau sudah tua renta, akan tetapi Rabbmu berfirman: 'Penciptaan Yahya dalam keadaan seperti ini mudah saja bagi-Ku!' Kemudian Allah menyebutkan kepada Zakaria hal yang lebih mengherankan dari apa yang ditanyakannya: `Bahkan Aku telah menciptakanmu sebelum Yahya, padahal dahulu engkau tidak ada dan tidak bisa disebut apa-apa.'"
قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً ۚ قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَ لَيَالٍ سَوِيًّا {١٠} 10. Zakaria berkata untuk semakin memantapkan hatinya:"Rabbi, buatlah tanda-tanda untukku tentang akan terwujudnya kabar gembira yang telah disampaikan oleh para malaikat kepadaku." Allah berfirman:"Tanda-tandamu adalah engkau tidak bisa berbicara kepada orang-orang selama tiga hari tiga malam, padahal engkau dalam keadaan sehat wal afiat."
فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِ مِنَ الْمِحْرَابِ فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ أَنْ سَبِّحُوا بُكْرَةً وَعَشِيًّا {١١} 11. Zakaria pun keluar dari mushala, tempat ia mendapat kabar gembira akan memperoleh anak, untuk menemui kaumnya. la memberi isyarat kepada mereka agar mereka bertasbih kepada Allah pada pagi hari dan sore hari sebagai wujud atau tanda syukur kepada-Nya.
يَا يَحْيَىٰ خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا {١٢} 12. Setelah Yahya dilahirkan dan mencapai usia di mana ia bisa memahami pembicaraan, Allah memerintahnya mempelajari Taurat dengan sungguh-sungguh, dengan firman-Nya: "Wahai Yahya, pelajarilah Taurat dengan sungguh dengan cara menghafal lafazh-lafazhnya, memahami maknanya, dan mengamalkannya!" Kami berikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan memahami secara baik ketika ia masih kanak-kanak.
وَحَنَانًا مِنْ لَدُنَّا وَزَكَاةً ۖ وَكَانَ تَقِيًّا {١٣} 13. Kami karuniakan kepadanya kasih sayang dan kecintaan dari sisi Kami serta kesucian dari dosa, ia seorang yang takut dan taat kepada Allah subhana wa ta'ala, menjalankan perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-Nya.
وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا {١٤} 14. la juga seorang yang berbakti lagi patuh kepada kedua orang tuanya. Tidak sombong untuk taat kepada Rabbnya dan kepada kedua orang tuanya. Tidak bermaksiat kepada Rabb-nya, dan tidak membangkang kepada kedua orang tuanya.
وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا {١٥} 15. Keselamatan dari Allah dilimpahkan kepada Yahya pada hari ketika ia dilahirkan, hari ketika ia mati, dan hari ketika ia dibangkitkan dari kubur dalam keadaan hidup.
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا {١٦} 16. Wahai Rasul, ceritakan dalam Al-Qur'an ini kisah tentang Maryam ketika meninggalkan keluarganya, lalu tinggal di suatu tempat di sebelah timur mereka.
فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا {١٧} 17. la membuat tabir yang menutupnya dari keluarganya dan dari orang-orang, lalu Kami utus Jibril kepadanya. Jibril pun menjelma di hadapannya menjadi sosok manusia yang sempurna penciptaannya.
قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا {١٨} 18. Maryam berkata kepadanya:"Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Pengasih dari gangguanmu yang buruk terhadapku, jika engkau termasuk orang yang takut kepada Allah."
قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّا {١٩} 19. Malaikat itu berkata: "Aku hanyalah utusan Rabbmu yang diutus-Nya kepadamu untuk memberimu seorang anak yang suci dari dosa."
قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا {٢٠} 20. Maryam berkata kepada malaikat itu: "Bagaimana mungkin aku mempunyai anak, sedangkan aku tidak pernah disentuh oleh seorang manusia pun melalui pernikahan halal dan aku bukan wanita pezina?"
قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ ۖ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا ۚ وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا {٢١} 21. Malaikat berkata kepadanya: "Benar keadaannya seperti yang telah kauceritakan bahwa engkau belum pernah disentuh oleh seorang pun dan engkau bukan wanita pezina, tetapi Rabbmu berkata: 'Persoalan ini mudah bagi-Ku. Dan agar anak ini nanti menjadi tanda-tanda bagi manusia yang menunjukkan kekuasaan Allah, sebagai kasih sayang-Ku kepadanya, kepada ibunya, dan kepada seluruh manusia. Keberadaan Isa dengan kondisi seperti ini merupakan qadha yang telah ditetapkan terdahulu dan tertulis di Lauh Mahfuzh maka ia pasti terjadi.'
فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا {٢٢} 22. Maryam pun mengandung anak itu setelah Jibril meniup kerah bajunya, lalu tiupan itu sampai di rahimnya sehingga terjadilah kehamilan. Maryam pun pergi membawanya ke suatu tempat yang jauh dari manusia.
فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا {٢٣} 23. Sakit menjelang melahirkan memaksa Maryam bersandar di pangkal pohon kurma. la berkata:"Duhai, alangkah baiknya andaikata aku mati sebelum hari ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak dikenal dan tidak disebut, tidak diketahui siapa aku."
فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا {٢٤} 24. Jibril atau Isa berseru kepadanya: "Jangan bersedih! Rabbmu telah menjadikan sungai kecil yang mengalirkan air di bawahmu.
وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا {٢٥} 25. "Goyanglah pangkal pohon kurma itu niscaya ia akan menjatuhkan kepadamu kurma masak segar yang baru dipetik.
فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا {٢٦} 26. "Makanlah kurma itu, minumlah air sungai itu, dan bergembiralah dengan bayi yang lahir. Jika engkau melihat seseorang bertanya kepadamu tentang keadaanmu maka jawablah: 'Sungguh, aku telah berjanji kepada Allah untuk mewajibkan diriku diam maka hari ini aku tidak akan berbicara kepada seorang pun."' Berdiam (tidak berbicara) merupakan salah satu bentuk ibadah dalam syariat mereka, namun tidak demikian dalam syariat Muhammad.
فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ ۖ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا {٢٧} 27. Maryam pun mendatangi kaumnya dengan membawa bayinya dari tempat yang jauh. Ketika melihatnya dalam keadaan seperti itu, mereka berkata kepadanya: "Wahai Maryam, engkau telah datang dengan membawa perkara besar dan menggemparkan.
يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا {٢٨} 28. Wahai saudara perempuan lelaki shalih, yaitu Harun, ayahmu bukan seorang laki-laki jahat yang melakukan perbuatan-perbuatan keji dan ibumu bukan perempuan jahat yang melakukan pelacuran."
فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ ۖ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا {٢٩} 29. Maryam memberi isyarat kepada bayinya, Isa, agar mereka bertanya dan berbicara kepadanya. Mereka pun berkata, menyalahkannya: "Bagaimana kami berbicara kepada seorang bayi menyusu yang masih dalam buaian?"
قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا {٣٠} 30. Isa berkata ketika ia masih dalam buaian dan menyusu: "Sungguh, aku ini hamba Allah. Dia telah menetapkan untuk memberiku kitab, yaitu Injil, dan telah menjadikanku sebagai seorang nabi.
وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا {٣١} 31. "Dia juga menjadikanku memiliki banyak kebaikan dan manfaat di mana pun aku berada serta berwasiat kepadaku untuk menjaga shalat dan membayar zakat selagi aku masih hidup.
وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا {٣٢} 32. "Dan menjadikanku seorang yang berbakti kepada ibuku, tidak menjadikanku seorang yang sombong, sengsara, dan membangkang kepada Rabbku.
وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا {٣٣} 33. "Keselamatan dan keamanan bagiku dari Allah pada hari aku dilahirkan, pada hari aku mati, dan pada hari aku dibangkitkan kembali dalam keadaan hidup di Hari Kiamat."
ذَٰلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ {٣٤} 34. Wahai Rasul, orang yang sifat dan kisahnya Kami ceritakan kepadamu ini adalah Isa putra Maryam, tidak ada keraguan mengenainya, ia merupakan perkataan benar yang diragukan orang-orang Yahudi dan Nasrani.
مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ ۖ سُبْحَانَهُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ {٣٥} 35. Tidak sepantasnya Allah memiliki anak dari hamba-hamba dan ciptaan-Nya, Mahasuci Dia dari hal itu. Apabila Dia menetapkan suatu perkara yang Dia kehendaki, kecil maupun besar, tiada penghalang terjadinya hal itu, cukuplah Dia berfirman: "Jadilah!", lalu apa yang Dia kehendaki itu pun jadi.
وَإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ {٣٦} 36. Isa berkata kepada kaumnya: "Allah yang aku mengajak kalian kepada-Nya adalah satu-satu-Nya Rabbku dan Rabb kalian maka beribadahlah kepada-Nya tanpa mempersekutukan-Nya. Aku dan kalian sama dalam hal beribadah dan tunduk kepada-Nya. Inilah jalan yang lurus yang tidak mengandung kebengkokan."
فَاخْتَلَفَ الْأَحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْ ۖ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ مَشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيمٍ {٣٧} 37. Golongan-golongan ahlukitab saling berselisih dalam perkara Isa sebagian dari mereka mengkultuskannya, yaitu orang-orang Nasrani, ada yang berkata:"Dialah Allah", ada yang mengatakan: "Dialah putra Allah", ada pula yang mengatakan: "Dia adalah satu dari tiga", Mahasuci Allah dari ucapan mereka; sebagian lagi ada yang mengabaikan-Nya, yaitu orang-orang Yahudi, mereka berkata: "Dia tukang sihir" dan ada pula yang berkata: "Dia putra Yusuf An-Najar." Kebinasaan akan menimpa orang-orang kafir karena menyaksikan hari yang sangat mengerikan, yaitu Hari Kiamat.
أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ يَوْمَ يَأْتُونَنَا ۖ لَٰكِنِ الظَّالِمُونَ الْيَوْمَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ {٣٨} 38. Alangkah jelasnya pendengaran dan penglihatan mereka pada Hari Kiamat, pada hari mereka menghadap Allah, ketika hal itu tidak akan bermanfaat bagi mereka! Tetapi, orang-orang zhalim pada hari ini benar-benar tersesat secara nyata dari kebenaran.
وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ {٣٩} 39. Wahai Rasul, sampaikan peringatan kepada manusia tentang Hari Penyesalan ketika perkara diputuskan, kematian didatangkan dalam wujud seekor domba berwarna putih, lalu disembelih; manusia dipisah-pisahkan, orang-orang beriman masuk surga, sedangkan orang-orang kafir masuk neraka. Adapun hari ini, di dunia, mereka dalam keadaan lalai terhadap peringatan yang disampaikan kepada mereka itu, mereka tidak memercayainya dan tidak beramal shalih.
إِنَّا نَحْنُ نَرِثُ الْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ {٤٠} 40. Sungguh, Kamilah yang mewarisi bumi dan siapa saja yang ada di atasnya, dengan kehancuran mereka dan keabadian Kami sesudah kehancuran mereka itu dan kekuasaan Kami untuk memutuskan perkara terhadap mereka; kembali dan perhitungan mereka kelak adalah kepada Kami, lalu Kami membalas mereka atas amal-amal mereka.
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا {٤١} 41. Wahai Rasul, ceritakanlah kepada kaummu kisah Ibrahim M. dalam Al-Qur'an ini. la merupakan seorang yang sangat jujur dan salah satu nabi Allah yang paling tinggi kedudukannya.
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا {٤٢} 42. Ketika ia berkata kepada ayahnya, yaitu Azar: "Wahai ayahku, untuk apa engkau beribadah kepada berhala-berhala yang tidak mendengar dan melihat, serta tidak mampu mencegah apa pun takdir buruk yang ditimpakan Allah kepada-Mu?
يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا {٤٣} 43. "Wahai ayahku, sungguh Allah telah mem-beriku ilmu yang tidak diberikan kepadamu maka terimalah penjelasanku dan ikutilah ajakanku, niscaya aku membimbingmu ke jalan lurus yang dengan mengikutinya engkau tidak akan tersesat.
يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّا {٤٤} 44. "Wahai ayahku, janganlah mematuhi setan sehingga engkau beribadah kepada berhala-berhala. Sungguh, setan itu membangkang kepada Yang Maha Pengasih serta sombong untuk taat kepada Allah.
يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَٰنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيًّا {٤٥} 45. "Wahai ayahku, aku takut engkau mati dalam kekafiran sehingga akan tersentuh adzab dari Yang Maha Pengasih, lalu engkau menjadi teman dekat setan di neraka."
قَالَ أَرَاغِبٌ أَنْتَ عَنْ آلِهَتِي يَا إِبْرَاهِيمُ ۖ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ وَاهْجُرْنِي مَلِيًّا {٤٦} 46. Ayah Ibrahim berkata kepada putranya:"Apakah engkau enggan beribadah kepada ilah-ilahku, wahai Ibrahim? Jika engkau tidak berhenti mencelanya niscaya aku benar-benar akan membunuhmu dengan melemparimu batu. Pergilah dariku, jangan temui aku lagi dan jangan berbicara dalam waktu yang lama kepadaku."
قَالَ سَلَامٌ عَلَيْكَ ۖ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي ۖ إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا {٤٧} 47. Ibrahim berkata kepada ayahnya: "Keselamatan untukmu dariku. Engkau tidak akan menerima hal yang kaubenci dariku. Aku pasti akan memohon kepada Allah agar memberimu hidayah dan ampunan. Sungguh, Rabbku benar-benar Maha Penyayang dan Maha Pengasih, Dia mengabulkan doaku jika aku berdoa.
وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَأَدْعُو رَبِّي عَسَىٰ أَلَّا أَكُونَ بِدُعَاءِ رَبِّي شَقِيًّا {٤٨} 48. "Aku akan meninggalkan kalian dan ilah-ilah yang kalian ibadahi selain Allah dan aku akan berdoa kepada Rabb-ku dengan ikhlas. Semoga aku tidak kecewa berdoa kepada Rabbku lantaran apa yang kuminta tidak diberikan-Nya."
فَلَمَّا اعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۖ وَكُلًّا جَعَلْنَا نَبِيًّا {٤٩} 49. Ketika Ibrahim meninggalkan mereka dan ilah-ilah yang mereka ibadahi selain Allah, Kami karuniakan anak kepadanya: yaitu Ishaq dan Ya'qub putra Ishaq, Kami jadikan keduanya sebagai nabi.
وَوَهَبْنَا لَهُمْ مِنْ رَحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا {٥٠} 50. Karena rahmat dari Kami, Kami berikan keutamaan yang tak terhitung kepada mereka serta Kami jadikan buah tutur yang baik dan pujian baik untuk mereka yang kekal di tengah-tengah manusia.
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مُوسَىٰ ۚ إِنَّهُ كَانَ مُخْلَصًا وَكَانَ رَسُولًا نَبِيًّا {٥١} 51. Wahai Rasul, ceritakan kisah Musa dalam Al-Qur'an, sungguh ia dulu seorang pilihan, sekaligus seorang rasul dan nabi yang termasuk Ulul Azmi.
وَنَادَيْنَاهُ مِنْ جَانِبِ الطُّورِ الْأَيْمَنِ وَقَرَّبْنَاهُ نَجِيًّا {٥٢} 52. Kami panggil Musa dari arah Gunung Tursina di sebelah kanan Musa. Kami mendekatkannya kepada Kami dan memuliakannya dengan berbicara kepadanya. Ini mengandung penegasan tentang sifat kalam (berbicara) bagi Allah yang sesuai dengan keagungan dan kesempurnaan-Nya.
وَوَهَبْنَا لَهُ مِنْ رَحْمَتِنَا أَخَاهُ هَارُونَ نَبِيًّا {٥٣} 53. Karena rahmat Kami, Kami berikan untuk Musa, saudaranya, yaitu Harun, sebagai nabi yang mendukungnya.
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِسْمَاعِيلَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَبِيًّا {٥٤} 54. Wahai Rasul, ceritakan kisah Ismail dalam Al-Qur'an ini. Sungguh, ia seorang yang benar janjinya, tidak pernah menjanjikan sesuatu kecuali memenuhinya, dan ia seorang rasul sekaligus nabi.
وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا {٥٥} 55. la dulu selalu memerintahkan keluarganya untuk menegakkan shalat dan memberikan zakat dan di sisi Rabbnya ia seorang yang diridhai.
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا {٥٦} 56. Wahai Rasul, ceritakan kisah Idris yang ada di dalam Al-Qur'an ini. Sungguh, ia seorang yang sangat agung kejujuran ucapan dan amalannya serta seorang nabi yang menerima wahyu.
وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا {٥٧} 57. Kami tinggikan sebutannya di seluruh alam dan kedudukannya di antara golongan muqarabin (yang didekatkan) maka ia menjadi seorang yang mendapat pujian dan kedudukan tinggi.
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩ {٥٨} 58. Wahai Rasul, orang-orang yang kisah mereka telah Kuceritakan kepada kalian ini adalah orang-orang yang mendapat nikmat Allah berupa keutamaan dan taufik-Nya. Dia menjadikan mereka sebagai para nabi dari keturunan Adam, keturunan orang-orang yang Kami angkut bersama Nuh di dalam kapal, keturunan Ibrahim, dan keturunan Yalqub, dari kalangan orang-orang yang Kami beri hidayah keimanan serta Kami pilih sebagai rasul dan nabi. Jika mereka dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih yang mengandung tauhid-Nya serta hujah-hujah-Nya maka mereka tersungkur sujud kepada Allah dengan tunduk dan merendahkan diri, mereka menangis karena takut kepada-Nya
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا {٥٩} 59. Setelah orang-orang yang Kami karuniai nikmat itu, datanglah para pengikut yang buruk, yang meninggalkan shalat sama sekali, melewatkan waktu-waktunya, atau meninggalkan rukun-rukun dan kewajiban-kewajibannya, serta mengikuti hal-hal yang cocok dan selaras dengan hawa nafsu. Niscaya mereka akan mendapat keburukan, kesesatan, dan kerugian di Jahanam.
إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئًا {٦٠} 60. Tetapi siapa di antara mereka yang bertaubat dari dosanya, beriman kepada Rabbnya, dan beramal shalih sebagai bukti taubatnya maka mereka itulah yang taubat mereka diterima oleh Allah dan masuk surga bersama orang-orang yang beriman, tidak sedikit pun amal shalih mereka dikurangi.
جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ عِبَادَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّهُ كَانَ وَعْدُهُ مَأْتِيًّا {٦١} 61. Surga-surga dan tempat tinggal abadi, itulah yang dijanjikan oleh Allah Yang Maha Pengasih secara gaib kepada hamba-hamba-Nya. Mereka beriman kepada surga-surga itu meski belum pernah melihatnya. Sungguh, janji Allah kepada hamba-hamba-Nya untuk memberikan surga ini pasti terjadi, tidak mungkin tidak.
لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا إِلَّا سَلَامًا ۖ وَلَهُمْ رِزْقُهُمْ فِيهَا بُكْرَةً وَعَشِيًّا {٦٢} 62. Para penguni surga, di surga, tidak mendengar perkataan batil, tetapi mereka mendengar salam sebagai ucapan penghormatan bagi mereka. Di sana mereka memperoleh makanan dan minuman sebagai rezeki selama-lamanya, kapan pun mereka inginkan, pagi dan sore hari.
تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا {٦٣} 63. Surga-surga yang digambarkan dengan sifat-sifat seperti itu adalah yang Kami berikan kepada hamba-hamba Kami yang bertakwa kepada Kami dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Kami.
وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ ۖ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا {٦٤} 64. Wahai Jibril, katakan kepada Muhammad: "Kami, para malaikat, tidak turun dari langit ke bumi kecuali dengan perintah Rabbmu kepada kami. Milik-Nya segala yang ada di hadapan kami, yaitu urusan-urusan akhirat yang akan datang serta segala yang di belakang kami, yaitu segala urusan dunia yang telah berlalu, juga apa yang ada antara dunia dan akhirat. Segala urusan di segala zaman dan di setiap tempat, seluruhnya merupakan milik-Nya, tidaklah mungkin Rabbmu lupa terhadap satu hal pun.
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا {٦٥} 65. Dialah Allah, Rabb langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, Pemilik, Pencipta, dan Pemelihara semua itu maka beribadahlah kepada-Nya saja —wahai Nabi— dan bersabarlah engkau dan para pengikutmu dalam menaati-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya baik dalam dzat, nama, sifat, dan perbuatan-Nya."
وَيَقُولُ الْإِنْسَانُ أَإِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا {٦٦} 66. Manusia yang kafir berkata karena tidak memercayai kebangkitan setelah kematian: "Apakah apabila aku nanti mati dan binasa, aku pasti dibangkitkan kembali dari kuburku dalam keadaan hidup?"
أَوَلَا يَذْكُرُ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْئًا {٦٧} 67. Bagaimana manusia kafir ini bisa lupa terhadap dirinya? Tidakkah ia ingat bahwa Kami telah menciptakannya pertama kali, sedangkan ia belum menjadi sesuatu apa pun yang ada?
فَوَرَبِّكَ لَنَحْشُرَنَّهُمْ وَالشَّيَاطِينَ ثُمَّ لَنُحْضِرَنَّهُمْ حَوْلَ جَهَنَّمَ جِثِيًّا {٦٨} 68. Wahai Rasul, demi Rabbmu, Kami sungguh akan mengumpulkan orang-orang yang tidak beriman kepada kebangkitan itu pada Hari Kiamat bersama setan-setan, kemudian Kami benar-benar akan mendatangkan mereka semua di sekitar Jahanam dalam keadaan berlutut; mereka tidak mampu berdiri karena kengerian luar biasa yang mereka alami.
ثُمَّ لَنَنْزِعَنَّ مِنْ كُلِّ شِيعَةٍ أَيُّهُمْ أَشَدُّ عَلَى الرَّحْمَٰنِ عِتِيًّا {٦٩} 69. Kemudian, dari setiap golongan akan Kami ambil orang yang paling keras pembangkangan dan kemaksiatannya kepada Allah, lalu Kami mulai mengadzab dari mereka.
ثُمَّ لَنَحْنُ أَعْلَمُ بِالَّذِينَ هُمْ أَوْلَىٰ بِهَا صِلِيًّا {٧٠} 70. Kemudian, Kami benar-benar lebih mengetahui tentang orang-orang yang paling layak memasuki neraka dan merasakan panasnya.
وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا {٧١} 71. Wahai manusia, tiada seorang pun dari kalian kecuali akan datang ke neraka, dengan melewati jembatan yang dibentangkan melintasi Jahanam. Keadaan tiap-tiap orang sesuai dengan amalnya. Hal itu merupakan perkara yang pasti, Allah telah memutuskan bahwa itu harus terjadi, tidak bisa tidak.
ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا {٧٢} 72. Kemudian Kami menyelamatkan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dengan menaati-Nya dan menghindari kemaksiatan kepada-Nya serta membiarkan di neraka orang-orang yang menzhalimi diri sendiri dengan kekafiran kepada Allah, dalam keadaan berlutut.
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَيُّ الْفَرِيقَيْنِ خَيْرٌ مَقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا {٧٣} 73. Apabila kepada manusia dibacakan ayat-ayat Kami yang diturunkan dan jelas maka orang-orang yang kafir kepada Allah berkata kepada orang-orang yang beriman kepadanya: "Siapakah di antara kami dan kalian golongan yang lebih utama kedudukannya dan lebih baik tempat pertemuannya?"
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أَثَاثًا وَرِئْيًا {٧٤} 74. Wahai Rasul, telah banyak umat sebelum orang-orang kafir dari kalangan kaummu yang telah Kami binasakan, padahal mereka itu dulu memiliki peralatan yang lebih baik dan penampilan yang lebih bagus daripada mereka.
قُلْ مَنْ كَانَ فِي الضَّلَالَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ الرَّحْمَٰنُ مَدًّا ۚ حَتَّىٰ إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَ إِمَّا الْعَذَابَ وَإِمَّا السَّاعَةَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضْعَفُ جُنْدًا {٧٥} 75. Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Barang siapa yang tersesat dari kebenaran dan tidak mengikuti jalan petunjuk maka Allah akan memberinya tangguh dalam kesesatannya. Sehingga ketika ia sudah melihat apa yang diancamkan Allah kepadanya: entah itu adzab yang segera di dunia atau terjadinya Hari Kiamat maka ketika itu ia akan mengetahui siapakah yang tempat duduk dan tempat tinggalnya lebih buruk serta siapakah yang kekuatan dan tentaranya lebih lemah.
وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى ۗ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ مَرَدًّا {٧٦} 76. Allah akan memberi tambahan petunjuk kepada hamba-hamba-Nya yang telah mengikuti petunjuk kepada din-Nya, berupa keimanan kepada kewajiban-kewajiban yang ditetapkan oleh Allah dan pengamalannya. Amalan-amalan yang bersifat kekal dan shalih itu pahalanya di sisi Allah di akhirat lebih baik serta merupakan tempat kembali dan akhir urusan yang lebih baik pula.
أَفَرَأَيْتَ الَّذِي كَفَرَ بِآيَاتِنَا وَقَالَ لَأُوتَيَنَّ مَالًا وَوَلَدًا {٧٧} 77. Wahai Rasul, tahukah dan herankah engkau kepada orang kafir ini, Ash bin Wail dan orang-orang yang semacamnya yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Allah, namun ia berkata:"Sungguh, aku pasti akan diberi banyak harta dan anak di akhirat kelak."
أَطَّلَعَ الْغَيْبَ أَمِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَٰنِ عَهْدًا {٧٨} 78. Apakah ia mengintip (perkara-ed.) gaib, lalu melihat bahwa ia memiliki harta dan anak ataukah ia memiliki perjanjian di sisi Allah mengenai hal itu?
كَلَّا ۚ سَنَكْتُبُ مَا يَقُولُ وَنَمُدُّ لَهُ مِنَ الْعَذَابِ مَدًّا {٧٩} 79. Tidaklah benar anggapan orang kafir itu. la tidak mempunyai ilmu dan tidak memiliki perjanjian di sisi-Nya. Kami akan menulis kedustaan terhadap Allah yang diucapkannya dan Kami tambahkan berbagai jenis hukuman di akhirat untuknya, sebagaimana penyimpangan dan kesesatannya kian bertambah.
وَنَرِثُهُ مَا يَقُولُ وَيَأْتِينَا فَرْدًا {٨٠} 80. Kami akan mewarisi harta dan anaknya, ia kelak datang pada Hari Kiamat seorang diri, tanpa harta dan anak bersamanya.
وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لِيَكُونُوا لَهُمْ عِزًّا {٨١} 81. Orang-orang musyrik membuat ilah-ilah selain Allah yang mereka ibadahi agar menjadi penolong dan sarana kemuliaan bagi mereka.
كَلَّا ۚ سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا {٨٢} 82. Anggapan mereka itu tidak benar. Ilah-ilah itu sekali-kali tidak akan menjadi sarana kemuliaan bagi mereka, justru di akhirat ilah-ilah itu akan mengingkari ibadah mereka kepadanya dan menjadi sarana untuk menyalahkan dan mendustakan mereka, berbeda dari anggapan mereka kepadanya.
أَلَمْ تَرَ أَنَّا أَرْسَلْنَا الشَّيَاطِينَ عَلَى الْكَافِرِينَ تَؤُزُّهُمْ أَزًّا {٨٣} 83. Wahai Rasul, tidakkah engkau melihat bahwa Kami jadikan setan-setan berkuasa terhadap orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya agar setan-setan itu menyimpangkan dan mendorong mereka meninggalkan ketaatan menuju kemaksiatan?
فَلَا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدًّا {٨٤} 84. Wahai Rasul, janganlah tergesa-gesa memohon ditimpakannya adzab kepada orang-orang kafir itu. Sungguh, Kami hanya menghitung usia dan amal mereka dengan perhitungan sebenar-benarnya, tanpa melalaikan atau menunda perhitungan itu.
يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَٰنِ وَفْدًا {٨٥} 85. Pada hari ketika Kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa sebagai utusan yang dimuliakan di hadapan Rabb yang menyayangi mereka. Sementara itu Kami mengarak orang-orang yang kafir kepada Allah dengan kasar menuju neraka dalam keadaan berjalan kaki dan kehausan.
وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرْدًا {٨٦} 86. Lihat ayat 85
لَا يَمْلِكُونَ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَنِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَٰنِ عَهْدًا {٨٧} 87. Orang-orang kafir tidak berhak menerima syafaat dari seorang pun. Yang berhak menerima syafaat hanyalah orang-orang yang telah mengambil perjanjian mengenai hal itu dari Allah Yang Maha Pengasih, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا {٨٨} 88. Orang-orang kafir itu berkata: "(Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak."
لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا {٨٩} 89. Wahai orang-orang yang berkata seperti itu, dengan ucapan itu kalian telah melakukan perbuatan mungkar yang sangat besar.
تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا {٩٠} 90. Karena ngerinya perkataan itu, langit nyaris terbelah, bumi terpecah, sedangkan gunung-gunung hancur luluh lantaran murka karena Allah, karena mereka telah menuduh Allah memiliki anak. Mahatinggi Allah setinggi-tinggi-Nya dari hal itu.
أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَٰنِ وَلَدًا {٩١} 91. Lihat ayat 90
وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَٰنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا {٩٢} 92. Tidak sepatutnya bagi Allah Yang Maha Pengasih dan tidak layak bagi keagungan-Nya bila ia memiliki anak, karena memiliki anak menunjukkan kekurangan dan kebutuhan, sedangkan Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji, bersih dari segala kekurangan.
إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَٰنِ عَبْدًا {٩٣} 93. Tiada seorang pun di antara mereka yang ada di langit, yaitu para malaikat, dan mereka yang ada di bumi, yaitu manusia dan jin, kecuali pasti datang kepada Rabbnya pada Hari Kiamat sebagai hamba yang hina dan tunduk mengakui sebagai hamba-Nya.
لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا {٩٤} 94. Allah telah menghitung semua ciptaan-Nya dan mengetahui jumlah mereka, tidak ada seorang pun di antara mereka yang tersembunyi dari-Nya.
وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا {٩٥} 95. Setiap individu makhluk kelak pasti datang kepada Rabbnya pada Hari Kiamat seorang diri, tidak memiliki harta dan tidak ditemani anak.
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا {٩٦} 96. Sungguh, orang-orang yang beriman kepada Allah, mengikuti para rasul-Nya, dan beramal shalih sesuai dengan syariat-Nya, Allah Yang Maha Pengasih akan menjadikan kecintaan dan kasih sayang kepada mereka di hati hamba-hamba-Nya.
فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِينَ وَتُنْذِرَ بِهِ قَوْمًا لُدًّا {٩٧} 97. Wahai Rasul, sungguh Kami memudahkan Al-Qur'an ini dengan bahasamu, yaitu bahasa Arab, agar dengan Al-Qur'an itu kau sampaikan kabar gembira kepada para pengikutmu yang bertakwa dan kau peringatkan orang-orang yang mendustakan, yang secara batil memusuhimu dengan sangat keras.
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هَلْ تُحِسُّ مِنْهُمْ مِنْ أَحَدٍ أَوْ تَسْمَعُ لَهُمْ رِكْزًا {٩٨} 98. Wahai Rasul, alangkah banyaknya umat sebelum kaummu dahulu yang telah Kami binasakan, engkau tiada melihat seorang pun di antara mereka dan tiada mendengar sama sekali suara mereka; begitu pula orang-orang kafir dari kalangan kaummu, mereka akan Kami binasakan sebagaimana orang-orang terdahulu sebelum mereka. Ini mengandung ancaman akan dibinasakannya orang-orang yang men-dustakan dan membangkang.
Al-Qur'an Today @2006