سورةالحجر {١٥} 15. AL-HIJR
الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَقُرْآنٍ مُبِينٍ {١} 1. Alif lam ra, pembicaraan tentang huruf muqatha'ah telah dikemukakan di awal surah Al-Baqarah. Ayat-ayat yang agung itu merupakan ayat-ayat Al-Kitab yang mulia yang diturunkan kepada Muhammad yaitu ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan berbagai ha-kikat dengan lafazh yang paling indah, paling jelas, dan paling gamblang dalam menjelaskan maksud. Al-Kitab adalah nama lain Al-Qur'an. Allah memadukan dua nama itu di ayat ini.
رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ {٢} 2. Ketika melihat orang-orang mukmin pelaku maksiat keluar dari neraka, orang-orang kafir berangan-angan andai mereka dahulu termasuk orang-orang yang bertauhid sehingga bisa keluar dari neraka seperti orang-orang mukmin pelaku maksiat itu.
ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ {٣} 3. Wahai Rasul, biarkan orang-orang kafir itu makan, menikmati dunia, dan disibukkan oleh ketamakan terhadap dunia tersebut, sehingga lupa akan ketaatan kepada Allah. Mereka kelak pasti mengetahui nasib akhir mereka, yaitu merugi di dunia dan akhirat.
وَمَا أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٌ مَعْلُومٌ {٤} 4. Wahai Rasul, jika mereka karena mendus-takanmu meminta ditimpa adzab maka sungguh Kami tidak membinasakan suatu negeri kecuali pada waktu yang telah ditetapkan, sehingga mereka mencapai waktu tersebut seperti orang-orang sebelum mereka.
مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ {٥} 5. Suatu umat tidak akan melampaui waktu yang ditentukan itu (menundanya) tidak pula mendahuluinya atau dengan kata lain mempercepatnya.
وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ {٦} 6. Orang-orang yang mendustakan itu mengejek Muhammad "Wahai orang yang menerima turunnya Al-Qur'an, engkau benar-benar orang yang kehilangan akal. Seharusnya kaudatangkan para malaikat —jika engkau benar— agar bersaksi bahwa Allah telah mengutusmu."
لَوْ مَا تَأْتِينَا بِالْمَلَائِكَةِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ {٧} 7. Lihat ayat 6.
مَا نُنَزِّلُ الْمَلَائِكَةَ إِلَّا بِالْحَقِّ وَمَا كَانُوا إِذًا مُنْظَرِينَ {٨} 8. Allah menjawab mereka: "Sungguh, Kami tidak akan menurunkan malaikat kecuali dengan membawa adzab yang tidak bisa ditunda lagi bagi orang yang tidak beriman. Mereka itu tidak diberi tangguh lagi ketika para malaikat turun membawa adzab."
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ {٩} 9. Sungguh, Kami telah menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad dan sungguh kami senantiasa memeliharanya dari penambahan, pengurangan, atau kehilangan sedikit pun darinya.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي شِيَعِ الْأَوَّلِينَ {١٠} 10. Wahai Rasul, telah Kami utus para rasul sebelum-mu kepada kaum-kaum terdahulu.Tidak ada satu rasul pun datang kepada mereka kecuali mereka mengolok-oloknya. Ini mengandung hiburan kepada Rasul. Sebagaimana perlakuan orang-orang musyrik itu kepadamu, seperti itulah perlakuan yang diterima oleh para rasul sebelummu.
وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ {١١} 11. Lihat ayat 10.
كَذَٰلِكَ نَسْلُكُهُ فِي قُلُوبِ الْمُجْرِمِينَ {١٢} 12. Sebagaimana Kami masukkan kekafiran ke dalam hati umat-umat terdahulu dengan mencemooh dan mendustakan para rasul, demikian itu juga Kami laku-kan terhadap hati orang-orang musyrik dari kalangan kaummu yang melakukan kejahatan berupa kekafiran kepada Allah dan pendustaan kepada rasul-Nya. Mereka tidak mengimani peringatan yang diturunkan kepadamu, padahal telah berlaku sunnah orang-orang terdahulu tentang dibinasakannya orang-orang kafir; mereka itu se-perti orang-orang kafir terdahulu, siapa di antara mereka yang tidak bertaubat akan dibinasakan karena kekafiran dan pendustaan itu.
لَا يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَقَدْ خَلَتْ سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ {١٣} 13. Lihat ayat 12.
وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا مِنَ السَّمَاءِ فَظَلُّوا فِيهِ يَعْرُجُونَ {١٤} 14. Andaikata Kami bukakan untuk orang-orang kafir Mekah sebuah pintu dari langit, lalu mereka naik di pintu itu sehingga menyaksikan berbagai keajaiban yang ada di kerajaan Allah di langit, tentulah mereka tidak beriman. Niscaya mereka mengatakan: "Mata kami telah disihir sehingga melihat sesuatu yang sebenarnya tidak pernah kami lihat. Kami hanyalah orang-orang yang akal kami terkena sihir Muhammad."
لَقَالُوا إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَارُنَا بَلْ نَحْنُ قَوْمٌ مَسْحُورُونَ {١٥} 15. Lihat ayat 14.
وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ {١٦} 16. Di antara bukti kekuasaan Kami adalah Kami telah menetapkan posisi-posisi bintang di langit dunia yang dijadikan sebagai petunjuk jalan, waktu, serta musim subur dan kering; Kami hiasi langit ini dengan bintang-bintang bagi siapa yang melihat, memperhatikan, dan mengambil pelajaran.
وَحَفِظْنَاهَا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ {١٧} 17. Kami lindungi langit dari setiap setan yang dirajam dan diusir dari rahmat Allah, agar tidak bisa mencapainya.
إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ {١٨} 18. Kecuali yang kadang-kadang mencuri-curi dengar dari ucapan para penghuni alam malaikat, lalu ia diburu dan dikejar oleh bintang bercahaya yang membakarnya. Kadang-kadang, setan telah menyampaikan sebagian ucapan yang dicurinya kepada walinya sebelum ia dibakar oleh bintang.
وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ {١٩} 19. Kami jadikan bumi terbentang luas, Kami ciptakan padanya gunung-gunung yang mengukuhkan, dan Kami tumbuhkan di dalamnya segala jenis tumbuhan yang telah ditetapkan ukurannya dan diketahui, yang dibutuhkan oleh para hamba.
وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَنْ لَسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ {٢٠} 20. Kami jadikan di bumi itu bermacam-macam tanaman, ternak, mata pencaharian, dan lain-lain yang menjadi sarana hidup kalian, Kami ciptakan pula keturunan, pembantu, dan hewan tunggangan yang bisa kalian manfaatkan, yang rezeki mereka bukan menjadi tanggungan kalian, melainkan tanggungan Allah Rabb semesta alam sebagai wujud karunia dan kemurahan-Nya.
وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ {٢١} 21. Tidak ada sesuatu pun yang bermanfaat bagi para hamba kecuali perbendaharaannya ada di sisi Kami dalam berbagai jenis. Kami tidak menurunkannya kecuali sesuai ukuran tertentu yang Kami kehendaki. Seluruh perbendaharaan itu di tangan Allah. Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia tahan dari siapa yang Dia kehendaki sesuai dengan rahmat-Nya yang luas dan hikmah-Nya yang sempurna.
وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ {٢٢} 22. Angin telah Kami kirimkan dan Kami tunduk-kan untuk menghimpun awan serta membawa hujan, kebaikan, dan manfaat. Kemudian Kami turunkan air dari awan itu yang telah Kami siapkan untuk minuman kalian, pengairan tanah, dan minuman ternak kalian. Padahal kalian tidak mampu menyimpannya. Akan tetapi, Kamilah yang menyimpannya sebagai kasih sayang dan anugerah Kami kepada kalian.
وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ {٢٣} 23. Sungguh, Kami benar-benar menghidupkan siapa yang semula mati dengan menciptakannya dari ketiadaan, mematikan siapa yang semula hidup setelah tiba ajalnya, dan Kami pula yang mewarisi bumi serta siapa saja yang ada di atasnya.
وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَأْخِرِينَ {٢٤} 24. Kami mengetahui siapa yang telah mati di antara kalian sejak zaman Adam, siapa yang masih hidup, dan siapa yang akan datang hingga Hari Kiamat.
وَإِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَحْشُرُهُمْ ۚ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ {٢٥} 25. Sungguh, Rabbmu akan menghimpun mereka untuk menerima hisab dan pembalasan. Sungguh, Dia Mahabijaksana dalam mengelola urusan lagi Maha Mengetahui. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ {٢٦} 26. Kami telah menciptakan Adam dari tanah liat kering, jika dipukul akan terdengar suara darinya. Tanah liat kering ini adalah tanah liat berwarna hitam yang telah berubah warna dan bau karena lamanya.
وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ {٢٧} 27. Sedangkan nenek moyang jin, yaitu Iblis, Kami ciptakan sebelum penciptaan Adam, dari api yang sangat panas tanpa asap.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ {٢٨} 28. Wahai Nabi, ingatlah ketika Rabbmu berkata kepada para malaikat,"Sungguh, Aku menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering, yang hitam yang telah berubah warna.
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ {٢٩} 29. Apabila Aku telah menyempurnakannya, menyempurnakan bentuknya, dan meniupkan ruh kepadanya, hendaklah kalian bersujud kepadanya sebagai penghormatan, bukan sebagai ibadah."
فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ {٣٠} 30. Para malaikat, semuanya bersujud sebagaimana diperintahkan oleh Rabb mereka, tidak satu pun menolak. Tetapi, Iblis menolak bersujud kepada Adam bersama para malaikat.
إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ {٣١} 31. Lihat ayat 30.
قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ {٣٢} 32. Allah berfirman kepada Iblis: "Mengapa engkau tidak bersujud bersama para malaikat?"
قَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ {٣٣} 33. Iblis berkata, menampakkan kesombongan dan kedengkiannya: "Tidak layak aku bersujud kepada manusia yang telah Kauciptakan dari tanah liat kering, yang dulunya merupakan tanah liat hitam yang telah berubah."
قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ {٣٤} 34. Allah berfirman:"Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya engkau terusir dari setiap kebaikan. Sungguh, engkau akan ditimpa laknat dan dijauhkan dari rahmat-Ku hingga hari dibangkitkannya seluruh manusia untuk menghadapi hisab dan pembalasan."
وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ {٣٥} 35. Lihat ayat 34.
قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ {٣٦} 36. Iblis berkata: "Rabbi, berilah aku tenggat waktu di dunia hingga hari dibangkitkannya hamba-hamba-Mu, yaitu Hari Kiamat."
قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ {٣٧} 37. Allah berfirman kepadanya: "Engkau termasuk mereka yang Kuberi tenggat kematian. Hingga hari kematian seluruh makhluk, yaitu setelah tiupan sangkakala pertama, tidak sam-pai pada Hari Kebangkitan." Dikabulkannya per-mohonan Iblis ini semata sebagai istidraj dan penundaan baginya serta sebagai ujian bagi manusia dan jin.
إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ {٣٨} 38. Lihat ayat 37.
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ {٣٩} 39. Iblis berkata: "Rabbi, dikarenakan Eng-kau telah menjadikanku tersesat, aku pasti akan menghiasi kemaksiatan-kemaksiatan kepada-Mu di bumi sehingga terlihat indah di mata anak cucu Adam dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka semua dari jalan petunjuk. Kecuali hamba-hamba-Mu yang telah Kau tunjuki sehingga mereka mengikhlaskan ibadah hanya untuk-Mu, berbeda dari semua manusia yang lain."
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ {٤٠} 40. Lihat ayat 39.
قَالَ هَٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ {٤١} 41. Allah berfirman: "Inilah jalan lurus yang adil, yang menyampaikan kepada-Ku dan kepada negeri kemuliaan-Ku. Sungguh, hamba-hamba-Ku yang ikhlas kepada-Ku, tidak Kujadikan bagimu kekuasaan terhadap hati mereka sehingga kamu menyesatkan mereka dari jalan lurus. Tetapi, kekuasaanmu hanya terhadap orang-orang yang mengikutimu dari kalangan mereka yang tersesat dan musyrik, yang rela dengan pertolonganmu dan ketaatan kepadamu sebagai pengganti ketaatan kepada-Ku."
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ {٤٢} 42. Lihat ayat 41.
وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ {٤٣} 43. Sungguh, neraka yang sangat panas itu merupakan tempat yang dijanjikan bagi Iblis dan seluruh pengikutnya. la memiliki tujuh pintu, sebagian pintu lebih rendah dari yang lain, setiap pintu memiliki jatah dari pengikut-pengikut Iblis sesuai dengan amal mereka.
لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ {٤٤} 44. Lihat ayat 43.
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ {٤٥} 45. Sungguh, orang-orang yang bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan, mereka itu ada di kebun-kebun dan sungai-sungai yang mengalir. Akan dikatakan kepada mereka: "Masuklah kalian ke surga-surga dengan selamat dari setiap keburukan dan terbebas dari setiap adzab." Telah Kami cabut dari hati mereka kedengkian dan permusuhan, mereka hidup di surga sebagai orang-orang yang bersaudara dan saling mencintai. Mereka duduk di atas dipan-dipan besar, wajah mereka saling berhadapan karena kedekatan hubungan di antara mereka dan kecintaan satu sama lain. Mereka tidak ditimpa kelelahan dan mereka tinggal di sana selama-lamanya.
ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ {٤٦} 46. Lihat ayat 45.
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ {٤٧} 47. Lihat ayat 45.
لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ {٤٨} 48. Lihat ayat 45.
نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ {٤٩} 49. Wahai Rasul, beritahulah hamba-hamba-Ku bahwa Aku Maha Pengampun terhadap orang-orang mukmin yang bertaubat lagi Maha Penyayang terhadap mereka. Dan bahwa adzab-Ku adalah adzab yang pedih dan menyakitkan bagi orang-orang yang tidak bertaubat.Wahai Rasul, sampaikan berita kepada mereka tentang malaikat-malaikat yang menjadi tamu Ibrahim, yang menyampaikan kabar gembira kepadanya tentang kelahiran anaknya dan tentang kebinasaan kaum Luth.
وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ {٥٠} 50. Lihat ayat 45.
وَنَبِّئْهُمْ عَنْ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ {٥١} 51. Lihat ayat 45.
إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ إِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُونَ {٥٢} 52. Ketika mereka datang kepadanya, lalu berkata:"Salama", Ibrahim menjawab ucapan mereka, lalu menyuguhkan makanan, tetapi mereka tidak makan. la berkata: "Sungguh, kami takut kepada kalian."
قَالُوا لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ {٥٣} 53. Para malaikat berkata: "Jangan takut, Kami datang untuk menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang kelahiran seorang anak laki-laki yang memiliki banyak ilmu tentang din, yaitu Ishaq."
قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي عَلَىٰ أَنْ مَسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ {٥٤} 54. Ibrahim berkata dengan takjub: "Apakah engkau menyampaikan kabar gembira kepadaku tentang kelahiran seorang anak, sedangkan aku sudah tua dan istriku pun begitu, betapa ajaib kabar gembira yang kalian sampaikan kepada kami?"
قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْقَانِطِينَ {٥٥} 55. Mereka berkata: "Kami sampaikan kabar gem bira kepadamu berdasarkan kebenaran yang telah diberitahukan Allah kepada kami, janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa mendapatkan anak."
قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ {٥٦} 56. la berkata: "Tidak ada yang berputus asa terha-dap rahmat Rabbnya selain orang-orang salah yang menyimpang dari jalan kebenaran." la berkata: "Apakah urusan penting yang kalian bawa — wahai para utusan— dari sisi Allah?"
قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ {٥٧} 57. Lihat ayat 56.
قَالُوا إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمٍ مُجْرِمِينَ {٥٨} 58. Mereka berkata: "Sungguh, Allah telah mengutus kami untuk membinasakan kaum Luth yang musyrik dan tersesat. Kecuali Luth dan keluarganya yang beriman kepadanya, kami tidak akan membinasakan mereka, tetapi akan menyelamatkan mereka semua. Tetapi, istrinya yang kafir akan kami binasakan berdasarkan perintah Allah untuk membinasakannya ber-sama orang-orang yang berada dalam adzab."
إِلَّا آلَ لُوطٍ إِنَّا لَمُنَجُّوهُمْ أَجْمَعِينَ {٥٩} 59. Lihat ayat 58.
إِلَّا امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَا ۙ إِنَّهَا لَمِنَ الْغَابِرِينَ {٦٠} 60. Lihat ayat 58.
فَلَمَّا جَاءَ آلَ لُوطٍ الْمُرْسَلُونَ {٦١} 61. Ketika para malaikat yang diutus itu sampai kepada Luth, ia berkata kepada mereka: "Sungguh, kalian orang-orang yang tidak kukenal."
قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ {٦٢} 62. Lihat ayat 61.
قَالُوا بَلْ جِئْنَاكَ بِمَا كَانُوا فِيهِ يَمْتَرُونَ {٦٣} 63. Mereka menjawab: "Janganlah takut, sungguh kami datang membawa adzab yang selama ini diragukan dan tidak dipercaya oleh kaummu. Kami datang kepadamu membawa kebenaran dari sisi Allah dan sungguh kami ini jujur. Pergilah bersama keluargamu yang beriman meninggalkan mereka. Setelah lewat sebagian malam, berjalanlah di belakang me-reka agar tidak ada seorang pun di antara mereka yang menoleh sehingga tertimpa adzab. Jangan ada seorang pun di antara kalian yang tertinggal dan bersegeralah menuju perintah Allah, agar kalian berada di tempat yang aman."
وَأَتَيْنَاكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ {٦٤} 64. Lihat ayat 63.
فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَاتَّبِعْ أَدْبَارَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ وَامْضُوا حَيْثُ تُؤْمَرُونَ {٦٥} 65. Lihat ayat 63.
وَقَضَيْنَا إِلَيْهِ ذَٰلِكَ الْأَمْرَ أَنَّ دَابِرَ هَٰؤُلَاءِ مَقْطُوعٌ مُصْبِحِينَ {٦٦} 66. Kami wahyukan kepada Luth bahwa kaum-mu akan dimusnahkan dengan kebinasaan menyeluruh terhadap mereka semua setelah tiba waktu subuh.
وَجَاءَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ يَسْتَبْشِرُونَ {٦٧} 67. Para penduduk kota Luth datang kepada Luth ketika mereka mengetahui bahwa ia memiliki tamu-tamu. Mereka gembira dengan kedatangan tamu-tamunya untuk mereka tangkap dan mereka perlakukan sodomi.
قَالَ إِنَّ هَٰؤُلَاءِ ضَيْفِي فَلَا تَفْضَحُونِ {٦٨} 68. Luth berkata kepada mereka: "Mereka itu benar-benar tamuku yang berada dalam perlindunganku, jangan mempermalukanku. Takutlah kepada hukuman Allah, jangan mengganggu mereka sehingga kalian menja-tuhkanku ke dalam kehinaan karena telah mengganggu tamu-tamuku.
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ {٦٩} 69. Lihat ayat 68.
قَالُوا أَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعَالَمِينَ {٧٠} 70. Kaumnya berkata kepadanya: "Bukankah kami telah melarangmu menerima tamu seorang pun di antara penghuni seluruh alam ini, karena kami ingin melakukan sodomi dengan mereka?"
قَالَ هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ {٧١} 71. Luth berkata kepada mereka: "Istri-istri kalian itu adalah anak-anak perempuanku. Nikahilah mereka jika kalian ingin menyalurkan kebutuhan seksual kalian." la menyebut mereka sebagai anak-anak perempuannya, karena kedudukan seorang nabi di tengah-tengah umat itu seperti ayah bagi mereka. "Janganlah kalian melakukan perbuatan sodomi yang diharamkan oleh Allah."
لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ {٧٢} 72. Allah Sang Pencipta bersumpah dengan siapa atau apa saja yang Dia kehendaki, adapun makhluk tidak boleh bersumpah kecuali dengan nama Allah. Allah bersumpah dengan kehidupan Muhammad sebagai penghormatan kepadanya. Sungguh, kaum Luth itu terombang-ambing dan terus-menerus dalam kelalaian yang parah sehingga mereka ditimpa adzab berupa suara keras mengguntur pada waktu terbitnya matahari.
فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ {٧٣} 73. Lihat ayat 72.
فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ {٧٤} 74. Kami balik negeri mereka, bagian atas Kami jadikan bagian bawah dan Kami hujani mereka dengan batu-batu dari tanah liat yang mengeras.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِلْمُتَوَسِّمِينَ {٧٥} 75. Sungguh, dalam adzab yang menimpa me-reka itu terkandung nasihat-nasihat bagi orang-orang yang melihat dan mengambil pelajaran. Sungguh, negeri-negeri mereka terletak di jalan tetap yang bisa dilihat oleh para musafir yang mela-luinya. Sungguh, kebinasaan yang Kami timpakan kepada mereka itu merupakan bukti nyata bagi orang-orang yang mengimani dan melaksanakan syariat Allah.
وَإِنَّهَا لَبِسَبِيلٍ مُقِيمٍ {٧٦} 76. Lihat ayat 75.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ {٧٧} 77. Lihat ayat 75.
وَإِنْ كَانَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ لَظَالِمِينَ {٧٨} 78. Para peng huni kota yang berpohon rimbun —yaitu kaum Syu'aib— adalah orang-orang yang zhalim kepada diri sendiri karena kafir kepada Allah dan rasul mereka yang mulia. Lalu, Kami hukum mereka dengan gempa dan adzab pada "Hari Berawan", sungguh rumah-rumah kaum Luth dan Syu'aib benar-benar berada di jalan yang jelas, yang dilalui oleh orang-orang dalam perjalanan mereka sehingga mereka bisa mengambil pelajaran.
فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ وَإِنَّهُمَا لَبِإِمَامٍ مُبِينٍ {٧٩} 79. Lihat ayat 78.
وَلَقَدْ كَذَّبَ أَصْحَابُ الْحِجْرِ الْمُرْسَلِينَ {٨٠} 80. Para penghuni Lembah Hijr, yaitu kaum Tsamud, telah mendustakan Shalih dengan demikian mereka telah mendustakan semua rasul, karena barang siapa mendustakan seorang nabi berarti telah mendustakan seluruh nabi, karena din mereka satu.
وَآتَيْنَاهُمْ آيَاتِنَا فَكَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ {٨١} 81. Kami berikan kepada kaum Shalih mukjizat-mukjizat Kami yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa oleh Shalih kepada mereka, di antaranya adalah unta, tetapi mereka tidak mengambil pelajaran darinya dan mereka menjauhkan diri serta berpaling darinya.
وَكَانُوا يَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا آمِنِينَ {٨٢} 82. Mereka dulu memahat gunung-gunung untuk dijadikan sebagai rumah-rumah, sedangkan mereka dalam keadaan aman, tidak mengkhawatirkan rumah-rumah itu runtuh menimpa mereka.
فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُصْبِحِينَ {٨٣} 83. Mereka ditimpa adzab berupa suara keras mengguntur di waktu pagi. Harta dan benteng di gunung itu tidak mampu melindungi mereka dari adzab Allah, begitu pula kekuatan dan kedudukan yang dikaruniakan kepada mereka.
فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ {٨٤} 84. Lihat ayat 83.
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ {٨٥} 85. Tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya kecuali dengan kebenaran, keduanya menunjukkan kesempurnaan dan kemahakuasaan Penciptanya, bahwa seyogianya ibadah tidak dilakukan kecuali kepada-Nya saja, tiada sekutu bagi-Nya. Sungguh, saat terjadinya Kiamat benar-benar akan tiba, tidak mungkin tidak, agar setiap orang diberi balasan atas perbuatannya, oleh karena itu, wahai Rasul, hendaklah engkau memaafkan orang-orang musyrik dan berlapang dada terhadap perbuatan yang mereka lakukan.
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ {٨٦} 86. Sungguh, Rabbmu Maha Pencipta segala sesuatu lagi Mahatahu mengenainya, tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang luput dari kekuasaan dan pengetahuan-Nya.
وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ {٨٧} 87. Wahai Nabi, Kami telah memberimu Pembuka Al-Qur'an, yaitu surah Al-Fatihah, yang merupakan tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dalam setiap shalat dan Kami telah memberimu Al-Qur'an yang agung.
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ {٨٨} 88. Janganlah matamu melihat dan berangan-angan men-dapatkan kesenangan-kesenangan dunia yang Kami berikan kepada golongan-golongan orang kafir, jangan bersedih karena kekafiran mereka, dan bersikaplah rendah hati kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
وَقُلْ إِنِّي أَنَا النَّذِيرُ الْمُبِينُ {٨٩} 89. Katakan: "Sungguh, aku adalah pemberi peringatan dan penjelas apa yang menjadi sarana menunjukkan manusia kepada keimanan kepada Allah Rabb semesta alam serta pemberi peringatan kalian jangan sampai kalian ditimpa adzab. Sebagaimana adzab itu telah diturunkan Allah kepada orang yang membagi-bagi Al-Qur'an, beriman kepada seba-giannya dan kafir kepada sebagian lain, mereka itu berasal dari kalangan Yahudi, Nasrani, dan lain-lain.
كَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى الْمُقْتَسِمِينَ {٩٠} 90. Lihat ayat 89.
الَّذِينَ جَعَلُوا الْقُرْآنَ عِضِينَ {٩١} 91. Mereka itu yang telah menjadikan Al-Qur'an beberapa bagian, sebagian dari mereka mengatakan: "Al-Qur'an ada-lah sihir," sebagian lagi mengatakan: "Al-Qur'an adalah per-dukunan," sebagian lagi mengatakan perkataan lain, mereka mengulang-ulang perkataan itu sesuai dengan hawa nafsu mereka untuk menghalangi manusia dari petunjuk.
فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ {٩٢} 92. Demi Allah, Kami sungguh akan menghisab mereka pada Hari Kiamat dan Kami pasti membalas mereka semua. Disebabkan tindakan mereka membagi-bagi Al-Qur'an dengan kebohongan-kebohongan, pengubahan dan penggantian, dan karena hal-hal lain yang biasa mereka lakukan seperti ibadah kepada berhala dan berbagai kemaksiatan. Ini merupakan ancaman yang menakut-nakuti mereka agar tidak terus-menerus melakukan perbuatan-perbuatan buruk ini.
عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ {٩٣} 93. Lihat ayat 92.
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ {٩٤} 94. Sampaikan dakwah kebenaran yang diperintahkan oleh Allah kepadamu itu dengan terang-terangan, jangan pedulikan orang-orang musyrik, sungguh Allah telah nnember-sihkanmu dari segala tuduhan mereka.
إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ {٩٥} 95. Sungguh, Kami akan melindungimu dari pemimpin-pemimpin Quraisy yang mencemooh, yaitu orang-orang yang menjadikan berhala-berhala dan lain-lain sebagai sekutu bagi Allah, mereka kelak pasti mengetahui akibat buruk perbuatan mereka di dunia dan akhirat.
الَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ {٩٦} 96. Lihat ayat 95.
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ {٩٧} 97. Wahai Rasul, Kami sungguh mengetahui kesedihanmu disebabkan ucapan orang-orang musy-rik mengenai dirimu dan dakwahmu.
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ {٩٨} 98. Bertawakallah kepada Rabbmu ketika engkau bersedih, bertasbihlah dengan memuji-Nya seraya bersyukur kepada-Nya dengan memuji-Nya, dan jadilah salah seorang yang shalat dan beribadah kepada Allah, karena hal itu akan menghilangkan segala kesedihanmu.
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ {٩٩} 99. Teruslah beribadah kepada Rabbmu sepanjang hidupmu sehingga datang kepadamu keyakinan, yaitu kematian. Rasulullah pun melak-sanakan perintah Rabbnya, beliau tidak pernah berhenti menjalankan ibadah kepada Allah se-hingga datang kepadanya keyakinan itu dari Rabbnya.
Al-Qur'an Today @2006