سورةيوسف {١٢} 12. YUSUF
الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ {١} 1. Alif lam r'd. Pembicaraan tentang huruf muqatha'ah telah dibahas di awal surah Al-Baqarah. Inilah ayat-ayat Kitab yang jelas makna-makna, halal-haram, dan petunjuknya.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ {٢} 2. Sungguh, Kami turunkan Al-Qur'an ini dengan bahasa Arab, agar kalian —wahai orang-orang Arab— memahami makna-makna dan petunjuknya.
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَٰذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ {٣} 3. Wahai Rasul, Kami kisahkan kepadamu kisah terbaik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini. Sedangkan engkau, sebelum diturunkannya Al-Qur'an kepadamu, termasuk orang-orang yang mengabaikan berita-berita ini, tidak mengetahuinya sama sekali.
إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ {٤} 4. Wahai Rasul, ceritakan kepada kaummu ucapan Yusuf kepada ayahnya: "Aku bermimpi melihat sebelas bintang, juga matahari dan bulan. Kulihat mereka semua bersujud kepadaku." Mimpi ini merupakan kabar gembira mengenai kedudukan tinggi yang akan diraih oleh Yusuf di dunia dan akhirat.
قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَىٰ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ {٥} 5. Ya'qub berkata kepada putranya, Yusuf: "Anakku, jangan menceritakan mimpi ini kepada saudara-saudaramu sehingga mereka iri, memusuhi, dan membuat tipu muslihat untuk mencelakakanmu. Sungguh, setan itu musuh yang nyata permusuhannya terhadap manusia.
وَكَذَٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَعَلَىٰ آلِ يَعْقُوبَ كَمَا أَتَمَّهَا عَلَىٰ أَبَوَيْكَ مِنْ قَبْلُ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ {٦} 6. Sebagaimana telah memberimu mimpi ini, Rabbmu juga akan memilihmu dan mengajarimu tafsir mimpi yang dialami manusia ketika tidur, apa wujud mimpi itu di kehidupan nyata. Dia juga akan menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub dengan kenabian dan kerasulan, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat kenabian dan kerasulan itu kepada kedua leluhurmu, Ibrahim dan Ishaq. Sungguh, Rabbmu Mahatahu ten-tang siapa di antara hamba-hamba-Nya yang Dia pilih, lagi Mahabijaksana dalam mengelola urusan makhluk-Nya."
لَقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِلسَّائِلِينَ {٧} 7. Kisah Yusuf dan saudara-saudaranya sungguh mengandung pelajaran dan bukti yang menunjukkan kekuasaan dan hikmah Allah bagi siapa yang bertanya dan ingin mengetahui berita mereka.
إِذْ قَالُوا لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ {٨} 8. Ketika saudara-saudara Yusuf yang seayah berbincang satu sama lain: "Sungguh, Yusuf dan saudara kandungnya itu lebih dicintai ayah daripada kita. Beliau mengutamakan keduanya daripada kita, padahal jumlah kita lebih banyak. Ayah benar-benar melakukan kesalahan nyata karena telah mengutamakan keduanya daripada kita, tanpa alasan yang bisa kita terima.
اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا مِنْ بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ {٩} 9. Bunuhlah Yusuf atau buanglah ke suatu tempat tak dikenal yang jauh dari pemukiman sehingga cinta dan perhatian ayah akan murni tertuju kepada kalian, tidak berpaling kepada yang lain, dan sesudah membunuh atau membuang Yusuf, kalian bisa bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah dari dosa."
قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِي غَيَابَتِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ {١٠} 10. Salah seorang saudara Yusuf berkata: "Jangan bunuh Yusuf, tetapi buanglah ke dasar sumur agar ia ditemukan oleh musafir yang lewat, dengan begitu kalian tidak terganggu lagi olehnya dan tidak perlu membunuhnya, jika kalian benar-benar bertekad melaksanakan ucapan kalian."
قَالُوا يَا أَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ {١١} 11. Saudara-saudara Yusuf yang telah bersepakat menyingkirkannya berkata: "Wahai Ayah, mengapa engkau tidak memercayai kami untuk menjaga Yusuf, padahal ia saudara kami, kami selalu menginginkan kebaikan baginya, menyayanginya, memperhatikannya, dan memberikan nasihat tulus kepadanya?
أَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ {١٢} 12. Izinkan ia pergi bersama kami besok, ketika kami berangkat menggembala, agar ia berjalan, bersemangat, bergembira, dan bermain perlombaan lari atau permainan lain yang mubah, kami pasti menjaganya dari segala hal yang kau khawatirkan."
قَالَ إِنِّي لَيَحْزُنُنِي أَنْ تَذْهَبُوا بِهِ وَأَخَافُ أَنْ يَأْكُلَهُ الذِّئْبُ وَأَنْتُمْ عَنْهُ غَافِلُونَ {١٣} 13. Ya'qub berkata:"Sungguh, aku akan bersedih dengan kepergiannya dariku pada saat kalian membawanya pergi ke padang gembala, aku khawatir ia dimangsa serigala sedangkan kalian lalai menjaganya."
قَالُوا لَئِنْ أَكَلَهُ الذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّا إِذًا لَخَاسِرُونَ {١٤} 14. Saudara-saudara Yusuf itu berkata kepada ayah mereka: "Jika serigala memangsanya, padahal kami kuat dan jumlah kami banyak maka tidak ada lagi kebaikan dan manfaat pada diri kami yang bisa diharapkan."
فَلَمَّا ذَهَبُوا بِهِ وَأَجْمَعُوا أَنْ يَجْعَلُوهُ فِي غَيَابَتِ الْجُبِّ ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُمْ بِأَمْرِهِمْ هَٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ {١٥} 15. Ya'qub pun mengizinkannya pergi bersama mereka. Setelah mereka membawanya pergi dan bersepakat membuangnya ke dasar sumur, (mereka pun melakukannya). Dan Kami wahyukan kepada Yusuf, "Sungguh, kelak engkau akan memberitahu saudara-saudaramu itu tentang perbuatan yang mereka lakukan terhadapmu ini, sedangkan mereka tidak merasa dan tidak menyadarinya."
وَجَاءُوا أَبَاهُمْ عِشَاءً يَبْكُونَ {١٦} 16. Saudara-saudara Yusuf datang kepada ayah mereka di awal malam sambil menangis, berpura-pura menampakkan kesedihan dan ketakutan.
قَالُوا يَا أَبَانَا إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِنْدَ مَتَاعِنَا فَأَكَلَهُ الذِّئْبُ ۖ وَمَا أَنْتَ بِمُؤْمِنٍ لَنَا وَلَوْ كُنَّا صَادِقِينَ {١٧} 17. Mereka berkata: "Wahai Ayah, tadi kami pergi melakukan perlombaan lari dan memanah. Kami tinggalkan Yusuf di dekat barang perbekalan dan pakaian. Bukannya kami lalai menjaganya, melainkan kami tinggalkan ia di tempat yang aman. Meskipun hanya sebentar kami tinggalkan, tetapi ia telah dimangsa serigala. Engkau pasti tidak percaya kepada kami, walaupun kami orang-orang yang bersifat jujur, karena besarnya cintamu kepada Yusuf."
وَجَاءُوا عَلَىٰ قَمِيصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ ۚ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ {١٨} 18. Mereka membawa baju Yusuf yang dilumuri darah yang bukan darah Yusuf, untuk menjadi bukti kejujuran mereka, tapi justru darah itu menjadi bukti kebohongan mereka, karena baju itu tidak robek. Ayah mereka,Ya'qub pun berkata: "Kejadian sebenarnya tidak seperti yang kalian ceritakan. Namun, nafsu yang banyak memerintahkan kejahatan itu telah menghiasi perbuatan jahat kalian terhadapYusuf sehingga kalian menganggapnya perbuatan baik dan melakukannya. Aku bersabar dengan kesabaran yang baik, tanpa mengeluh kepada seorang makhluk pun. Aku akan memohon pertolongan Allah dalam menghadapi kebohongan yang kalian ceritakan, tidak akan mengandalkan daya dan kekuatanku."
وَجَاءَتْ سَيَّارَةٌ فَأَرْسَلُوا وَارِدَهُمْ فَأَدْلَىٰ دَلْوَهُ ۖ قَالَ يَا بُشْرَىٰ هَٰذَا غُلَامٌ ۚ وَأَسَرُّوهُ بِضَاعَةً ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَعْمَلُونَ {١٩} 19. Datanglah sekelompok musafir. Mereka mengutus seseorang untuk mencari air. Ketika orang itu melepaskan timba ke dalam sumur, Yusuf bergelantungan pada timba itu. Pencari air itu berkata: "Oh, kabar gembira! lni budak yang mahal harganya!" Pencari air itu dan sahabat-sahabatnya menyembunyikan dan tidak memberitahukan perihal Yusuf kepada para musafir lain. Mereka berkata: "Budak ini adalah dagangan yang kami belif Allah Maha Tahu tentang perbuatan mereka terhadap Yusuf.
وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ دَرَاهِمَ مَعْدُودَةٍ وَكَانُوا فِيهِ مِنَ الزَّاهِدِينَ {٢٠} 20. Saudara-saudara Yusuf menjualnya kepada musafir-musafir yang datang mencari air itu dengan harga murah, beberapa dirham saja, karena mereka tidak membutuhkannya, bahkan sangat ingin terlepas darinya. Hal itu karena mereka tidak mengerti kedudukannya di sisi Allah.
وَقَالَ الَّذِي اشْتَرَاهُ مِنْ مِصْرَ لِامْرَأَتِهِ أَكْرِمِي مَثْوَاهُ عَسَىٰ أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا ۚ وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُ مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰ أَمْرِهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ {٢١} 21. Ketika para musafir membawa Yusuf pergi ke Mesir, ia dibeli oleh seorang pembesar Mesir, yaitu seorang menteri. Pembesar Mesir itu berkata kepada istrinya: "Perlakukan ia dengan baik, aturlah agar tempat tinggalnya bersama kita cukup baik, mudah-mudahan kita bisa mendapat manfaat dari bantuannya atau kita anggap keberadaannya bersama kita sebagai anak." Sebagaimana Kami telah menyelamatkan Yusuf dan menjadikan Pembesar Mesir itu sayang kepadanya, Kami juga memantapkan kedudukannya di negeri Mesir, Kami jadikan ia sebagai bendaharawan dan agar Kami ajarkan kepadanya tafsir mimpi sehingga ia mengetahui manakah di antara mimpi itu yang akan terjadi di masa depan. Allah Mahakuasa melaksanakan perintah-Nya, ketetapan-Nya pasti terlaksana, tidak mungkin ada yang bisa menggagalkan, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa segala urusan ada di tangan Allah.
وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ {٢٢} 22. Setelah Yusuf mencapai puncak kekuatan usia mudanya, Kami berikan ilmu dan pemahaman kepadanya. Seperti balasan yang Kami berikan kepada Yusuf atas perbuatan baiknya inilah Kami membalas kebaikan orang-orang yang berbuat baik. lni mengandung hiburan bagi Rasul
وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ {٢٣} 23. Istri Pembesar Mesir, yang Yusuf tinggal di rumahnya, merayu Yusuf -dengan lembut dan halus- untuk mengikuti keinginannya, karena cintanya yang besar dan karena ketampanan Yusuf. Wanita itu menutup semua pintu, sedangkan ia dan Yusuf berada di dalam ruangan, sambil berkata: "Kemarilah!" Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah dari ajakanmu untuk mengkhianati tuanku yang telah memberiku tempat dan memperlakukanku dengan baik. Aku tidak akan mengkhianatinya dengan merusak keluarganya. Sungguh, tidak akan beruntung orang zhalim yang melakukan perbuatan terlarang."
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ {٢٤} 24. Nafsu istri Pembesar Mesir itu telah condong untuk melakukan perbuatan zina. Sedangkan nafsu Yusuf membisikkan beberapa bisikan untuk menyambut ajakan itu, andai kata ia tidak melihat salah satu tanda dari Rabbnya yang mencegahnya mengikuti bisikan nafsu. Kami perlihatkan tanda itu kepadanya, semata-mata untuk mencegah terjadinya perbuatan jahat dan keji padanya dalam semua urusannya. Sungguh, ia termasuk hamba-hamba Kami yang disucikan dan dipilih mengemban risalah, yang memurnikan ibadah dan tauhid hanya kepada Allah.
وَاسْتَبَقَا الْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُ مِنْ دُبُرٍ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَى الْبَابِ ۚ قَالَتْ مَا جَزَاءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوءًا إِلَّا أَنْ يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌ {٢٥} 25. Cepat-cepat Yusuf berlari ke pintu untuk keluar, tetapi wanita itu berusaha memegangnya dan menarik bajunya dari belakang untuk mencegahnya keluar, sehingga baju itu robek. Lalu keduanya mendapati suami wanita itu di pintu.Wanita itu berkata: "Apakah hukuman yang pantas bagi orang yang hendak berbuat keji terhadap istrimu selain dipenjara atau diberi siksa yang keras?"
قَالَ هِيَ رَاوَدَتْنِي عَنْ نَفْسِي ۚ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا إِنْ كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِنْ قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ الْكَاذِبِينَ {٢٦} 26. Yusuf berkata: "Dialah yang menggodaku melakukannya." Seorang bayi yang masih dalam buaian dari keluarga wanita itu bersaksi, katanya: jika baju Yusuf robek dari depan, berarti tuduhannya benar, sedangkan Yusuf termasuk pendusta.
وَإِنْ كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ الصَّادِقِينَ {٢٧} 27. Tetapi jika baju Yusuf robek dari belakang, berarti ia berdusta, dan Yusuf termasuk orang jujur."
فَلَمَّا رَأَىٰ قَمِيصَهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قَالَ إِنَّهُ مِنْ كَيْدِكُنَّ ۖ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ {٢٨} 28. Ketika sang suami melihat baju Yusuf robek dari belakang, tahulah ia bahwa Yusuf bersih dari segala tuduhan. la berkata kepada istrinya: "Kedustaan yang kau tuduhkan kepada Yusuf ini merupakan salah satu tipu daya kalian, wahai para wanita, sungguh tipu daya kalian sangatlah besar."
يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا ۚ وَاسْتَغْفِرِي لِذَنْبِكِ ۖ إِنَّكِ كُنْتِ مِنَ الْخَاطِئِينَ {٢٩} 29. Pembesar Mesir itu berkata: "Wahai Yusuf, lupakan apa yang terjadi dengannya, jangan ceritakan kepada siapa pun. Dan engkau, wahai wanita, mintalah ampunan dosa, sungguh engkau termasuk orang berdosa karena menggoda dan melontarkan tuduhan dusta terhadap Yusuf."
وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَنْ نَفْسِهِ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ {٣٠} 30. Berita tentang kejadian itu didengar oleh para wanita di seluruh penjuru kota, mereka pun memperbincangkannya dan berkomentar sangat buruk terhadap istri Pembesar Mesir: "Istri Pembesar Mesir berusaha menggoda dan merayu budaknya! Cintanya kepada budak itu sungguh mendalam hingga mencapai pembungkus jantungnya. Sungguh, karena perbuatan ini, kita menganggapnya tersesat dengan kesesatan yang nyata."
فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَأً وَآتَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ اخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنْ هَٰذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ {٣١} 31. Ketika mendengar pergunjingan dan tipu muslihat mereka untuk menghinanya, istri Pembesar Mesir itu mengirimkan undangan kepada mereka untuk berkunjung kepadanya. la menyiapkan bantal-bantal untuk bersandar dan makanan sebagai hidangan. la berikan kepada tiap-tiap wanita itu sebuah pisau untuk mengiris makanan. Kemudian, ia berkata kepada Yusuf: "Keluarlah ke hadapan mereka!" Ketika melihatnya, para wanita itu takjub dan kagum luar biasa, terpesona oleh ketampanannya. Tanpa terasa, mereka melukai tangan ketika mengiris makanan karena dahsyatnya pesona yang mereka rasakan. Mereka berkata dengan takjub: "Kita berlindung kepada Allah! la tidak seperti manusia! Ketampanannya tidak pernah ada di kalangan manusia! la pasti seorang malaikat mulia!"
قَالَتْ فَذَٰلِكُنَّ الَّذِي لُمْتُنَّنِي فِيهِ ۖ وَلَقَدْ رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ ۖ وَلَئِنْ لَمْ يَفْعَلْ مَا آمُرُهُ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًا مِنَ الصَّاغِرِينَ {٣٢} 32. Istri Pembesar Mesir itu berkata kepada wanita-wanita yang mengiris tangan mereka: "Pemuda yang karena melihatnya kalian tertimpa apa yang menimpa kalian, dialah yang kalian mencelaku karena tergoda kepadanya. Aku telah memintanya dan berusaha menggodanya agar menuruti keinginanku, tetapi ia menolak. Jika ia tidak melakukan perintahku di masa yang akan datang niscaya akan kuhukum dengan kujebloskan ke dalam penjara dan ia pasti menjadi salah seorang yang hina."
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ {٣٣} 33. Yusuf berkata seraya berlindung dari kejahatan dan tipu muslihat mereka: "Ya Rabbi, penjara lebih kucintai daripada perbuatan keji (zina) yang mereka menggodaku untuk melakukannya. Jika Engkau tidak melindungiku dari tipu muslihat mereka, tentulah aku cenderung kepada mereka dan menjadi orang bodoh yang melakukan perbuatan dosa karena kebodohan."
فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ {٣٤} 34. Allah mengabulkan doa Yusuf dan menghindarkannya dari kemaksiatan yang diinginkan oleh istri Pembesar Mesir dan wanita-wanita sahabatnya. Sungguh, Allah itu Maha mendengar doa Yusuf dan doa siapa pun makhluk-Nya yang berdoa, juga Mahatahu tentang keinginan, kebutuhan, dan apa yang baik baginya serta kebutuhan dan apa yang baik bagi seluruh makhluk.
ثُمَّ بَدَا لَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا رَأَوُا الْآيَاتِ لَيَسْجُنُنَّهُ حَتَّىٰ حِينٍ {٣٥} 35. Setelah mengetahui bukti-bukti tentang bersihnya Yusuf dari segala tuduhan, Pembesar Mesir dan para sahabatnya memutuskan untuk memenjarakan Yusuf hingga jangka waktu tertentu, lama atau sebentar, demi mencegah terbukanya aib mereka.
وَدَخَلَ مَعَهُ السِّجْنَ فَتَيَانِ ۖ قَالَ أَحَدُهُمَا إِنِّي أَرَانِي أَعْصِرُ خَمْرًا ۖ وَقَالَ الْآخَرُ إِنِّي أَرَانِي أَحْمِلُ فَوْقَ رَأْسِي خُبْزًا تَأْكُلُ الطَّيْرُ مِنْهُ ۖ نَبِّئْنَا بِتَأْوِيلِهِ ۖ إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ {٣٦} 36. Ada dua orang pemuda yang masuk penjara bersama Yusuf. Salah seorang dari keduanya berkata: "Aku bermimpi memeras anggur untuk dijadikan khamr." Yang seorang lagi berkata: "Aku bermimpi membawa roti di atas kepala, lalu roti itu dimakan oleh burung. Wahai Yusuf, beritahulah kami tentang tafsir mimpi kami. Sungguh, kami melihatmu sebagai orang yang baik dalam beribadah kepada Allah dan berperilaku kepada makhluk-Nya."
قَالَ لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِ إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِ قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَكُمَا ۚ ذَٰلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِي رَبِّي ۚ إِنِّي تَرَكْتُ مِلَّةَ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ {٣٧} 37. Yusuf berkata kepada keduanya: "Tidak ada makanan yang dikaruniakan sebagai rezeki bagi kalian berdua dalam keadaan apa pun, kecuali aku akan memberitahu kalian tentang tafsirnya sebelum makanan itu datang. Tafsir mimpi yang akan kusampaikan kepada kalian itu merupakan sebagian ilmu yang diajarkan Rabbku kepadaku. Sungguh, aku telah beriman dan memurnikan ibadah kepada-Nya, juga meninggalkan din orang-orang yang tidak beriman kepada Allah serta ingkar terhadap kebangkitan dan hisab.
وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ مَا كَانَ لَنَا أَنْ نُشْرِكَ بِاللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ {٣٨} 38. Aku mengikuti din leluhurku, yaitu Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub; aku beribadah kepada Allah saja.Tidaklah layak kita menjadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah-Nya. Tauhid berupa ibadah murni kepada Allah itu merupakan karunia yang Dia berikan kepada kita dan seluruh manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat tauhid dan iman."
يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ {٣٩} 39. Yusuf bertanya kepada kedua pemuda yang bersamanya di penjara: "Apakah ibadah kepada banyak ilah yang diciptakan itu lebih baik ataukah ibadah kepada Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa?
مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ {٤٠} 40. Kalian tidak beribadah kepada selain Allah kecuali kepada nama-nama tanpa makna, kalian dan nenek moyang kalian telah men-jadikan mereka sebagai rabb-rabb disebabkan oleh kebodohan dan kesesatan, Allah tidak menurunkan hujah dan bukti sama sekali tentang kebenarannya. Hukum yang benar hanyalah milik Allah tiada sekutu bagi-Nya. Dia perintahkan agar kalian tidak tunduk dan patuh kepada selain-Nya serta agar kalian beribadah hanya kepada-Nya. Inilah din yang lurus, tiada kebengkokan padanya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui hal itu, sehingga tidak mengetahui hakikatnya.
يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَمَّا أَحَدُكُمَا فَيَسْقِي رَبَّهُ خَمْرًا ۖ وَأَمَّا الْآخَرُ فَيُصْلَبُ فَتَأْكُلُ الطَّيْرُ مِنْ رَأْسِهِ ۚ قُضِيَ الْأَمْرُ الَّذِي فِيهِ تَسْتَفْتِيَانِ {٤١} 41. Wahai dua sahabatku di penjara! Berikut ini tafsir mimpi kalian berdua: Adapun yang bermimpi memerah anggur, ia akan keluar dari penjara dan menjadi pelayan yang menuangkan khamr bagi Raja. Adapun satu lagi, yang bermimpi membawa roti di kepala, ia akan disalib dan jasadnya dibiarkan sehingga burung memakan sebagian kepalanya. Perkara yang kalian tanyakan ini telah ditetapkan takdirnya."
وَقَالَ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُ نَاجٍ مِنْهُمَا اذْكُرْنِي عِنْدَ رَبِّكَ فَأَنْسَاهُ الشَّيْطَانُ ذِكْرَ رَبِّهِ فَلَبِثَ فِي السِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ {٤٢} 42. Yusuf berkata kepada sahabatnya yang diketahuinya akan selamat: "Ceritakan aku di hadapan Tuanmu, yaitu Baginda Raja, dan beritahulah ia bahwa aku dizhalimi karena dipenjarakan tanpa kesalahan." Namun, setan menjadikan laki-laki itu lupa bercerita tentang Yusuf kepada Raja. Yusuf pun tinggal di penjara selama beberapa tahun sesudah itu.
وَقَالَ الْمَلِكُ إِنِّي أَرَىٰ سَبْعَ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنْبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ ۖ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَفْتُونِي فِي رُؤْيَايَ إِنْ كُنْتُمْ لِلرُّؤْيَا تَعْبُرُونَ {٤٣} 43. Raja berkata: "Aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina kurus. Aku juga bermimpi melihat tujuh tangkai hijau dan tujuh tangkai kering. Wahai para bangsawan dan pembesar, beritahukan kepadaku tafsir mimpi ini, jika kalian bisa menafsirkan mimpi."
قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ ۖ وَمَا نَحْنُ بِتَأْوِيلِ الْأَحْلَامِ بِعَالِمِينَ {٤٤} 44. Mereka berkata: "Mimpi Baginda ini mimpi yang kacau-balau, tidak ada tafsirnya. Lagi pula, kami tidak memiliki pengetahuan tentang tafsir mimpi."
وَقَالَ الَّذِي نَجَا مِنْهُمَا وَادَّكَرَ بَعْدَ أُمَّةٍ أَنَا أُنَبِّئُكُمْ بِتَأْوِيلِهِ فَأَرْسِلُونِ {٤٥} 45. Salah seorang sahabat Yusuf di penjara yang selamat dari pembunuhan itu teringat kepada Yusuf, setelah sekian lama lupa, dan berkata: "Akan kuberitahukan tafsir mimpi ini! Utuslah aku menemui Yusuf supaya kuberitahukan tafsirnya kepada kalian."
يُوسُفُ أَيُّهَا الصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِي سَبْعِ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنْبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ لَعَلِّي أَرْجِعُ إِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ {٤٦} 46. Ketika laki-laki itu tiba di hadapan Yusuf, ia bertanya: "Wahai Yusuf! Wahai orang yang sangat jujur! Tafsirkan untuk kami mimpi orang yang melihat tujuh ekor sapi betina gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina kurus serta melihat tujuh tangkai hijau dan tujuh tangkai lain kering, mudah-mudahan aku bisa kembali kepada Raja dan sahabat-sahabatnya untuk memberitahu mereka, agar mereka mengetahui tafsir mimpi yang kutanyakan kepadamu dan agar mereka mengetahui kedudukan dan keutamaanmuf
قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدْتُمْ فَذَرُوهُ فِي سُنْبُلِهِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تَأْكُلُونَ {٤٧} 47. Yusuf menjawab kepada orang yang bertanya tentang tafsir mimpi Raja itu:"Tafsir mimpi ini, kalian akan menanam selama tujuh tahun berturut-turut dengan sungguh-sungguh supaya hasilnya melimpah. Hasil yang kalian peroleh setiap kali panen hendaklah kalian simpan dan biarkan tetap di tangkainya, supaya ia sepenuhnya terjaga dari gangguan dan lebih awet, kecuali sebagian biji-biji yang kalian makan.
ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تُحْصِنُونَ {٤٨} 48. Sesudah tahun-tahun yang subur itu, akan datang tujuh tahun yang sangat kering. Orang-orang di masa itu akan memakan habis semua yang telah kalian simpan sebelumnya, kecuali sebagian kecil yang kalian sisihkan untuk menjadi benih.
ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ {٤٩} 49. Kemudian, setelah tahun-tahun kekeringan ini, akan datang satu tahun di mana manusia akan memperoleh hujan, sehingga Allah bisa menghilangkan kesusahan dari mereka, mereka memeras buah-buahan karena tanaman yang subur dan tumbuh dengan baik."
وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُ الرَّسُولُ قَالَ ارْجِعْ إِلَىٰ رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ مَا بَالُ النِّسْوَةِ اللَّاتِي قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ ۚ إِنَّ رَبِّي بِكَيْدِهِنَّ عَلِيمٌ {٥٠} 50. Raja berkata kepada para pembantunya: "Keluarkan laki-laki yang menafsirkan mimpi ini dari penjara dan datangkan ia ke hadapanku!" Ketika utusan Raja datang, Yusuf berkata kepadanya: "Kembalilah kepada Tuanmu, Baginda Raja, mintalah kepadanya agar bertanya kepada wanita-wanita yang melukai tangannya tentang perkara sebenarnya yang terjadi antara mereka dengan aku, agar hakikat tersebut diketahui oleh semua pihak dan menjadi jelas bahwa aku bersih dari segala tuduhan. Sungguh, Rabbku Mahatahu tentang perbuatan mereka, tidak ada sedikit pun dari perbuatan itu yang tersembunyi dari-Nya."
قَالَ مَا خَطْبُكُنَّ إِذْ رَاوَدْتُنَّ يُوسُفَ عَنْ نَفْسِهِ ۚ قُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ مِنْ سُوءٍ ۚ قَالَتِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ الْآنَ حَصْحَصَ الْحَقُّ أَنَا رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ {٥١} 51. Raja bertanya kepada wanita-wanita yang melukai tangannya: "Bagaimana keadaan kalian ketika kalian menggoda Yusuf pada Hari Perjamuan? Apakah kalian melihat sesuatu yang tercela padanya?" Mereka menjawab: "Kami berlindung kepada Allah. Kami tidak melihat sedikit pun keburukan padanya." Ketika itu, istri Pembesar Mesir berkata: "Sekarang, kebenaran itu telah terungkap setelah lama tersembunyi. Akulah yang berusaha menggoda dengan merayunya, tetapi ia menolak dan sebenarnya Yusuf termasuk orang yang jujur dalam ucapannya.
ذَٰلِكَ لِيَعْلَمَ أَنِّي لَمْ أَخُنْهُ بِالْغَيْبِ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ {٥٢} 52. Pernyataan tentang bersihnya Yusuf dari segala tuduhan dan pengakuan tentang kesalahanku ini kuucapkan semata-mata agar suamiku tahu bahwa aku tidak mengkhianatinya dengan berdusta terhadapnya dan aku tidak melakukan perzinaan, hanya saja aku menggodanya. Aku mengakui hal itu untuk menyatakan bahwa aku dan Yusuf tidak berbuat zina serta bahwa Allah tidak memberikan taufik kepada para pengkhianat serta tidak membimbing mereka dalam pengkhianatan mereka."
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ {٥٣} 53. Istri Al-Aziz berkata: "Aku tidak menganggap diriku suci bersih, sungguh diri ini banyak memerintah pemiliknya bermaksiat untuk memperoleh kesenangan; kecuali siapa yang dilindungi oleh Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun terhadap dosa hamba-hamba-Nya yang bertaubat dan Maha Penyayang terhadap mereka."
وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي ۖ فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ {٥٤} 54. Ketika mengetahui bahwa Yusuf bersih dari segala tuduhan, Raja Mesir berkata: "Datangkan ia kepadaku agar kujadikan sebagai orang khusus dan anggota dewan penasihatku!" Setelah Yusuf datang dan Raja berbicara dengannya, tahulah Raja tentang bersihnya Yusuf dari segala tuduhan, tinggi amanahnya, dan keluhuran budinya. la berkata kepadanya: "Engkau sekarang di sisi kami berkedudukan terhormat dan tepercaya mengurus berbagai hal."
قَالَ اجْعَلْنِي عَلَىٰ خَزَائِنِ الْأَرْضِ ۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ {٥٥} 55. Yusuf ingin memberi manfaat dan menegakkan keadilan di tengah masyarakat, ia pun berkata kepada Raja: "Jadikan aku sebagai bendaharawan Mesir, karena aku seorang bendaharawan tepercaya yang memiliki ilmu tentang apa yang kukelola."
وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ يَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَاءُ ۚ نُصِيبُ بِرَحْمَتِنَا مَنْ نَشَاءُ ۖ وَلَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ {٥٦} 56. Sebagaimana Allah telah mengaruniakan nikmat kepada Yusuf dengan mengeluarkannya dari penjara, Dia juga memberinya kedudukan tinggi di negeri Mesir sehingga ia bebas singgah di persinggahan mana pun yang dia kehendaki. Allah memberikan rahmat-Nya kepada hamba-Nya yang bertakwa yang dikehendaki-Nya serta tidak menyia-nyiakan pahala siapa yang beramal shalih.
وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ {٥٧} 57. Sungguh, pahala akhirat di sisi Allah itu lebih besar daripada pahala dunia, bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa yang takut kepada hukuman Allah serta menaati-Nya dalam perintah dan larangan-Nya.
وَجَاءَ إِخْوَةُ يُوسُفَ فَدَخَلُوا عَلَيْهِ فَعَرَفَهُمْ وَهُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ {٥٨} 58. Saudara-saudara Yusuf tiba di Mesir —setelah terjadi paceklik di negeri mereka— untuk membeli bahan pangan. Mereka datang menemui Yusuf. la (Yusuf) pun mengenali mereka sedangkan mereka tidak mengenalinya karena lamanya perpisahan dan berubahnya penampilannya.
وَلَمَّا جَهَّزَهُمْ بِجَهَازِهِمْ قَالَ ائْتُونِي بِأَخٍ لَكُمْ مِنْ أَبِيكُمْ ۚ أَلَا تَرَوْنَ أَنِّي أُوفِي الْكَيْلَ وَأَنَا خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ {٥٩} 59. Yusuf memerintahkan agar mereka dimuliakan dan dijamu sebagai tamu dengan baik dan diberikan bahan pangan yang mereka butuhkan. Mereka memberitahunya bahwa mereka memiliki seorang saudara seayah yang tidak mereka ajak —yang dimaksud adalah saudara kandung Yusuf. Yusuf pun berkata: "Bawalah kepadaku saudara seayah kalian! Bukankah kalian sudah melihatku memenuhi takaran, memuliakan kalian sebagai tamu, dan aku sebaik-baik penerima tamu?
فَإِنْ لَمْ تَأْتُونِي بِهِ فَلَا كَيْلَ لَكُمْ عِنْدِي وَلَا تَقْرَبُونِ {٦٠} 60. Jika kalian tidak membawanya kepadaku maka kalian tidak akan memperoleh makanan dariku yang kutakar untuk kalian dan jangan datang kepadaku!"
قَالُوا سَنُرَاوِدُ عَنْهُ أَبَاهُ وَإِنَّا لَفَاعِلُونَ {٦١} 61. Mereka berkata: "Kami akan berusaha keras meyakinkan ayahnya supaya membiarkannya pergi bersama kami. Kami akan bersungguh-sungguh dalam meng-usahakannya."
وَقَالَ لِفِتْيَانِهِ اجْعَلُوا بِضَاعَتَهُمْ فِي رِحَالِهِمْ لَعَلَّهُمْ يَعْرِفُونَهَا إِذَا انْقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ {٦٢} 62. Yusuf berkata kepada para pekerjanya: "Masukkan kembali barang-barang penukar mereka di dalam barang bawaan mereka secara diam-diam. Mudah-mudahan mereka mengenalinya ketika pulang kepada keluarga mereka dan memahami penghormatan kita kepada mereka, agar mereka kembali lagi karena menginginkan pemberian kita."
فَلَمَّا رَجَعُوا إِلَىٰ أَبِيهِمْ قَالُوا يَا أَبَانَا مُنِعَ مِنَّا الْكَيْلُ فَأَرْسِلْ مَعَنَا أَخَانَا نَكْتَلْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ {٦٣} 63. Sepulang mereka kepada ayah mereka, mengisahkan mereka penghormatan Al-Aziz. Mereka berkata: "Sungguh, Al-Aziz tidak akan memberi kami lagi kecuali jika kami mengajak saudara kami yang telah kami ceritakan kepadanya. Karena itu, izinkan ia pergi bersama kami agar kami bisa memperoleh bahan pangan secukupnya. Kami berjanji akan menjaganya."
قَالَ هَلْ آمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَا أَمِنْتُكُمْ عَلَىٰ أَخِيهِ مِنْ قَبْلُ ۖ فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ {٦٤} 64. Ayah mereka berkata: "Bagaimana aku bisa mempercayai kalian membawa Bunyamin. Sedangkan dulu saudaranya,Yusuf, kupercayakan kepada kalian dan kalian pun telah berjanji kepadaku akan menjaganya, tetapi kalian menyelisihi janji."
وَلَمَّا فَتَحُوا مَتَاعَهُمْ وَجَدُوا بِضَاعَتَهُمْ رُدَّتْ إِلَيْهِمْ ۖ قَالُوا يَا أَبَانَا مَا نَبْغِي ۖ هَٰذِهِ بِضَاعَتُنَا رُدَّتْ إِلَيْنَا ۖ وَنَمِيرُ أَهْلَنَا وَنَحْفَظُ أَخَانَا وَنَزْدَادُ كَيْلَ بَعِيرٍ ۖ ذَٰلِكَ كَيْلٌ يَسِيرٌ {٦٥} 65. Ketika membuka karung, mereka mendapati barang penukar yang mereka bayarkan dikembalikan. Mereka berkata: "Wahai Ayah, apa lagi yang kita inginkan? Ini barang penukar kita telah dikembalikan oleh Al-Aziz. Tenanglah soal saudara kami, izinkan ia pergi bersama kami agar kami bisa membawa banyak makanan untuk keluarga kita. Kami akan menjaganya dan membawa tambahan satu angkutan unta untuknya, karena Al-Aziz menjatah takaran untuk setiap orang sebanyak muatan seekor unta. Itu takaran yang mudah baginya."
قَالَ لَنْ أُرْسِلَهُ مَعَكُمْ حَتَّىٰ تُؤْتُونِ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ لَتَأْتُنَّنِي بِهِ إِلَّا أَنْ يُحَاطَ بِكُمْ ۖ فَلَمَّا آتَوْهُ مَوْثِقَهُمْ قَالَ اللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌ {٦٦} 66. Ya'qub berkata kepada mereka: "Kami tidak akan membiarkannya pergi bersama kalian, kecuali kalian berjanji dan bersumpah dengan nama Allah di hadapanku untuk mengembalikannya kepadaku; kecuali jika kalian dikalahkan musuh sehingga tidak bisa menyelamatkannya." Setelah mereka bersumpah dengan nama Allah di hadapannya, sesuai permintaannya, Ya'qub berkata: "Allah menjadi saksi dan penolong atas ucapan kita." Artinya, kesaksian dan perlindungan-Nya sudah cukup bagi kita.
وَقَالَ يَا بَنِيَّ لَا تَدْخُلُوا مِنْ بَابٍ وَاحِدٍ وَادْخُلُوا مِنْ أَبْوَابٍ مُتَفَرِّقَةٍ ۖ وَمَا أُغْنِي عَنْكُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۖ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ {٦٧} 67. Ayah mereka berkata: "Wahai Anak-anakku! Jika kalian memasuki negeri Mesir, jangan masuk melalui satu pintu, tetapi masuklah melalui pintu yang berbeda-beda, agar kalian tidak terkena 'ain. Sungguh, ketika menyampaikan pesan ini kepada kalian, aku tidak bisa menolak sedikit pun ketetapan Allah terhadap kalian. Menetapkan hukum hanyalah kewenangan Allah, hanya kepada-Nya aku bertawakal dan yakin, dan hanya kepada-Nya orang-orang ber-iman itu bertawakal.
وَلَمَّا دَخَلُوا مِنْ حَيْثُ أَمَرَهُمْ أَبُوهُمْ مَا كَانَ يُغْنِي عَنْهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا حَاجَةً فِي نَفْسِ يَعْقُوبَ قَضَاهَا ۚ وَإِنَّهُ لَذُو عِلْمٍ لِمَا عَلَّمْنَاهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ {٦٨} 68. Ketika mereka masuk dari pintu yang berbeda-beda sebagaimana diperintahkan oleh ayah mereka, hal itu tidak mencegah mereka dari ketentuan Allah. Namun, itu merupakan ungkapan sayang Ya'qub kepada mereka, jangan sampai mereka terkena 'ain. Sungguh, Ya'qub memiliki banyak ilmu tentang persoalan din yang telah diajarkan Allah kepadanya melalui wahyu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui akibat-akibat berbagai urusan, detail-detail segala hal, dan perkara din yang diketahui oleh Ya'qub
وَلَمَّا دَخَلُوا عَلَىٰ يُوسُفَ آوَىٰ إِلَيْهِ أَخَاهُ ۖ قَالَ إِنِّي أَنَا أَخُوكَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {٦٩} 69. Tatkala saudara-saudara Yusuf bersama saudara kandungnya, yaitu Bunyamin, menemui Yusuf di istana tempat menerima tamu, Yusuf memeluk saudara kandungnya itu dan berbisik: "Aku saudara kandungmu. Jangan bersedih terhadap perlakuan mereka terhadapku di masa lalu. "Yusuf menyuruhnya merahasiakan hal itu dari mereka.
فَلَمَّا جَهَّزَهُمْ بِجَهَازِهِمْ جَعَلَ السِّقَايَةَ فِي رَحْلِ أَخِيهِ ثُمَّ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ أَيَّتُهَا الْعِيرُ إِنَّكُمْ لَسَارِقُونَ {٧٠} 70. Setelah membekali mereka dan memberikan muatan bahan pangan untuk unta mereka, Yusuf memerintahkan para pekerjanya supaya memasukkan piala penakar yang biasa digunakannya ke dalam barang-barang milik saudaranya, yaitu Bunyamin, tanpa diketahui oleh seorang pun. Saat mereka berada di atas kendaraan bersiap untuk berangkat, tiba-tiba ada seseorang berseru: "Wahai kafilah pembawa muatan bahan pangan, kalian benar-benar para pencuri!"
قَالُوا وَأَقْبَلُوا عَلَيْهِمْ مَاذَا تَفْقِدُونَ {٧١} 71. Anak-anak Ya'qub berkata ke arah penyeru itu: "Kalian kehilangan barang apa?"
قَالُوا نَفْقِدُ صُوَاعَ الْمَلِكِ وَلِمَنْ جَاءَ بِهِ حِمْلُ بَعِيرٍ وَأَنَا بِهِ زَعِيمٌ {٧٢} 72. Penyeru itu dan orang-orang di sekitarnya berkata: "Kami kehilangan takaran yang biasa digunakan raja untuk menakar. Siapa yang bisa mendatangkannya akan mendapat ganjaran berupa bahan pangan sebanyak satu muatan unta!". Penyeru itu berkata: "Aku adalah penjamin ganjaran bahan pangan sebanyak satu muatan unta itu."
قَالُوا تَاللَّهِ لَقَدْ عَلِمْتُمْ مَا جِئْنَا لِنُفْسِدَ فِي الْأَرْضِ وَمَا كُنَّا سَارِقِينَ {٧٣} 73. Saudara-saudara Yusuf berkata: "Demi Allah, kalian telah mengetahui dari apa yang kalian lihat pada kami bahwa kami datang ke negeri Mesir bukan untuk membuat kerusakan dan kami bukan orang-orang yang berwatak pencurif
قَالُوا فَمَا جَزَاؤُهُ إِنْ كُنْتُمْ كَاذِبِينَ {٧٤} 74. Orang-orang yang ditugasi mencari takaran berkata kepada saudara-saudara Yusuf: "Apa hukuman pencuri menurut kalian, jika kalian berdusta ketika mengatakan: 'Kami bukanlah orang-orang yang berwatak pencuri?"
قَالُوا جَزَاؤُهُ مَنْ وُجِدَ فِي رَحْلِهِ فَهُوَ جَزَاؤُهُ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ {٧٥} 75. Saudara-saudara Yusuf berkata: "Hukuman pencuri adalah siapa yang terdapat barang curian itu pada kendaraannya maka orang itulah yang menjadi tebusannya. Artinya, karena pencuriannya itu, ia harus diserahkan untuk dijadikan budak oleh orang yang kecurian. Hukuman —yaitu dijadikan budak— inilah cara kami menghukum orang-orang zhalim yang melakukan pencurian. Inilah din dan tradisi kami terhadap para pencuri."
فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَبْلَ وِعَاءِ أَخِيهِ ثُمَّ اسْتَخْرَجَهَا مِنْ وِعَاءِ أَخِيهِ ۚ كَذَٰلِكَ كِدْنَا لِيُوسُفَ ۖ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ أَخَاهُ فِي دِينِ الْمَلِكِ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ ۗ وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ {٧٦} 76. Mereka membawa saudara-saudara Yusuf itu kepadanya, lantas Yusuf memeriksa sendiri barang-barang mereka. Yusuf memulai pemeriksaan dari barang mereka dulu sebelum barang saudara kandungnya, demi menyempurnakan rencananya untuk menjadikan saudaranya tinggal bersamanya. Akhirnya, ia memeriksa karung milik saudaranya, lalu mengeluarkan piala darinya. Demikianlah, Kami mudahkan rencana yang dirancang oleh Yusuf ini sebagai sarana untuk mengambil saudaranya. Tidak sepatutnya ia mengambil saudaranya berdasarkan hukum yang diberlakukan oleh Raja Mesir, karena dalam din Raja Mesir, tidak ada ketentuan yang mengharuskan pencuri dijadikan budak. Akan tetapi, kehendak Allah menuntut terlaksananya rencana ini dan pengambilan keputusan berdasarkan syariat yang berlaku di kalangan saudara-saudara Yusuf yang menetapkan sanksi seorang pencuri adalah diperbudak. Kami mengangkat kedudukan siapa saja yang Kami kehendaki di dunia ini atas orang lain, sebagaimana Kami telah meninggikan kedudukan Yusuf. Di atas setiap orang yang berilmu itu masih ada yang lebih berilmu, sehingga ilmu itu berpuncak pada Allah Mahatahu tentang segala hal yang gaib dan nyata.
قَالُوا إِنْ يَسْرِقْ فَقَدْ سَرَقَ أَخٌ لَهُ مِنْ قَبْلُ ۚ فَأَسَرَّهَا يُوسُفُ فِي نَفْسِهِ وَلَمْ يُبْدِهَا لَهُمْ ۚ قَالَ أَنْتُمْ شَرٌّ مَكَانًا ۖ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَصِفُونَ {٧٧} 77. Saudara-saudara Yusuf berkata: "Jika ia mencuri, saudara kandungnya pun pernah mencuri (yang mereka maksudkan adalah Yusuf. Yusuf menyimpan ucapan yang didengarnya itu di dalam hati, lalu berkata di dalam hati pula, "Kedudukan kalian lebih buruk daripada orang-orang yang telah kalian sebut, karena dulu kalian pernah merancang persekongkolan jahat terhadapku. Allah Maha-tahu tentang kebohongan yang kalian ucapkan."
قَالُوا يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ إِنَّ لَهُ أَبًا شَيْخًا كَبِيرًا فَخُذْ أَحَدَنَا مَكَانَهُ ۖ إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ {٧٨} 78. Mereka berkata memohon belas kasihan karena mereka harus memenuhi janji kepada ayah mereka: "Paduka Yang Mulia! Sungguh, ia mempunyai seorang ayah tua renta yang sangat mencintai dan tidak sanggup berpisah darinya. Ambillah salah seorang dari kami sebagai pengganti Bunyamin, sungguh kami melihatmu termasuk orang-orang yang berbuat baik dalam memperlakukan kami dan orang lain."
قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ أَنْ نَأْخُذَ إِلَّا مَنْ وَجَدْنَا مَتَاعَنَا عِنْدَهُ إِنَّا إِذًا لَظَالِمُونَ {٧٩} 79. Yusuf berkata: "Kami berlindung kepada Allah, jangan sampai kami menghukum seseorang selain yang padanya kami temukan takaran itu —sebagaimana telah kalian putuskan. Jika kami memenuhi permintaan kalian, tentulah kami termasuk orang yang zhalim."
فَلَمَّا اسْتَيْأَسُوا مِنْهُ خَلَصُوا نَجِيًّا ۖ قَالَ كَبِيرُهُمْ أَلَمْ تَعْلَمُوا أَنَّ أَبَاكُمْ قَدْ أَخَذَ عَلَيْكُمْ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ وَمِنْ قَبْلُ مَا فَرَّطْتُمْ فِي يُوسُفَ ۖ فَلَنْ أَبْرَحَ الْأَرْضَ حَتَّىٰ يَأْذَنَ لِي أَبِي أَوْ يَحْكُمَ اللَّهُ لِي ۖ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ {٨٠} 80. Setelah merasa tidak ada harapan akan terkabulkan permintaan mereka oleh Yusuf, mereka memisahkan diri dari orang-orang. Mereka pun bermusyawarah. Kakak tertua mereka berkata: "Bukankah kalian tahu, ayah telah mengambil janji dari kalian dengan sumpah bahwa kalian akan membawa pulang saudara kalian, kecuali jika dikalahkan musuh. Sedangkan sebelum ini kalian bersalah mengkhianati Yusuf. Oleh karena itu, aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir sehingga ayah mengizinkanku untuk meninggalkannya atau Rabbku menakdirkanku keluar darinya dengan membawa saudaraku. Allah sebaik-baik Pembuat ketetapan dan seadil-adil Pemutus perselisihan di antara manusia.
ارْجِعُوا إِلَىٰ أَبِيكُمْ فَقُولُوا يَا أَبَانَا إِنَّ ابْنَكَ سَرَقَ وَمَا شَهِدْنَا إِلَّا بِمَا عَلِمْنَا وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ حَافِظِينَ {٨١} 81. Pulanglah kalian kepada ayah dan sampaikan kepadanya apa yang terjadi. Katakan kepadanya: 'Sungguh, putramu, yaitu Bunyamin, telah mencuri. Kami tidak bersaksi mengenai hal itu kecuali setelah merasa yakin. Kami melihat takaran itu ada di kendaraannya. Kami tidak mengetahui hal gaib bahwa ia akan mencuri ketika kami bersumpah kepadamu untuk membawanya kembali.
وَاسْأَلِ الْقَرْيَةَ الَّتِي كُنَّا فِيهَا وَالْعِيرَ الَّتِي أَقْبَلْنَا فِيهَا ۖ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ {٨٢} 82. Wahai Ayahanda, tanyakan kepada penduduk Mesir dan orang-orang yang bersama kami dalam kafilah, sesungguhnya kami orang-orang yang menyampaikan berita kepadamu dengan jujur.'
قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ {٨٣} 83. Ketika mereka pulang dan menyampaikan berita itu kepada sang ayah, ia berkata kepada mereka: "Bukan begitu, melainkan nafsu yang banyak memerintah kepada kejahatan telah menghiasi tipu daya yang kalian lakukan, sebagaimana perlakuan kalian dulu terhadap Yusuf. Aku bersabar dengan kesabaran yang baik, tanpa menggerutu atau mengeluh. Mudah-mudahan, Allah mengembalikan ketiga putraku kepadaku —yaitu Yusuf, saudara kandungnya dan kakak tertua mereka yang tinggal di Mesir demi suadaranya— sungguh Dia Mahatahu tentang keadaanku lagi Maha-bijaksana dalam mengelola urusan-Nya."
وَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا أَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ {٨٤} 84. Ya'qub berpaling dari mereka dalam keadaan bersedih karena perkataan mereka. la pun berkata: "Duhai, kasihan Yusuf!" Kedua matanya memutih karena bagian yang berwarna hitam menghilang disebabkan oleh kesedihan mendalam. Hatinya dipenuhi duka cita, akan tetapi ia menyembunyikan duka cita itu rapat-rapat.
قَالُوا تَاللَّهِ تَفْتَأُ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ مِنَ الْهَالِكِينَ {٨٥} 85. Anak-anaknya berkata: "Demi Allah, engkau masih saja mengingat-ingat Yusuf dan duka citamu terhadapnya sangat mendalam, sehingga engkau nyaris binasa atau bahkan benar-benar binasa maka kurangilah kesedihan hatimu!"
قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ {٨٦} 86. Ya'qub menjawab: "Aku hanya menunjukkan duka cita dan kesedihanku kepada Allah. Dialah yang menghilangkan segala bahaya dan bencana. Aku mengetahui kasih sayang dan jalan keluar dari Allah yang tidak kalian ketahui."
يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ {٨٧} 87. Ya'qub berkata:"Wahai Anak-anakku, kembalilah ke Mesir dan carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya! Jangan berputus asa terhadap rahmat Allah. Sungguh, tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang mengingkari kekuasaan-Nya dan kafir kepada-Nya."
فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَيْهِ قَالُوا يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهْلَنَا الضُّرُّ وَجِئْنَا بِبِضَاعَةٍ مُزْجَاةٍ فَأَوْفِ لَنَا الْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّ اللَّهَ يَجْزِي الْمُتَصَدِّقِينَ {٨٨} 88. Mereka pun pergi ke Mesir. Ketika berjumpa dengan Yusuf, mereka berkata: "Paduka Yang Mulia, kami dan keluarga kami tertimpa musim kemarau dan paceklik.Kami datang kepadamu dengan membawa barang penukar yang buruk dan tidak seberapa nilainya. Berikan bahan pangan kepada kami sebagaimana yang pernah kauberikan dengan barang penukar yang baik dan bersedekahlah kepada kami dengan menerima beberapa dirham yang tidak seberapa ini dengan kelapangan hati. Sungguh, Allah akan membalas orang-orang yang berbuat baik dengan harta kepada orang-orang yang membutuhkan."
قَالَ هَلْ عَلِمْتُمْ مَا فَعَلْتُمْ بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ إِذْ أَنْتُمْ جَاهِلُونَ {٨٩} 89. Mendengar ucapan mereka itu, Yusuf merasa iba dan memperkenalkan diri: "Ingatkah kalian terhadap perlakuan kalian, yaitu menyakiti Yusuf dan saudaranya, pada saat kalian bodoh tentang akibat perbuatan kalian?"
قَالُوا أَإِنَّكَ لَأَنْتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا يُوسُفُ وَهَٰذَا أَخِي ۖ قَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا ۖ إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ {٩٠} 90. Mereka berkata:"Apakah engkau ini benar-benar Yusuf?" la menjawab,"Ya, aku Yusuf dan ini saudara kandungku. Allah telah memberikan karunia kepada kami dan mempertemukan kami setelah berpisah. Sungguh, barang siapa yang bertakwa dan bersabar menghadapi ujian, niscaya Allah tidak akan menghilangkan pahala kebaikannya, tetapi akan membalasnya dengan balasan yang lebih baik."
قَالُوا تَاللَّهِ لَقَدْ آثَرَكَ اللَّهُ عَلَيْنَا وَإِنْ كُنَّا لَخَاطِئِينَ {٩١} 91. Mereka berkata: "Demi Allah, Allah telah memberimu anugerah keutamaan atas kami dan memuliakanmu dengan ilmu, kesabaran, dan perilaku mulia. Sedangkan kami dahulu benar-benar bersalah dengan perbuatan-perbuatan kami secara sengaja terhadapmu dan saudaramu."
قَالَ لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ ۖ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ {٩٢} 92. Yusuf berkata kepada mereka: "Tidak ada celaan terhadap kalian pada hari ini. Semoga Allah mengampuni kalian. Dia Maha Penyayang bagi siapa yang bertaubat dari dosa dan kembali taat kepada-Nya."
اذْهَبُوا بِقَمِيصِي هَٰذَا فَأَلْقُوهُ عَلَىٰ وَجْهِ أَبِي يَأْتِ بَصِيرًا وَأْتُونِي بِأَهْلِكُمْ أَجْمَعِينَ {٩٣} 93. Ketika Yusuf bertanya kepada mereka tentang ayahnya, mereka memberitahunya tentang kebutaan mata sang ayah karena menangisinya. la pun berkata kepada mereka: "Kembalilah kalian kepada ayah dengan membawa bajuku ini, lalu letakkan di wajah ayahanda. Niscaya penglihatannya akan pulih, kemudian datangkan seluruh keluarga kalian kepadaku!"
وَلَمَّا فَصَلَتِ الْعِيرُ قَالَ أَبُوهُمْ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَ ۖ لَوْلَا أَنْ تُفَنِّدُونِ {٩٤} 94. Ketika kafilah itu meninggalkan kawasan Mesir sambil membawa baju tersebut, Ya'qub berkata kepada orang-orang yang ada di hadapannya: "Sungguh, aku mencium bau Yusuf, andaikata kalian tidak membodoh-bodahkanku, mencemoohku, dan menganggap bahwa perkataan ini terucap dariku tanpa sadar."
قَالُوا تَاللَّهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلَالِكَ الْقَدِيمِ {٩٥} 95. Orang-orang yang hadir di hadapannya berkata: "Demi Allah, engkau benar-benar masih dalam kesalahan lamamu, yaitu mencintai Yusuf dan tidak bisa melupakannya."
فَلَمَّا أَنْ جَاءَ الْبَشِيرُ أَلْقَاهُ عَلَىٰ وَجْهِهِ فَارْتَدَّ بَصِيرًا ۖ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ {٩٦} 96. Ketika datang pembawa kabar gembira yang memberitahu Ya'qub bahwa Yusuf masih hidup dan pembawa kabar gembira itu meletakkan baju Yusuf di wajahnya, Ya'qub kembali bisa melihat dan dipenuhi perasaan suka cita. la pun berkata kepada orang-orang di sekitarnya: "Bukankah sudah kukatakan kepada kalian bahwa aku memiliki pengetahuan dari Allah yang tidak kalian ketahui berkat karunia, kasih sayang, dan kemurahan-Nya."
قَالُوا يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ {٩٧} 97. Anak-anaknya berkata: "Wahai Ayahanda, mohonkan ampunan kepada Rabbmu untuk kami, agar Dia memaafkan kami dan mengampunkan dosa-dosa kami. Sungguh, kami dahulu bersalah karena tindakan yang kami lakukan terhadap Yusuf dan saudara kandungnya."
قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي ۖ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ {٩٨} 98. Ya'qub berkata: "Aku pasti akan memohon kepada Rabbku agar mengampuni dosa kalian. Sungguh, Dia Maha Pengampun terhadap dosa hamba-hamba-Nya yang bertaubat dan Maha Penyayang terhadap mereka."
فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَىٰ يُوسُفَ آوَىٰ إِلَيْهِ أَبَوَيْهِ وَقَالَ ادْخُلُوا مِصْرَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ {٩٩} 99. Ya'qub dan keluarganya pun berangkat ke Mesir untuk bertemu dengan Yusuf. Sesampainya mereka di hadapannya, Yusuf memeluk ayah ibunya. la berkata kepada mereka: "Masuklah kalian ke Mesir dengan kehendak Allah, sedangkan kalian aman dari kepayahan, paceklik, dan segala hal yang dibenci."
وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا ۖ وَقَالَ يَا أَبَتِ هَٰذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي ۚ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ {١٠٠} 100. Yusuf mendudukkan ayah dan ibunya di atas singgasana kerajaannya, di sampingnya, sebagai penghormatan kepada keduanya. Kedua orang tua dan kesebelas saudaranya bersujud kepadanya sebagai penghormataan, bukan sabagai ibadah. Sujud dalam rangka menghormati itu dibolehkan di dalam syariat mereka. Adapun dalam syariat kita diharamkan dalam rangka mencegah terjadinya kesyirikan. Yusuf berkata kepada ayahnya: "Sujud inilah tafsir mimpiku yang pernah kuceritakan kepada Ayahanda dulu ketika aku masih kecil. Rabbku telah menjadikannya nyata. Dia telah memberiku anugerah ketika mengeluarkanku dari penjara dan mendatangkan kalian kepadaku dari kawasan padang pasir, setelah setan berhasil merusak ikatan persaudaraan antara aku dan saudara-saudaraku. Sungguh, Rabbku Mahalembut dalam mengatur urusan apa saja yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatahu tentang kemaslahatan hamba-hamba-Nya serta Mahabijaksana tentang firman-firman dan perbuatan-perbuatan-Nya."
رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ {١٠١} 101. Kemudian Yusuf berdoa kepada Rabbnya: "Rabbi, Engkau telah memberiku kerajaan Mesir serta mengajariku tafsir mimpi dan ilmu lain, wahai Pencipta langit dan bumi. Engkau Pengatur seluruh urusanku di dunia dan akhirat. Wafatkan aku sebagai muslim dan gabungkanlah aku dengan hamba-hamba-Mu yang shalih dari kalangan para nabi, orang-orang berbakti, dan orang-orang pilihan."
ذَٰلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۖ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ أَجْمَعُوا أَمْرَهُمْ وَهُمْ يَمْكُرُونَ {١٠٢} 102. Wahai Rasul, kisah Yusuf tersebut merupakan sebagian dari berita-berita gaib yang Kami beritahukan kepadamu berupa wahyu. Engkau tidaklah hadir bersama saudara-saudara Yusuf ketika mereka merencanakan persekongkolan untuk membuang Yusuf ke dalam sumur serta menipu Yusuf dan ayahnya. Ini merupakan bukti kebenaranmu dan bahwa Allah menurunkan wahyu kepadamu.
وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ {١٠٣} 103. Wahai Rasul, kebanyakan orang-orang musyrik dari kalangan kaummu tidaklah memercayai dan mengikutimu, sekalipun engkau sangat menginginkan keimanan mereka, karena itu janganlah bersedih.
وَمَا تَسْأَلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ {١٠٤} 104. Engkau tidak meminta upah kepada kaummu atas petunjuk keimanan yang kau sampaikan. Sungguh, Al-Qur'an dan petunjuk yang engkau diutus dengan membawanya itu merupakan pelajaran bagi seluruh manusia yang bisa mereka jadikan sebagai peringatan dan petunjuk.
وَكَأَيِّنْ مِنْ آيَةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَمُرُّونَ عَلَيْهَا وَهُمْ عَنْهَا مُعْرِضُونَ {١٠٥} 105. Banyak sekali bukti keesaan dan kekuasaan Allah yang tersebar di langit dan bumi, seperti matahari, bulan, gunung-gunung, dan pohon-pohon yang mereka saksikan. Akan tetapi, mereka berpaling darinya serta tidak berfikir dan mengambil pelajaran darinya.
وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ {١٠٦} 106. Tidaklah orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Allah itu mengakui bahwa Allah Pencipta dan Pemberi rezeki mereka, Pencipta segala sesuatu, serta satu-satu-Nya Yang berhak diibadahi kecuali mereka melakukan kesyirikan karena beribadah kepada berhala dan patung. Allah benar-benar Mahasuci dari hal itu.
أَفَأَمِنُوا أَنْ تَأْتِيَهُمْ غَاشِيَةٌ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ أَوْ تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ {١٠٧} 107. Adakah sesuatu yang membuat mereka merasa aman dari turunnya adzab Allah yang menimpa mereka semua atau datangnya Kiamat secara tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadarinya?
قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ {١٠٨} 108. Wahai Rasul, katakanlah: "Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang meneladaniku mengajak beribadah hanya kepada Allah ber-dasarkan hujah dan keyakinan dari-Nya. Aku memahasucikan Allah dari segala sekutu, sedangkan aku bukan termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya."
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ ۗ أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۗ وَلَدَارُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ {١٠٩} 109. Wahai Rasul, Kami tidak pernah mengutus sebelummu kepada manusia melainkan para laki-laki dari kalangan mereka yang Kami turunkan wahyu kepada mereka dan mereka itu termasuk penduduk negeri setempat. Mereka itu lebih mampu memahami dakwah dan risalah, yang akan dipercayai oleh para pengikut petunjuk kebenaran dan didustakan oleh orang-orang yang tersesat darinya. Apakah mereka belum pernah berjalan di muka bumi, lalu menyaksikan bagaimana nasib orang-orang di masa lalu yang mendustakan serta kebinasaan yang menimpa mereka? Sungguh, pahala di negeri akhirat itu lebih utama daripada dunia seisinya, bagi orang-orang yang beriman dan takut kepada Rabb mereka. Tidakkah kalian berfikir sehingga bisa mengambil pelajaran?
حَتَّىٰ إِذَا اسْتَيْأَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَنْ نَشَاءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ {١١٠} 110. Wahai Rasul, janganlah kau tergesa-gesa ingin memperoleh pertolongan terhadap orang-orang yang mendustakanmu. Para rasul sebelummu, tidak segera memperoleh pertolongan karena hikmah tertentu yang Kami ketahui. Hingga ketika para rasul telah putus asa terhadap kaum mereka dan meyakini bahwa kaum mereka itu mendustakan dan tidak ada harapan akan beriman, datanglah pertolongan Kami kepada mereka pada saat kesulitan memuncak, lalu Kami menyelamatkan para rasul dan pengikut mereka yang Kami kehendaki. Adzab Kami terhadap orang-orang yang berdosa dan lancang kepada Allah tidak bisa ditolak. Firman Allah ini mengandung hiburan kepada Nabi.
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ {١١١} 111. Berita para rasul dan apa yang menimpa orang-orang yang mendustakan, yang telah Kami kisahkan kepadamu itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat. Al-Qur'an ini bukan perkataan palsu yang dibuat, tetapi Kami turunkan sebagai pembenar kitab-kitab samawi yang turun sebelumnya; penjelas segala hal yang dibutuhkan oleh para hamba, yaitu hukum tentang halal dan haram, yang dianjurkan dan yang dimakruhkan, dan sebagainya; bimbingan dari kesesatan; rahmat bagi orang-orang beriman yang dengannya hati mereka mendapat petunjuk, lalu mereka mengamalkan perintah dan larangan yang terkandung di dalamnya.
Al-Qur'an Today @2006