Tauhid Uluhiyyah
المؤمنون
AL-MU´MINUUN

Makkiyyah
Juz : 18
Surat : 23
Ayat : 91- 91
مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَٰهٍ ۚ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ {٩١}
91. Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,
Tafsir Al-Muyassar
91. Allah tidak menjadikan anak untuk diri-Nya dan tidak ada ilah yang berhak diibadahi bersama-Nya karena andaikata ilah itu lebih dari satu, tentulah setiap ilah memisahkan diri bersama makhluk-makhluknya dan tentulah mereka saling berperang seperti keadaan para raja di dunia sehingga kacaulah sistem alam semesta ini. Mahasuci Allah dari memiliki sekutu atau anak seperti yang mereka sifatkan kepada-Nya.
Al-Qur'an Today @2006